BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Bella!


__ADS_3

Dengan langkah yang tertatih-tatih Salsa terus mencoba berjalan menyusuri jalanan gelap dan juga licin yang di sekelilingi oleh Hutan Rimbun, dan deras nya hujan yang membasahi sekujur tubuh nya.


Hingga akhirnya, Salsa pun telah sampai di sebuah Vila di tempat kediaman Bella.


Salsa berdiam diri menatap Vila mewah dan juga megah itu.


Dan juga, Salsa bahkan beberapa kali meringis. Saat merasakan perut nya yang sangat sakit.


Salsa berjalan ke arah halaman Vila itu secara perlahan.


"Bellllaaaaaaaa!" teriak Salsa dengan suara yang sangat kuat.


_


"Bik! Suara siapa itu?" tanya Bella kepada seorang Maid.


"Saya gak tau Non!"


Karena penasaran. Bella pun akhirnya memutuskan untuk melihat kedepan Mansion.


Nafas Bella pun terasa tercekat saat melihat Salsa yang saat ini sudah berdiri di ambang Pintu Utama Vila.


Dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Serta baju yang di penuhi dengan dar*h. Bahkan tak hanya sedikit dar*h yang menetes ke lantai. Dan darah itu berasal dari pangkal paha Salsa.


Bella mundur ke belakang, dengan secara perlahan.


"Nona! Siapa wanita ini?"


Tiba-tiba saja seorang Penjaga datang dan hendak menodongkan sebuah Pistol ke kepala Salsa.


Namun Bella langsung menggelengkan kepala nya. Memberi kode agar Penjaga itu tidak menembak Salsa.


Salsa pun mulai melangkah mendekat ke arah Bella.


"Ternyata kamu masih disini Bell? Aku kira kamu udah pergi jauh, dan jauh sejauh-jauh nya dari hidup aku dan Dimas. Tapi ternyata aku salah! Kamu bahkan tinggal di tempat mewah, dan juga megah ini. Dan aku gak bisa sama sekali bayangin, seberapa Istimewa nya kamu di hati Dimas. Sampai-sampai dia pun menyembunyikan kamu di Vila rahasia ini."


Bella mendekat ke arah Salsa.


"M-Mbak kaki kamu! Kaki kamu." ucap Bella dengan suara yang pelan.


Bella menutup mulut nya dengan kedua tangan nya.


"Kenapa kaki aku? Iya! Kaki aku berdarah, dan asal kamu tau! Aku sekarang lagi hamil. Dan mungkin anak aku di dalam udah Mati. Dan semua ini gara-gara kamu dan juga Dimas." tekan Salsa, menatap Bella dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Kalian berdua lah penyebab dari kematian Anak aku. Gara-gara kalian anak aku jadi mati. Dan aku mau kalian berdua juga harus Mati." teriak Salsa hendak mendorong tubuh Bella.


Namun, Bella yang sudah ketakukan langsung saja mendorong tubuh Salsa terlebih dulu. Hingga membuat Salsa pun langsung terdorong kebelakang, dan terjatuh dengan posisi kepala bagian depan yang mengenai pinggiran Meja yang ada di sana.


Dan akhirnya Salsa pun langsung pingsan, di tempat. Dengan kepala serta sekujur tubuh yang sudah di penuhi oleh dar*h.


"Salsa! Salsa." lirih Bella.


Pikiran nya saat ini sudah berkecamuk, dan tidak karuan.


Bella hendak menolong Salsa. Namun secara bersamaan Dimas pun datang dari dengan secara tiba-tiba.


"Salsa" lirih Dimas dengan nafas ngos-ngosan.


Dan langsung saja Dimas memandang ke arah Bella.


"Kamu apakan Istri ku?" tekan Dimas.


"A-Aku...,"


"Diam!" bentak Dimas memotong ucapan Bella.


Bella pun langsung terkejut, dan dengan sekuat tenaga menahan tangis nya.


Setelah itu Dimas pun langsung saja menggendong Salsa.


"Aku akan selesaikan semua Drama ini!" tekan Dimas, menatap Bella dengan tatapan penuh arti. Dan setelah itu Dimas pun langsung pergi begitu saja meninggalkan Bella yang saat ini hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkutik.


Setelah kepergian Dimas, tangis Bella pun akhirnya langsung pecah, dan tak bisa tertahan lagi.


):


(:


):


Dimas kini hanya bisa menatap Sang Istri lewat sebuah kaca pembatas ruangan, yang secara langsung menampakan Salsa yang saat ini sedang tergetak lemas di ranjang pasien.


"Salsa!" lirih nya dengan air mata yang menetes.


Dimas menundukan kepala nya.


"Ya' Tuhan! Seharus nya aku lah orang yang pantas kau hukum. Tapi kenapa kau malah memberikan Istri ku hukuman yang sangat berat seperti ini." batin Dimas menangis membayangkan betapa hancur nya Salsa saat bangun nanti.

__ADS_1


-


Bella berlari memasuki Rumah Sakit. Dan langsung menghampiri meja Resepsionist.


"Sa-Saya mau cari kamar pasien yang bernama Salsa Raharga apa ada?" tanya Bella kepada Resepsionist itu.


"Bella!" panggil seseorang dari arah belakang.


"Ka-Kamu nyari Salsa kan?" tanya Dave.


"Em! Loh! Bukan nya Bapak yang kemaren jadi Ceo dan Rekan Bisnis Suami saya kan? Tapi kenapa sekarang malah berubah jadi Dokter?" tanya Bella yang heran karena melihat Dave yang saat ini menggunakan atribut Operasi.


Bella menelisik Dave dari atas sampai kebawah.


"Itu gak penting! Ayo ikut aku!" kata Dave langsung menarik tangan Bela begitu saja.


Dave terus menarik tangan Bella hingga sampai ke depan ruangan rawat Salsa. Dan posisi Bella saat ini tengah berdiri sejajar dengan Dimas.


"Ngapain kamu kesini?" tekan Dimas tanpa menoleh ke arah Bella.


"A-Aku...,"


"Udah puas kamu? Gara-gara kamu Salsa harus kehilangan pengelihatan nya." bentak Dimas.


"A-Apa! Eng-Enggak! Ini gak mungkin! Salsa gak mungkin jadi buta cuman karena aku ngedorong dia." kata Bella tak percaya.


"Bella! Aku gak nyangka kamu akan berbuat kayak gini. Kamu jahat tau gak? Kamu udah ngehancurin rumah tangga Salsa, dan sekarang kamu harus ngebuat Salsa kehilangan Bayi nya, dan bahkan Salsa juga harus kehilangan pengelihatan nya sekarang." kata Dave tak percaya.


"Kamu siapa? Kamu gak usah ikut campur yah?" tekan Bella.


"Tentu aja dia harus ikut campur."


tiba-tiba saja Bima datang menghampiri mereka bertiga.


"Aku gak nyangka kalau kamu bakalan kayak gini Bell." kata Bima menatap Bella dengan tatapan tak percaya.


Bima memegang kedua pundak Bella yang saat ini sedang menangis.


"Aku sedih! Kenapa harus Rumah Tangga orang lain? Hem! Kenapa harus?"


Bima menempelkan kening nya dengan kening Bella.


"Selama ini aku nyari kamu, dan ternyata selama ini juga kamu bersembunyi di balik Dimas. Aku cinta sama kamu Bell! Aku selalu berharap agar aku gak akan terlambat. Kamu tau alasan aku kenapa aku enggak ngebelain kamu malem itu? Karena semua itu atas dasar paksaan orang tua aku. Bertahun-tahun aku dan Dave selalu berusaha berkerja keras buat ngambil kepercayaan kakek. Agar kakek mau nyerahin semua ahli waris nya buat kita berdua. Dan setelah itu akan aku pastikan. Kalau aku bakalan bertanggung jawab dengan sesuai janji aku dulu. Karena semua Kekuasaan ada di tangan aku Sama Dave. Dan otomatis kedua orang tua aku gak akan punya kuasa buat ngelarang aku. Tapi seperti nya semua Ekspetasi aku gak seindah Realita nya.

__ADS_1


Kamu dengan tega nya ngehancurin kebahagiaan Wanita lain, demi kebahagiaan kamu sendiri." ucap Bima diiringi dengan air mata.


__ADS_2