BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Pertengkaran


__ADS_3

Bella pulang ke Mansion dengan menggunakan Taksi. Namun saat Bella hendak masuk ke dalam kamar, Ia mendengar suara keributan yang berasal dari ruangan santai yang ada di lantai 1.


"Kamu apa-apaan sih Mas? Harus nya kamu itu ngerti sama aku! Bukan nya malah maksain aku buat ketemu sama Bed*bah itu." bentak Salsa kepada Dimas.


"Aku gak ngerti lagi sama kamu! Aku cuman minta supaya kamu ketemu sama Ayah kamu. Itu aja kok! Apa susah nya cobak?" kata Dimas.


"Kamu enggak tau! Sesakit apa hati aku waktu aku di usir, dan di bilang Pelacur sama mereka." jawab Salsa dengan suara yang keras.


"Manusia itu gak ada yang luput dari sebuah kesalahan Salsa! Bukan cuma kamu aja yang jadi anak Broken Home. Kamu enggak tau gimana masa lalu aku dulu nya. Aku di telantarkan gitu aja sama kedua Orang Tua aku, dan aku bahkan di paksa sama mereka buat jadi, apa yang mereka mau!" bentak Dimas.


Dimas menggeleng kan kepalanya.


"Tapi sekarang! Setelah mereka menyadari kesalahan mereka. Aku udah maafin


Kedua Orang Tua aku. Sementara kamu,"


'Dimas menunjuk wajah Salsa'


" Bahkan kamu gak mau sama sekali memaafkan Ayah kamu. Ayah kamu udah menyesal Sa! Dia udah menyadari kesalahan nya, dan sekarang dia lagi jatuh Sakit. Dan kamu masih mementingkan ego kamu." bentak Dimas mengguncang-guncangkan bahu Salsa.


"Anak macam apa kamu? Setidak nya, kamu dateng, dan jenguk Ayah kamu ke Rumah Sakit."


"Kamu tau Dimas? Aku udah bersumpah dan enggak bakalan mau ketemu sama Dia lagi. Kalau memang dia sayang sama anak nya, seharusnya dia enggak bakalan percaya sama Wanita Sialan itu, dan lebih mempercayai Anak kandung nya sendiri." bentak Salsa, memotong ucapan Dimas.


"Kamu tau? Aku hancur saat itu! Aku hancur, dan semua harapan aku hancur karena mereka. Selama 6 tahun aku memantikan semua harapan yang aku ingin kan. Dan selama 6 tahun itu, aku terus berjuang, dan bahkan selalu sabar menghadapi semuanya. Tapi apa? Semua harapan aku hancur! Hancur karena Dia! Ayah kandung aku sendiri. Yang selalu aku mimpikan di setiap tidur malam aku. Dan Dia malah dengan tega nya menghancurkan semua nya. Aku pikir! Kedatangan Dia adalah satu-satunya harapan buat aku. Tapi itu semua enggak Dimas! Ternyata kedatangan Dia malam itu adalah awal dari kehancuran yang sesungguh nya." kata Salsa dengan berteriak.


"Hiks, hiks! Hiks..." Salsa berjongkok, dan menyandarkan kepalanya di dinding. Dengan air mata yang mengalir deras.


"Aku gak kuat Mas! Aku capek! Mental aku hancur! Aku bisa gila kalau begini terus." ucap Salsa pelan. Salsa menutup wajah nya menggunakan kedua tangan nya.


"Itu semua berada di luar kendali Ayah kamu Salsa." kata Dimas lembut.


Salsa pun langsung berdiri, dan menatap Dimas dengan tatapan nyalang.


"Kamu gak kan ngerti tentang perasaan aku Mas! Kamu bahkan sama aja kayak Dia. Kalian berdua gak ada bedanya. Sama-sama hanya melihat, tanpa tau kalau isi hati aku itu hancur. Dan bahkan kamu tega maksa dan ngebentak Istri kamu sendiri demi ngebelain orang yang udah ngebuat Masa Depan Istri kamu hancur."


PLAK.


Salsa langsung terdiam, dan memegangi pipi nya. Mata nya menatap tak percaya ke arah Dimas.

__ADS_1


Bella yang menyaksikan kejadian di saat Dimas menampar Pipi Salsa. Hanya bisa memejamkan matanya nya, dan menutup mulut nya.


"Kamu memang wanita yang egois! Dan kamu bahkan enggak punya hati nurani sedikit pun untuk memaafkan Ayah kamu yang saat ini sudah sekarat di Rumah Sakit." bentak Dimas menunjuk wajah Salsa.


"Memang nya siapa kamu? Bahkan Tuhan sekalipun akan mengampuni Hamba nya yang berbuat dosa. Dan akan memberikan kesempatan kedua untuk seorang Hamba yang ingin bertobat, dan memohon ampunan kepada nya. Tetapi kamu!" bentak Dimas.


'Dimas menunjuk wajah Salsa, dengan menggelengkan kepala tak percaya'


"Kamu hanya Manusia biasa Sa! Gak ada satu pun Manusia yang enggak pernah ngelakuin sebuah Kesalahan di Dunia ini. Tapi kamu, kamu sudah seolah-olah merasa kalau kamu adalah orang yang paling benar di Dunia ini." tekan Dimas, dan langsung pergi berlalu meninggalkan Salsa.


Tangis Salsa pun langsung pecah.


Badan nya terasa lemas. Dan tidak kuasa lagi untuk menompang tubuh nya.


"Mbak!" Bella pun langsung berlari menghampiri Salsa.


"Mbak gak papa?" tanya nya. Bella pun langsung berjongkok dan membantu Salsa untuk berdiri.


Bella membopong Salsa masuk ke dalam kamar. Dan mendudukan Salsa di pinggir Ranjang.


Bella pun mengambil kan air yang ada di atas nakas untuk Salsa.


Salsa pun langsung menerima segelas air nya. Lalu meminum nya.


"Mbak istirahat aja yah!" kata Bella.


Salsa pun mengangguk, dan mulai merebahkan tubuh nya di atas ranjang.


Bella langsung saja menarik selimut nya, dan mulai menyelimuti tubuh Salsa.


Setelah melihat Salsa mulai tertidur pulas.


Bella pun langsung keluar dari kamar Salsa.


Namun sebelum itu. Saat Bella sampai di ambang pintu. Ia kembali membalikan tubuh nya.


"Ternyata dugaan ku salah! Mas Dimas juga bisa bersikap kasar di waktu tertentu. Sikap seseorang memang tidak bisa di tebak! Karena bisa kapan saja akan berubah."


'Bella menghembuskan nafas berat'

__ADS_1


"Maafin aku ya Mbak! Aku udah kurang ajar, dan dengan tega nya menusuk Mbak dari belakang. Aku mencintai Mas Dimas.


Dan bahkan mengharapkan agar Mas Dimas bisa jadi milik ku seutuh nya.


Ya' Tuhan! betapa tidak tahu malu nya aku!


Dan betapa serakah nya aku sampai mengingin kan Suami Orang Lain.


Dan bahkan Suami dari Wanita yang udah nolong aku." lirih Bella menundukan kepalanya.


Bella pun pergi meninggalkan Salsa yang tengah tertidur pulas.


Bella berjalan menuju ke arah kamar nya.


Namun saat Bella masuk ke dalam kamar. Ternyata sudah ada Dimas serta Bik Sum yang saat ini tengah mengajak main-main Rafa dan juga Shireen.


Bella pun hendak keluar dari sana karena tidak ingin menganggu.


Namun suara Dimas, membuat langkah kaki Bella langsung berhenti.


"Kamu baru pulang Bella?" tanya Dimas.


Bella pun langsung membalikan tubuh nya.


"I-iya Mas" jawab Bella canggung.


"Oh!" Dimas menganggukan kepalanya. Lalu Ia pun bangkit dan datang menghampiri Bella.


"Aku udah urus surat cerai kita berdua di Pengadilan! Dan akan selesai selama 2 hari ini. Dan setelah itu kamu bisa pergi dengan tenang! Oh' ya! Kamu juga nanti bisa hubungin aku waktu kamu, kalau misalnya lagi butuh bantuan aku disana. Dan juga aku akan pastikan! Kalau kamu akan aman-aman aja selama tinggal di Korea Selatan. Dan semua jejak kamu juga enggak akan di ketahui setitik pun. Karena Anak Buah aku udah urus semua nya." jelas Dimas dan tersenyum ke arah Bella.


Bella hanya bisa tersenyum kecut saat mendengar penuturan Dimas.


Yang seperti nya sudah sangat menantikan dan mengharapkan kepergian nya.


"*MENTAL AMAN? Kalok aman kita lanjut lagi. 1 bulan Novel ini di tamatin Sabi kali yah!


Tante akan berusaha kerja keras*.


__ADS_1


__ADS_2