BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Tega


__ADS_3

"Tuan Muda!" panggil seseorang.


Dimas pun langsung menoleh kan kepala nya ke arah pintu.


"Apa hukuman yang seharusnya pantas untuk dia dapatkan?" tanya Dimas kepada Bodyguard nya itu.


"Tapi Nona Bella tidak bersalah! Apakah harus di beri hukuman? Bukan kah Tuan Muda sudah melihat semua kejadian nya lewat CCTV?" bukan nya menjawab pertanyaan Dimas. Bodyguard itu malah balik bertanya.


"Tetap saja! Karena dia Istri ku harus. menjalani koma." jawab Dimas datar.


"Tapi jika mencambuk nya. Itu sangat tidak Berprikemanusiaan Tuan Muda." kata Sang Bodyguard menunduk.


Dimas langsung bangkit, dan datang menghampiri Bodyguard yang memiliki tubuh yang besar, dan juga tinggi itu.


BRAK.


Dimas menendang kaki Bodyguard nya, hingga terjatuh.


"Maaf kan saya Tuan Muda! Saya akan melakukan dengan sesuai perintah Tuan Muda." mohon Sang Bodyguard tersebut, berlutut di kaki Dimas.


"Tidak perlu bodoh! Kau memang tidak bisa di andalkan." bentak Dimas. Dan langsung pergi meninggalkan Bodyguard itu.


*****


Dimas mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang tinggi. Membelah Jalanan Ibukota tanpa perduli kalau ulah nya dapat membahayakan para Pengemudi yang lain.


-


Setelah beberapa saat kemudian.


-


Dimas berjalan memasuki Mansion dengan terburu-buru. Dimas menapaki satu persatu anak tangga menuju ke Kamar Tamu yang berada di lantai atas.


BRAK.


Dimas menendang Pintu Kamar Tamu dengan sangat kuat. Hingga menimbulkan suara yang keras.


Dimas melihat Bella, dan juga Bik Sum di sana yang saat ini juga sedang menatap terkejut ke arah nya.


"Maaf Den Bibi pamit!" ucap Bik Sum menunduk hormat kepada Dimas. Lalu keluar.


Dimas tidak memperdulikan Bik Sum.


Tatapan nya saat ini masih tertuju kepada Bella yang saat ini hanya bisa meringis ngeri melihat tatapan tajam dari Dimas.


"Berani sekali kau memerintahkan Bik Sum untuk mengobati luka mu itu. Kau pikir kau siapa? Hah!" bentak Dimas.


Bella langsung terkejut.


"Ma-maaf Mas! Aku enggak minta Bik Sum bu..."


"DIAM!" bentak Dimas.


CETAR. ' Anggap aja lah suara benda pecah'

__ADS_1


Bella langsung menangis. Saat merasakan kaki nya terasa sangat perih, dan juga mengeluarkan banyak darah. Akibat terkena pecahan keramik Vas Bunga yang di lempar Dimas tepat mengenai kaki nya.


"Sini kamu!" perintah Dimas dengan wajah datar nya.


Namun Bella tidak juga bangun. Karena merasakan kakinya yang berdenyut.


"Sini kamu!" bentak Dimas yang sudah geram.


CETAR... 'Dimas kembali melemparkan 1 buah Vas Bunga ke arah kaki Bella. Hingga membuat luka nya semangkin bertambah parah.'


Bella menutup mulut nya dengan kedua tangan nya. Ia semangkin histeris.


Dan mencoba perlahan mulai berjalan ke arah Dimas.


"Hiks, hiks! Hiks..." Bella berjalan di atas pecahan keramik. Dengan menahan rasa sakit nya.


Hingga saat Bella sudah hendak sampai di hadapan Dimas. Ia tidak sanggup untuk berjalan lagi. Hingga akhirnya Bella pun terjatuh dengan posisi telungkup. Dan tepat di hadapan Dimas.


Dimas menarik tangan Bella secara paksa. Lalu mencengkram dagu Bella dengan sangat kuat.


Bella meringis menahan rasa sakit nya.


"Kau tau? Semuanya kacau gara-gara kamu." bentak Dimas.


"Hiks, hiks! Hiks..." Bella hanya bisa menangis.


"Sekarang ikut aku!" bentak Dimas dan hendak menggeret Bella keluar.


Namun Bella malah bersujud di bawah kaki Dimas.


Dimas merasa sedikit kasihan melihat Bella yang saat ini kaki nya mengalami luka parah.


Dan Dimas pun langsung menggendong Bella. Lalu membawanya ke luar kamar.


Sementara Bella. Ia hanya bisa pasrah. Karena memang kaki nya sangat sakit jika di gunakan untuk berjalan. Karena ada beberapa serpihan keramik yang menancap di telapak kaki nya.


Saat Dimas sampai di lantai bawah. Dimas berselisihan dengan seorang Pelayan Muda.


"Bersihkan kamar Bella! Dan nanti suruh Bik Sum untuk menjaga Rafa di kamar." perintah Dimas datar. Dan langsung kembali membawa Bella keluar menuju parkiran Mobil.


Dimas pun langsung meletakan Bella di kursi penumpang. Lalu Dimas pun beralih ke kursi pengemudi.


Dimas mengendarai mobil nya. Menuju ke Rumah Sakit tempat Salsa di rawat.


*****


Saat ini mobil Dimas telah sampai di parkiran Rumah Sakit. Dan Dimas langsung saja menggendong Bella, lalu membawanya masuk ke dalam melewati lorong-lorong Rumah Sakit.


-


"Sus!" panggil Salsa.


"Iya Nona" sahut Sang Suster.


"Saya haus! Bisakah Suster mengambil kan saya minum sebentar?" ucap Salsa.

__ADS_1


"Oh bisa, kalau begitu ayo kita masuk ke dalam ruangan sebentar!" jawab Sang Suster.


"Tidak, tidak. Saya disini saja menunggu." tolak Salsa.


"Apa anda yakin Nona?" tanya Sang Suster ragu


"Iya." jawab Salsa yakin.


"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar!" kata Sang Suster. Dan langsung masuk ke dalam sebuah Ruangan untuk mengambil kan Salsa minum.


Sementara Salsa. Ia langsung saja menjalan kan kursi roda nya sendiri. Mengejar Dimas yang dilihat nya tadi sedang menggendong seorang wanita. Dan Salsa yakin kalau wanita itu adalah Bella.


Salsa terus mencoba memutarkan roda nya menggunakan kedua tangan nya. Untuk mengejar Dimas. Namun Sayang, Ia malah kehilangan jejak. Karena Dimas sudah tidak kelihatan lagi. Dan entah sudah pergi kemana bersama Bella.


Salsa hanya bisa menghembuskan nafas berat. Dan menunduk lesu.


"Tega kamu! Bahkan kamu masih lebih perhatian ke wanita itu. Di banding kan aku.


Bahkan di saat aku sadar dari koma, kamu enggak ada. Dan ternyata kamu malah sama Wanita sial*n itu. Kamu berubah Mas!" lirih Salsa. Salsa pun langsung menghapus air mata nya. Lalu kembali lagi ketempat Ia menyuruh Sang Suster tadi untuk mengambil kan Air.


-


"Nona! Nona dari mana saja?" tanya Sang Suster panik.


"Saya hanya ke sana sebentar." jawab Salsa dengan lesu.


Suster itu pun mengangguk.


"Apa Nona mau minum?" tanya Sang Suster.


"Tidak, terima kasih! Saya sudah tidak haus." jawab Salsa.


Suster itu pun jadi sangat bingung.


"Kalau begitu. Ayo cepat antar aku ke ruangan Putri ku! Aku ingin segera melihat Putri ku. Semenjak koma. Aku sudah sangat merindukan nya." kata Salsa.


Dan langsung di jawab anggukan oleh Sang Suster.


Suster itu pun langsung. Mendorong kursi roda Salsa menuju ke ruangan Baby Shireen di rawat. Karena memang Dimas menyuruh Dokter untuk memeriksa keadaan Putri nya.


Dan Dokter pun menyaran kan untuk merawan Baby Shireen di Rumah Sakit. Sampai Salsa sadar dari koma nya. Karena Baby Shireen tidak mau minum susu sama sekali. Semenjak Salsa koma. Meskipun Para Dokter sudah mencoba untuk memberi kan ASI stok Rumah Sakit.


Namun tetap saja Baby Shireen tidak mau meminum nya.


******......................................................*******


Sementara kini di ruangan Salah satu Dokter yang bekerja di Rumah Sakit.


"Dimas kenapa bisa seperti ini?" tanya Sang Dokter tampan yang bernama Ikhsan.


"Kau jangan banyak bertanya! Aku menyuruh mu bekerja, bukan protes." bentak Dimas.


"Maaf!" ucap Ikhsan singkat.


Dimas saat ini tengah menunggui Bella yang masih di tangani oleh Dokter Ikhsan.

__ADS_1


__ADS_2