BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Salsa Raharga, bukan Salsa Siregar!


__ADS_3

"Asal kamu tau Mas! Satu kata yang selalu aku cegah agar enggak aku keluarin dari mulut aku. Dan sekarang kata itu udah keluar gitu aja. Aku gak mau harus tersiksa karena cuman kamu gak Ikhlas buat kasih aku Nafkah. Kamu selalu aja ngungkit-ngungkit. Oke! Aku sadar kalau memang aku cuman Perempuan gelandangan yang kamu jadi kan Ratu di Istana kamu. Jadi kalau kamu udah bosen buat ngasih aku makan, yaudah! Fine. Mending aku pergi dari hidup kamu supaya enggak jadi beban." lirih Salsa namun masih bisa di dengar oleh Dimas.


"Sa Plis, Maafin aku! Aku tau aku salah. Enggak seharus nya aku ngungkit-ngungkit semua nya." Dimas mencoba meraih tangan Salsa. Namun Salsa langsung menolak.


Melihat Salsa yang sudah membereskan pakaian nya ke dalam koper. Dimas pun langsung memeluk tubuh Salsa dari arah belakang.


"Aku mohon, maafin aku! Jangan pergi!" cegah Dimas di iringi dengan tangisan yang menyertai nya.


"Awas Mas! Kamu jahat." kata Salsa dengan terisak.


"Aku gak mau kamu pergi."cegah Dimas yang saat ini masih memeluk Salsa dengan erat.


"Aku gak bisa kalok harus hidup kayak gini. Kamu terlalu kasar sama aku, bahkan kamu ngungkit-ngungkit semua nya. Dan yang lebih parah lagi, kamu sampai ngelarang aku buat keluar, dan mata-matain aku. Kamu fikir aku ini apa? Kamu lakuin itu semua buat apa? Kalau kamu mau bunuh aku, yaudah bunuh aja! Jangan nyiksa aku kayak gini." kata Salsa dengan terisak.


"Maaf!" hanya kata-kata itulah yang bisa di ucap kan oleh Dimas saat ini.


Dimas membalikan tubuh Salsa ke hadapan nya.


CUP. 'Dimas mengecup kening Salsa lalu memeluk dengan erat tubuh Sang Istri.'


"Aku sadar aku salah. Maafin aku! Aku sama sekali gak bermaksud. Aku janji enggak bakalan berbuat kasar sama kamu lagi. Jadi kumohon! Tetap lah bersama ku sampai ajal menjemput ku. Aku gak bisa hidup tanpa kamu." ucap Dimas dengan suara pelan dan juga serak. Akibat habis menangis.


Salsa memberontak, dan akhirnya pun pelukan kedua nya terurai. Ia menatap mata Dimas dengan sangat lekat.


"Kamu tau! Aku gak tau kenapa aku bisa jadi bodoh kayak gini. Aku selalu minta sama Tuhan agar Tuhan menakdirkan kita berdua, dan hidup semati selalu bersama. Kalau seandai nya Tuhan mau pisahin kita berdua. Demi apapun aku gak akan pernah rela sampai kapan pun. Aku bakalan marah sama Tuhan, karena dia yang udah bikin aku ketemu sama kamu. Pertemuan itu lah yang selalu membuat aku jadi gila, dan cinta mati sama kamu.


Tapi terserah kalau kamu gak percaya sama semua ucapan aku. Yang pasti nya kamu harus janji sama aku! Kalau kamu harus tetep hidup sama aku, dan juga mati sama aku. Aku gak mau pisah sama kamu." kata Salsa dengan terisak. Ia pun langsung menghambur kepelukan Dimas.


Tangis Salsa pun akhir nya pecah. Dan begitupun juga Dimas.


"Maafin aku!" lirih Dimas.


.......................**************.......................


Setelah kejadian pertengkaran hebat itu. Membuat sikap Dimas tehadap Salsa langsung berubah total. Dimas jadi lebih bisa mengontrol emosi nya, dan juga lebih perhatian kepada Salsa.


*****


Pagi hari.


Dimas berjalan menuruni anak tangga. Menghampiri Salsa yang saat ini sedang menyiapkan sarapan untuk nya.


"Sayang! Aku pamit mau ngantor ya." ucap Dimas.


CUP. 'Dimas mengecup kening Salsa'


Salsa langsung saja menarik tangan Dimas.

__ADS_1


"Ini roti nya sayang! Susu nya juga belum kamu minum." kata Salsa cemberut.


"Oh' Iya aku lupa." 'Dimas nyengir kuda'


Dimas pun langsung bergegas mengambil roti yang sudah di isi oleh selai, lalu memakan nya. Setelah itu Dimas pun langsung mengambil gelas yang berisikan susu dan langsung menegak nya habis dengan berdiri, tanpa duduk terlebih dahulu.


Dan hal itu membuat Salsa hanya bisa menggelengkan kepala nya.


"Aku buru-buru Sayang. Maafin! Kamu paham kan?" kata Dimas sambil tersenyum.


Salsa pun membalas senyuman Dimas, lalu menganggukan kepala nya.


Ia meraih tangan Dimas lalu mecium nya.


"Hati-hati!" ucap Salsa melambaikan tangan nya sambil tersenyum.


"Iya" sahut Dimas dari arah kejauhan.


Dimas pun langsung bergegas masuk ke dalam mobil dengan terburu-buru. Lalu menjalan kan mobil nya seorang diri. Tanpa seorang Sopir.


Dimas menjalankan Mobil nya melewati hutan, serta pepohonan rimbun. Karena ini bukan jalan menuju ke Perusahaan, melainkan jalan menuju ke Vila Andaru.


-


Bella membuka pintu kamar nya. Karena mendengar sebuah ketukan dari dari luar kamar.


Terlihat lah Dimas yang saat ini sedang berdiri di ambang pintu kamar nya.


Dimas pun langsung saja masuk kedalam. Lalu merebahkan tubuh nya di atas ranjang.


"Capek?" tanya Bella lembut, dan Ia pun langsung ikut merebahkan tubuh nya di samping Dimas.


Keduanya saling terdiam untuk beberapa saat. Dengan posisi saling memeluk.


Hingga akhirnya Dimas pun membuka suara nya.


"Kamu udah persiapin barang-barang kamu kan? 3 hari lagi kita bakalan ke London."


"Udah Mas!" jawab Bella.


Kediaman Mansion Utama.


Saat ini Salsa sedang berkutik di dapur, ingin membuat Pancake Cokelat kesukaan nya.


Namun tiba-tiba saja seseorang Satpam masuk ke dalam dan menghampiri Salsa.


"Nona Muda! Ada tamu." ucap nya menunduk sopan.

__ADS_1


"Siapa yah?" gumam Salsa.


"Kalau gitu Bapak bisa kembali berkerja." kata Salsa tersenyum ramah.


"Baik Nona Muda."


-


Salsa pun langsung meninggalkan dapur, dan pergi melangkah ke Ruang Tamu.


Dan saat Salsa sudah sampai di Ruang Tamu. Terlihat lah seorang Pria Dewasa yang kira-kira berumur 30 tahunan. Sedang duduk di Sofa, dengan menggunakan Setelan Jas rapi nya.


"Selamat siang." ucap Salsa menyapa.


Pria itu pun langsung menoleh.


"Selamat siang Nona Muda."


Salsa pun langsung duduk di sofa berhadap-hadapan langsung dengan Pria itu.


"Ada perlu apa Pak?" tanya Salsa.


"Apa benar anda adalah Nona Muda Siregar?" tanya Pria itu.


"Tunggu-tunggu! Mungkin Bapak salah. Saya bukan Nona Muda Siregar."


"Saya tidak salah Nona. Nama Nona, Salsa Siregar bukan?" kata Pria itu lagi.


"No! My name is not Salsa Siregar. But my name is Salsa Raharga."


"Tapi itu sesudah Nona menikah dengan Tuan Muda Dimas Raharga. Dan sebelum Nona menikah dengan Tuan Muda, nama Nona adalah Salsa Siregar."


"The point!" ucap Salsa dengan penuh penekanan.


"Nona saya mohon! Tuan Siregar sedang sakit parah. Jadi saya mohon, Nona datang lah ke Rumah Sakit xxx untuk menjenguk Ayah Nona. Beliau punya pesan yang sangat penting, yang ingin di sampaikan kepada Nona." ucap Pria itu dengan bersunguh-sungguh.


Bersambung.....


Buat kalian yang nanyak kapan Dimas sama Bella ketahuan? Itu gak akan lama lagi kok, palingan 100 episode kemudian wkwkw. 😂


Gak tante, itu bercanda.


Soal nya aku juga gak terlalu suka nulis terlalu banyak basa-basi. Palingan langsung ke inti nya aja. Jadi sabar, kalok lu kagak sabar yaudah. We capek!


BONUS.


Ini makanan kesukaan nya Salsa.

__ADS_1


#PANCAKE COKELAT#



__ADS_2