
Dimas menarik paksa tangan Salsa ke dalam kamar mandi.
Setelah itu, Dimas pun langsung mendorong tubuh Salsa dengan sangat kuat. Hingga membuat Salsa pun langsung tersungkur tepat di bawah Sower.
Dimas pun langsung saja menyalakan air sower nya ke dalam Mode air panas.
Namun sial nya Salsa malah diam saja, dan tidak melakukan perlawanan apapun.
Meskipun kulit nya sudah memerah dan juga melepuh.
Dimas menarik tangan Salsa, hingga membuat Salsa pun jadi menubruk dada bidang nya.
"Apa kau gila?" bentak Dimas.
"Yes! I'm crazy." balas Salsa dengan nada lemah.
"Kamu mau nyiksa aku supaya ngaku kan? Yaudah siksa aja aku sekarang! Bunuh aja aku sekalian. Kamu kasar. Aku bisa laporin kamu ke Polisi dengan kasus KDRT tau gak?" ucap Salsa pelan.
"Yaudah laporin aja sana! Aku gak akan takut." tantang Dimas.
"Asal kamu tau? Kekuasaan punya segala nya." tekan Dimas.
Salsa menghapus air mata nya yang mengalir, dengan kasar.
"Kamu berubah." kata Salsa dan hendak pergi meninggalkan Dimas pergi.
Namun Dimas malah menarik lengan Salsa, lalu memeluk nya dengan erat.
__ADS_1
"Lepas!" bentak Salsa, dan langsung mendorong tubuh Dimas.
"Kamu tau? Air panas yang kamu siram di badan aku itu sakit nya gak seberapa, dengan rasa sakit nya hati aku. Mana janji kamu dulu yang kata nya bakalan percaya sama aku. Sekarang janji itu gak ada. Hilang entah kemana." bentak Salsa.
"Ok! Kita seimbang. Waktu itu aku udah curiga sama kamu dengan alasan Parfum cewek lain. Dan sekarang kamu juga marah sama aku dengan alasan aku duduk sama cowok lain. Udah 1 sama kan?" sambung nya lagi dengan nada pelan.
Salsa pun langsung pergi beranjak meninggalkan Dimas yang dari tadi hanya diam membisu.
-
Dimas keluar dari dalam kamar mandi. Dan Ia melihat Salsa yang saat ini duduk di pinggir ranjang, sedang mengobati luka bakar nya.
Dimas berjalan perlahan menghampiri Salsa.
"Kenapa kamu yang marah? Harus nya itu aku yang marah." kata Dimas yang langsung mengambil salep dari tangan Salsa. Dan membuat Salsa pun langsung spontan menghentikan aktivitas nya.
"Oke! Kamu mau marah. Yaudah marah aja! Aku gak ada ngelarang kamu. Kamu mau tampar pipi aku silahkan! Atau kamu bahkan mau tembak kepala aku yaudah, lakuin aja! Cuman satu hal yang mau omongin sama kamu. Kalau aku itu gak selingkuh. Jangan kan selingkuh, mikirkan nya aja aku sama sekali gak pernah."
"Aku salut sih sama kamu. Cuman karena Foto yang di kirimkan sama Bodyguard suruhan kamu. Kamu langsung percaya gitu aja kalau aku itu Selingkuh. Kamu tau kan kalau aku ini cewek Matre? Jadi buat apa aku ketemuan sama selingkuhan aku di tempat gak layak kayak gitu. Aku bisa aja ajak dia ke Hotel, atau Apartemen. Tanpa sepengetahuan kamu. Apalagi selama ini kamu itu jarang pulang, jadi gak akan ada yang mantau aku. Kecuali orang suruhan yang kamu suruh buat mata-matain aku itu. Mereka bahkan lebih perhatian ke aku dari pada kamu. Mereka selalu ngikutin, dan mantau aku di mana-mana dan kapan pun itu. Tapi kamu, kamu bahkan gak punya waktu luang buat aku. Kamu enggak pernah pulang ke Mansion. Dan kamu selalu lembur di kantor."
"Aku lembur di Kantor itu buat kerja, bukan main-main." bentak Dimas.
"Oke! Aku tau kamu di Kantor itu buat kerja." bentak Salsa dengan suara yang tak kalah keras nya.
"Kalau emang dari awal aku tau kamu bakalan kayak gini! Aku pastikan kalau aku enggak bakalan mau nikah sama kamu. Mendingan aku hidup sendiri, dari pada hidup tersiksa sama kamu." tekan Salsa.
"Apa maksud kamu?" tanya Dimas tak terima.
__ADS_1
"Aku capek Mas! Kamu selalu pulang Malem, pergi pagi. Kamu sama sekali gak punya waktu buat aku. Aku juga butuh perhatian dari kamu. Jadi, jangan salahin aku, kalau misal nya aku selingkuh. Dan main di bekalang kamu."
PLAK. 'Dimas menampar pipi Salsa untuk yang kedua kali nya.'
"Kamu Pelacur yah!" tekan Dimas.
"Iya aku Pelacur. Aku memang Pelacur, semua yang aku lakuin seolah-olah gak ada yang bener di mata kamu. Ini semua nya salah kamu." bentak Salsa dengan air mata yang berlinang.
"Udah jelas-jelas ini semua kesalah dari kamu, dan kamu masih bisa nyalahin aku atas semua nya." bentak Dimas.
"Karena kamu enggak pernah mau tau apa yang aku mau." bentak Salsa dengan suara yang sangat kuat.
"Aku kepingin jadi Istri yang di Istimewakan oleh Suami nya. Meskipun hanya 1 kali dalam 1 minggu. Tapi jangan 1 kali, bahkan di waktu kamu libur pun kamu gak punya waktu buat aku. Aku juga wanita normal Mas. Aku kepengen di manja sama kamu, aku juga kepingin di sayang sama kamu. Tapi kamu selalu ngeluh. Kamu lelah, kamu capek. Aku coba untuk paham sama keadaan kamu."
'Salsa menghapus air mata nya yang menetes untuk sejenak'
"Oke! Tapi kenapa kamu lakuin ini semua sama aku? Coba kalau misal nya kamu gak terlalu sibuk sama urusan Kantor kamu. Mungkin aku gak akan ketemu sama Dave. Awal nya aku mau ngajak kamu ke Mall, buat nikmatin Weekend. Tapi kamu bahkan terlalu sibuk. Jadi Fine, oke! Aku ngerti. Dan aku ngurungin semua niat aku. Dan aku jadi mutusin buat pergi ke Minimarket aja sendirian. Dan ketika aku ketemu sama Dave tanpa di sengaja kamu malah marah dan bahkan berbuat kasar ke aku." ucap Salsa pelan.
"Kamu nyalahin aku?" kata Dimas menatap Salsa dengan tatapan tajam nya.
"Aku gak nyalahin kamu. Aku cuman gak nyangka aja sifat kamu bisa berubah kayak gitu. Aku tersiksa!"
"Aku yang tersiksa, bukan kamu. Aku kerja capek buat kamu. Dan kamu hanya tinggal diem di Rumah, dan nikmati semua uang dan harta aku. Tapi kamu bilang kalau kamu itu tersiksa." bentak Dimas dengan mata yang menyala-nyala.
"Oke! Aku akan balikin semua uang dan harta kamu, yang udah aku gunain. Dan aku bakalan ganti semua nya."
Salsa pun langsung mengambil semua isi di dompet, dan juga Perhiasan nya dari dalam lemari. Lalu menyerahkan nya di hadapan Dimas.
__ADS_1
"Aku tau ini semua masih kurang banyak. Oke! Aku akan kerja keras buat ganti semua nya. Ceraikan aku, supaya aku bisa ngeganti harta dan uang yang aku pakai selama ini." tekan Salsa dengan air mata yang mengalir deras di pipi nya.