BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Alasan di balik semua nya


__ADS_3

"Dimas! Lepaskan Salsa! Biarkan dia pergi bersama dengan kebahagiaan nya."


"Enggak Pah! Aku gak akan pernah mau ngelepasin Salsa sampai kapan pun." tegas Dimas menolak.


"Dengan begitu sama aja kamu menahan Salsa di dalam penjara." bentak Papa Bram.


"Plis! Kalian semua gak akan pernah ngerti dengan semua perasaan, yang aku alami sekarang." tekan Dimas.


Dan setelah mengatakan hal itu. Dimas langsung pergi berlalu begitu saja meninggalkan ruangan rawat Salsa.


Papa Bram hanya bisa memijat kening nya yang saat ini berdenyut pusing. Karena memikirkan begitu banyak masalah yang menerjang Keluarga nya.


*****


Dimas berlari dari lorong-lorong Rumah Sakit menuju ke arah taman. Tempat dimana Salsa dan juga Mama Dinda berada.


Langkah Dimas pun langsung terhenti saat melihat Salsa dan Mama Dinda yang saat ini sudah bersama Dave, serta dengan seorang Wanita Parubaya. Dan juga ada Mr Costra di sana.


-


"Siapa dia Dave?" tanya Ayu yang merupakan Mami nya Dave.


"Ternyata ini adalah alasan kenapa kau tidak pulang-pulang ke Rumah. Rupanya tidak hanya jarum suntik yang ada di sini." kata Mr Costra.


"Maaf Grandpa! Dave gak bisa jemput tadi pagi untuk mengantarkan Grandpa ke Rumah Sakit buat Chek-Up." ucap Dave dengan rasa penuh kebersalahan.


"Apa yang terjadi dengan mu Sayang?" tanya Ayu menyentuh dagu Salsa.


"Salsa kehilangan pengelihatan nya Mami." jawab Dave.


"Ma-Maafkan Mami! Mami gak tau. Mami kira."


"Tidak masalah kak!" sambung Mama Dinda.


"Apakah Kakak Ibu dari gadis cantik ini?" tanya Ayu kepada Mama Dinda.


"Saya Ibu Mertua nya. Tapi Salsa sudah saya anggap seperti Anak saya sendiri." jawab Mama Dinda dengan tersenyum.


PLAK. 'Mr Costra langsung memukul punggung Dave. Dan langsung berdiri dengan bantuan tongkat nya. Mr Costra yang tadi awalnya duduk di samping Dave. Kini sudah berganti posisi jadi berdiri di samping Ayu.


"Kurang ajar kau! Dia punya Suami." kata Mr Costra melotot kan mata nya ke arah Dave.


Sementara Dave. Dave hanya bisa nyengir kuda saat di pelototi oleh Kakek nya itu.


"Mr Costra!" panggil Dimas.


Semua orang yang ada di sana pun langsung menoleh.


"Dimas! Yah! Kau adalah Dimas Raharga kan?" kata Mr Costra datang menghampiri Dimas.


"Senang bertemu Mr Costra di sini."

__ADS_1


"Oh! Terima kasih! Sama-sama kalau begitu." jawab Mr Costra.


Lalu Dimas pun beralih memandang ke arah Salsa yang saat ini hanya bisa berdiam diri duduk di kursi roda.


"Maaf kan cucu ku Dave! Dia orang nya memang seperti itu. Semenjak di tinggal oleh Calon Istri nya. Dia berubah jadi Playboy. Dan rasanya seperti hendak merebut punya orang lain saja." kata Mr Costra menggelengkan kepala nya.


"Granpa!" pekik Ayu dan juga Dave secara bersamaan.


"Oh! Tidak perlu di permasalahkan. Dave kan Dokter yang udah mengoperasi Salsa, jadi dia punya kewajiban untuk menghibur Pasien nya." balas Dimas mencoba untuk tersenyum. Meskipun senyuman yang ada di bibir nya hanyalah sebuah senyuman hambar.


"Kalau begitu kami mohon pamit Nak Dimas." kata Mr Costra menepuk pundak Dimas.


"Main-main lah ke rumah kamu! Dan cepat lah pulih Sayang." ucap Ayu lembut kepada Salsa.


Salsa pun hanya bisa menjawab nya dengan sebuah anggukan kepala. Tanpa berniat untuk berbicara.


Mr Costra dan juga Ayu sudah pergi dari sana. Dan kini hanya tinggalah Dave, Dimas, Mama Dinda, dan juga Salsa.


"Ma! Kapan kita pulang?" tanya Salsa.


"Aku gak betah lama-lama jika berada di Rumah Sakit." sambung nya lagi.


Mama Dinda pun langsung berjongkok berhadap-hadapan dengan Salsa.


"Dave! Kapan Putri ku di perbolehkan pulang?" tanya Mama Dinda menoleh ke arah Dave.


"Untuk selama 3 hari bertahanlah Sal! Jadi bersabarlah sampai luka mu mengering." jelas Dave.


Salsa pun hanya bisa pasrah, dan mengikuti apa yang di katakan oleh Dave.


*****


Bella berjalan memasuki sebuah Cafe. Ia berniat ingin menenang kan fikiran nya untuk sejenak.


Namun pandangan mata Bella malah tertuju kepada dua orang yang sedang duduk di bagian sudut ruangan Cafe tersebut.



"Loh! Itu bukan nya Nazwa yah?" gumam Bella.


Bella pun langsung saja berniat untuk menghampiri nya.


Namun langkah Bella langsung saja terhenti saat mendengar sebuah perkataan yang membuat jantung Bella langsung berdegub kencang.


"Gimana? Kamu udah kirimin foto Bella dan juga Dimas sama Salsa." tanya Maya.


"Udah dong Ma! Mama tenang aja! Rencana kita buat ngehancurin gadis sialan dan juga Pria brengsek itu pun akhirnya sukses, dan berjalan dengan sempurna. Dan dari kabar yang aku dapet, dari suruhan mata-mata aku. Kalau Salsa sekarang udah jadi buta! Miris gak sih? Padahal kan rencana awal kita cuman mau masukin orang ketiga aja di antara rumah tangga Salsa, dan juga Dimas. Hh! Tapi kayak nya Tuhan ngasih yang lebih parah." balas Nazwa dengan tersenyum penuh kemenangan.


"Oh' Ya terus kabar Sahabat kamu si Bella itu gimana?"


"Bodo amat gua! Palingan nanti setelah ini dia bakalan kenak penjara sama Dimas. Kasian banget yah! Mau-mau aja di manfaatin. Bego apa gimana sih?."

__ADS_1


"Namanya juga dia nya gak tau kalau kamu manfaatin kayak gini. Dan juga ini kan Ide siapa dulu dong! Ide Mama." kata Maya dengan tersenyum Smirk.


"Iya! Ide Mama. Tapi yang nyusun kronolgi kecelakaan Bella kan aku. Mana Resiko nya besar lagi. Udah gitu kalau sampai aja aku ninggalin jejak sedikit pun, dan lengah. Mungkin aku bakalan di tangkep Polisi dengan kasus pembunuhan berencana. Aku udah ngebuat rem mobil Bella jadi blong, dan aku nyuruh dia dateng ke tempat dimana nanti nya mobil Dimas akan lewat melalui jalanan itu. Dengan alasan bahwa aku udah ketemuin Bima. Dan hingga terjadilah tragedi dimana Bella kecelakaan dengan mobil yang hendak


masuk kejurang. Dan bahkan hampir aja! Bella hampir aja kehilangan nyawa nya, dan juga nyawa Bayi nya waktu itu." kata Nazwa melengos di hadapan Maya.


"Oh' Ya soal orang tuanya Bella kok bisa sih? Mereka percaya gitu aja sama kamu, kalau Dimas itu adalah Ayah Biologis anak nya Bella."


"Ya' Mereka percaya dong! Kan aku sahabat Bella dari sejak Kuliah dulu.


Dan pasti nya orang tua Bella bakalan mikir kalau aku pasti gak bohong. Karena aku sahabat nya Bella, dan otomatis tau siapa aja laki-laki yang udah ngedeketin Bella selama ini." jelas Nazwa.


"Sumpah! Capek banget ngasut tu anak. Dengan susah payah gua ngasut Bella supaya dia mau ngungkapin perasaan nya sama Dimas dan mau ngerebut Dimas dari Salsa. Tapi dia nya selalu ngeyel, dan selalu bilang. Nazwa aku gak mau menusuk wanita yang udah nolongin aku selama ini. " sambung Nazwa lagi dengan kalimat yang terakhir solah-olah berbicara dengan menirukan gaya bicara Bella.


"Kalau misal nya waktu itu Bella enggak ngungkapin perasaan nya ke Dimas gimana dong?" tanya Maya.


"Gak mungkin! Pasti Bella akan ngelakuin semua itu. Karena itu sudah masuk ke dalam daftar rencana aku."


"Oh' Ya?" tanya Maya tak percaya.


"Yesss! Aku ngikutin Bella waktu dia datang ke Club buat nemuin Bima. Dan makanya aku tau kalau Bella mau


Bun*h D*ri. Dan langsung aja aku ngirimin pesan singkat kepada Dimas, menggunakan nomor yang gak di kenal."


Nazwa hendak menyeruput kopi nya.


BRAK. 'Suara gebrakan meja terdengar jelas, dan nyaring di dalam ruangan itu.'


Membuat seluruh perhatian orang-orang pun langsung tertuju kepada Bella.


Nazwa langsung bangkit, dan melotot kan mata nya saat melihat Bella yang sedang menatap nya dengan penuh amarah.


"Jadi selama ini kamu adalah alasan di balik semua ini? Aku gak percaya sama kamu Nazwa! Aku pikir kamu adalah satu-satu nya Sahabat yang tersisia buat aku. Setelah Kanza berkhianat. Tapi ternyata! Kamu bahkan lebih parah dari Kanza. Kamu tega menjadikan Sahabat kamu sendiri sebagai umpan untuk menjalankan rencana gila kamu yang ingin membuat Salsa hancur, dan jadi menderita." bentak Bella dengan tatapan penuh amarah.


"Kamu bahkan lebih dari seorang Pisikopat! Dan tidak pantas untuk di sebut sebagai Manusia lagi. Kamu Iblis! Iblis Jahan*m." bentak Bella.


" Aku bakalan laporin kalian berdua ke Polisi." tekan Bella dan langsung beranjak pergi meninggalkan Maya dan juga Nazwa.


"Saya minta rekaman CCTV nya sekarang!" perintah Bella kepada seorang Penjaga yang berjaga di depan pintu Cafe.


"Tapi Nona!"


"Tidak ada tapi-tapi! Sekarang Bangs*t." bentak Bella dengan memukul pintu kaca Cafe itu dengan kuat hingga menjadi pecah.


Langsung saja Penjaga itu pun mengambilkan rekaman CCTV yang merekan di jam terakhir ini.


Dan setelah nya Penjaga Cafe itu pun langsung menyerahkan sebuah CD kepada Bella.


Bella langsung keluar dari Cafe itu dengan terburu-buru. Sambil terus mencoba untuk menelepon Dimas.


Bella terus berjalan di pinggir jalanan raya, tanpa melihat-lihat ke belakang. Dan saat Bella membalikan tubuh nya.

__ADS_1


Bersambung.......



__ADS_2