
"Aku ikut!" kata Salsa memegang tangan Dimas.
"Enggak bisa Sasa! Aku ada urusan penting. Aku ke London bukan buat jalan-jalan. Tapi kerja."
"Kan gak ada salah nya aku ikut Mas! Selama kamu kerja aku bisa tinggal di Hotel aja kok. Setelah kamu selesai kerja baru kita jalan-jalan sesuai dengan janji kamu. Kan kamu udah janji sama aku, kalau kamu bakalan ngajakin aku Honeymoon di London Mas."
Dimas memutar bola mata malas, ketika mendengar ocehan Istri nya.
Ia lebih memutuskan untuk meninggalkan Salsa begitu saja, tanpa mau membalas perkataan Istri nya itu.
"Mas!" seru Salsa.
Salsa hanya bisa memandang mobil Dimas yang kini sudah menghilang.
Salsa berjalan ke arah Sofa, lalu mengambil tas ransel nya. Ia pun duduk disana.
Dan mengeluarkan bebrapa surat dari dalam tas itu.
"Surat semua Perusahaan bahkan sampai Rumah pun. Udah resmi jadi milik aku.
Tapi itu semua gak ada guna nya. Aku udah gak butuh semua ini." gumam Salsa, dan hendak meletakan surat-surat itu ke meja.
Namun tiba-tiba saja. Sebuah amplop kecil terjatuh dari dalam surat itu.
Salsa pun menunduk, lalu mengambil Amplop tersebut.
"Apa ini?" gumam nya, sambil terus membolak-balik kan Amplop nya.
Salsa pun membuka Amplop itu. Dan ternyata isi nya adalah sebuah surat.
Di surat itu pun tertulis:
**UNTUK: Putri ku, Salsa.**
"Maafin Ayah ya Nak! Ayah seperti nya sudah tidak sanggup lagi. Ayah rasanya tidak pantas jika harus bertemu dengan cucu Ayah. Ayah tidak mau, jika nanti nya Putri kamu mengenal Kakek nya yang biadab ini. Ayah tidak mau! Jadi, berbahagialah Nak. Berbahagialah dengan Orang yang kamu Cintai. Karena Ayah sama sekali tidak bisa membahagiakan mu. Ayah hanya bisa menambah penderitaan mu saja. Pesan Ayah hanya satu! Perjuangkan apa yang sudah jadi milik mu! Jangan kau biarkan Nak! Milik mu harus jatuh ke tangan Orang Lain."
*SALAM: Ayah.*
Air mata Salsa pun menetes, tepat mengenai lembaran surat itu.
(:
"Kok mendadak banget Mas?" tanya Bella.
"Iya! Soal nya aku lagi ada masalah." jawab Dimas dengan pandangan yang fokus ke depan. Karena saat ini Dimas sedang menyetir mobil menuju ke bandara.
__ADS_1
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan. Akhirnya, Mobil Dimas pun t'lah sampai di bandara.
Langsung saja Dimas dan juga Bella yang sedang menggendong Rafa, masuk ke dalam Pesawat Pribadi milik Keluarga Raharga itu.
Pesawat Pribadi yang hendak di naiki oleh Dimas pun sudah siap lepas landas.
15 jam perjalanan pun telah di tempuh. Karena Dimas menggunakan Pesawat Pribadi. Jadi, perjalanan lebih cepat sampai.
WELCOME TO LONDON.
"Welcome to London." ucap Dimas merentangkan tangan nya kepada Bella.
"Yey! OMG, this is Perpect." balas Bella langsung mencium kedua pipi Dimas, lalu memeluk nya.
Sementara Rafa saat ini sedang berada di dalam kereta dorong bayi.
Mereka berdua berpelukan cukup lama, hingga akhir nya sebuah Mobil berhenti tepat di depan mereka.
Dan keluarlah seorang pria yang berumur kira-kira sama seperti Dimas, dari dalam mobil mewah itu.
"Yes! Selamat Sore kembali. How are you Padil?"
"Baik Tuan Muda."
"Oh! Ya Sayang. Kenalin! Ini Padil, salah satu Sahabat aku sejak dari Kuliah dulu, yang sekarang tinggal di Inggris. Karena dia dapet Wife berkebangsaan Britsh, jadi makanya dia tinggal disini." jelas Dimas.
"Oh' Hai! Bella" ucap Bella mengulurkan tangan nya.
Padil pun membalas uluran tangan Bella.
"Padil" balas nya.
"Come on Bestie! Kamu mau pesen Hotel, atau kamu mau pesen Hotel berbintang khusus. Sekalian Berbulan Madu." kata Padil sengaja menggoda Dimas.
"No porblem!" jawab Dimas.
Ketiga nya pun langsung saja masuk ke dalam Mobil. Dimas bersama Bella yang memangku Rafa duduk di belakang. Sementara Padil lah yang menyetir mereka, dan hendak mengantarkan Dimas dan juga Bella ke Hotel.
*****
__ADS_1
Sementara di lain tempat.
Di sebuah Hunian Megah.
"Granpa! Are you seriously? Mana mungkin aku bisa ke London hari ini! Ini sudah sangat sore Gran. Aku tidak bisa mengejar waktu. Dan juga, kenapa tidak Bima saja? Mengapa harus aku?" ketus Dave.
Mr. Costra yang merupakan Kakek Dave. Hanya bisa tertawa melihat tingkah Cucu nya itu.
"Come on cucuku! Kita punya kekuasaan. 5 jam saja mungkin kau akan sudah sampai ke London. Grandpa akan mencarikan Pilot Propesional. Agar bisa menerbangkan mu ke London dengan cepat."
"Kenapa tidak Granpa tendang saja aku sekalian biar cepat sampai."
"Cepat nungging! Biar Grandpa tendang kau." kata Mr Costra dengan tertawa.
Kakek serta Cucu itu pun langsung tertawa terbahak-bahak dengan kompak nya.
"Hey, hey! Ada apa ini? Kenapa kalian selalu saja ribut?"
Tiba-tiba saja seorang Pria berumur 40 tahunan datang, dan langsung duduk di sofa samping Mr Costra.
"Dady! Aku tidak mau menggantikan Granpa ke London." kata Dave mengadu kepada Dady nya. Berharap agar Sang Dady mau membela nya.
"Jangan mengada-ngada." jawab Dady dengan ketus.
"What!" 'Komuk Dave pun langsung berubah menjadi masam. Saat mendengar jawaban Dady nya.'
"Haha! Sudah lah Dave! Mau sampai kapan kau bermain dengan jarum suntik mu itu? Sudah saat nya Dunia tau siapa kau sebenar nya. Padahal Grandpa menyuruh mu menjadi Dokter untuk menutupi Identitas mu sebagai Calon Pewaris utama. Tapi kenapa kau malah keterusan." keluh Mr Costra menggelengkan kepala nya.
"Aku malas." ketus Dave.
"Cepat lah Dave! Susun koper mu dan lekas lah pergi. Grandpa ingin kau lah yang menemui Klien Grandpa yang satu ini. Bukan Bima, karena dia bukan orang biasa. Tapi melainkan luar biasa." kata Mr. Costra.
"Biarkan saja Bima mengurus perusahaan yang ada di Indonesia. Dan Perusahan di Amerika Granpa serahkan pada mu. Karena kau lah Pewaris Utama nya." sambung Mr Costra lagi.
Dan setelah mengatakan hal itu. Kebetulan juga bersamaan dengan Bima yang masuk ke dalam.
"Benarkan kan Bima?" kata Mr Costra.
Bima hanya tersenyum dan mengacungkan jempol nya ke arah Mr Costra. Lalu pergi berlalu melewati mereka bertiga begitu saja.
"Baiklah Granpa! Aku pergi! Bye." ucap Dave menyalim tangan Granpa, serta Dady nya.
"You tidak membawa barang-barang Cucu ku?" teriak Mr Costra.
"Tidak! Aku hanya 1 hari di sana. Setelah itu aku akan pulang lagi. Jadi aku beli saja nanti." balas Dave dengan berteriak.
__ADS_1
Karena Dave saat ini sudah berada di dalam mobil. Dan siap untuk melajukan mobil nya menuju ke Bandara. Tanpa membawa apapun. Selain Hp, dan juga Dompet nya.
Dan bahkan Dave pun tidak berganti baju. Dan hanya mengenakan Celana Jeans, yang di padukan dengan baju Kaos. Serta sendal jepit nya yang selalu tidak ketinggalan.