
Kemana gadis sialan itu pergi? Cepat sekali larinya. Akhhh!" Doni berteriak menjambak rambutnya. Karena mangsanya lolos lagi.
Doni pun berjalan memasuki mobil nya, lalu pergi melaju.
Salsa pun langsung keluar dari tempat persembunyian nya. Setelah melihat Doni pergi. Karena dari awal Salsa sudah menduga bahwa Doni pasti tidak akan melepaskan nya begitu saja. Dan akhirnya Salsa pun memutuskan untuk bersembunyi di balik pohon, dan setelah menunggu situasi aman.
Baru lah Ia keluar.
.........................****************........................
Siang menjelang. Salsa masih terus saja berjalan tak tentu arah di bawah terik nya Sinar Matahari. Hidup nya sekarang luntang-lantung tak tentu arah, dan tujuan.
Flasback on.
Setelah mendapatkan telpon dari Doni bahwa Salsa kabur. Membuat Maya menjadi kalang-kabut.
Maya langsung dan menyuruh Doni agar segera datang menjumpai nya di sebuah Cafe.
Karena tidak mungkin jika Maya menyuruh Doni datang ke Kediaman Keluarga Siregar.
Sementara Ayah Salsa sudah sampai dan tengah beristirahat di dalam kamar.
Keduanya pun bertemu di sebuah Cafe sebrang. Beserta Nazwa yang juga ternyata ikut bersama Doni. Karena memang Doni ternyata adalah pacar gelap nya Nazwa. Nazwa hanya membutuhkan uang Doni. Sementara Doni hanya membutuhkan kepuasan dari Nazwa. Tidak ada hubungan spesial apapun diantara keduanya.
"Doni! Kamu ini gimana sih? Bisa-bisanya nangani gadis kecil kayak gitu aja gak bisa." bentak Maya.
"Mana saya tahu" jawab Doni.
Dan membuat darah tinggi Maya langsung naik.
"Ah! Udah lah mah! Gak usah nyalahin Doni." ketus Nazwa.
Membuat Doni pun tersenyum bangga dengan kekasih gelap nya itu.
"Kamu kok belain dia?" geram Maya.
"Udah deh gak usah main salah-salahin. Gimana kalok misalnya, kita putar balik aja strategi nya?" ucap Nazwa berpendapat.
__ADS_1
"Hah! Emang bisa?" tanya Maya serius.
"Bisa, kalau jebakan kita yang pertama enggak berhasil. Kita bikin jebakan yang kedua. Dengan cara, kita bikin kalau Salsa udah ngejual aku sama Doni. Dan Doni harus pura-pura jadi kekasih gelap nya Salsa." jawab Nazwa.
"Wah bener juga nih! Tapi apa kamu yakin kalau misalnya Si Tua Bangka itu bakalan percaya sama kita?" tanya Maya ragu.
"Kenapa enggak? Bukan nya selama ini Si Tua Bangka itu percaya aja yah sama Mama?" balas Nazwa.
Maya pun tersenyum bangga dengan kejeniusan Putri nya itu.
*****
Dan berawal dari situlah. Maya pun langsung melancarkan aksinya.
Kebetulan Ayah Salsa saat ini tengah berada di ruangan makan. Membuat Maya merasa bahwa kemenangan berpihak padanya.
"Mah! Mama dari mana aja?" tanya Ayah Salsa kepada Maya.
"Pah! Hiks, hiks! Hiks." Maya pun berlutut di bawah kaki suaminya.
"Eh, eh! Kenapa ini Mah?" Ayah Salsa panik dan mencoba untuk membantu Maya berdiri.
"Iya kenapa dengan Nazwa?" tanya Ayah Salsa panik.
"Nazwa. Dia di jual sama Salsa, demi mendapat kan uang. Padahal kami berdua selalu bersikap baik sama Sasa. Tapi kenapa Sasa tega pa? Hiks, hiks!" dengan tangis yang di buat setragis mungkin. Dan bisa membuat siapa saja yang melihatnya nya pasti akan akan percaya dengan semua Drama yang di buat oleh Maya.
Kalau saja ada perlombaan Drama. Maya pasti juaranya.
"Enggak, enggak mungkin. Kamu jangan sembarangan. Putri ku mana mungkin bisa berbuat kotor seperti itu." ancam nya.
Maya menggeleng. Dengan pelupuk mata yang di banjiri air mata kebohongan.
"Cepat masuk!" ucap salah satu body guard masih terus menggeret Doni yang sudah babak belur. Dan Bodyguard itu pula juga ikut dalam aksi drama kebohongan Maya.
Membuat Ayah Salsa pun mengalihkan pandangan nya ke arah pintu Utama dan melihat Nazwa yang saat ini berpenampilan acak-acakan serta baju yang sudah robek sana-sini. Dan seorang pria tambun yang wajah nya babak belur di seret paksa oleh Bodyguard itu.
Ayah Salsa membuka kaca matanya. Ia begitu tak percaya dengan semua ini.
__ADS_1
"Maaf Boss! Pria ini adalah kekasih gelap nya Nona Salsa. Dan Nona Salsa sudah menjual Nona Nazwa dengan kekasih gelap nya sendiri demi mendapatkan uang. Kalau Boss tidak percaya, Boss bisa menanyai nya langsung. Dan saya juga membawakan foto-foto yang bisa jadi barang bukti, kalau memang Boss masih belum percaya." ucap Sang Bodyguard menyerahkan sebuah amplop cokelat ke pada Ayah Salsa.
Ayah Salsa pun menerima Amplop itu dengan tangan yang bergetar. Berharap bahwa itu tidak mungkin. Tapi semuanya terjawab sudah lewat isi amplop tersebut.
Dan nampaklah foto-foto dimana Salsa tengah berjabat tangan dengan Doni serta Nazwa yang terlihat pingsan, dan di bopong oleh Doni menuju ke dalam kamar hotel.
Dan bahkan yang lebih mengejutkan adalah. Dimana di dalam amplop tersebut terdapat beberapa foto-foto vulgar Salsa yang tengah melakukan hubungan **** dengan Doni.
Dan karna hal itu lah. Yang membuat Ayah Salsa menjadi sangat jijik dan memutuskan tali hubungan dengan Putri nya sendiri. Tanpa mau mencari terlebih dahulu fakta yang sebenarnya. Ia lebih mempercayai Maya, di banding Salsa putri kandung nya sendiri.
Flasback of.
"Cheers" ucap Maya dan juga Nazwa serempak. Lalu keduanya pun langsung membenturkan gelas yang berisi Wine Anggur itu, satu dengan yang lain nya.
"Hahaha!" mereka berdua tertawa bahagia karena akhirnya semua rencanya berhasil.
"Gimana mah? Keren kan rencana aku." kata Nazwa tersenyum bangga.
"Haha! Iya emang kamu itu keren, Perpect.
I LIKE YOU." jawab Maya. Kembali meminum Red Wine nya.
Keduanya saat ini sedang berada di luar. Maya memang sengaja mengajak Nazwa untuk keluar. Untuk merayakan kemenangan mereka. Dan sekarang disini lah mereka berada. Di Restoran atas Bukit Tinggi.
"Haduh! Kasian banget yah Gadis sialan itu.
Padahal kan rencana nya kita cuman mau ngejual Salsa sama Doni. Trus berharap supaya Salsa bisa hamil setelah itu. Dan pasti nya otomatis Salsa bakalan di keluarin dari Kampus dan enggak Lulus. Karena udah merusak Nama Baik Kampus. Dan setelah itu, baru Salsa pasti nya juga bakalan gagal buat jadi Calon Pewaris Keluarga Siregar. Eh! Tau nya ternyata Tuhan itu lebih berpihak sama kita. Padahal rencana awal, kita kan cuman berniat supaya Salsa gagal aja jadi Calon Pewaris. Ini kok malah di coret juga dari daftar Keluarga Siregar. Mana di usir lagi." ucap Maya sambil tersenyum kemenangan.
"Hahaha!" mereka berdua pun langsung tertawa sepuas-puasnya membayangkan kembali kejadian yang terjadi semalam.
"Dan bahkan dengan bodoh nya Mah! Si Tua Bangka itu pakek percaya gitu aja lagi. Padahal cuman di kasi foto begituan. Bloon banget gak tuh? Kan harusnya dia mikir. Kalau Foto itu bisa aja di edit. Ini malah main percaya aja. Miris." balas Nazwa dengan tawa yang menyertai.
"Siapa dulu dong? Nama nya juga dia udah patuh sama Mama, udah kayak anjing yang nurut sama Tuan nya." Ucap Maya sombong.
"Hahahahha!" keduanya masih terus tertawa sepuasnya. Dan untung saja Maya udah menyewa tempat itu untuk mereka berdua secara pribadi. Kalau tidak, bisa-bisa nanti pasti akan mengganggu para pengunjung yang lain.
__ADS_1