Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Salah lagi


__ADS_3

Di tempat lain tampak seorang wanita tengah menyantap sehelai roti dan susu di hadapannya, dengan tubuh yang mulai tampak kurus dan perut yang mulai sedikit membuncit Luby duduk di depan meja makannya.


Masih terbayang oleh nya saat pertama kali ia memutuskan untuk meninggalkan semua kenangan tentang Gavin Luby pun terpaksa berbohong kepada kedua orangtuanya akan kepergiannya bersama Gavin ke negara K hal itu ia sampaikan sebelum keberangkatan Brian dan Luna kembali ke negara K.


"Maaf kan Luby ma, hari itu Luby telah berbohong sama mama dan papa, sekarang saat memilih untuk berpisah dengan Gavin tanpa sengaja Luby malah telah mengandung anak Gavin ma, apa yang harus Luby buat sekarang ma? Luby lemah, Luby gak bisa makan seperti dulu lagi, hampir semua makanan yang Luby makan pasti keluar lagi. Harus sama siapa Luby mengadu ma?"


Di depan meja makan berukuran kecil Luby duduk seorang diri, ia masih mencoba untuk mencerna sepotong roti yang ia kunyah dengan perlahan.


Saat ini Luby memilih untuk hidup sendiri di sebuah apartment yang sederhana, dengan tabungan yang ia miliki saat ini masih bisa bertahan hidup hingga beberapa tahun kedepan, rencananya Minggu ini ia akan mengurus kuliahnya di negara ini hingga sang bayi lahir.


Kelak Luby berniat untuk menetap di negara yang terkenal salah satu negara yang sangat baik dalam bidang pendidikan di dunia.


Setelah menyelesaikan sarapan pagi nya Luby memilih untuk segera bersiap menjalankan rencana nya hari ini, sambil melihat dirinya di dalam kaca Luby kembali mengingat bagaimana Gavin dengan kasar mengusir dirinya saat itu,


Tiba-tiba cairan bening itu kembali mengalir dari kedua mata hazelnya, perlahan ia mulai meraba perutnya.


"Kamu harus kuat sayang, maafkan mama yang tidak bisa memberikan kebahagian seutuhnya untuk kamu, tapi mama janji kelak akan menjadi seorang mama sekaligus papa yang baik untuk kamu"


Cukup lama Luby melihat tampilan nya yang tampak terlihat sangat kurus saat ini, ia bertekad untuk hidup lebih baik setelah ini ia pun memutuskan untuk merubah sedikit tampilan dirinya sebelum pergi mendaftar kuliah,


__ADS_1


Luby pun memotong sedikit rambut panjangnya lebih pendek, serta sebuah kaca mata menghiasi mata indahnya di padukan sebuah dress yang cukup longgar membuat tubuh kurus nya menjadi terlihat sedikit berisi dari aslinya.


Saat tengah berada di sebuah kampus ternama yang ada di negara itu Luby pun segera menyelesaikan semua administrasi yang di perlukan, dan sepulang dari kampus


rencananya pagi ini ia juga akan memeriksakan kandungannya.


Setelah menyelesaikan semua urusan kampus Luby pun segara pergi menuju sebuah klinik yang terdekat dari tempat tinggalnya saat ini.


***


"Arghh!!! kenapa semakin lama semakin saya tidak bisa melupakan wanita itu!! padahal saya sudah jauh-jauh pergi sampai ke negara ini untuk melupakan nya!!"


"Bims, tolong kamu ke ruangan saya sekarang juga"


Tak berapa lama Bims akhirnya telah sampai di depan pintu ruangan milik Gavin, Bims datang dengan membawa beberapa batang coklat dan beberapa bungkus cemilan seperti biasanya.


Benar saja sejak beberapa Minggu ini entah kenapa Gavin sangat menyukai makan-makanan yang dulunya tidak ia sukai, bahkan ia malah merasa dengan mengkonsumsi beberapa junk food itu sedikit banyak telah mengurangi rasa frustasi yang selama ini sering ia rasakan.


"Ini pesanan anda pak,"


Bims mulai meletakan sekantong plastik makanan yang berukuran cukup besar tepat di atas meja kantor milik Gavin.

__ADS_1


"Terimaksih" Gavin yang sudah tidak sabar langsung menyambar bungkusan berukuran besar tersebut, dengan teliti ia mulai mencari cemilan pertama yang ingin ia santap.


"Mana coklat Sil*** nya??"


"Hmm, maaf pak bukannya tadi anda hanya memesan coklat Be*** seperti yang biasanya?"


Seketika Gavin merasa mood nya kembali rusak saat mendengar jawaban dari asisten pribadinya itu.


"Saya mau coklat Sil*** bukan Be*** sekarang juga saya mau kamu cari coklat nya, enggak pake lama Bims!!"


"What?? aduh bos itu kan sama-sama coklat?"


Bims yang hampir setiap hari di buat pusing akan keinginan sang bos yang berubah-ubah hanya mampu menelan ludahnya saat sang atasan dinginnya itu kembali berulah.


"Baik pak, akan segara saya Carikan" Dengan langkah seribu Bims kembali meninggalkan ruangan bosnya itu.


"Sial, kenapa Bims bisa lupa sama coklat yang saya inginkan, padahal saya sudah menginginkannya sejak tadi malam"


Gavin kembali merutuki kesalahan yang telah di lakukan oleh Bims, padahal faktanya Gavin tidak pernah mengatakan makanan yang ia inginkan, namun setiap hari entah kenapa ia menginginkan makanan yang berbeda untuk setiap cemilan yang ia inginkan.


Bersambung....😄😅

__ADS_1


__ADS_2