Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Bertemu kembali


__ADS_3

Dr. Ariyan's calling....


"Halo?"


"Halo, Luby maaf saya mengganggu kamu malam-malam begini, tapi---- saya mengkhawatirkan kamu, karena sejak kita terakhir makan siang waktu itu, sampai saat ini kamu tidak pernah mengikuti terapi lagi?"


"Owh, iya dok maaf mungkin beberapa hari ini saya juga masih bisa belum bisa"


Dari suara Luby Aryan dapat merasakan ada sesuatu yang sedang terjadi dengan Luby, namun ia sama sekali tidak berani untuk bertanya lebih dalam karena mengingat posisi dirinya yang bukan siapa-siapa Luby.


"Maaf kalau saya terlalu ikut campur dengan urusan kamu By, tapi kalau kamu sedang ada masalah kamu bisa cerita sama aku. Ak--u akan selalu ada untuk kamu"


"Terimakasih dok, saya sangat menghargai perhatian dokter kepada saya. Namun saat ini saya sedang tidak ada permasalahan yang serius kok"


"Syukur lah kalau begitu, saya sangat senang mendengarnya. Kalau gitu saya tutup dulu ya by, karena saya harus kembali bekerja kembali"


"Iya dok"


"Hmmm, saya harap sakit kepala kamu tidak kambuh lagi, dan kamu bisa tidur tanpa harus mengkonsumsi obat-obatan lagi"


"Iya dok, terimaksih untuk doa nya"


"Saya akan siap kapan pun kamu membutuhkan seorang teman"


Dan sambungan telpon itu pun terputus. Aryan merasa sedikit kecewa karena Luby masih sangat tertutup akan permasalahannya. Padahal ia ingin sekali menolong sang pasien yang diam-diam ia cintai itu.


"Andai dulu aku tidak terlambat, mungkin aku bisa menjadi pendamping kamu By, jujur aku gak perduli dengan masa lalu kamu. Semoga kamu selalu bahagia dengan suami kamu, namun jika kamu tidak merasa bahagia bersamanya.. aku siap memberikan kebahagiaan untuk kamu"


Beratnya cinta yang bertepuk sebelah tangan membuat Aryan mencoba untuk mengubur rasa cinta nya kepada Luby, namun sebagai seorang dokter dan sahabat bagi Luby Aryan berharap bisa menyembuhkan trauma yang kini Luby alami.


*


*


Sudah beberapa minggu ini Luby tinggal di sebuah hotel yang terletak di pinggiran kota, dan selama ia meninggalkan rumah Gavin, iya pun terpaksa harus berbohong akan kondisi rumah tangganya kepada Luna dan Brian, saat beberapa kali ia mengunjungi kedua orangtuanya itu.


Dan sama sekali Brian dan Luna tidak curiga akan keadaan rumah tangga Luby yang sebenarnya, karena gadis itu sangat pintar dalam menyembunyikan permasalahanya.


"Puft--- lelah juga hampir seharian harus mencari referensi untuk lomba melukis pekan depan"

__ADS_1


Luby yang baru selesai mandi langsung mengeringkan tubuhnya yang masih basah dengan sebuah handuk kecil, setelah itu ia pun memilih memakai sebuah tangtop berwarna kulit dan celana pendek di atas lutut sebagai baju tidurnya malam ini.


Gadis cantik itupun langsung menekan nomor layanan kamar dan memesan beberapa makanan untuk makan malamnya malam ini.


Setelah menutup teleponnya ia pun mulai membaringkan tubuhnya di kasur sembari membuka leptop nya kembali dan mulai melanjutkan tugasnya yang belum selesai. Tak berapa lama hp miliknya kembali berdering, terlihat nama sang mama di dalam layar hp miliknya.


Hampir 30 menit sepasang ibu dan anak itu mengobrol, canda tawa selalu menghiasi percakapan mereka berdua, dan di akhir obrolan Luna menyampaikan niat nya menghubungi Luby. Rencananya lusa Brian dan Luna akan berangkat keluar negri selama 3 bulan lamanya, karena di sana Brian tengah membangun cabang perusahaannya, yang baru.


Namun hal itu bukanlah hal baru untuk Luby, karena sedari kecil Luby dan kakak-kakaknya pun telah sering ditinggal Luna dan Brian keluar negri, dan Luby pun merasa sedikit tenang untuk beberapa saat karena ia tidak harus berbohong kepada sang mama, saat sang mama meminta nya untuk menginap di mansion bersama Gavin.


Sebuah lagu K-Pop "spring day" dari grup BTS pun mulai mengalun di sela-sela kesibukannya. beberapa kali Luby turut menggoyang-goyangkan kaki dan kepalanya, saat mendengarkan musik dari grup K-Pop kesayangannya itu.


Tak berapa lama dari luar pintu kamarnya terdengar suara ketukan yang cukup kuat, hingga membuat konsentrasi nya sedikit bercabang.


"Huft-- hampir aja jantung gue copot" Dengan cekatan Luby yang mulai merasa lapar langsung membuka pintu kamarnya, dan mengambil pesanan makanannya dari seorang pelayan perempuan.


Terlihat sepiring salad yang sangat menggoda iman, dan mask potato mix with egg, membuat ia tidak dapat lagi menahan rasa laparnya.


Setelah kepergian sang pelayan Luby segera menutup pintu kamarnya ia pun langsung segera menyantap makan malam nya saat itu juga.


Dentingan piring kaca yang beradu dengan dua sendok di tangannya terdengar memenuhi kamarnya. Dan tak berapa lama musik BTS yang tadi sempat ia putar mulai berhenti bersuara, dan hal itu menandakan batre hp nya sudah habis.


Luby pun segera membuka pintu kamar nya kembali. Namun betapa kagetnya ia saat melihat sosok pria yang selama ini ia hindari tengah berdiri tegap dihadapannya.


Sebuah seringai licik tampak jelas di wajah sang pria arogan itu.


"Bagus ya! bisa-bisanya kamu blokir nomor aku! setelah berbuat salah kamu kabur, sampai gak tahu jalan pulang!"


Luby yang merasa takut akan kedatangan Gavin langsung menutup pintu kamarnya kembali namun rencananya itu tak berhasil karena dengan cekatan Gavin langsung menahan pintu kamar Luby dengan tubuhnya, bahkan dengan satu kali dorongan pintu kamar itu terbuka lebar, hingga membuat Luby terjatuh ke atas lantai kamarnya.


Dan kesempatan itu di gunakan oleh Gavin untuk segera masuk ke dalam kamar Luby dan ia pun langsung mengunci kamar milik sang istri.


"Kamu mau apa? cepat keluar Gavin! atau aku akan berteriak!" Dengan wajah ketakutan Luby berusaha untuk mengusir Gavin dari dalam kamar nya,


"Hey, memang kamu kira saya mau ngapain?"


"Berhenti Gavin! stop di sana dan jangan mendekat!"


"Ok---ok aku gak akan mendekat," Gavin pun langsung mengehentikan langkah nya.

__ADS_1


"Kamu mau apa ke sini?"


"Aku mau kamu ikut aku pulang ke rumah aku"


"Apa? pulang ! Gak aku gak mau pulang, dan sebaiknya kita segera bercerai Gav, karena aku sudah muak hidup sama laki-laki bejat kaya kamu"


"Ha----ha--ha BEJAT! kamu bilang saya bejat!malam itu saya tidak ingin menyentuh kamu, tapi semua itu saya lakukan tanpa sadar karena ada orang yang sengaja memasukan obat di minuman saya"


"Bohong! kamu kira aku akan percaya begitu saja Gavin! aku tidak percaya dengan omongan laki-laki kaya kamu!"


"Hahah, sadar Luby, jangan mimpi! aku sama sekali tidak pernah tergiur untuk meniduri kamu! karena yang aku cintai itu cuma Maya, jadi kamu jangan ge er"


"Apa pun alasan kamu aku tidak mau pulang Gavin! tidak akan, bahkan nanti saat waktu nya tepat saya akan mengajukan permohonan cerai ke pengadilan"


"H--- cerai kamu bilang! oke berarti ini bisa segera aku kirim ke media saat ini juga. Aku mau lihat gimana reaksi mama dan papa kamu tersayang mengetahui video anaknya tersebar di luaran"


Gavin kembali memperlihatkan video Luby yang tengah di gera***yangi oleh beberapa pemuda bertopeng. Tangan nya pun mulai mengetik dan hampir menekan sebuah tombol di layar video yang berdurasi 10 menit itu.


Luby masih terdiam saat melihat tayangan demi tayangan terputar kembali di hadapannya. Dan bayangan wajah sang mama yang tengah tersenyum serta wajah sang papa yang tengah mengusap pucuk kepalanya membuat Luby tersadar akan hal buruk yang akan menimpa keluarganya jika sampai video tak senonoh itu sampai di tangan media.


"Tidak! jangan Gavin aku mohon, jangan lakukan itu"


"Hahah---- mana kesombongan kamu yang tadi! mana Luby? tunjukan sama aku!"


Dengan sekuat tenaga Gavin langsung menarik rambut Luby ke arahnya,


"AWww, sakit Gavin---tolong lepaskan!"


"Ingat wanita jal*** jangan pernah lagi bermain-main dengan Gavin! dan satu lagi! rasa sakit ini tidak lebih sakit dengan tindakan kamu kepada junior aku beberapa waktu yang lalu !! dan untuk itu aku akan membuat sebuah perhitungan sama kamu nanti!"


Setelah mendengar kalimat terakhir dari mulut Gavin membuat jantung Luby berdetak tak beraturan dan rasa cemas yang berlebih kembali menyelimuti dirinya, keringat dingin mulai membasahi tubuh Luby.


Dan tak berapa lama Luby yang tiba-tiba meraskan pusing yang luar biasa pada kepalanya, langsung hilang kesadaran dan membuat tubuhnya terjatuh ke lantai, melihat hal itu dengan sigap Gavin yang berdiri di hadapan Luby langsung menahan tubuh sang istri.


"Aduh pakai pingsan lagi" Dengan terpaksa Gavin langung menggendong tubuh Luby dengan kedua tangannya, pria dingin itu pun langsung membaringkan tubuh Luby di atas ranjang, namun pada saat ia menurunkan Luby dari gendongannya tanpa sengaja tangan nya menyentuh bagian sensitif milik Luby yang mengakibatkan sesuatu di dalam dirinya seketika bangkit dari tidur panjangnya.


"SH**it --- kenapa ia bangun di saat yang tidak tepat" Dengan pakaian terbuka yang saat ini Luby kenakan semakin membuat tubuh Gavin merasakan sensasi panas dingin luar biasa.


Bersambung..….✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2