BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Selingkuh


__ADS_3

VILA ANDARU.


Kedua insan yang baru selesai memadu kasih itu pun. Saat ini tengah asik bercengkrama di bawah selimut tebal berwarna putih itu.


"Mas! Kamu mau pulang jam berapa?" tanya Bella sambil terus mengelus-elus dada bidang milik Dimas.


"Gak tau" jawab Dimas.


"Gak usah pulang gih!"


"Gak bisa! Oh' tunggu!"


Dimas pun langsung mengambil Hp nya dari atas Nakas, karena mendengar suara notifikasi yang berasal dari Hp nya.


Mata Dimas langsung memerah.


"Sial! Kurang ajar. Berani-berani nya dia Selingkuh." geram Dimas dengan tangan yang mengepal.


Dimas pun langsung bergegas turun dari ranjang, lalu memakai celana serta baju nya dengan terburu-buru.


Bella mencoba untuk mencoba bangkit dengan selimut tebal yang melilit di tubuh nya.


"Mas! Kamu apa-apaan sih? Kamu mau kemana? Baru aja kamu dateng loh! Baru 2 jam Mas." protes Bella.


Dimas masih terus asyik mengancingkan baju kemeja nya di depan cermin. Tanpa menghiraukan Bella sedikit pun.


"Mas!" bentak Bella, dan langsung menarik tangan Dimas. Hingga membuat Dimas menjadi berbalik badan ke arah nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Bella.


"Aku mau pulang bentar Sayang. Ada urusan penting yang harus aku urus sama Salsa."


"Salsa?"


"Iya."


Bella pun langsung bergegas mengambil Hp Dimas yang tergeletak di atas kasur.


Saat Bella mengecek Hp Dimas. Ia pun juga langsung terkejut.


"Ini, ini kan Salsa Mas." kata Bella tak percaya.


"Kenapa dia bisa keluar? Bukan nya kamu udah nyuruh para Penjaga buat ngelarang Salsa keluar dari Mansion. Trus ini! Kok bisa? Udah gitu duduk bareng sama Cowok lagi." sambung Bella lagi.


Dimas pun langsung memeluk Bella dari arah belakang. Lalu mengambil Hp nya dari tangan Bella.


"Mas pamit!" bisik nya.


Bella pun mengangguk. "Hati-hati!" ucap nya lagi. Dimas langsung melepas pelukan nya, dan langsung hendak pergi.

__ADS_1


Namun sebelum itu.


"Oh' Ya Rafa mana?" tanya Dimas dan kembali membalikan tubuh nya.


"main sama Suster." jawab Bella singkat.


"Oh! Bye." kata Dimas.


"Bye" balas Bella tersenyum tipis.


Setelah melihat Dimas keluar dari kamar nya. Bella hanya bisa tersenyum miris.


Ia mendudukan bokong nya di atas kasur. Dengan tangan yang masih erat memegang Selimut besar, untuk menutupi tubuh nya.


"Aku gak bisa bayangin! Hukuman apa yang akan di kasih sama Mas Dimas buat kamu." ucap Bella pelan.


..........................*********............................


Sementara kini. Salsa saat ini sedang sibuk mengambil kantong belanjaan nya dari dalam Bagasi Mobil.


Setelah selesai Salsa pun hendak kembali menutup Bagasi nya. Namun salah satu Penjaga langsung berlari ke arah Salsa.


"Biar saya aja Nona Muda." ucap Sang Penjaga itu menunduk hormat.


"Oh! Makasih pak. Kebetulan juga saya lagi kesusahan karena megang banyak Pelastik belanjaan." balas Salsa sambil tersenyum ramah.


"Sama-sama Nona Muda."


Namun saat Salsa sampai di Ruang Keluarga. Ia melihat Bik Sum yang saat ini sedang mengajak Shireen bermain.


Untuk sesaat Salsa pun langsung meletakan barang belanjaan nya di lantai.


"Hallo anak Mama! Aduh! Kacian. Kena tinggal ya?" ucap Salsa sambil terus menciumi pipi gembul Sang Putri.


"Yaudah Non. Mandi dulu gih!" kata Bik Sum.


"Oh' Iya! Aku lupa." 'Salsa menepuk jidat nya'


"Mama mandi dulu ya Sayang! Nanti Kuman nya jadi nular." ucap Salsa kepada Putri kecil nya itu, yang saat ini tengah tetawa girang, dan menghentak-hentakan kaki nya.


"Bye, bye." 'Salsa melambaikan tangan nya ke arah Baby Shireen'


Salsa pun pergi menaiki anak tangga dengan kedua tangan yang di penuhi oleh belanjaan. Ia berniat ingin memakan semua jajan yang di beli nya tadi di balkon kamar setelah mandi nanti.


Salsa pun memegang Handel pintu kamar. Lalu menekan nya ke bawah. Lalu pintu pun terbuka.


Setelah masuk kedalam. Salsa pun langsung menutup pintu nya kembali.


Namun Salsa langsung terkejut, saat Ia membalikan badan nya. Ternyata sudah ada Dimas di dalam sana.

__ADS_1


"Dimas!" lirih Salsa.


Dimas pun langsung bangkit dari Sofa lalu berjalan ke arah Salsa.


"Dari mana?" tanya Dimas dengan ekspresi datar.


"A-Aku dari Minimarket abis belanja, karena gak tau aja aku kepengan banget Jajan di luar." jawab Salsa tersenyum ke arah Dimas.


"Kamu bohong."


"Aku gak bohong. Ini! Kamu liat aku bawa kantong Pelastik belanjaan kan?"


BRAK. Dimas melemparkan Hp yang dari tadi Ia genggam ke arah wajah Salsa.


"Ini apa? Ini apa?" bentak Dimas kuat.


Semua belanjaan yang di pegang oleh Salsa pun langsung terjatuh ke lantai.


Salsa memegang hidung nya yang berdarah akibat lemparan Hp Dimas yang tepat mengenai hidung Salsa.


"Kamu...,"


PLAK. 'Belum lagi Salsa berbicara. Ucapan nya langsung terpotong dengan sebuah tamparan yang melesat di pipi mulus nya.'


"Berani-berani nya kamu bohong sama aku. Kamu keluar nemuin kekasih gelap kamu itu. Padahal para penjaga aku udah ngelarang kamu keluar, tapi kamu tetap ngotot." bentak Dimas, dan langsung meninju pintu yang berada tepat di belakang Salsa.


Salsa menutup kuping nya, dan tangis nya pun akhir nya pecah.


"Aku, aku gak selingkuh Mas." Salsa mencoba untuk memegang tangan Dimas. Namun Dimas malah mencengram tangan Salsa dengan kuat.


"Aku gak selingkuh Mas" ucap Salsa dengan terisak.


"Gak selingkuh apa? Itu udah jelas-jelas ada bukti nya. Dan sekarang kamu masih ngelak, dan bohong sama aku." bentak Dimas.


Dimas pun langsung mengambil Hp nya dari lantai.


"Ini apa? Hah! Kamu pikir aku bodoh. Siapa cowok itu?" kata Dimas dengan menunjukan Hp nya tepat di hadapan Salsa.


Dan terlihat lah jelas di layar ponsel itu, ada gambar diri nya dan juga Dave. Saat sedang duduk berdua di lobi Alfamart tadi.


"Ka-Kamu tau semua ini dari mana? Kamu tau semua ini dari siapa?" tanya Salsa dengan terisak.


"Itu gak penting! Yang mau aku tau itu. Siapa cowok brengsek itu?" bentak Dimas.


"Ini semua salah paham, ini semua gak bener Mas. Dave itu cuman Orang Asing dan kami enggak sengaja bertemu waktu belanja tadi." ucap Salsa mencoba menjelaskan. Namun Sayang, Dimas tidak mau percaya begitu saja dengan Istri nya itu.


"Orang Asing kamu bilang?" tanya Dimas pelan.


"I-Iya Mas."

__ADS_1


Dimas langsung mendorong tubuh Salsa ke belakang dengan kuat. Hingga membuat tubuh Salsa pun langsung terbentur oleh pintu.


"Dia Orang Asing, tapi kamu tau siapa Namanya. Bahkan kalian bisa sedekat itu, dan duduk tanpa jarak sedekit pun. Itu yang kamu bilang Orang Asing? Kamu tau? Hanya orang bodoh yang mau mempercayai perkataan kamu itu." bentak Dimas.


__ADS_2