BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
AKU GAK AKAN PERNAH RELA


__ADS_3

"Apa lu? Gak usah melotot mata lu." ketus Dave.


"Lu ngapain sih Dave? Sore-sore gini udah main nyelonong masuk Apartemen orang aja."


"Gua kesini gara-gara terpaksa. Sampek-sampek gua langsung terbang dari London ke Indonesia."


"Bodo amat! Udah cepetan." ketus Bima.


"Gua ketemu Bella." kata Dave tersenyum menyeringai, sambil menyandarkan badan nya di tembok.


Bima pun spontan langsung membalikan tubuh nya, dan berjalan menghampiri Dave.


"Candaan lu gak lucu." ketus Bima.


"Oh! Yaudah." balas Dave cuek.


"Nih!" 'Dave mengarahkan layar ponsel nya ke wajah Bima. Dan terlihat lah Foto Bella yang sedang duduk berdampingan dengan Dimas.'


Ternyata waktu Dave dan Dimas membahas soal Bisnis tadi. Secara diam-diam, Dave rupa nya memfoto Bella.


"I-Ini kan Dimas?" tanya Bima memelototkan mata nya.


"Iya! Kamu tau gak? Kalau Bella itu Istri nya kedua nya Dimas. Makanya selama ini elu nyari keberadaan nya Bella, enggak ketemu-temu." jelas Dave.


"Istri kedua?" tanya Bima tak percaya.


"Kayak lebih tepat nya sih! Istri simpanan." kata Dave.


*****


*MANSION UTAMA*


Salsa sudah selesai menyusun semua makanan kesukaan Dimas di meja makan.


Lalu setelah itu, Salsa pun mengambil Hp nya hendak menelepon Dimas.


*****


"Kamu mau makan apa?" tanya Dimas kepada Bella.


Drt...Drt...Drt... 'Suara Handpone berdering'


"Mas! Salsa." kata Bella.


Dimas pun langsung mengambil Hp nya.


"Hallo Sayang!"


"Kamu lagi dimana? Aku masak buat kamu. Kamu belum makan kan?" tanya Salsa dari seberang sana.


"Em! Iya aku belum makan kok! Oh' Iya! Aku ini lagi di Bandara, bentar lagi mau pulang ke Mansion. Ini aku bakalan Otw." kata Dimas.


"Hati-hati ya! Aku tunggu."

__ADS_1


Dimas pun langsung bangkit dari duduk nya. Dan hendak pergi.


"Loh Mas! Kamu mau kemana? Ini makanan nya belum kamu makan." kata Bella.


"Maaf ya Bell! Salsa udah nungguin. Kamu makan sendiri aja yah! Aku udah bayar semuanya kok." balas Dimas.


Bella hendak kembali berbicara. Namun Dimas sudah terlanjur pergi meninggalkan Restoran Bandara.


*****


Salsa hendak duduk. Namun, tiba-tiba saja seorang Penjaga masuk.


"Nona Muda! Ini ada Paket kiriman dari Kurir."


"Oh! Baik."


Salsa pun langsung mengambil Paket nya, dan tak lupa berterima kasih kepada Penjaga itu.


Salsa duduk di Sofa.


"Paket apa ini? Kayak nya aku gak ada pesen apa pun. Apa mungkin ini Paket buat Dimas? Tapi ini ditulis buat aku." Salsa bergumam.


Dan akhirnya Salsa pun memutuskan untuk membuka Bungkusan Paket itu.


Semua lembaran kertas itu pun langsung berjatuhan dari tangan Salsa.


Salsa tidak tau harus berkata apa lagi. Air mata nya kini telah mengalir deras di pipi nya.


"Bella?" lirih nya.


"Sayang! Aku pulang."


Dimas pun langsung menyusuri masuk kedalam Mansion. Untuk mencari keberadaan Salsa


Hingga akhirnya Dimas pun, melihat Salsa yang saat ini sedang duduk di meja makan.


Sebuah senyuman pun terbit. Ketika melihat Istri nya itu, sudah menunggu nya di Meja Makan. Dan terlihat semua makanan kesukaan nya pun telah tersedia di atas meja makan itu. Terutama Nasi Goreng dengan telor ceplok setengah masak, yang merupakan makanan Favorit Dimas sejak kecil.


"Sayang! A..."


"Pergi kamu! Aku gak mau liat wajah kamu lagi." tekan Salsa.


"Ma-Maksud kamu?"


"Aku bilang pergiiiii!" teriak Salsa.


BRAK....


Salsa menggebrak meja makan nya, dan menarik kain nya. Hingga membuat semua makanan yang ada di atas meja makan itu pun, langsung jatuh ke lantai, dan berserakan. Bahkan piring serta gelas nya pun langsung pecah.


Salsa berdiri dan menatap Dimas dengan tatapan nyalang nya.


"Udah puas kamu? Kamu udah puas nyakitiin aku selama ini." bentak Salsa.

__ADS_1


"Ma-Maksud kamu apa?"


Dimas hendak menyentuh pundak Salsa.


Namun Salsa langsung menolak, dan malah menapar Dimas.


"Kamu tega! Lo jahat tau gak?" kata Salsa mencoba untuk tegar.


Salsa mengelap air mata nya sejenak.


"Kamu brengsek, kamu pengkhianat, kamu pembohong." bentak Salsa histeris.


Dimas hendak memeluk Salsa.


"Jangan sentuh aku!" bentak Salsa mengarahkan sebuah pisau ke arah Dimas, agar Dimas tidak mendekat.


"Salsa Plis! Jelasin! Ada apa ini? Apa sebenar nya yang terjadi?"


Salsa meletakan pisau buah itu kembali ke atas meja, dengan membanting nya sangat kuat. Hingga menimbulkan suara yang sangat keras. Lalu Salsa beralih mengambil sebuah Amplop besar dari Lantai, dan langsung melemparkan nya tepat mengenai muka Dimas.


"Buka!" bentak Salsa.


Dimas pun langsung bergegas membuka Amplop itu, dan ternyata terdapat bebrapa lembar surat, serta foto-foto diri nya dan juga Bella.


"Puas kamu?" tekan Salsa.


"Enggak! Ini aku bisa jelasin semua nya."


"Bulshit! Aku udah enggak butuh penjelasan dari kamu lagi. Semua nya udah begitu jelas ada di hadapan kamu. Terus butuh penjelasan apa lagi Mas." bentak Salsa dengan air mata yang menyertai nya.


"I-Ini...,"


"Kamu bohongin aku selama ini. Mana janji kamu Mas? Mana janji kamu, yang bilang bakalan bahagiain aku selama seumur hidup kamu, dan akan setia sampai sehidup semati sama aku. Tapi bukti nya sekarang kamu udah duain aku. Mana janji kamu yang kamu ucapin di Pernikahan kita dulu." bentak Salsa dengan tangis histeris.


"Kamu ternyata selama ini punya wanita lain di belakang aku. Dan bahkan wanita itu adalah wanita yang udah aku tolong selama ini. Kurang apa aku ke kamu Mas? Sampai-sampai kamu tega bohongin aku, demi nyembunyiin Bella di belakang aku.


Kamu bilang ke aku, kalau kamu udah ceraikan dia, dan kamu bilang kalau Bella udah pergi dari hidup kita berdua untuk selama-lama nya. Tapi ini apa?" bentak Salsa.


Salsa menggeleng kan kepala nya, menatap tak percaya ke arah Dimas.


"Aku mohon! Dengerin aku dulu. Aku bisa jelasin semua nya, a-aku ngelakuin ini semua karena ada alasan nya."


"Diam!" bentak Salsa.


"Aku gak mau denger omong kosong kamu lagi. Aku capek! Aku capek Mas, aku capek selama ini kamu bohongin terus. Kamu udah matahin semua harapan aku, dan kamu bahkan udah ngebuat aku jadi hancur, dan sehancur-hancur nya sekarang! Apa lagi yang mau kamu lakuin? Harapan aku semua nya hancur, dan kamu lah alasan dari semua kehancuran ini." bentak Salsa menunjuk wajah Dimas.


"Kamu gak punya perasaan! Kamu marah sama aku cuman karena aku deket sama cowok lain. Tapi sekarang kamu!"


'Salsa menunjuk muka Dimas'


"Kamu bahkan tidur sama Wanita lain, dan bahkan berbagi kehangatan ranjang sama wanita lain. Dan kamu pikir aku gak pantas marah untuk itu." bentak Salsa dengan penuh amarah yang tak terbendung lagi.


"Dalam seumur hidup aku! Aku gak akan pernah mau maafin kamu. Aku enggak akan pernah rela di madu. Dan aku gak akan pernah rela melihat kamu bahagia sama Bella." bentak Salsa dengan suara yang menggelegar kuat di dalam ruangan itu.

__ADS_1


*Ada yang bisa nebak gak? Siapa yang udah ngirimin paket itu ke Salsa.


100% jawaban kalian semua pasti salah*


__ADS_2