BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Flasback of. Ibu Mertua


__ADS_3


Tok...Tok... Tok...


Suara ketukan pintu. Membuat Salsa langsung tersadar, dari bayangan kelam masa lalu yang menyelimuti pikiran nya saat ini. Yang membuat pikiran nya menjadi murung.


Salsa menghapus air matanya yang menetes. Lalu segera bangkit.


CEKELEK.


Seorang Wanita yang memiliki wajah rupawan, di umur nya yang sudah tidak muda lagi. Berdiri di ambang pintu.


"Apa boleh Mama masuk sayang!"


"Boleh Ma." ucap Salsa dengan suara serak nya.


Salsa kembali menutup pintu. Lalu berjalan ke arah dapur. Untuk membuat kan teh.


Setelah selesai membuat kan teh. Salsa langsung berjalan membawa secangkir teh. Ke arah ruang tamu, dimana Mama Mertuanya berada saat ini.


Salsa meletakan perlahan secangkir teh itu, di meja tepat di hadapan Mama Dinda.


"Tidak perlu repot-repot seharusnya." ucap Mama Dinda tersenyum ke arah Salsa.


Salsa pun membalas senyuman Mama Dinda."Ini tidak merepotkan Ma." jawab nya tulus.


"Mama sudah tau semuanya. Kenapa kau tidak menelpon Mama waktu kamu melahirkan Salsa?" ucap Mama Dinda lembut.


"Salsa tidak ingin mengganggu." jawab Salsa menunduk.


"Apakah ini karma? Semua masalah datang secara bersamaan." lirih Mama Dinda.


"Lalu bagaimana dengan Rara? Dia baik-baik saja bukan?" tanya Salsa.


"Dia butuh waktu." jawab Mama Dinda.


"Jadi kau melahirkan Shireen sendirian tanpa Dimas?" tanya Mama Dinda mengalihkan pertanyaan. Ia ingin lebih pokus untuk mendukung, dan menyemangati Menantu nya Salsa, agar bisa bangun dari keterpurukan nya saat ini.


"Iya, Salsa pikir waktu itu Dimas menyusul Mama, dan juga Papa ke Jepang. Tapi ternyata." ucapan Salsa terhenti. Ia tak sanggup membendung air matanya lagi.

__ADS_1


Mama Dinda langsung memeluk Menantu nya itu. "Bersabarlah!" Setelah beberapa menit berpelukan. Mama Dinda pun mengurai pelukan nya.


Mama Dinda menghapus air mata Salsa yang menetes menggunakan kedua tangan nya.


Lalu Mama Dinda menggenggam kedua tangan Salsa.


"Apa Mama boleh meminta sesuatu pada kamu?"


Salsa mengangguk. "Apapun yang Mama minta Salsa pasti bakal nurutin. Selagi Salsa mampu." jawab Salsa.


"Bertahanlah, demi Mama!" ucap Mama Dinda. Di sertai dengan derai air mata.


Salsa menggelengkan kepalanya.


"Salsa engga bisa." jawab nya terisak.


"Kamu harus bisa Sayang. Berpisah bukan jalan yang tepat. Apa kamu rela jika Suami kamu jatuh ke tangan wanita lain?" tanya Mama Dinda.


"Semuanya udah terjadi Ma! Lalu Salsa harus bagaimana?"


"Semuanya belum terjadi" sanggah Mama Dinda.


"Pernikahan Dimas sama Bella bukan hal yang di sengaja." ucap Mama Dinda lagi.


"Mama enggak bisa nyeritain secara detail sama kamu. Karena Dimas yang minta sama Mama. Supaya nanti dia aja yang ngomong langsung, dan nyeritain semuanya sama kamu. Jadi Mama mohon pulanglah! Apa kamu tidak rindu dengan Bayi mu. Shireen selalu menangis, dan tidak mau meminum susu." ucap Mama Dinda.


Mendengar bayi nya di sebutkan. Membuat Salsa sadar. Bahwa Ia terlalu egois, dan tidak memikirkan keadaan Putrinya itu sampai sekarang.


"Berjanjilah pada Mama bahwa kau tidak akan meninggalkan Dimas. Mama mohon! Bertahan, dan berjuanglah selama 1 tahun saja. Buktikan apa yang di katakan oleh Dimas itu benar, bahwa semua ini adalah sebuah kesalah pahaman. Mama akan selalu berada di pihak mu. Dan disaat 1 tahun berlalu nanti, Mama akan menyuruh Dimas untuk lebih memilih mu atau Bella. Dan jika Dimas lebih memilih Bella. Mama akan berjanji, bahwa Dimas tidak akan Mama anggap sebegai Anak Mama lagi. Dan seluruh Aset yang akan di serahkan oleh Dimas, akan Mama cabut. Dan Mama gantikan dengan atas nama kamu. Mama bisa jamin itu!" Mama Dinda mengelus pucuk Rambut Salsa.


"Dan Ingatlah pesan Mama. Jangan pernah meninggalkan atau membiarkan Suami mu berdua saja tinggal bersama Pelakor.


Ya' Meskipun Mama paham, bahwa kau juga membutuhkan waktu untuk menenangkan diri. Tapi jangan berlama-lama!


Disaat kau meninggalkan Dimas dengan Bella hanya berdua saja. Maka dari situlah Bella nantinya akan merasa bahwa Ia akan menang tanpa sebuah perlawanan. Meskipun ini adalah sebuah kesalahpahaman. Tapi Mama tidak bisa jamin, jika nanti keduanya akan memiliki rasa, atau bahkan cinta, karena sudah terlanjur nyaman saat bersama. Dan sebelum semua itu terjadi, maka cegahlah! Jangan sampai Suami mu akan tenggelam terlalu dalam.


Kau tau Salsa? Banyak kejadian seorang yang merasa kasihan pada seseorang, pasti lama-kelamaan akan terlena. Dan, rasa kasihan itu bisa saja berubah menjadi rasa cinta kapan saja tanpa di ketahui." Mama Dinda menghela nafas sejenak, sebelum akhirnya kembali berbicara.


"Berjuanglah! Rebut kembali hati suami mu! Buat Dimas menjadi bertekuk lutut pada mu. Hingga sampai-sampai Dimas tidak berani untuk menduakan mu lagi. Buat Dimas agar dia mau meninggalkan Bella, demi dirimu, dan juga Shireen.

__ADS_1


Asalkan kamu berjuang, dan mau mencoba, itu adalah kunci utama nya.


Soal hasil, serahkan saja semuanya pada Tuhan.


Jika memang Dimas adalah Jodohmu. Kalian pasti akan bersatu kembali bagaimana pun caranya.


Anggap saja, kehadiran Bella adalah sebuah ujian di dalam Rumah tangga kalian menuju jalan kebahagian." Pesan Mama Dinda.


Salsa terdiam cukup lama.


Ia mengapus sisa-sia air mata di pipinya.


"Salsa akan berusaha, sebisa dan semampu mungkin. Salsa enggak mau, rumah tangga yang udah Salsa bangun dengan susah payah, untuk menimbulkan rasa Cinta. Dan setelah rasa Cinta itu ada. Kini harus lenyap dan terkubur sia-sia begitu saja.


Hanya karena kehadiran wanita lain." ucap Salsa mencoba untuk tegar.


Mama Dinda begitu sangat terharu. Dan langsung mengecup kening menantu nya itu.


"Mama pasti akan selalu mendukung mu nak!Dan menyertai nya Do'a."


Salsa pun membalasnya dengan anggukan.


*****


Salsa sudah memantapkan hati nya. Kalau dia akan pulang Ke Mansion hari ini juga.


Setelah kepulangan Mama Dinda, Salsa langsung bersiap-siap menyusun Koper nya.


Sebenarnya Salsa sama sekali tidak tertarik dengan harta kekayan Keluarga Raharga yang di tawarkan oleh Mama Dinda.


Tujuan nya saat ini adalah, ingin mengambil hati Dimas, dan membuat Dimas agar mau meninggalkan Bella, dan menjalin Rumah Tangga yang harmonis seperti minggu-minggu yang lalu.


Dan hidup menjalin Rumah Tangga tanpa orang ketiga, benar kata Mama Dinda.


"Kita jangan mau kalah sama pelakor. Jangan biarkan kamu pergi, dan meninggalkan Suami mu dengan seorang Pelakor. Karena semua itu akan membuat Pelakor tersebut menang tanpa sebuah perlawanan.


*Berjuanglah! Rebut kembali hati Suami mu, dan buat dia bertekuk lutut, hingga sampai-sampai tidak berani untuk menduakan mu lagi.


Asalkan kamu berjuang, dan mencoba. Itu adalah kuncinya. Soal hasil, serahkan semuanya pada Tuhan. Jika memang Dimas adalah Jodohmu kalian pasti akan bersama.

__ADS_1


Anggap saja kehadiran Bella adalah sebuah ujian di dalam Rumah Tangga kalian menuju kebahagiaan*."



__ADS_2