
Salsa berjalan menyusuri Taman Kota menunggu kedatangan Dave.
Namun tiba-tiba saja seorang Pria terus mengikuti Salsa.
Salsa yang menyadari kalau ada orang yang sedang mengikuti nya. Langsung saja Salsa menoleh ke belakang.
"Kamu ngapain?" tanya Salsa kepada Pria yang saat ini sedang berdiri di hadapan nya.
"Aku mau jalan! Karena kamu berhenti, ya' jadi nya aku ikut berhenti." jawab Pria itu.
"Jalan di samping masih lebar Mas! Kamu sebener nya penguntit kan?" ucap Salsa dengan nada yang sudah mulai meninggi.
"Iya! Aku penguntit. Penguntit yang pengen ngomong sama Mbak."
"Kamu apaan sih!" bentak Salsa.
"Kenalin nama aku Padil." kata Padil mengulurkan tangan nya ke arah Salsa.
Namun Salsa lebih memilih untuk pergi.
"Kamu lupa sama Dimas?" teriak Padil.
Mendengar nama Dimas di sebutkan. Membuat langkah Salsa pun lanngsung terhenti seketika.
"Apa maksud kamu?"
Masih dengan posisi yang sama. Yaitu membelakangi Padil, tanpa mau berniat membalikan tubuh nya.
Padil pun berjalan ke arah Salsa.
"Ada banyak hal penting yang aku bicarain sama kamu! Dan ini semua berkaitan tentang Dimas, dan juga Bella." kata Padil menatap wajah Salsa.
"Itu bukan urusan aku!" kata Salsa, dan hendak kembali melangkah kan kaki nya.
"Kamu gak tau kan kalau Bella udah gak ada?"
Salsa pun langsung membalikan tubuh nya.
"Apa maksud kamu?" desak Salsa.
"Ya' Bella udah tiada dari 10 hari yang lalu." jawab Padil.
"Eng-Enggak! Ini gak mungkin! Kamu bohong kan? Memang nya siapa kamu, aku bahkan gak kenal sama kamu." bentak Salsa dengan terus menggoyang-goyang kan lengan Padil.
"Buat aku bohong!"
Padil pun mengambil sebuah kamera kecil dari kantong Jacket nya, lalu Ia pun menyerahkan nya kepada Salsa.
Salsa melihat rekaman yang sudah di hidupkan oleh Padil.
__ADS_1
Dan terlihat lah di dalam rekaman itu Bella yang sedang duduk di kursi roda, dan masih menggunakan pakaian Pasien.
Serta kepala yang di penuhi dengan perban-perban. Dan begitupun juga dengan tangan, serta kaki nya.
" Mbak Salsa! Aku mau ngomong sesuatu sama kamu Mbak. Maafin aku yang selama ini udah jahat sama kamu! Maafin aku yang selama ini udah tega ngerebut kebahagiaan kamu. Aku lah orang yang paling sangat bersalah di dalam Peristiwa ini. 1 Pesan yang ingin aku sampai kan ke kamu adalah. *Ku mohon jangan tinggalkan Dimas! Dia sangat mencintai mu Mbak. Dia mencintai mu, bukan aku. Dia memang menikahi ku. Tapi aku bahkan belum pernah sama sekali tersentuh oleh nya.
Dia enggak pernah menyetubuhi ku, dan itu semua dia lakuin demi kamu. Dia sayang dan cinta sama kamu. Dan sampai-sampai dia sama sekali gak punya nafsu buat aku. Percayalah padaku! Aku gak pernah berbohong sama sekali. Aku udah tau semua Fakta di balik Dimas ngelakuin ini semua. Tapi aku gak bisa ngejelasin nya sama Mbak."
UHUK... UHUK... ' Bella terbatuk.'
Padil adalah satu-satu nya orang yang bisa ngejelasin semua nya. Dia adalah Sahabat nya Dimas dari kecil.
Mbak! Aku seperti nya udah gak kuat lagi buat ngelanjutin hidup. Dunia ini terlalu kejam untuk ku. Jadi aku mohon! Tolong jagain Rafa selama aku pergi. Dan setelah Rafa sudah dewasa nanti. Biarkan dia mau memilih untuk ikut siapa. Ikut Papa nya atau mau ikut sama Mbak. Dan aku akan ngasih kedua bola mata aku buat Mbak.
Satu kalimat yang cuman bisa aku ucapin. Terima kasih banyak orang baik*."
):
(* KAMERA MATI *)
TAK... 'Kamera yang di pegang oleh Salsa pun langsung terjatuh seketika. Dan menjadi hancur.'
"Ja-Jadi bola mata ini."
Salsa memegang kedua mata nya.
"Para Dokter menemukan Bella di dalam Ruangan dengan keadaan kepala yang mengeluarkan banyak darah dan posisi Bella waktu itu masih berada di kursi roda. Dan bisa kemungkinan kejadian itu terjadi setelah Bella merekam Video itu. Dan Dokter memvonis kalau Bella terkena pendarahan di Otak. Hingga membuat nyawa Bella pun tak terselamatkan lagi." jelas Padil, dengan tatapan yang fokus kedepan.
Salsa berdiri dan menatap ke arah Padil.
"Apa sebener nya yang terjadi?" bentak Salsa mencengkram kerah leher Padil.
"Ada banyak hal yang terjadi." jawab Padil.
"Dan semua kejadian yang terjadi aku sama sekali gak tau." kata Salsa dengan terisak.
Padil pun langsung memeluk Salsa dan mengusap-usap punggung nya.
"Dimas lah orang yang menyuruh ku untuk merahasiakan ini semua." ucap Padil.
Salsa pun langsung melerai pelukan nya dari Padil, dan menatap Padil dengan tatapan memohon. Agar Padil mau menerangkan kejadian-kejadian yang telah terlewatkan, dan bahkan tidak di ketahui oleh nya.
"Dimas sama sekali tidak pernah mencintai Bella. Tapi dia sangat mencintai mu Salsa. Kau lah satu-satu nya Wanita yang sangat di cintai nya. Kaulah cinta pertama, dan akan menjadi cinta terakhir bagi nya."
"Gak! Itu gak mungkin." tegas Salsa.
"Dimas melakukan ini semua karena dia enggak mau nyakitin kamu. Makanya dia lakuin ini semua dan ngembunyiin Bella di belakang kamu. Dan di samping itu Dimas selalu besikap baik kepada Bella itu semua dia lakukan karena semata-mata agar Bella tetap hidup. Kamu gak tau kan kalau Bella sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri. Namun aksi nya terhentikan karena kedatangan Dimas."
"Gak mungkin Dimas gak cinta sama Bella, mereka sering bersama, dan bahkan tiap malam Dimas gak pernah pulang. Dan kalau gak ke Mansion, Dimas pasti nya bakalan ke Vila. Dan sangat mustahil kalau Dimas enggak pernah nyentuh Bella sama sekali." sangkal Salsa.
__ADS_1
"Dimas gak pernah ke Vila Salsa. Memang selama 1 minggu sejak awal pertama Bella pindah ke Vila, Dimas memang nginap di sana. Dan bohong sama kamu. Tapi asalkan kamu tau? Kalau setelah nya Dimas jarang banget ke sana lagi."
"Trus dia kemana? Kamu bohong tau gak."
"Aku gak bohong! Dimas selalu tinggal dan tidur di kediaman Ayah kamu. Dia gak pernah mau pulang ke Mansion karena Dimas selalu banyak urusan yang harus dia selesaikan. Dan selama ini emosi dia jadi gak stabil Sal. Apalagi di tambah kamu yang selalu curiga sama dia. Dan itu semua membuat emosi Dimas gak terkontrol dan jadi sering marah, dan bahkan berbuat kasar. Tapi percayalah! Setelah ngebentak kamu Dimas pasti akan menyesali semua yang udah dia perbuat."
"Tapi itu semua gak ada guna nya." bentak Salsa menggelengkan kepala nya tak percaya.
"Trus kenapa disaat Ayah Meninggal Dimas gak ada, dan bahkan Ayah sendiri sempet nanyain dia."
"Dimas ada di sana! Di Rumah Sakit. Bahkan di saat detik-detik terakhir Ayah kamu. Dimas lah yang ada di samping beliau. Karena kamu waktu itu, lagi duduk di Taman sama Dave kan? Bahkan saat di Pemakaman Dimas juga datang. Dia datang! Tapi kamu gak liat dia di sana. Soal Ayah kamu yang nanyain Dimas dimana. Itu karena Dimas yang minta! Dimas yang nyuruh agar kamu gak curiga nanti nya. Bahkan Ayah kamu tau kalau Dimas menikah lagi dengan Bella."
"Ayah tau?" lirih Salsa.
"Ayah kamu awal nya marah dan gak rela jika Purti nya harus di bohongi seperti itu. Namun akhirnya Ayah kamu pun mendukung karena ada alasan di balik semua ini. Kamu tau kenapa Dimas ngajakin Bella ke London waktu itu?"
Salsa menggeleng lemah.
"Karena Dimas memang sengaja ingin mempertemukan Bima dengan Bella. Dari awal Dimas selalu minta bantuan aku buat nyari informasi lebih dalam soal Bima. Karena dia merupakan orang hebat. Itu semua susah Sal. Itu semua gk semudah dengan apa yang kita fikirkan. Keluarga Rubio adalah Keluarga yang yang sangat ketat soal Privasi apalagi Bima itu juga Calon Pewaris. Hingga akhirnya aku pun berhasil ngelacak tentang data Keluarga mereka lewat kemampuan ku. Dan disitu aku nemuin informasi kalau Pengusaha yang ngajuin kerja sama dengan Perusahaan Keluarga Rubio. Itu nanti nya Bima lah yang akan turun tangan. Dan dari situ lah awal rencana Dimas meminta kerja sama lewat antar Perusahaan. Berharap untu memepertemukan Bella dan juga Bima. Tapi semua apa yang di rencanakan oleh Dimas semua nya berbeda dengan hasil nya. Ternyata bukan nya Bima yang tapi melainkan Dave lah yang turun tangan langsung. Padahal awal nya setelah mempertemukan Bella dan juga Bima. Dimas akan jujur ke kamu, dan menceritakan semua nya. Dan bahkan meski Dimas gagal mempertemukan Bella dan juga Bima. Dia tetap mau berkata jujur ke kamu. Tapi semua nya malah kacau, saat tiba-tiba Nazwa ngirimin foto di antara Dimas dan juga Bella ke kamu."
"Hah! Nazwa?" tanya Salsa tak percaya.
"Iya! Dia adalah orang di balik semua ini. Dia yang ngirimin kamu foto-foto itu. Dan dia juga lah ternyata alasan di balik pertemuan di antara Bella dan juga Dimas. Dia yang udah merencanakan tragedi kecelakan Bella. Dan dari situlah awal dari Dimas bertemu dengan Bella. Dan akhirnya membuat Bella menjadi Jatuh Cinta sama Dimas. Dan itu sengaja mereka lakukan demi untuk membuat kamu menderita, dengan cara menghadirkan orang ketiga di antara Rumah Tangga kamu. Dan orang ketiga itu bahkan adalah Sahabat nya sendiri. Nazwa dan juga Maya lah orang yang udah menabrak Bella, hingga membuat Bella menjadi koma selama 1 bulan lama nya."
"Lalu Nazwa, Nazwa sekarang ada di mana? Dan Maya."
"Nazwa masuk ke dalam Penjara dengan hukuman seumur hidup. Sementara Maya, dia harus kehilangan nyawa nya karena tidak sengaja tertembak saat terjadi aksi kejar-kejaran dengan Polisi, dengan kasus pembunuhan berencana yang udah mereka lakuin kepada Bella waktu semasa Bella hamil. Dan juga dengan kasus Kematian Ayah kamu, itu juga mereka lah alasan nya."
"Apah!" pekik Salsa.
"Ternyata selama ini Maya udah ngasih racun ke setiap makanan Ayah kamu. Dan racun itu akan bereaksi setelah 1 tahun kemudian. Dan selama ini Dimas selalu bekerja keras untuk menguak semua kejahatan Maya dan juga Nazwa."
"Salsa!" panggil Padil.
"Kamu cinta kan sama Dimas? Ku mohon Sal! Kembali lah bersama nya. Dia bahkan rela menceraikan kamu, karena dia ngerasa kalau kamu gak pernah bahagia semasa hidup sama dia. Dan juga karena alasan kalau Dimas itu mikir kamu cinta sama Dave. Makanya dia rela menceraikan kamu agar kamu bisa bahagia sama orang yang kamu cintai."
Padil mengambil Hp milik nya dari saku celana. Dan menghidupkan sebuah rekaman suara antara dirinya dan juga Dimas.
**Padil: Kamu seriusan mau menceraikan Salsa Dimas?"
*Dimas: Iya Dil! Aku dah gak pantes buat dia. Dan juga aku bersalah dalam Peristiwa ini. Jika seandai nya aja waktu bisa di putar kembali. Mungkin aku lebih baik memilih untuk membiarkan Bella mati waktu itu. Jika tau semua nya akan kacau seperti ini. Aku berfikir, seolah-olah semuanya akan terjadi sesuai dengan Ekspetasi aku. Aku bersalah dalam hal ini. Aku berlagak ingin menolong wanita lain, dengan cara menyakiti hati Istri aku sendiri, dengan berbohong. Mungkin Aku bukan Jodoh Salsa*."
"Ini adalah rekaman panggilan terakhir aku dan juga Dimas sebelum besok nya Dims menceraikan kamu." jelas Padil.
Padil pun menyerahkan Hp nya kepada Salsa.
"Ambil lah! Jika kamu enggak percaya dengan semua perkataan aku. Disitu semua rekaman panggilan, dimana Dimas curhat tiap malam sama aku. Dia selalu nyurahin isi hati nya sama aku. Dia selalu menceritakan tentang kebawelan kamu, dan semua nya lengkap dan terekam di dalam memori perekam itu. Kamu bisa cek kapan tanggal, dan juga bulan rekaman itu. Jujur! Sebenarnya Dimas ngelarang aku buat ngasih tau kamu fakta yang sebenarnya, dan bahkan Dimas ngelarang aku buat ngasih video rekaman Bella ke kamu."
Setelah itu Padil pun langsung pergi meninggalkan Salsa yang saat sedang menangis.
__ADS_1