BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Jadi Simpanan


__ADS_3

Menjelang pagi hari.


Dimas keluar menuju ke arah Balkon Kamar Hotel.


Bintang-Bintang di Langit masih bertebaran dimana-mana.


Karena memang jam sekarang masih menunjukan pukul 4 Pagi.


"Aku bingung! Aku mencintai Bella, dan juga sangat membutuhkan kehadiran nya.


Sementara di lain sisi! Aku juga sangat mencintai kamu. Kamu adalah Cinta Pertama aku. Aku juga enggak bisa pisah sama kamu, dan enggak mau membuat kamu harus tersakiti. Kamu tau? Untuk sehari aja rasanya aku enggak bisa berpisah sama kamu, rindu aku terlalu Berat Sa. Meskipun aku sering kasar ke kamu. Tapi perbuatan kasar aku ke kamu itulah yang ngebuat aku semangkin merasa gila, dan enggak mau ngelepasin kamu sampai kapan pun. Gak tau kenapa? Aku selalu enggak bisa ngontrol emosi aku buat kamu." lirih Dimas dengan air mata yang menyertai.


"Kamu bisa kok tetap sama aku tanpa harus menyakiti Salsa." ucap Bella dari arah belakang.


Untuk sesaat Dimas melirik ke arah belakang. Namun setelah beberapa saat pandangan nya kembali lagi ke depan.


"Itu susah!" balas Dimas.


Bella pun berjalam ke arah Dimas. Dan berdiri di samping nya.


"Itu gak susah! Kamu cuman jadiin aku simpenan. Dan aku bakalan rela kok! Meskipun menjadi Istri yang tak di ketahui.


Karena bagi aku, kamu adil aja itu udah cukup buat aku. Aku gak akan pernah minta yang lain-lain dari kamu."


"Gak mungkin Bella! Itu semua pasti akan semangkin membuat Salsa menjadi tambah tersakiti. Kalau aku ternyata bohong soal kamu."


"Terus kamu harus gimana Mas? Cuman itulah satu-satunya cara agar kamu bisa memiliki keduanya. Kalau kamu enggak mau nyoba cara itu. Maka kamu mau gak mau harus memilih diantara kami berdua!"


"Seandainya aja Salsa tipe Wanita yang sama seperti kamu. Dan mau mengerti."


"Gak usah banding-bandingin Aku sama Salsa Mas! Semua Manusia itu beda, gak akan ada yang sama! Setiap Manusia itu pasti akan memiliki sifat nya masing-masing." kata Bella dengan sedikit emosi.


"Waktu itu aku sempet berfikir, dan juga pengen banget memiliki kamu seutuh nya di dalam Hidup, dan juga Jiwa Raga aku.


Tapi ternyata aku baru sadar, kalau semua itu enggak akan bisa terjadi."


Bella pun memandang ke arah Dimas. Dan begitupun juga dengan Dimas.


"Selain kamu yang sangat mencintai Salsa. Kamu juga punya anak dari Dia. Shireen! Putri kalian berdua. Dan itu sangat Mustahil buat nguasain kamu seutuh nya. Terserah kalau kamu misalnya mau ngatain aku Wanita gak tau diri. Karena udah nusuk Salsa dari belakang. Padahal Salsa udah baik banget sama Aku dan juga ngebantu Aku. Tapi itu lah Fakta yang sesungguh nya Mas! Aku enggak bisa ngebohongin Perasaan dan juga hati aku.


Kalau aku itu Cinta sama kamu!" ucap Bella bersungguh-sungguh dengan penuh kejujuran.


Dimas tersenyum ke arah Bella. Lalu kembali menghadap ke arah depan.


"Asal kamu tau! Sifat Dewasa, dan juga kejujuran kamu lah, yang udah ngebuat aku Jatuh Cinta sama kamu." balas Dimas.

__ADS_1


Dimas pun langsung meraih kepala Bella dan meletakannya di dada bidang miliknya.


Bella tersenyum.


"Kamu akan pakek solusi aku kan Mas?" tanya Bella.


"Bukan nya kamu sendiri yang bilang? Kalau enggak ada cara lain selain dengan apa yang kamu bilang barusan." jawab Dimas.


Bella pun mengangguk paham.


CUP. 'Dimas mengecup kening Bella'


*****


Salsa saat ini masih setia menunggu di meja makan. Berharap agar Dimas pulang.


Namun yang di tunggu-tunggu tak juga kunjung datang.


Bik Sum yang melihat nya menjadi merasa melas dan kasihan.


Bik Sum pun datang menghampiri Salsa, dan menyentuh pundak Salsa.


"Ndok! Nunggu apa to?" tanya Bik Sum lembut.


"Ini! Nasi nya nanti keburu dingin atuh!" sambung Bik Sum lagi.


"Gak tau Bik! Kenapa ya? Kok aku malah nungguin Mas Dimas. Padahal aku juga udah tau kalau Mas Dimas juga enggak bakalan pulang sepagi ini." jawab Salsa yang merasa aneh dengan diri nya sendiri.


"Apa mungkin ya Bik? Kalau aku terlalu Rindu sama Mas Dimas. Padahal barusan aja di tinggal sehari. Tapi rasa nya kok, udah kayak Setahun." kata Salsa tersenyum malu-malu.


Wajah nya saat ini sudah memerah bagaikan tomat yang sudah siap untuk di petik.


"Aduh! Kok jadi Bibi yang malu ya?" goda Bik Sum.


"Ih! Bibi! Kan aku jadi nya tambah malu." gerutu Salsa memukul lengan Bik Sum.


"Bercanda atuh Neng!"


....................****************.......................


Dimas dan juga Bella pun akhirnya pulang ke Mansion.


"Mas! Kamu udah pulang?" tanya Salsa, dan dengan antusias langsung bangkit dari Sofa lalu Ia pun datang menghampiri Suami nya.


"Kamu udah tau pakek nanyak!" balas Dimas datar.

__ADS_1


"Oh' Iya, ya?" kata Salsa menggaruk kepala nya.


Dimas pun tersenyum melihat tingkah polos Salsa yang begitu sangat menggemaskan.


Dan begitu pun dengan Bella yang tengah tersenyum melihat tingkah Salsa.


"Oh' Ya! Aku pamit ke atas dulu ya! Mau liat Rafa." pamit Bella.


Dimas pun menganggukan kepala nya.


"Kamu kok bisa pulang bareng sama Bella? Dan kok bisa? Kalian berdua tadi malem sama-sama enggak pulang." tanya Salsa heran.


"Aku ada urusan sama Bella." jawab Dimas.


"Urusan? Urusan apa?"


"Urusan tentang kepergian Bella ke Korea Selatan. Aku semalem ke Pengadilan sama Bella. Buat ngurus Surat Penceraian Aku dan juga Bella." jawab Dimas masih dengan wajah datar nya.


"Oh!" Salsa pun mengangguk paham.


"Lagian! Bukan nya kamu juga udah pengen cepet-cepet supaya Bella pergi kan dari sini?" kata Dimas menatap mata Salsa dengan serius.


"Em!" 'Salsa ragu-ragu' "Sebenarnya memang aku cemburu kalau kamu terlalu deket-deket sama Bella." ucap Salsa mencoba untuk tersenyum ke arah Dimas.


Dimas menatap miris ke arah Salsa.


"Kenapa enggak dari awal kamu bilang?


Dan sekarang. Di saat aku dan Bella udah saling mencintai. Kamu baru ngomong tentang keluhan kamu ke aku. Itu enggak akan ada guna nya Sasa." batin Dimas bergejolak.


Dimas hendak pergi. Namun Salsa menarik tangan Dimas.


"Mas I'am sorry! Kamu marah sama aku?" tanya Salsa dengan menahan air matanya yang saat ini sudah di ujung pelupuk mata nya.


Dimas pun tersenyum ke arah Salsa. Dan mengelus pucuk kepala Istri kecil nya itu.


"Aku capek Sayang! Aku mau istirahat! Kamu paham kan?" ucap Dimas lembut.


Salsa pun menganggukan kepalanya.


"Aku pikir kamu marah sama aku gara-gara masalah Ayah!" kata Salsa pelan.


"Enggak! Aku enggak marah kok sama kamu. Yang seharusnya minta maaf itu aku! Bukan kamu!"


Dimas pun langsung memeluk Salsa.

__ADS_1


Lalu berkata.


"Maafin Mas yah! Karena udah berbuat kasar sama kamu. Mas Khilaf!"


__ADS_2