BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Salah


__ADS_3

Drt...Drt...Drt...' Suara Handhpone berdering.'


"Hallo! Aku kesana!."


Salsa mengusap air mata nya secara kasar. Dan setelah itu terbitlah sebuah senyuman smirk dari bibir nya. Salsa langsung berdiri, dan mengambil Amplop serta Hp milik Padil.


Salsa membanting Hp itu di lantai, lalu Salsa beralih mengambil sebuah Korek api, lalu membakar Amplop nya hingga menjadi abu.


-


Salsa mengemudikan mobil nya dengan kecepatan yang tinggi di tengah-tengah padatnya kendaraan lalu Lintas.


Hingga akhirnya tibalah Salsa di depan sebuah Rumah yang sudah kosong dan juga tak berpenghuni.


Salsa berjalan masuk kedalam rumah kosong itu. Dan sudah ada Bima, dan juga Dave di sana.


Serta Padil yang saat ini sedang terikat di sebuah kursi tunggal. Dengan wajah yang sudah membiru seperti habis di pukuli.


"Hallo Padil! How are you?" tanya Salsa dengan senyuman yang mengembang di bibir nya.


"Salsa! Lepasin aku." pekik Padil terus memberontak minta di lepaskan.


"Lepaskan? Ya' Sebentar lagi aku akan melepaskan mu di Neraka." jawab Salsa dengan senyuman menyeringai.


"Tapi sepertinya tidak menyenangkan jika harus memasukan mu ke dalam Neraka secepat ini, kau harusnya di siksa terlebih dulu." sambung Salsa lagi.


"Apa salah ku? Kenapa kalian malah mengikat ku disini?"


"Kau tanya apa kesalahan mu? Kesalahan mu adalah karena sudah membunuh Bella, dan juga kau sudah menabrak Dimas. Hingga membuat Dimas menjadi koma." bentak Bima dengan penuh amarah.


Padil menggelengkan kepala nya.


"Bella sebenarnya mati bukan karena pendarahan Otak. Kalau bukan karena kamu mukul kepala Bella. Dia pasti akan masih tetap hidup sampai sekarang." bentak Bima.


"Tidak juga!" sahut Salsa dan langsung menatap wajah Bima dengan tatapan mata yang Intens.

__ADS_1


"Tapi aku cukup bersyukur! Karena aku tidak perlu mengotori tangan ku untuk membunuh Bella, karena sudah ada Padil yang menjalan kan nya." kata Salsa tersenyum ke arah Bima.


"Dan rekaman yang kamu tunjukin itu sebenarnya bukan Bella. Itu cuman orang lain yang mirip sama Bella kan? Dan rekaman soal pembicaraan kamu dan juga Dimas itu sebenar nya itu cuman akal-akalan kamu aja dan suara nya memang mirip sama Dimas. Tapi aku Mantan Istri nya aku lebih tau, dan lebih hafal sama suara nya. Kamu hebat Padil! Kemampuan kamu memang gak bisa di ragukan lagi. Kamu memang berbakat sampai-sampai kamu bisa menciptakan sebuah cerita yang bisa membuat siapa saja orang yang mendengar cerita itu pasti bakalan percaya. Tapi itu hanya berlaku untuk orang bodoh! Kamu gak tau kan? Kalau kamu udah terjebak sama permainan aku. Oke! Aku percaya semua nya sama cerita kamu, dan aku lebih memilih untuk mengikuti alur cerita nya. Sebenarnya kamu ingin nabrak aku kan waktu itu, bukan nya Dimas? Hem!"


Salsa tersenyum miris ke arah Padil.


"Karena gak mungkin kamu mau nabrak dan ngebunuh Pria yang kamu cintai semenjak Kuliah dulu. Aku tau semua nya, karena Dimas dulu nya pernah cerita ke aku. Dan bilang kalau ada Sahabat Cowok yang suka sama dia. Dan bahkan Sahabat cowok itu selalu maksa agar Dimas mau jadi pacar nya. Tapi Dimas selalu nolak. Dan akhirnya tibalah dimana kamu nikah sama seorang Cewek Britsh. Dan tentunya Dimas pikir kalau kamu udah waras. Tapi ternyata, Ah! Sudahlah. Buat apa membahas kisah masalalu orang yang gak penting lagi di hidup ku."


Salsa hendak pergi melangkah.


"Iya! Kau tau? Aku memang mencintai Suami mu. Dan aku sangat membencimu karena kau telah merebut cinta nya Dimas, yang seharus nya dia berikan untuk ku." ucap Padil dengan lantang nya.


"Haha!" Salsa tertawa dengan sangat kencang.


"Teruskan!" kata Salsa.


"Aku marah saat mendengar kabar berita bahwa Dimas sudah menikah dengan seorang Wanita. Bahkan aku sudah mencoba untuk mengikhlaskan Dimas. Dan aku sudah dikit demi sedikit melupakan nya. Tapi, tapi apa? Suami mu itu datang padaku. Dan memintaku untuk menjemputnya saat dia datang ke London, dan menyuruh ku untuk mencarikan mereka Hotel. Mereka fikir mereka itu siapa, dan di tambah kehadiran Bella disana, dan Dimas mengakui nya kalau Bella adalah istri keduanya. Aku tidak bisa mengontrol emosi ku lagi, apalagi di saat melihat mereka berdua harus bermesra-mesraan di hadapan ku. Dimas berbahagia dengan 2 wanita sekaligus, tapi sementara aku, aku harus menderita." bentak Padil.


"Lalu kenapa kau harus membunuh Bella? Dan juga Salsa." bentak Bima memukul wajah Padil.


"Karena aku juga ingin membuat Dimas menderita seperti dengan apa yang udah aku rasakan. Aku ingin Dimas harus menderita dan juga terpuruk, karena harus melihat Bella dan juga Salsa mati dengan keadaan yang tragis, hingga membuat Dimas sampai-sampai tidak bisa melupakan kejadian itu sampai kapan pun." jawab Padil dengan lantang nya.


"Kau! Kenapa kau malah senang melihat Dimas koma? Bukan nya bahkan tadi menangis histeris saat Dimas kecelakaan." tanya Padil tak percaya.


"Kau bodoh! Sudah ku bilang bahwa ini semua adalah rencana ku Bang Padil." jawab Salsa mendekat kan wajah nya ke arah Padil.


"Padahal awal nya aku lah yang sebenarnya ingin membunuh Dimas dengan tangan ku sendiri. Tapi kamu, kamu sudah menjalankan nya terlebih dahulu. Yasudah! Aku hanya bisa bersyukur." ucap Salsa lagi.


"Bagaimana mungkin kalian bisa tau kalau aku yang sudah membunuh Bella?" tanya Padil dengan nafas yang memburu.


"Dave dan juga Bima tidak tau tentang hal itu. Tapi aku lah yang tau. Aku yang memberi tau mereka berdua, dan bahkan aku lah yang mengajak mereka berdua untuk ke sini." jawab Salsa.


Nafas Padil langsung tercekat.


Lalu Salsa pun melemparkan sebuah rekaman suara ke arah Padil.

__ADS_1


*Padil: Aku akan membayar mu 500 M. Dan lakukan sesuai dengan perintah ku. Bilang kepada Keluarga Raharga serta Keluarga Rubio bahwa Bella mengalami pendaraahan otak.


Dokter: Baik! Asalkan duit berjalan. Semua nya akan berjalan dengan lancar.


Padil: Bella sudah selesai! Dan sekarang adalah giliran mu Salsa. Tunggu sampai ajal menjemput mu.


(Isi dari rekaman itu*.)


"Itu bukan rekaman rekayasa seperti dengan yang kau buat untuk membododohi ku. Kau bisa cek keaslian nya kalau tidak percaya. Bang Padil! Apa kau tidak ingin bertanya dari mana aku dapat hasil rekaman itu?"


"Baiklah! Kalau kau tidak mau bertanya aku akan tetap menjawab. Aku mendapatkan nya karena waktu itu aku sedang periksa mata dengan Dave. Tapi secara tidak sengaja mendengar percakapan mu dengan Dokter yang kau bayar 500 M itu. Awal nya aku sangat terkejut saat mendengar kalau Bella kecelakaan. Tapi lebih banyak senang nya dari pada sedih nya." kata Salsa dengan tersenyum puas.


"Apa maksud mu Salsa?"


Bima akhirnya buka suara.


"Diam!" bentak Salsa.


Salsa mengarahkan jari telunjuk nya ke arah bibir Bima.


"Aku belum selesai bicara." kata Salsa menggelengkan kepala nya.


Sementara Dave. Saat ini hanya bisa bungkam, dan tidak ingin membuka suara.


POK...POK...POK...' Salsa bertepuk tangan.'


"Demi rasa cinta mu pada Dimas, kau bahkan rela membayar seorang Hacker dengan bayaran yang fantastis hanya demi ingin mencari tau tentang Rumah Tangga Dimas dengan secara rinci dan juga detail. Mungkin saja bahkan Sampai-sampai kau pun bahkan tau, kapan Dimas dan juga Bella melakukan hubungan intim. Karena tidak ada sedetik waktu pun yang kau lewatkan untuk mencari informasi tentang Dimas." tekan Salsa.


"Sudah jelas bukan? Jadi tidak ada yang perlu di bicarakan lagi. Boy!" seru Salsa memanggil seseorang.


Dan datanglah seorang pria bertubuh besar, lalu menyerahkan senjata Pistol kepada Salsa.


Salsa mengarahkan Pistol itu tepat ke arah kepala Padil.


"Ini adalah hukuman untuk mu, karena sudah berani merencanakan pembunuhan terhadap ku."

__ADS_1


DOR... 'Sebuah peluru pun akhirnya menancap di kepala Padil. Hingga membuat Padil akhirnya pun menjadi tewas di tempat.'


Bima dan juga Dave langsung terkejut dan melototkan mata nya saat melihat wanita yang mereka berdua fikir, kalau Salsa adalah seorang Gadis yang polos tenyata salah.


__ADS_2