BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Operasi


__ADS_3

"Non!" panggil Bik Sum.


"Iya" sahut Salsa dari dalam.


"Ada Tuan Dave."


"Oh' Iya"


Salsa pun langsung mengambil tongkat nya, lalu berjalan keluar dengan perlahan. Meninggalkan Kamar Shireen.


"Sal!"


Dave pun langsung bangkit dari sofa.


"Kamu ngapain malem-malem kesini?"


"Aku bawain makanan buat kamu, dan juga buah." kata Dave.


"Dave! Plis! Aku kan gak pernah minta kamu bawain makanan. Jadi tolong jangan buang-buang uang, karena lagian juga aku udah makan." ketus Salsa.


"Aku udah jauh-jauh! Tapi kan setidak nya kamu nerima Sal. Gak perlu nolak di hadapan orang nya langsung."


"Sakit? Maaf! Kalok aku gak kayak gitu kamu pasti bakalan bawain makanan terus. Aku bener-bener gak mau ngerepotin kamu."


Salsa pun mengarahkan tangan nya ke arah Dave. Dan Dave pun langsung menyerahkan bungkusan nya kepada Salsa.


"Bik!" panggil Salsa.


Bik Sum pun datang, lalu membawa Makanan nya ke dapur.


Salsa duduk di sofa, dan begitu pun juga dengan Dave.


"Kapan kamu punya jawaban untuk aku?" tanya Dave.


"Jawaban apa?" bukan nya menjawab, Salsa malah balik bertanya.


"Bahkan kamu sendiri lupa Sal! Aku udah nungguin kamu dari 3 bulan yang lalu, dan dengan tega nya kamu malah ngelupain hal yang sangat penting buat aku." kata Dave tak percaya.


"Seharusnya kalau memang kamu nolak, kenapa kamu gak bilang dari awal Sal? Biar aku gak terlalu berharap sama kamu." sambung Dave lagi.


"Mau sampai kapan kamu begini terus? Kamu bilang kamu udah gak cinta sama dia, tapi bahkan sampai sekarang kamu belum bisa Move on dan ngelupain Dimas. Aku tau Sal! Kalau sebenarnya kamu masih cinta kan sama Dimas? Kalau kamu cinta seharusnya kamu itu berfikir sebelum minta cerai ke dia."


Salsa menutup kedua telinganya menggunakan kedua tangan nya. Ia menggelengkan kepala nya.


Salsa pun langsung bangkit.


"Enggak Dave! Aku diam dan belum ngasih jawaban ke kamu, itu semua bukan berarti aku nolak kamu Dave. Aku cuman butuh waktu. Kamu tau kan apa yang di maksud dengan membutuhkan waktu?"


"Iya tapi sampai kapan? Kamu selalu begini terus. Terpuruk di dalam kesedihan. Dan bahkan kamu gak mau cerita tentang masalah kamu ke aku."


"Kamu gak tau apa yang aku rasakan Dave! Aku diam bukan berarti semua nya baik-baik aja! Aku diam bukan berarti kalau aku gak mau cerita sama kamu. Aku mau cerita ke kamu, aku mau nyurahin semua perasaan aku ke kamu. Tapi itu semua butuh waktu Dave. Memang apa yang kamu katakan itu bener! Aku memang masih punya perasaan sama Dimas. Tapi semua nya kan bukan berarti aku masih pengen bareng lagi sama dia. Dan sekarang aku bertambah semangkin yakin, kalau kamu memang gak pantes buat jadi pendamping hidup aku. Aku butuh Pria yang mau mengerti, dan memahami perasaan aku. Bukan hanya karena keegoisan nya secara tersendiri."

__ADS_1


"E-Enggak! Bukan maksud aku gitu Sal!" Dave mencoba untuk memegang tangan Salsa.


"Pergi! Aku bilang pergi!"


Salsa pun langsung mendorong tubuh Dave keluar. Dan setelah itu Salsa langsung menutup pintu nya.


Salsa menyandarkan tubuh nya di balik pintu. Ia menjambak rambut nya dengan sangat kuat.


"Ya' Tuhan! Kenapa kau selalu memberi ku masalah seberat ini? Kapan semua masalah ini akan berakhir Ya' Tuhan."


*****


Pagi hari.


Sebuah mobil berhenti tepat di depan Rumah Salsa.


Mama Dinda dan juga Papa Bram keluar dari dalam mobil itu.


Mama Dinda berjalan kearah Salsa yang saat ini memang kebetulan sedang berada di luar.


"Sayang! Mama kesini mau ngasih kabar bahagia buat kamu."


"Kabar apa Ma?" tanya Salsa.


"Kita udah nemuin pendonor mata buat kamu, dan Papa sudah menentukan jadwal Operasi nya. Besok Operasi nya akan di laksanakan." kata Mama Dinda tersenyum senang.


"Mama beneran?" tanya Salsa tak percaya.


"Kalau boleh tau, siapa orang yang mau donorin mata nya buat aku?"


Mama Dinda dan juga Papa Bram hanya bisa saling pandang.


"Em! Shireen mana?" tanya Mama Dinda mengalihkan pembicaraan.


"Ada di dalem. Kalau gitu ayo kita masuk ke dalem Mah, Pah!" ajak Salsa


Ketiga nya pun langsung masuk ke dalam dan Salsa pun akhirnya t'lah melupakan pertanyaan nya tadi.


*****


Rumah Sakit.


"Ma! Aku takut." ucap Salsa yang sejak dari tadi menggenggam tangan Mama Dinda.


Pintu Ruangan di buka.


Dan munculah 2 orang Perawat dan juga Dave.


"Sal! Kamu udah siap?" tanya Dave.


Namun Salsa masih diam dan tidak tau harus menjawab apa.

__ADS_1


"Percayalah bahwa semua nya akan baik-baik saja!" kata Dave berusaha membuat Salsa menjadi tenang, dan tidak gugup.


Salsa pun akhirnya mengangguk, dan setuju untuk di bawa ke Ruang Operasi.


*****


Operasi sudah selesai, dan semua nya berjalan dengan sangat lancar.


Hari ini adalah hari dimana perban yang menempel di bagian mata Salsa akan di buka.


Sudah ada Mama Dinda, Papa Bram, Kedua Orang Tua Dave, dan juga Mr Costra di dalam ruangan itu.


Dave langsung saja membuka perban nya dengan penuh kehati-hatian. Dengan posisi Salsa yang saat ini duduk di atas Ranjang Pasien.


"Bukalah mata mu Sal! Secara perlahan." kata Dave.


Salsa pun mulai membuka kedua mata nya, dan pengelihatan nya sudah kembali seperti dulu nya.


"Sayang!" Mama Dinda berjalan mendekat ke arah Salsa, dan langsung memeluk nya dengan erat.


"A-Aku udah bisa ngelihat lagi seperti semula Ma." ucap Salsa dengan di sertai tangis haru.


"Iya Sayang." balas Mama Dinda.


Semua orang yang ada di sana pun begitu sangat bahagia, dan tak terkecuali dengan Dave.


Namun tiba-tiba saja pandangan Salsa malah terkunci pada sesosok yang ada di dekat balik pintu. Saat Salsa mencoba untuk melihat lebih jelas siapa orang itu. Namun sayang sesosok itu sudah tak terlihat lagi dan sudah hilang begitu saja.


Salsa tidak terlalu memikirkan nya, lalu dia pun beralih menatap kearah Dave.


Dave tersenyum kecil ke arah Salsa. Sementara Salsa menjadi sangat canggung, dan sebuah rasa bersalah pun menyeruak di dalam hati nya.


*****


Setelah pengelihatan Salsa kembali. Ia menjadi lebih semangat lagi untuk menjalani aktivitas ke seharian nya.


"Selama 1 minggu ini Dave enggak pernah lagi datang kesini. Apa mungkin dia marah sama aku?" gumam Salsa.


Salsa menaruh Shireen di atas ranjang terlebih dulu, dan setelah itu Ia pun mengambil Hp nya di atas nakas.


Dan langsung menelpon Dave.


'Panggilan pun tersambung.'


"Hallo Dave! Kamu ada waktu gak? Kita bisa gak ketemuan di Taman Kota tempat


biasa nya?"


-


"Oke! Aku tunggu kamu di sana."

__ADS_1


__ADS_2