BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Siapkan Mental kalian!


__ADS_3

Dari tadi Bella hanya bisa merengut. Dan memasang wajah masam di sepanjang perjalanan.


Setelah selesai makan malam di Restoran. Pak Sopir pun hendak mengantarkan Pria remaja itu.


Dan setelah beberapa menit kemudian.


Akhirnya mobil Dimas sudah sampai di depan rumah sederhana.


"Makasih yang Pak Boss!" kata Pria Remaja itu tersenyum ke arah Dimas.


Dimas pun tersenyum, dan menganggukan kepalanya.


Setelah melihat Pria Remaja itu pergi. Bella pun hendak keluar dari mobil.


"Kamu mau kemana?" tanya Dimas.


"Mau pindah." jawab nya.


Namun belum lagi Bella keluar dan membuka pintu mobil. Pak Sopir malah sudah terlebih dahulu melajukan mobil nya.


"Loh! Pak, pak! Kurang ajar!" protes Bella.


Sementara Pak Sopir dan juga Dimas yang melihat wajah masam Bella pun jadi tersenyum tersenyum geli.


.........................*************.......................


"Mas! Gimana Bella?" tanya Salsa kepada Dimas yang saat ini tengah rebahan di atas Ranjang sambil memainkan Hp nya.


"Ya' Gak gimana-gimana." jawab Dimas.


Dimas pun meletakan Hp nya. Lalu bangkit dan duduk di pinggir kasur.


"Dia bagus kan kerjan nya?" tanya Salsa sambil menyusun pakaian kerja Dimas, dan menaruh nya di dalam lemari.


"Bagus." jawab Dimas.


"Kamu udah Makan? Aku enggak liat kamu tadi makan loh!" kata Salsa.


"Aku udah makan tadi di Restoran."


"Tumben?" tanya Salsa datang menghampiri Dimas, dan duduk di samping nya.


"Iya! Soalnya tadi ada Karyawan aku yang berhasil membuat Perusahaan Enternal jadi stabil lagi. Dan aku ngajakin dia makan sebagai rasa Terima kasih aku." jelas Dimas.


Salsa pun mengangguk paham.


.......................**************.......................


Waktu pun terus berjalan. Hingga tak terasa 1 bulan pun telah berlalu begitu saja.


"Bella! Gimana? Orang tua kamu udah pulang ke Kanada?" tanya Salsa.


Dimas, Bella dan juga Salsa. Saat ini pun tengah berada di meja makan.


"Em! Tiga hari lagi Mbak." jawab Bella.


"Oh!" Salsa pun tersenyum, dan menganggukan kepalanya.


Salsa pun menyudahi sarapan nya. Lalu bangkit dan hendak pergi dari meja makan.


"Sayang! Kamu mau kemana? Pasangin aku dasi bentar." kata Dimas.


Salsa pun langsung membalikan tubuh nya.


"Kamu manja banget sih!"


Salsa pun langsung datang menghampiri Dimas. Dan mulai memasangkan dasi nya.


"Biasanya juga kamu jarang pakek dasi. Biasanya modelan kamu juga kayak Bad Boy, bukan Calon Penerus CEO." kata Salsa di sela-sela memasangkan dasi di leher Dimas.

__ADS_1


"Aku ada meeting." balas Dimas dengan wajah datar nya.


Salsa pun mengangguk paham.


Setelah Salsa selesai memasangkan dasi di lehernya.


Dimas langsung saja meraih tas dan juga Jas nya.


Tak lupa Dimas pun mengecup kening Salsa.


"Aku pergi!" pamit Dimas.


"Iya!" balas Salsa tersenyum.


*****


Dimas mengendarai mobil nya sendiri.


Dengan Bella yang saat ini duduk di samping nya.


Dimas memang sengaja tidak membawa Sopir. Karena memang ada urusan yang harus dia urus saat ini juga.


"Mas! Nanti aku mau jumpa sama temen aku. Boleh kan Mas?" ucap Bella meminta izin.


Dimas menganggukan kepala nya. Dan kembali lagi Fokus menyetir.


*****


Seperti yang di katakan oleh Bella tadi.


Setelah masuk jam Istirahat. Bella pun langsung pergi untuk menemui Sahabat nya.


Bella berjalan ke luar Gedung Enternal untuk mencari Taksi.


Bella saat ini sedang menunggu Taksi di pinggir jalan.


Dan langsung masuk, setelah Taksinya berhenti. Bella pun langsung menutup pintu Taksi nya kembali.


"Kita jalan ke sini ya Pak!" kata Bella menunjukan Hp nya ke arah Sopir Taksi ity.


"Oh! Baik Non." balas Sopir Taksi.


-


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan. Akhirnya Taksi pun sudah sampai ke Lokasi yang di beritahukan oleh Bella.


Bella pun langsung keluar. Dan memberikan uang ke Sopir Taksi itu.


"Wah! Ini kebanyakan Non. Apa enggak ada uang yang pas? Saya enggak ada kembalian soalnya." kata Sang Sopir.


"Udah ambil aja Pak, kembalian nya!" balas Bella.


"Aduh! Makasih banyak ya Non!"


"Sama-sama Pak!" balas Bella.


Bella pun berlari kecil masuk ke dalam sebuah Cafe yang bernuansa kayu itu. Meskipun begitu. Namun Cafe nya memiliki ciri Khas nya tersendiri. Selain Cafe nya yang Unik. Cafe itu pun menyajikan Pemandangan Perbukitan yang sangat Indah, dan Elok di pandang mata. Hingga tak jarang, acap kali banyak Pengunjung yang datang kesana.


Bella mengambil Hp nya dari tas. Bertujuan ingin menghubungi Sahabat nya.


Namun saat Bella hendak menekan tombol Panggil. Seseorang tiba-tiba menepuk pundak nya. Hingga membuat Bella pun langsung membalikan badan nya.


"Ngapain lo telpon gwe?" ucap seseorang yang ternyata adalah Sahabat Bella.


"Ah! Elo, gua nyariin dari tadi." kata Bella.


"Maaf! Yaudah yuk kita duduk!"


Bella dan juga Sahabat nya pun langsung duduk di kursi yang berhadap-hadapan.

__ADS_1


"Udah lama gak jumpa." kata Bella.


"Iya' Makanya gue ngajakin Elo ketemuan."


"Oh ya' Lo seriusan jadi Sekretaris nya Tuan Muda Raharga?" tanya Sahabat Bella.


"Iya"


"Gila! Keren sih lo!" kata Sahabat Bella menggelengkan kepalanya.


"Emang Binik nya kagak marah apa? Padahal lu kan udah jadi Pelakor."


"Enggak! Istri nya baik banget tauk. Bahkan asal lo tau! Yang nyuruh gue kerja jadi Sekretaris Mas Dimas ya Salsa." jawab Bella.


"Lagian! Kan Mbak Salsa udah tau alasan yang sebenarnya, dan dia ngerti kok!" sambung Bella.


"Oh!"


"Lo! Udah pernah berhubungan sama Tuan Muda?"


"Ah! Lo apaan sih? Ngaco deh! Jangan sampek deh! Gua gak mau mengkhianati Mbak Salsa, karena dia udah baik banget sama gue." balas Bella.


"Lo cinta sama Tuan Muda?"


"Hah!" Bella pun langsung terdiam.


"Lo enggak bisa bohong! Gua yakin setidak nya lo pasti punya Rasa kan sama Tuan Muda? Meskipun cuman 20%. Karena Mustahil banget kalok lu gak sukak. Apalagi kalian sering bareng! Kalok gua yang ada di posisi lu, gua juga bakalan naksir sama Tuan Muda." kata Sahabat Bella.


Melihat Bella yang murung. Sahabat Bella pun menjadi merasa bersalah.


"Em! Bella!" Panggil nya.


Bella pun langsung memandang ke arah Sahabat nya itu.


"Sebenarnya tujuan gue kesini tu mau ngasih tau, kalau Bima nanti malam bakalan dateng ke Club Aksara. Mereka entar malem bakalan ngerayain Ulang Tahun nya temen nya si Bima. Lo dateng aja kesana! Jam 8." sambung nya lagi.


"Serius?" tanya Bella.


Sahabat Bella pun mengangguk. "Iya" jawab nya.


"Makasih banyak ya!" ucap Bella terharu, dan langsung memeluk Sahabat nya itu.


"Ngomong-ngomong! Menurut lo! Tuan Muda itu sukak gak sama lo?"


"Apaan sih? Ya' Mana gua tau lah!" ketus Bella.


"Ya' Lo bisa tau dari sikap nya dong! Lu liat sikap Tuan Muda ke Lu itu gimana? Masak lu bego banget sih!"


"Jujurly! Gua emang sukak sama Mas Dimas. Cuman gua juga masih berharap sama Bima. Perasaan aku ke mereka berdua itu punya alasan nya masing-masing!" kata Bella.


"Aku Cinta sama Mas Dimas itu karena, sikap dia yang lembut dan penyayang, dan selain itu. Bahkan Mas Dimas pun enggak pernah ngebanding-bandingin Rafa sama anak kandung nya sendiri.


Itulah yang membuat aku jadi menaruh rasa secara diam-diam.


Sementara Bima. Aku masih berharap karena dia itu Ayah kandung nya Rafa. Meskipun aku kurang yakin, kalau Cinta aku masih ada buat dia." ucap nya lagi pelan.


"Jadi lo ada gak? Niat buat memiliki Dimas." tanya Sahabat Bella.


"Sumpah! Itu pertanyaan konyol!


Lie! For example, there are people who say that love does not have to have.


Because the real thing is. Everyone who has that love! Definitely really hope to have it, and live happily with the person in love.


(Bohong! Kalau misalnya ada Orang yang bilang kalau Cinta itu tidak harus memiliki.


Karena yang sesungguh nya itu adalah. Setiap orang yang memiliki rasa Cinta itu! Pasti sangat berharap ingin memiliki nya, dan hidup bahagia bersama Orang yang di Cintainya.)


Orang yang bilang kayak gitu tu, Munafik! Bulshit!" jawab Bella.

__ADS_1


__ADS_2