BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Calon Pewaris Fuckboy


__ADS_3

Dave mengambil roti dari kantong jacket nya. Ia membuka bungkus nya terlebih dahulu baru memakan nya.


Salsa dengan susah payah harus menahan tawa nya.


"Kamu mau?" Dave mengarahkan roti bekas gigitan nya ke arah Salsa.


"Gak" ketus Salsa.


"Beneran" tanya Dave terus memandang wajah Salsa.


"Heh! Ini orang bandel banget. Ya' Ampun." protes Salsa.


"Nama nya juga Anak Cowok. Ya' Wajar dong! Kalok bandel."


"Yaudah terserah." kata Salsa pasrah.


"Mbak!" panggil Dave.


"Hm!" jawab Salsa tanpa menoleh ke arah Dave.


Pandangan nya tetap lurus ke depan. Memandangi Jalanan Raya yang di padati oleh para pengendara.


"Kamu mau gak jadi Istri aku?"


Salsa langsung memandang wajah Dave.


"Enggak." jawab Salsa.


"Loh kenapa? Saya ini orang kaya loh Mbak. Mbak yakin? Gak mau nikah sama saya."


Salsa menggelengkan kepala nya.


"Terus emang nya kenapa?" tanya Salsa sambil tersenyum geli.


"Mbak nanti bakalan nyesel. Karena udah nolak, di ajak nikah sama orang ganteng kayak saya."


"Bodo amat." balas Salsa.


"Dih! Baru kali ini gua di tolak ama cewek.


Ck, ck! Ck... Mbak! Saya Calon Pewaris Utama dari Keluarga Rubio loh! DAVE JUAN RUBIO." kata Dave.


"What! Keluarga Rubio?" tanya Salsa.


"Ia, sekarang Mbak mau gak jadi Istri saya? Gak usah di jawab deh! Gua juga udah tau jawaban Mbak nya apa. Semua cewek itu sama aja, MATRE." kata Dave, dan langsung bangkit. Hendak pergi.


Namun Salsa langsung menarik kembali tangan Dave. Hingga membuat Dave kembali terduduk.


"Kamu bilang apa tadi? Cewek itu semua Matre?"


"Lah iya kan? Bukti nya. Semua Wanita itu pasti akan tergiur sama Harta, dan juga Takhta seseorang. Bukan Cinta. Meskipun sekalian itu Om-Om. Asalkan duit nya tebel. Pasti tu cewek bakalan mau." balas Dave.


Mendengar semua perkataan Dave, membuat Salsa rasanya hendak tertawa sekuat-kuat nya.


"Mas! Pasti korban dari Cewek Matre kan? Wkwk!" tanya Salsa dengan nada mengejek.


"Gak" ketus Dave.


"Ngaku! Hayo." goda Salsa.


"Sumpah! Kok jadi kamu yang ngeselin sih?" protes Dave sambil menahan tawa nya.


"Udah! Kalok mau ketawa. Ya' Ketawa aja! Gak usah di tahan-tahan! Selagi tertawa itu belum di larang. Lagian Mas nya sih, ngada-ngada banget. Cewek itu gak ada yang Matre, kalok Cowok itu bilang Cewek nya Matre. Berarti Cowok nya aja yang KERE." kata Salsa dengan penuh penekanan.


"Enak aja kere." protes Dave.

__ADS_1


"Lah trus! Kok bisa di tinggalin ama pacar nya? Hayo!"


"Kamu sebenernya kenal gak sih sama Keluarga Rubio?" tanya Dave.


"Kenal! Keluarga paling terpandang di Negara nya kan? Bahkan sekarang Keluarga kalian lagi banyak terjadi Kontra. Sampek-sampek masuk berita. Apalagi berita soal wanita yang kata nya seorang Pelacur yang ngejebak salah satu seppupu kamu. Dan ngaku-ngaku kalau di lagi hamil. Kok! Bisa ada yah, wanita kayak gitu? Salah nya Sayang banget aku gak bisa liat wajah nya karena di Sensor." kata Salsa.


"Iya" jawab Dave.


"Lu kok bisa nyasar di sini?"


"Kemaren aku ulang tahun. Karena kebetulan Mama berasal dari Indo. Jadi ya' Udah. Seluruh Keluarga Besar memutuskan buat ngerayain Ulang Tahun aku di sini. Di tempat kelahiran nya Mama." jawab Dave.


"Oh! Lagian kamu itu salah. Cewek itu gak Matre Mas. Me...,"


"Bisa gak sih panggil aku itu Dave aja? Gak usah pakek Mas. Soal nya kayak agak geli gimana gitu." potong Dave.


Salsa tidak jadi melanjutkan perkataan nya.


"Oh! Maaf, maaf! Ayo lanjutkan." kata Dave sambil nyengir kuda.


"Masalah nya gua lupa." kata Salsa sambil tertawa.


Saat melihat Salsa tertawa. Dave pun jadi ikut-ikutan tertawa.


"Oh! Jadi gini. Dave! Cewek itu gak matre. Mereka itu hanya pingin hidup bahagia. Kamu tau gak? Uang memang gak bisa beli segalanya. Tapi kalok kagak ada uang, hidup itu, rasanya mau mati." kata Salsa.


"Ya' Jadi wajar dong! Kalok cewek itu lebih memilih Pria yang Masa Depan nya lebih cerah." sambung Salsa lagi.


"Iya juga ya? Pantes aja Cewek gua ninggalin gua. Soal nya di gak tau kalau ternyata gua Calon Pewaris. Karena Identitas masih di sembunyikan. Dan hanya kamu lah satu-satu nya wanita yang beruntung. Karena mengetahui Identitas asli ku. Jadi kamu mau gak Nikah sama ku?" kata Dave sambil tersenyum manis ke arah Salsa.


"Enggak." jawab Salsa.


"Hah! Kok gitu sih? Tapi kenapa? Kamu tega banget, nolak aku."


"Kan dari awal juga aku udah nolak." kata Salsa.


Namun setelah beberapa menit kemudian. Dave kembali bersuara.


"Tapi kamu tadi liatin aku terus Salsa. Berarti kamu sukak dong sama aku?"


"Ya' Ampun ni Cowok. Aku ngeliatin kamu karena muka kamu itu kayak gak Asing banget." jawab Salsa sambil tertawa.


"Apa jangan-jangan kamu lah Ayah nya Rafa? Tapi gak mungkin. Karena Ayah nya Rafa itu Bima, bukan Dave. Lagian kalau di liat dari Foto nya Bima, sama muka nya Dave. Beda kok! Cuman mirip sekilas aja." batin Salsa.


"Bohong" ketus Dave.


"Emang nya seberapa rius sih! Kamu pengen ngajakin aku nikah?" tanya Salsa sambil tersenyum genit.


"Aku serius beneran. Sumpah!" jawab Dave.


"Yaudah nikahin aku kalok kamu berani sama Suami aku!"


Dave pun langsung melotot kan mata nya.


"Buset! Pantesan aja dari tadi gua ajakin kawin kagak mau." kata Dave sambil tertawa geli, Ia membuka topi hitam nya. Lalu menggaruk kepala nya.


"Yaudah ayo! Aku juga udah punya anak loh!" goda Salsa sambil mengedipkan sebelah mata nya.


"Buaya betina." kata Dave.


Dave dan juga Salsa pun langsung tertawa cekikikan bersama.


"Kenapa gua bisa bego banget ya' Ampun! Padahal kan dari Body Mbak nya udah tau kalau lagi hamil." gumam Dave.


"Apa! Kamu bilang apa tadi?" tanya Salsa mendekatkan telinga nya ke arah Dave.

__ADS_1


"Kamu hamil kan?" tanya Dave.


"Tau dari mana sih kamu? Dari tadi ngaco mulu." gerutu Salsa.


"Aku Dokter loh!"


"Kamu tukang kibul ya. Padahal aku tadi udah percaya kalau kamu itu Calon Pewaris. Eh! Tau nya malah ngaku-ngaku Dokter. Lagian aku barusan aja haid bulan kemaren."


"Oh' Gitu ya? Lagian aku juga gak tau pasti. Karena aku Dokter Spesialis Mata. Temen aku baru Dokter Spesialis Kandungan." balas Dave nyengir kuda.


"Jadi sebenar nya yang mana sih? Calon Pewaris, atau Dokter?" tanya Salsa menelisik.


"Dua-dua nya"


"Kamu Fuckboy. Calon pewaris Fuckboy, dan Dokter Kibul." ucap Salsa sambil tertawa.


"Oh ya' Ngomong-ngomong nama Suami kamu siapa?"


"Dimas Raharga" jawab Salsa.


"What! Dimas Raharga?" tanya Dave.


"Iya' Kalau kamu gak percaya. Liat aja di Google!"


"Enggak aku percaya kok! Aku percaya sama kamu. Karena kamu tipe wanita yang baik, dan juga jujur." balas Dave tersenyum manis ke arah Salsa.


"Em' Dave! Kalau gitu aku pamit duluan yah!" kata Salsa.


"Oke! Hati-hati di jalan!" balas Dave tersenyum manis.


-


Salsa langsung saja masuk ke dalam mobil nya.


Mobil Salsa pun sudah mulai menghilang dari pandangan Dave dengan secara perlahan.


"Lo dari mana gilak?" tanya Bima yang tiba-tiba saja duduk di samping Dave.


"Apaan sih? Gaje banget lo." balas Dave.


Bima langsung mengambil topi dari tangan tangan Dave, dan memasangkan nya di kepala Sepupu tengil nya itu.


"Gilak lo! Nanti kalok orang-orang kenal sama kita berdua. Ntar ribet."


Namun Dave bukan nya menjawab. Tapi malah senyum-senyum sendiri.


"Gua tadi jumpa sama Bidadari Surga. Tapi sayang, dia udah jadi milik orang lain." kata Dave tertunduk lesu.


"Pebinor. Astaga!" Bima menepuk jidat nya.


"Gak mungkin gua ngerebut dia stres. Lakik nya aja Tuan Muda Raharga."


"Dimas Raharga maksud lo? Gilak keren sih! Konglamerat dan orang terpandang no 1 di Negri ini kan?" tanya Bima tak percaya.


Dave pun hanya bisa mengangukan kepala nya.


"Mundur!" kata Bima menepuk pundak Dave.


"Sial! Ngejek lu."


Dave hendak membalas Bima. Namun Bima sudah lari.


#Dave Juan Rubio#


__ADS_1


#Bima Alexander Rubio#



__ADS_2