Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Lamaran sang Dr


__ADS_3

Dengan kuat Luby menggigit bibir Gavin hingga mengeluarkan darah, yang membuat Gavin terpaksa menghentikan cium**annya,


"Aww"


Ia pun berusaha keras menarik kedua tangannya dari cengkraman Gavin dan pergi sambil berlari meninggalkan toilet,


"Hiks, dasar laki-laki brengsek kamu Gavin!! kenapa setelah beberapa tahun kau kembali ke sini Gavin!!!"


Rasa kecewa yang ia rasakan terhadap Gavin membuat ia begitu yakin keputusan apa yang akan ia ambil setelah ini.


"Bugh--bgugh"


"Kenapa kamu pergi Luby!! kenapa!!!" Gavin yang merasakan kesal terus memukul-mukul dinding toilet hingga membuat tangannya terluka,


Luby akhirnya hampir sampai di restoran kembali, ia kembali menghirup nafas dalam-dalam dan kembali membuangnya, beberapa kali Luby melakukanya untuk menstabilkan detak jantung serta nafasnya yang masih tersengal-sengal.


"Pergilah Gavin!! lupakan lah aku!! setidaknya biarkan lah aku dan Darren hidup bahagia !!"


Setalah merasa kini dirinya telah lebih baik Luby memutuskan untuk segera masuk kedalam ruang pesta nya kembali.


Dengarkanlah, wanita pujaanku


Malam ini akan kusampaikan


Hasrat suci kepadamu, dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


… Aku ingin mempersuntingmu

__ADS_1


'Tuk yang pertama dan terakhir


… Jangan kau tolak dan buatku hancur


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


… Dengarkanlah, wanita impianku


Malam ini akan kusampaikan


Janji suci, satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


… Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


… Jangan kau tolak dan buatku hancur


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


"Will you marry me?"


Betapa kaget nya Luby saat ia sampai di dalam, tiba-tiba sebuah musik mengiringi langkahnya dan di hadapannya kini telah berdiri dr Aryan dengan membawa sebuah kotak kecil di tangannya.

__ADS_1


"A-pa i-ni dokter ?"


"Sejujurnya sudah sangat lama aku menyimpan rasa terhadap kamu By, bahkan jauh sebeluk kita saling mengenal mama ku pernah berniat untuk meminang kamu untuk ku By, dan saat ini di hadapan keluarga besar mu aku meminta dirimu untuk menjadi istri ku"


"Bersedia kah kamu By?"


Luby yang masih merasa shok hanya dapat terdiam, bibir seakan sulit untuk mengeluarkan suara, dia bingung harus menjawab apa.


Sejujurnya ia sudah tahu bahwa dr Aryan ingin memperistri dirinya melalui sang mama, namun ia merasa belum siap jika harus menikah lagi, karena saat ini ia sudah merasa bahagia bisa hidup berdua bersama buah hatinya.


" Apa yang harus aku lakukan, aku belum memikirkan untuk menikah lagi, lagi pula aku belum sah bercerai secara hukum dengan Gavin"


Dari sisi lain, seorang pria kini tengah mengepal kan tangannya yang terluka dengan cukup kuat, sakitnya seakan mati rasa saat melihat wanita yang ia cintai tengah dilamar oleh seorang pria di depan matanya.


"Brengsek!! berani nya dia melamar istriku di depan mataku, aku tidak akan membiarkan dia berhasil merebut istri ku"


Dari tempatnya berdiri Luby akhirnya melihat sosok Gavin tengah berada di antara tamu yang datang di pestanya, dengan samar Luby dapat melihat Gavin yang tengah mengepalkan tangannya, sembari menatap tajam ke arahnya, namun Luby tidak berani melihat Gavin secara langsung, ia hanya memandang sekilas seolah tengah memandang dr Aryan yang tengah membelakangi Gavin.


"Ternyata pria itu masih ada di sini, mungkin ini waktu yang pas untuk menunjukan kepada dirinya bahwa tidak ada lagi kesempatan untuk kami bersatu, sebaiknya aku tidak langsung menolak dr Aryan, aku akan membuat Gavin percaya bahwa aku akan memberikan kesempatan kepada dr Aryan"


"Menyerah lah Gavin!!"


"Luby aku tahu mungkin masih ada hal yang harus kamu selesaikan terlebih dahulu, dan itu tidak menjadi sebuah masalah untuk ku, namun hari ini aku hanya minta dirimu, bersedia kah kamu untuk membuka hati mu untuk aku?"


Dr Aryan memperjelas maksudnya kepada Luby, ia tahu bahwa saat ini Luby masih terikat pernikahan dengan suaminya yang dulu bahkan telah mengusirnya dari rumah, maka dari itu ia berfikir bahwa mungkin Luby tidak akan menerima pinangannya sebelum adanya surat cerai,


"Baik lah dok, maaf karena saat ini aku belum bisa menerima lamaran mu, namun jika semuanya telah selesai maka mungkin aku akan mencoba untuk mengenal kamu lebih dalam"


" Tidak Luby!! aku tidak setuju!!"

__ADS_1


Tak di sangka akhirnya Gavin yang telah tersulut api cemburu memperlihatkan keberadaanya di pesta itu, ia berdiri dan berbicara dengan lantang.


Bersambung....🤗🤗


__ADS_2