
"Aku dimana?" gumam Salsa.
"Kau disini Sayang" jawab Seseorang.
Salsa langsung bangkit dari kasur, dan melihat seorang Pria tambun sedang berjalan kearah nya sambil tersenyum.
"Mari kita bersenang-senang!" ucap Pria tambun itu.
Salsa menautkan kedua alisnya.
"Oke, yaudah kesini!" balas Salsa, dengan senyuman sensual yang terbit di bibirnya.
"Wah, wah! Sepertinya kau sudah tidak sabar ingin mencicipi pisang lumer ku." kata pria tambun itu serta memelet-meletkan lidah nya, dan juga memainkan mata nya ke arah Salsa.
Rasanya Salsa ingin muntah saat ini juga.
Pria tambun itu pun mulai mendekat ke arah nya. Posisi Salsa saat ini sedang duduk di pinggir ranjang. Pria tambun itu meraih dagu Salsa.
Namun Salsa langsung memutar tangan Pria tambun itu kebelakang. Salsa menyambar Aqua botol yang ada di atas nakas samping ranjang itu, lalu memukulkan nya tepat di tengkuk leher belakang Pria tambun itu dengan keras. Hingga membuat Sang Pria Tambun pun akhirnya pingsan.
"Huh! Selamat." Salsa mengelus dadanya, serta juga mengelap peluh keringat di dahinya.
"Wah! Gua harus cepet-cepet keluar dari sini sebelum Aki-aki ini entar malah kebangun." ujar Salsa.
Salsa terus saja berkeliling kamar. Untuk mencari kunci Kamar Hotel. Namun benda yang Ia cari dari tadi tak jua kunjung dapat.
Hingga mata Salsa akhirnya tertuju pada Pria tambun yang sedang terkulai lemas di atas ranjang, dengan posisi tengkurap.
"Gua yakin pasti disini nih!" Salsa pun mulai mendekat kearah Pria itu.
Saat tangan Salsa hendak meraih saku celana Pria tambun itu.
"BAH!" Pria tambun itu malah membalikan tubuh nya dan memegang tangan Salsa.
"Akhhhhhhh!" Salsa terkejut. Dan hampir nyaris membuat jantung nya copot.
Namun Salsa dengan sigap kembali menarik lengan nya. Lalu.
"BRAK." Pria tambun itu kembali jatuh pingsan, dengan posisi terlentang.
Dan ternyata setelah Salsa menarik tangan nya dari cekalan Pria tambun itu, Salsa dengan cekatan langsung memukul wajah Pria tambun itu cukup kuat. Dan karena kebetulan Salsa saat ini menggunakan gelang, mungkin karena gelang yang di pakai Salsa itu lah yang membuat dirinya jadi selamat, Hingga membuat Sang Pria akhirnya kembali jatuh pingsan.
"Buset, Aki-aki tukang ngeprank. Astaga!" ujar Salsa bercak pinggang, dan menggelengkan kepalanya. Serta memandang ke arah Pria tambun yang di sebut nya sebagai Aki-aki itu.
__ADS_1
Salsa pun langsung buru-buru mengambil kunci dari saku celana Pria tambun itu, lalu keluar.
-
"Sudah ku dugong! Ini semua pasti gara-gara Kuntilanak Alas itu. Awas aja lu ya May. Gua hajar habis-habisan lu ntar. Biar Mamp*s sekalian!" Salsa masih saja terus mengoceh, dan mengumpati Maya dan juga Nazwa, sambil berjalan di lorong hotel, menuju ke lantai bawah.
Saat Salsa sampai dilantai bawah Ia baru menyadari kalau ternyata Ia masih berada di Tempat yang sama.
"Oh jadi Klub sama Hotel tadi satu gedung to" ujar Salsa mengangguk-anggukan kepalanya. Karena baru ngeh, kalau ternyata Hotel nya berada di lantai atas Klub yang Ia datangi bersama Maya tadi.
Suara musik berdentum di ruangan yang minim akan pencahayaan itu.
Salsa masih terus berjalan melewati ramai nya kerumunan orang-orang yang sedang berpesta ria. Ada yang mabuk, ada yang bermain judi, dan ada juga yang sedang bermain wanita. Serta bergoyang menikmati alunan musik yang menggema.
*****
"Kurang ajar! Setelah di gadaikan sama Aki-aki. Gua malah di tinggal." umpat Salsa yang saat ini tengah berada di parkiran mobil. Tapi Ia malah tidak mendapati mobil yang di kendarai oleh Maya saat kesini tadi.
Yang semangkin membuat nya menjadi naik pitam.
Salsa berjalan ke arah Jalan Raya.
Jam kini sudah menunjukan pukul 2 malam.
Salsa terus saja celingak-celinguk di pinggir Jalan Raya yang letak nya tidak jauh dari Klub. Berharap supaya ada kendaraan yang melintas dan dapat Ia tumpangi. Sudah beberapa kali Salsa melambaikan tangan nya, berharap agar ada mobil yang mau berhenti dan memberi nya tumpangan. Namun seperti nya tidak ada yang berkenan. 🤷♀
Namun sesaat kemudian Salasa melihat sebuah mobil yang hendak keluar dari parkiran klub. Tanpa ragu-ragu Salsa pun Langsung berlari mendatangi mobil itu. Tanpa permisi ataupun izin dari pemiliknya, Salsa langsung saja membuka pintu mobil dan masuk, lalu kembali menutup pintu mobil nya.
"Aku numpang ya Mas!" ucap Salsa santai kepada seorang Pria yang duduk di sampingnya itu. Pria itu sepertinya bukan orang sembarangan. Dari setelan kemeja nya yang rapi, serta lengan kemeja yang di gulung keatas, hingga membuat urat tangan Pria itu jadi kelihatan. Wajah nya yang tampan, pasti akan membuat siapa saja menjadi naksir dan jatuh cinta dalam hitungan persekian detik.
Namun tidak untuk Salsa, Ia malah bersikap cuek dan biasa-biasa saja. Setelah meminta izin dengan Pria itu, Salsa dengan santai nya malah melipat kan kedua tangan nya di dada. Seperti layaknya seorang Boss Muda.
"Udah ayo buruan jalan!" perintah Salsa kepada seorang Pria muda yang saat ini duduk di kursi bagian kemudi.
Sementara Pria Muda itu malah bengong, dan beralih menatap kearah kaca spion. Yang memantulkan wajah Sang Tuan Muda yang saat ini memasang wajah datar.
"Jalan!" perintah Dimas kepada Sekretaris, serta sekaligus Asisten Pribadi nya itu.
Di sepanjang perjalanan tidak ada yang sama sekali bersuara. Hingga akhirnya Sekertaris Dimas buka suara.
"Rumah anda di mana Miss?" tanya nya.
"Hooh! perjalanan 5 menit lagi, setelah itu nanti ada gang masuk ke kawasan Komplek Mekar Indah turun kan saja saya di depan gang nya tidak perlu masuk ke dalam."
__ADS_1
"Siapa juga yang ingin mengantarkan anda sampai kedalam komplek perumahan." kata Sekertaris itu datar.
Salsa langsung melototkan matanya.
"Ck, ck! Ck..." Salsa menggeleng-geleng kan kepalanya.
"Wah ini cowok jarang ngomong, sekalinya ngomong pedes yak? Nusuk ampek ke relung hati loh Mas. Eh, kok Mas? Pak maksud saya. Hehe!" Salsa nyengir kuda.
"Saya enggak nanyak."
...................---------------------.....................
"Makasih banyak Mas!" Salsa menunduk kan tubuh nya ke arah Sekertaris Dimas yang berada di dalam mobil. Sementara Salsa saat ini berada di luar.
Sang Sekertaris itu tidak membalas dan hendak menutup kembali kaca mobil nya.
"Eh, eh! Pak" Cegah Salsa.
Sekertaris Dimas itu pun kembali membuka kaca jendela mobil nya. "Apa?" ketus nya.
"Widih! Bapak sopir ganteng namanya siapa?" tanya Salsa tersenyum malu-malu kearah Sang Sekertaris tampan itu.
"Bukan urusan mu!" jawab nya ketus.
"Heh!" Salsa mengambil batu dan hendak melemparkan nya kearah wajah Sekertaris sialan itu.
"Iya, iya! Iya..." Dion spontan mengarah kan kedua tangan nya di hadapan Salsa, untuk mencegah agar Salsa tidak nekat.
"Dion" jawab nya pasrah, dengan wajah masam.🗿
EKSPRESI SALSA : 😎😎😎
#Dimas#
#Dion#
#Salsa#
__ADS_1