BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Flasback on. Sesuatu


__ADS_3

*Maaf karena beberapa hari ini Tante belum bisa UPDATE. Soalnya lagi lelah. Lelah pikiran. Kepala pusing, dan juga nyut-nyutan kagak tau kenapa. Bahkan ampek sekarang nih!


Sorry yak! Gua curhat, hehe!


Eh gua yakin salah satu di antara kalian pasti pernah kalok misalnya ada sakit kepala atau sakit apalah, dsb. pasti pernah bukak Google buat nyari informasi atau solusi, dll. Tapi yang keluar informasi nya malah bikin parno.


Misalnya nih, nyarik tentang gejala sakit kepala. Lampiran yang keluar Malah:



Google ngeselin gak sih. Heran gua Astagfirullah!😭😭😭 Capek gua, capek!


Mending nangis aja deh! Ngeliat kelakuan Google. Bisa ae.


_


Saat Salsa dan juga Sherly telah sampai di depan halaman Kampus, Keduanya langsung berhenti untuk mengatur nafas mereka yang sudah ngos-ngosan akibat berlari di sepanjang lorong Kampus.


"Aduh Sasa, mati gua kehabisan nafas." keluh Sherly yang kini tengah menunduk dan memegang kedua lututnya.


"Sama" balas Salsa.


"Bus*t gile bener Astagfirullah! Tu Kuntilanak pakek ngaget-ngagetin aja lagi." kata Sherly sambil menoleh ke arah belakang.


Mungkin aja si Sherly nya takut kalok Kuntilanak nya ikut.


"Apaan tadi tu yak?" tanya Sherly.


"Positif thingking aja! Mungkin Kuntilanak jatoh dari pohon toge." jawab Salsa asal dan langsung pergi berjalan meninggalkan Sherly.


"Dar!" pekik Sherly.


Sherly langsung berlari menyebrangi jalanan raya, menyusul Salsa yang sudah sampai di sebrang.


"Dar! Lo ngeselin banget sih! Ninggal-ninggalin aja." protes Sherly dengan nafas ngos-ngosan.


Salsa tidak menghiraukan nya. Ia lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan nya.


Keduanya kini tengah berjalan kaki di tengah-tengah Kota menuju Halte Bus.


Saat Salsa dan Sherly sampai di Halte. Keduanya langsung mendudukan bokong mereka di kursi panjang yang di sediakan di sana.


"Tunggu entar ya Dar! Gua mau kesana bentar beli minum, haus soalnya."kata Sherly.


"Oke." balas Salsa.


Untuk sesaat Salsa duduk termenung.


"Huft!" Salsa menghembuskan nafas kasar.


Lalu Ia melihat-lihat kendaraan yang tengah berlalu-lalang didepan nya.


"Nih!" seru seseorang.


Salsa menoleh dan melihat Sherly yang sedang tersenyum dan menyerahkan 1 botol Aqua dingin ke hadapan nya.


Salsa membalas senyuman Sherly, dan mengambil Aqua nya. " Thanks Ya Sher " ucapnya.

__ADS_1


"Oke." balas Sherly mengacungkan jari jempol nya, lalu ikut duduk di samping Salsa.


Salsa membuka tutup botol Aqua nya, lalu meminum nya. Setelah beberapa tenggak Salsa langsung meletakan kembali botol Aqua itu di samping tempat duduk nya.


"Nih!" seru Sherly memberikan sebuah Salep untuk Salsa.


Alis Salsa bertaut.


"Udah buruan pakek! Entar luka kamu mangkin buruk loh!" kata Sherly yang paham arti dari tatapan bingung Salsa.


"Ya ampun! Ini enggak apa-apa Sher. Kamu apa-apaan sih lebay banget. Ini udah kering kok!"


"Syuuut!" Sherly mengarahkan jari telunjuk nya tepat di bibir Salsa.


Sherly memegang kedua pundak Salsa, lalu berkata.


"Udah gak usah sok merasa kalok elu baik-baik aja deh Sasa! Gua tau kok ini semua gara-gara Maya kan?" ucap Sherly sambil menatap lekat manik mata hitam milik Salsa.


Salsa hanya bisa menundukan kepalanya.


Sementara Sherly. Ia hanya bisa menghembuskan nafas kasar. Kala melihat jelas dari mata Sahabat nya itu bahwa terdapat banyak masalah yang Ia alami.


"Tadi pagi gua cuman berantem sama Nazwa. Trus tiba-tiba Maya dateng dari arah belakang, dan langsung nyiram kuah sop panas ke arah ku. Aku juga enggak tau kalok ternyata Maya mau nyerang, itu semua tu mendadak banget." jelas Salsa.


"Sa, kamu itu mau sampai kapan bertahan?


Hem!"


"Bentar lagi aku bakalan tamat Kuliah kok.


Doain dong, supaya aku lulus, dan bisa membalas semua perbuatan Si Kuntilanak Maya, dan juga anak nya itu." Balas Salsa.


"Ya iyalah, itu tu pasti Sher! Gua kan Ahli Waris. Lu gimana sih?"


"Eh iya jugak yak?"


"Ya iyalah, liat aja entar gua pasti bakalan bales perbuatan si Kuntilalak itu. Sampai mereka berdua berlutut, dan memohon supaya mereka enggak aku usir. Apalagi mereka itu gila duit. Beh! Gampang banget ngatasin nya. Mereka berdua enggak bakalan bisa berkutik karena semua Aset aku yang pegang. Dan otomatis mereka harus nurut sama aku." kata Salsa tersenyum bangga.


"Iya, iya deh! Entar aja kalok mau ngehalu nya. Tu Bus nya udah dateng!"


"Oh iya, yaudah yuk!" kata Salsa dan langsung meraih tas ransel nya.


Sherly memang mengetahui tentang permasalahan Keluarga Siregar, karena memang Salsa selalu curhat kepadanya.


*****


Sementara kini di hunian mewah milik Keluarga Siregar.


Maya sedang mondar-mandir dari tadi.


"Nazwa!" Pekik Maya yang melihat Putri nya itu malah asik duduk santai di Sofa sambil memainkan gadget nya, tanpa mau membantunya untuk mencari solusi.


"Aw! Apaan sih mah? Gak usah teriak-teriak gitu bisa gak sih?" ketus Nazwa.


Maya langsung naik pitam. Dan langsung merebut Hp yang ada di tangan Nazwa lalu membanting nya kuat di lantai. Hingga hanya meninggalkan keping-keping nya saja.


"Hah! Hellooooooo!" jerit Nazwa, dan langsung berjongkok mengambil Keping-keping Hp nya yang sudah hancur lebur tak tersisa.

__ADS_1


Nazwa langsung bangkit.


"Mah! Ini semua gara-gara mama." bentak Nazwa kepada Maya.


Maya langsung melotot, dan menjewer telinga Nazwa.


"Aw,aw! Lepasin mah! I-iya maafin Nazwa!


Nazwa tadi cuman keceplosan."


"Berani-berani nya kamu bentak mama hah!"


Nazwa hanya bisa mengelus-elus telinga nya yang sangat panas akibat di jewer oleh Maya.


"Kamu ini bukan nya bantuin cari cara kek, buat nyingkirin anak sialan itu. Kalok cuman Hp murahan itu kamu bisa beli lagi. Tapi nanti kalok semua aset udah jatuh ke tangan Salsa kamu bisa apa? Emang nya kamu mau kita hidup miskin?" bentak Maya.


Nazwa melengos. "Ya gampang Mah! Si Tua Bangka itu kan bakalan nyerahin Aset nya kalau Salsa Lulus Kuliah. Ya' kita bikin aja dia supaya enggak Lulus."


" Hah! Gimana cara nya? Emang bisa?" tanya Maya.


"Ya' Bisalah! Mama sogok aja Kepala sekolah Salsa, suruh dia bikin Salsa supaya enggak Lulus. Gampang kan?"


"PLAK" Maya langsung menggeplak kepala Nazwa.


"Aw! Mama apaan sih?" protes Nazwa menghentak-hentakan kakinya.


"Kamu bego ya? Kamu pikir Fakultas nya Salsa itu Fakultas abal-abal, hah! Kampus nya Salsa itu Kampus bermerek. Mereka enggak bakalan mau walau di suap berapa pun. Kamu kan tau kalok Kampus nya Salsa itu, Surga nya para Mahasiswa-Mahasiswi berprestasi. Mereka enggak mau ngambil resiko. Calon Aset Negara woy! Calon Putra-Putri Bangsa. Bukan macam kau yang bisa nya cuman jadi beban Keluarga" balas Maya.


"Ya' trus gimana?" tanya Nazwa sebal.


"Ya' Mana mama tau, pikir aja sendiri."


.......... 3 Minutes Later..........


Nazwa menjentikan jarinya, kala tiba-tiba saja sebuah ide cemerlang muncul di otak nya.


Maya hanya bisa menautkan kedua alisnya, karena bingung.


"Mah, sini deh! Aku bisikin. Buruan!"


"Apaan? Awas aja kalok entar ide nya bloon kayak tadi." ancam Maya.


"Iya, iya! Enggak bakalan."


Nazwa pun langsung membisikan sesuatu ketelinga Maya.


Sementara Maya yang mendengarkan hanya bisa manggut-mangut.


"Gimana mah? Keren kan?" tanya Nazwa.


"Lumayan! Tapi kamu yakin bakalan berhasil?"


"Yakin dong! Udah pokok nya mama tenang aja aku yang bakalan atur semuanya."


"Yaudah deh terserah!" jawab Maya.


Sekian I LOVE YOU. ❤🙋‍♂🙋‍♀🙇‍♂🙇‍♀

__ADS_1


Aku bakalan usahain buat sering-sering UPDATE. Insyaallah.


__ADS_2