Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Persaingan


__ADS_3

Malam yang di nantikan pun akhirnya tiba setelah panjang lebar berbincang dengan Luby melalui hp Luby pun menyetujui ajakan suami nya itu. Dengan memakai sebuah gaun malam berwarna hitam Luby pun telah bersiap menunggu jemputan dari Bims sang asisten Gavin.



"Maaf Bu saya sedikit telat, karena kami tadi harus menyelesaikan meeting dulu sehingga nanti pak bos akan menyusul ke pesta"


Bims berucap sambil terbata karena dia tahu apa yang sebenarnya membuat Gavin harus datang terlambat,


"Iya tidak apa-apa pak Bims, terimaksih karena anda sudah mau menjemput saya"


Dengan perasaan yang sedikit tidak enak Luby tetap respek atas perlakuan Bims kepada dirinya.


"Sama-sama Bu, itu memang sudah kewajiban saya"


"Aku tahu kamu kemana Gav, karena tadi saat Maya dan kamu video call aku dapat mendengar jelas percakapan antara kamu dan Maya"


Terlihat wajah kekecewaan dari Luby, andai ia dapat dengan mudah lepas dari bayang-bayang Gavin mungkin dia tidak harus melakukan hal seperti ini malam ini kembali menjadi seorang istri cadangan.


Mobil mewah itu berjalan menelusuri jalan kota yang masih terlihat rame malam itu. Mata Luby terus memandang ke arah kaca, dengan tatapan yang kosong gadis cantik itu terlihat begitu menyedihkan.


Tak berapa lama mobil mewah yang Luby tumpangi sudah sampai di depan rumah keluarga Gavin, terlihat beberapa mobil telah terparkir di depan rumah mewah itu.


Luby pun memilih untuk segera masuk ke dalam rumah mewah itu sambil membawa buah tangan yang telah ia siapkan sebelumnya.

__ADS_1


Di depan pintu rumah keluarga Gavin tampak sang mami telah menunggu kedatangan menantunya itu.


"Halo sayang kok kamu sendirian ? mana Gavin?" sang mami langsung memeluk tubuh Luby dan mencium pipi kanan dan kiri menantu kesayanganya itu.


"Baik mi, hmm--- Gavin masih ada meeting mi, nanti dia akan nyusul" Dengan sebuah senyuman Luby terpaksa berbohong untuk menutupi kejelekan suaminya itu.


"Dasar anak itu gila kerja, demi kerjaan dia tega biarin istrinya datang sendirian ke sini"


Sambil menggandeng tangan Luby mami Gavin membimbing sang menantu memasuki rumah mereka menuju meja makan.


Tampak beberapa orang telah duduk memenuhi kursi makan yang mewah itu, Luby pun mulai menyalami sang papi Gavin yang sudah duduk di kursinya.


"Sayang, perkenalkan ini semua keluarga besar dari papi yang baru sempat datang ke sini"


Keluarga besar yang terlihat begitu harmonis namun penuh dengan persaingan di dalamnya,


^^^"Owh god--- So beautiful she look like an Angel"^^^


Dari sebuah kursi tampak seorang pria yang sedari tadi mata nya terus tertuju ke arah Luby, dengan memegang segelas wine di tangannya pria tampan belasteran itu, masih terus memandang Luby sambil bermonolog di dalam hatinya.


Pria tampan itu bernama Diaz Wil James, seorang pengusaha muda dari negara J yang juga merupakan sepupu dari Gavin, pria dingin yang sedari dulu sangat menginginkan istri berasal dari negara kelahiran sang ibu. Diaz sungguh mengangumi kecantikan alami dari gadis-gadis berdarah negara I.


Diaz memang sedikit berbeda dari sepupu Gavin yang lainnya, sang pria introvert itu lebih suka menyendiri, namun malam ini Diaz yang merasa telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada sang kakak ipar memberanikan diri untuk mengenal lebih dekat seorang Luby Subrata. Ia pun mulai beranjak dari kursinya dan berjalan mendekati meja makan.

__ADS_1


Bak waktu berpihak kepadanya, kursi yang tersisa hanya tinggal satu kursi yang diperuntukan untuk Gavin, namun dengan percaya diri yang tinggi Diaz pun mulai duduk di kursi kosong tepat di samping Luby.


Di saat semua keluarga tengah sibuk mengobrol sembari menikmati makan malam, Diaz pun mulai menyapa sang kakak ipar yang terlihat sedikit murung malam itu.


"Hay kakak ipar? boleh saya duduk di sini?"


Luby yang tersadar dari lamunannya, langsung menganggukan kepalnya, dan perkenalan itu pun terjadi diantara kedua nya.


Dan seakan ada kecocokan di antara keduanya, Diaz yang pendiam berubah menjadi seorang yang banyak bicara dan bisa membuat Luby tersenyum malam itu.


Hingga saat makan malam berakhir Diaz dan Luby pun melanjutkan obrolan mereka hingga ke ruang tengah.


Dan tak berapa lama Gavin yang baru saja selesai mengantarkan sang istri siri makan malam diluar untuk meredakan sifat ngambekn nya, baru tiba di kediaman keluarganya. Dengan tergesa-gesa sambil berlari kecil Gavin langsung memasuki rumah tempat ia tumbuh.


Dan saat pertama kali menapakkan kakinya di ruang tamu amarah sang mami langsung menguak ke arahnya, dengan jeweran dan Omelan sang mami, Gavin pun akhirnya meminta maaf, sambil matanya mencari keberadaan sang istri berada.


"Diaz? bukan kah itu Diaz dan Luby?"


Seperti tidak terganggu dengan keributan yang dilakukan di antara Gavin dan sang mami, sepasang adik dan kakak ipar itu terlihat masih asik bercengkrama.


"Bagaiman bisa Luby tersenyum dengan si introvert itu?"


Gavin tampak cemburu melihat interaksi keduanya, dan api persaingan di antara keduanya tampak menyala kembali, dua orang dari keluarga yang memiliki dendam sebelumnya.

__ADS_1


Bersambung....✍️✍️


__ADS_2