Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Gadis kecil ku


__ADS_3

Sesampai nya di kantor tak hentinya Gavin terus mengambangkan senyumannya, sejak mendapatkan sedikit perhatian dari Luby seketika membuat hari-hari Gavin berubah.


"Ehem---ehem, maaf pak Gavin"


Bims sang asisten kepercayaan Gavin pun mencoba membuyarkan lamunan sang atasan yang sudah hampir 30 menit tidak sadar akan keberadaan asisten nya itu.


"H---? Bims! maaf saya sedikit melamun"


Seketika pria dingin itu mulai memperbaiki kembali posisi duduk nya sembari memperbaiki dasinya yang sedikit kusut akibat lamunan panjangnya.


"Jangan khawatir pak, saya bisa mengerti, saya hanya ingin mengingatkan bahwa meeting kita akan di mulai 10 menit lagi pak"


"Apa?? 10 menit lagi?" Sembari melihat jam tangannya Gavin pun langsung beranjak dari kursi kebesarannya. Dengan sedikit tergesa-gesa Gavin pun mulai meninggalkan ruangannya menuju ruang rapat yang berada di lantai 5 perusahaannya, sebagai seorang pimpinan yang perfeksionis terhadap pekerjaannya membuat ia terbiasa disiplin dalam menjalankan semua kegiatan yang bersangkutan dengan pekerjaannya.


Di sisi lain Luby yang saat ini tengah mengikuti kelas di kampusnya tampak serius memperhatikan semua penjelasan yang di berikan seorang dosen.


Hingga ia pun tidak sadar akan keberadaan Danis di belakangnya,


"Pletak"


Terdengar suara Tipe-X yang terlempar dari arah belakang tepat di meja bagian depan tempat Luby duduk.


"Aapaan nih?" Sembari melirik kebelakang, Luby mulai melihat sebuah kertas kecil yang di tempelkan di sekitar Tipe-X tersebut.


"Cepat Buka By, dan baca" Danis berbisik pelan di belakang kursi milik Luby.


Luby pun akhirnya mulai membuka lipatan kecil itu dan merapikan kembali kertas kecil yang tertera tulisan tangan milik Danis.


"Waktu terasa begitu cepat berlalu By, dari awal kita bertemu hingga saat ini tak pernah berkurang rasa yang aku miliki untuk kamu, Will u be mine?"


Betapa kaget nya Luby sesaat setelah membaca surat yang Danis kirimkan kepada dirinya. Faktanya sedari dulu hingga saat ini Luby tidak pernah bisa menyukai Danis lebih dari seorang sahabat bagi dirinya, terlebih saat ini setelah ia bukan seorang gadis serperti dulu

__ADS_1


lagi.


"Aku tahu kalau ini mendadak, tapi aku akan memberikan kamu waktu untuk menjawabnya bi" Danis kembali berbisik dari arah belakang kursi milik Luby.


Dan tak berapa lama bertepatan dengan berakhirnya mata kuliah hari itu, Luby pun langsung bangkit dari kursinya dan meninggalkan sebuah surat dimeja milik Danis sang sahabat.


"Maaf Dan" Sebelum pergi tak lupa ia mengucapkan permintaan maaf kepada sahabat nya itu karena ia sebenarnya tidak sampai hati harus melukai perasaan sahabat terbaiknya itu kembali , namun mau tak mau ia terpaksa melakukannya.


Di dalam kertas itu pun Luby mengungkapkan statusnya saat ini yang telah menikah dengan Gavin,


Namun hal tak terduga akhirnya terjadi Danis yang merasa kecewa seakan tahu akan jawaban yang Luby tulis di kertas itu, Pria tampan itu pun merobek kertas itu tanpa membacanya.


*


*


19:35


Saat malam menjelang Luby akhirnya menyelesaikan acara masak memasaknya di dapur, saat ini telah terhidang beberapa menu sederhana yang telah tersusun rapi di meja makan milik Gavin.


Di sisi lain Gavin yang saat ini tengah berada di dalam mobil mewah milik nya masih asik mengutuk dirinya sendiri akibat keterlambatannya pulang malam ini,


"Shiit!! kenapa meeting nya lama sekali selesai!! padahal saya sengaja pulang dari kantor lebih awal"


Sambil menatap horor ke arah sang asisten Gavin kembali menyemprotkan amarahnya dan menyalahkan sang asisten karena memberikan informasi meeting di waktu yang tidak tepat menurut dirinya,


"Semua ini salah kamu Bims! kenapa kamu tidak menginformasikan untuk mempercepat meeting nya menjadi siang hari! atau di tunda menjadi besok pagi! saya membayar kamu mahal karena menganggap kamu itu sangat berkompeten dalam hal waktu! tapi coba lihat hari ini kamu membuat saya pulang terlambat!"


Sambil melihat ke arah jam tangan milik nya yang menunjukan pukul 21:30 Bims yang sedari tadi mendengarkan amarah dari atasan nya itu hanya mampu menghela nafasnya sambil memberikan alasan yang sama yaitu karena rekan bisnis Gavin hari itu harus segera kembali ke negaranya malam itu juga, sehingga meeting yang harusnya dilakukan keesokan harinya harus dipercepat lebih awal.


"Kenapa sih dengan si bos! padahal kami sering mengalami hal mendadak seperti ini dan hal itu tidak menjadi penghalang, tapi kenapa beberpa hari ini dia lebih betah di rumah di banding dikantor, kena lagi kan gue amarahnya! nasib--nasib"

__ADS_1


Sambil menepuk dadanya pelan Bims sang asisten berbicara di dalam hati dengan matanya masih tertuju kedepan,


Kurang lebih 20 menit kemudian akhirnya mobil yang dikendarai sang supir pribadi Gavin mulai memasuki gerbang rumah mewah itu, dan setelah mobil terparkir, tanpa banyak bicara Gavin pun langsung turun dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, sedangkan sang supir kembali menjalankan mobilnya untuk mengantarkan Bims ke kediamannya.


Dengan sedikit terburu buru Gavin melangkahkan kakinya menuju kamar milik nya, sejatinya pria dewasa itu sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan gadis kecil miliknya, namun saat ia melewati meja makan dari kejauhan ia melihat seseorang yang ingin ia temui tengah tertidur di atas meja makan.


"By??"


Dengan langkah lebar akhirnya Gavin berputar arah menuju meja makan, sesampai nya di samping sang istri kecil, Gavin pun mulai meletakan jas dan tas nya secara sembarang, sambil kedua matanya tak lepas menatap sang pujaan hati yang tengah terlelap di dalam tidurnya,


"Hay gadis kecil, kenapa kamu tertidur di sini? maaf ya saya pulang sedikit terlambat" sambil mengusap pelan hidung Luby Gavin berucap pelan di hadapan sang istri yang tampak tertidur lelap,


Akhirnya pria dingin itu memutuskan untuk menggendong tubuh Luby masuk ke dalam kamar milik sang istri muda, dengan gagah ala bridal style Gavin membopong tubuh Luby menaiki tangga rumah mereka.


Sesampainya di depan pintu kamar sang istri Gavin pun mulai mencoba membuka pintu kamar milik Luby dengan lengan kanannya, namun hal itu tak semudah yang ia bayangkan, cukup lama pria itu menggerakkan lengan nya, keatas dan kebawah, namun pintu itu tak kunjung terbuka, hingga akhirnya ia pun mencoba membuka ganggang pintu itu dengan tangan kanannya yang masih setia menggendong tubuh sang istri.


Dan hal itu akhirnya membuah kan hasil, pintu kokoh itu pun akhirnya mulai terbuka, ia pun mulai masuk ke dalam kamar milik Luby dan meletakan tubuh mungil Luby di atas kasur dengan seprai berwarna pink muda itu.


Di dalam kamar Gavin pun mulai merasakan aroma parfum milik Luby memenuhi ruangan 5x5 tersebut.


Mata elang sang pria dingin itu pun tak mampu berpaling dari raut cantik milik sang istri kecil, dengan seksama ia tak henti untuk terus menatap kedua mata cantik yang tengah tertutup itu,


Sambil membaringkan tubuhnya di samping sang istri Gavin pun mulai memandangi setiap inci tubuh milik sang istri, mulai dari wajah hingga kaki putih, terlihat tak ada cacat nya sedikit pun.


"Hufffttt--- kenapa kamu begitu cantik sayang? saya sama sekali tidak bisa berpaling untuk melihatnya"


Dan jari-jari besar itu pun akhirnya mulai bergerak aktif menelusuri setiap lekuk tubuh Luby yang terbentuk sangat perfeksionis,


Bahkan bibir merah merona milik Luby pun menjadi magnet yang tak mampu Gavin hindari, hingga akhirnya pria dewasa itu pun mulai me**mat lembut bibir sang istri kecil.


Dan jari-jari nakal nya pun mulai menelusup di balik baju milik sang istri yang masih tampak terlelap,

__ADS_1


"Arghhhhhhh-----"


Bersambung.....🥰🥰


__ADS_2