
Flasback Of.
Salsa menatap ke arah Dimas.
"Kasian yah Bella? Dia di Khianati, dan bahkan di asingkan oleh Keluarga nya sendiri. Dan sekarang! Kamu dan juga Bella harus menikah karena Kesalah pahaman. Kok bisa ada yah, Lelaki kayak gitu? Dan bahkan Bella udah dapat kabar kalau Bima sekarang lagi ada di Indonesia." ucap Salsa, dan langsung memeluk Dimas.
"Aku pikir Bella adalah Wanita yang waktu itu di Kantor kamu." ucap nya lagi.
"Maksud kamu?" tanya Dimas bingung.
Salsa pun langsung melepas pelukan nya.
"Kamu ingat! Kejadian beberapa Bulan yang lalu? Sebenarnya bukan maksud aku enggak mau meminta pertanggung jawaban kamu. Waktu itu, setelah aku mengetahui kalau ternyata aku hamil. Aku bahkan dateng ke Apartemen kamu. Buat minta pertanggung jawaban. Tapi, aku malah denger ada suara Wanita di dalam ruangan kerja kamu! Dan bahkan dia ngebahas soal pernikahan. Jadi aku pikir kalau Wanita itu adalah Calon Istri kamu."
Alis Dimas bertaut.
"Aku jadi urung untuk minta pertanggung jawaban dari kamu. Karena aku enggak mau ngerusak kebahagian orang lain, hanya karena kesalahan yang udah kamu perbuat 1 malam. Jadi aku memutuskan untuk mengurus Shireen sendirian. Dan pergi jauh dari kamu." ucap Salsa pelan.
"Hh!" Dimas menangkup kedua pipi Salsa.
"Sasa! Apa sih yang kamu maksud? Aku enggak paham. Wanita yang mana? Aku enggak pernah Pacaran sama siapa pun! Dan aku enggak pernah Jatuh Cinta sama Wanita manapun. Kecuali kamu! Kamu adalah satu-satunya Wanita yang berhasil ngambil hati aku. Dan kamu adalah Cinta Pertama aku." ucap Dimas.
"Trus, Wanita yang di Kantor kamu itu siapa?" tanya Salsa menyingkirkan tangan Dimas dari pipi nya.
"Aku juga enggak tau! Apa mungkin Rara, atau Rini orang yang kamu maksud?" tanya Dimas.
"Udahlah, lupain aja! Masa lalu jugak." kata Salsa.
Dimas pun tersenyum dan langsung memeluk Salsa dari belakang.
Salsa pun ikut tersenyum geli saat merasakan ceruk leher nya yang geli, akibat di gigit oleh Dimas.
Salsa terdiam untuk sejenak.
"Rara? Rini? Aku yakin! Suara Wanita yang ada di Ruangan Kerja kamu itu bukan suara Adik-adik kamu. Tapi siapa? Aku ngedengar dengan jelas, kalau kalian berdua ngebahas soal Pernikahan waktu itu. Kan gak mungkin kamu sama Adik Kandung kamu sendiri, mau Nikah! Tapi suara nya agak Familiar di telinga aku." batin Salsa.
"Sayang!" panggil Dimas.
Salsa pun langsung tersadar dari lamunan nya.
"Iya!" jawab nya spontan.
"Kamu kok diem aja? Kamu lagi mikirin sesuatu ya?" tanya Dimas.
"Ah' Enggak! Aku cuman, cuman mikirin kamu." jawab Salsa tersenyum ke arah Dimas.
"Buat apa kamu mikirin aku?" tanya Dimas dengan polos nya.
Salsa tertawa geli. Saat mendengar pertanyaan Ambigu dari Suaminya.
"Aku mikirin kamu. Karena aku selalu mikir! Kok bisa sih Jodoh aku itu Pria yang berasal dari Kutub Utara? Jauh amat!"
Mereka berdua pun langsung tertawa bersama.
"Kalau di pikir-pikir! Kisah Cinta kita lucu yah?" ucap Salsa tertawa kecil.
"Lucu gimana? Kamu kok yang lucu!" jawab Dimas mencubit kecil hidung Salsa, lalu tertawa.
__ADS_1
"Ya' Luculah! Padahal aku itu udah berusaha buat menjauh dari kamu. Tapi pasti ketemu lagi. Capek deh!" kata Salsa menepuk jidat nya.
"Karena kamu itu Takdir aku! Jadi kamu mau pergi sejauh apa pun. Itu gak akan mempengaruhi Rasa Cinta aku ke kamu. Dan aku akan cari kamu ke Seluruh Dunia sampai dapet. Bahkan ke Lubang Semut sekali pun."
Salsa pun langsung memukul tangan Dimas. Dan melotot kan mata nya.
"Gombal!" bisik Salsa sambil cekikikan.
Salsa memejamkan mata nya, dan memajukan sedikit bibir nya kearah Dimas.
Dimas yang seperti mendapat kan kode pun. Langsung ikut memejamkan mata nya dan hendak mencium bibir Salsa.
Namun, Salsa malah membuka mata nya sebelah, dan mengintip. Apakah Dimas sudah memejamkan mata nya apa belum.
Salsa tersenyum geli, dan dengan jahil nya. Malah mengarahkan tangan nya yang sudah membentuk Bogeman ke arah Bibir Dimas yang sudah mendekat.
Dimas langsung membuka mata nya. Karena ternyata Ia sedang di kerjai oleh Istri kecil nya itu.
"Haha!" tawa Salsa pun pecah. Dan langsung berlari hendak masuk ke dalam.
Tapi Dimas langsung saja menggendong tubuh Salsa dari arah belakang.
"Kamu bandel ya? Hm! Kamu gak tau kalau kaki kamu masih sakit? Main lari-lari aja!" kata Dimas yang saat ini menggendong Salsa.
Sementara Salsa hanya bisa menghentak-hentakan kaki nya. Agar Dimas mau melepaskan nya.
Dimas pun meletakan Salsa di atas kasur dengan kuat. Bersamaan dengan dirinya yang juga ikut tumbang di samping Salsa. Hingga membuat tubuh Salsa jadi mental.
Salsa berteriak kegirangan. Dan tak henti-henti nya menghentak-hentakan kaki nya di atas kasur.
Lalu setelah beberapa saat kemudian. Mereka pun saling pandang.
"Haha!" Salsa dan juga Dimas tertawa.
"Umur 21 udah jadi Moms." kata Salsa.
"Do you regret?
(Apa kau menyesal?)" tanya Dimas.
" Not! I do not regret. Because I love you Honey.
( Tidak! Aku tidak mengesal. Karena aku mencintai mu Sayang.)" jawab Salsa tersenyum ke arah Dimas.
Dimas pun juga membalas senyuman Salsa, dan menggenggam tangan Salsa.
"Thank you darling! Oh my god I'm so touched.
(Terima kasih Sayang! Oh Tuhan Aku sangat terharu.)" ucap Dimas lebay.
"Oh, ya? Seriously? Kau sangat Lebay dan juga Alay Dimas." ketus Salsa, namun di iringi dengan tawa.
"Ngomong-ngomong kita belum Bulan Madu loh!" kata Dimas.
"What! Is that so important? Honeymoon when we both already have a daughter? That doesn't make sense.
(Apa! Apa itu sangat penting? Bulan Madu di saat kita berdua sudah memiliki Putri? Itu enggak masuk akal.)" protes Salsa menggeleng kan kepalanya.
__ADS_1
"Dari mana jalan tidak Akal nya Baby?" tanya Dimas dengan nada merengek. Dan langsung memeluk perut Salsa.
"No Dimas! I refuse! Don't waste money on unimportant things! Okay!
(Enggak Dimas! Aku menolak! Jangan membuang-buang Uang untuk hal yang tidak penting! Oke!" tolak Salsa.
"What's not important, honey? If we go Honeymoon! Then it is the most historic thing and I will remember for the rest of my life. Come on!
(Apa nya yang enggak penting Sayang? Jika kita pergi Bulan Madu! Maka itu adalah hal yang paling Bersejarah dan akan ku Kenang selama hidup ku. Ayolah!)"
Mohon Dimas dengan di buat-buat sedramatis mungkin.
Membuat Salsa jadi tertawa geli saat melihat tingkah konyol Suami nya.
"Memang nya kau punya banyak waktu luang?" tanya Salsa.
"Ada." jawab Dimas
"Aku punya tempat yang dari dulu pengen aku datengin loh!" ucap Salsa berangan-angan.
"Oh' Ya? Apa? Paris?" tanya Dimas antusias.
"No! Tebakan mu salah. Bukan Paris! Tapi Kota London." jawab Salsa tak kalah antusias nya.
"Why? London?" tanya Dimas.
"Yess! Asal kamu tau! Dari kecil aku selalu punya mimpi buat kesana. Dan bahkan aku pengen banget Kuliah disana. Tapi kayak nya Takdir berkata lain deh!" Ekspresi Salsa langsung berubah Drastis. Yang awalnya gembira, kini berubah jadi sedih.
"Gausah sedih! Sebentar lagi aku akan ajak kamu kesana. Buat wujudin semua keinginan kamu." ucap Dimas tersenyum ke arah Salsa.
Salsa langsung melebarkan matanya.
"Bener yah Mas?"
"Iya, bener!"
"Janji!" 'Salsa mengarahkan jari kelingking nya pada Dimas'
Dimas pun membalas, dan menautkan jari kelingking mereka berdua.
"Janji!" kata Dimas.
"Kamu udah janji loh Mas!"
"Iya!"
"Awas aja kalau sampai enggak di tepatin." kata Salsa menunjuk ke arah wajah Dimas.
"Alah! Kalau cuman ke Kota London. Itu enggak seberapa buat aku. Kamu mau keliling Dunia pun! Sekarang kita OTW!" balas Dimas dengan sombong nya.
**TAMAT.
Mereka pun hidup bahagia.
Da...Dah...👋**
__ADS_1