
Pagi hari pun telah tiba.
Bella, Dimas dan juga Salsa. Saat ini sedang menikmati sarapan nya di meja makan.
Setelah selesai menikmati sarapan. Salsa pun mengantarkan Dimas sampai ke Mobil.
"Mas pergi yah!" pamit Dimas.
"Iya Mas!" jawab Salsa tersenyum.
CUP. 'Dimas mengecup kening Isteri nya.'
Lalu Dimas pun masuk ke dalam mobil.
"Mbak! Makasih banyak ya!" kata Bella dan langsung memeluk Salsa.
"Iya' Sama-sama!" jawab Salsa.
"Semoga hari-hari kamu menyenangkan!" ucap Salsa.
"Aminn!"
Bella pun juga ikut masuk ke dalam mobil, dan duduk di bagian samping Sopir.
Salsa tersenyum saat melihat mobil Suami nya sudah mulai menghilang dari pandangan nya.
"Semoga kebahagian akan datang secepat nya untuk mu!" lirih Salsa.
Salsa pun masuk kedalam Mansion.
Salsa berjalan menuju ke lantai atas.
Dan masuk ke dalam kamar Bella.
"Kamu bisa kerjakan tugas yang lain!" kata Salsa sambil tersenyum kepada Pelayan Muda yang menjaga Rafa.
"Baik Nona!" jawab Sang Pelayan itu membalas senyuman Salsa. Lalu pergi keluar.
Salsa tersenyum saat melihat Rafa yang sudah mulai aktif. Meskipun Rafa lahir secara Prematur. Tapi perkembangan nya sangat cukup baik.
"Hallo Sayang! Ayo ikut sama Aunty! Kita main-main sama Shireen."
Salsa pun menggendong Rafa, dan membawa Rafa ke kamar nya.
*****
Sementara kini di Perusahaan Enternal Group.
Dimas berjalan di iringin dengan Bella yang ada di belakang nya.
Tentu saja Bella menjadi pusat perhatian di sana.
Dimas pun berhenti di tengah-tengah kerumunan para Karyawan.
"Kenalkan! Ini Bella, Sekretaris saya." ucap nya dingin.
Para Karyawan Kantor pun tersenyum. Dan menunduk hormat ke arah Dimas dan juga Bella.
__ADS_1
Bella pun langsung menundukan kepalanya, membalas sapaan hormat para Karyawan.
"Cantik yah? Sekretaris nya Pak Dimas." bisik salah satu Karyawan di sana kepada teman nya.
Karyawan itu pun mengangguk. Pertanda setuju dengan yang di ucapkan oleh teman nya itu.
"Eh! Gak boleh ngomong gitu! Buk Salsa juga cantika kok. Bahkan baik lagi." kata salah satu Karyawan lagi.
"Bukan gitu maksud gwe! Aku kan gak bilang Buk Salsa jelek Cuman, apa Pak Dimas enggak takut entar Khilaf, atau jatuh cinta gitu! Sama Buk Bella. Apalagi kalau di liat-liat! Buk Bella itu orang baik-baik, dan apalagi sikap nya keliatan dewasa banget.
Beda banget sama Buk Salsa! Yang sikap nya kayak kekanak-kanakan gitu."
"Husss! Udah lanjut kerja! Kok malah gibah sih? Ini masih pagi. Jangan nambah-nambah dosa lah! Biarin juga kenapa sih! Lagian itu urusan nya Pak Direktur. Bukan urusan kalian." ketus seorang Resepsionist yang ternyata tidak sengaja mendengar ucapan beberapa Karyawan itu.
*****
Dimas dan juga Bella masuk ke dalam ruangan CEO.
"Loh! Bukan nya Bapak Direktur ya? Kok masuk kesini?" tanya Bella heran.
Dimas pun langsung membalikan badan nya menghadap Bella.
"Iya! Aku memang Direktur. Tapi Papa udah berhenti ngurusin Kantor. Dan jarang dateng. Jadi sebagai gantinya adalah aku.
Paham?"
Bella pun menganggukan kepala nya.
"Kenapa kamu manggil aku Bapak?" tanya Dimas.
"Ya' Kan ini di Kantor! Masak aku manggil Mas. Kan gak mungkin! Nanti mereka pasti bakalan ngira kalau aku ini Simpenan kamu." jawab Bella.
"Hah!" Bella pun langsung terkejut.
"Aku bercanda." kata Dimas, dan langsung duduk di Kursi kebesaran nya.
"Oh!" Bella mengangguk.
"Cepat periksa berkas-berkas itu! Karena itu penting. Dan harus di tanda tangani saat ini juga." perintah Dimas tanpa mengalihkan pandangan nya dari Laptop yang saat ini ada di depan nya.
Bella pun langsung duduk di meja Sekretaris. Dan mulai mengerjakan apa yang di perintahkan oleh Dimas.
*****
Jam terus berputar. Tak terasa kini sudah Sore, dan jam sudah menunjukan pukul 5 sore.
Dimas melihat ke arah jam tangan nya.
Lalu bangkit, dan berjalan ke arah meja Bella.
"Bella!" panggil nya.
"Ah' Iya!" jawab Bella spontan, dan langsung mendongak kan kepalanya menatap wajah Dimas.
Selama beberapa detik. Dimas dan juga Bella sempat melakukan Eyes Contact.
Keduanya pun langsung sama-sama membuang muka.
__ADS_1
"Em! Kamu enggak mau pulang? Kalau kamu mau tetap tinggal disini yaudah!" kata Dimas cuek. Dan langsung pergi meninggalkan Bella.
-
Bella berjalan mendatangi Dimas yang saat ini sedang berada di parkiran.
"Maaf Mas! Karena aku agak lama. Jadi Mas nya nunggu! Aku tadi ngeberesin berkas-berkas nya dulu." jelas Bella.
Dimas pun mengangguk paham. Lalu membuka pintu mobil. Dan masuk ke dalam.
Namun saat Bella hendak masuk. Bella malah melihat seorang Pria remaja yang duduk di samping Sopir.
"Maaf Mbak!" ucap Sang Pria.
"Loh! Kamu siapa? Kok bisa disini?" tanya Bella heran.
"Terus saya duduk dimana dong?" sambung nya lagi.
"Disitu!" kata Sang Pria menunjuk ke arah Belakang.
Bella pun langsung menoleh kan kepalanya. Dan melihat Dimas yang saat ini sedang sibuk dengan Hp nya.
Namun, tiba-tiba saja Dimas pun menatap ke arah nya. Dan membuat Bella langsung spontan hendak mengeluarkan kepalanya. Namun kepala Bella malah kejedot.
"Aduh!" ringis Bella mengusap-usap kepala nya.
"Kamu turun gak! Aku mau cepet-cepet pulang." kata Bella masam kepada Pria Remaja itu.
"Biarkan dia tetap di situ! Karena dia Perusahaan ku yang beberapa hari ini terbengkalai. Sekarang jadi kembali Normal, hanya dalam waktu yang singkat.
Jadi, aku berniat ingin mengajak nya makan malam hari ini juga." kata Dimas datar.
"Loh! Jadi aku?" tanya Bella menunjuk ke arah diri nya sendiri.
"Ya' Naik di belakang sama Den Dimas lah Mbak Sekretaris! Apa susah nya sih? Lagian Mbak nya juga kan Istri nya Tuan Muda. Ini udah di luar jadwal kerja lho!" sahut Pak Sopir yang akhirnya buka suara.
Bella menatap ke arah Dimas. Dan Dimas yang mengerti arti dari tatapan Bella pun langsung menganggukan kepalanya.
Dengan terpaksa, Bella pun akhirnya duduk di belakang bersama Dimas.
*****
Disepanjang perjalanan. Bella dan juga Dimas sama-sama merasa canggung.
Hingga akhirnya Mobil pun sampai di sebuah Restoran Mewah dan juga bergengsi. yang letak nya di tengah-tengah Kota besar.
Bella memandang kearah luar. Melalui jendela yang ada di samping Dimas. Karena posisi Restoran nya Tepat berada di sisi samping Dimas.
Saat Bella masih terus menatap kagum Rastoran mewah itu. Ternyata Dimas saat ini tengah memperhatikan wajah Bella.
Beberapa detik kemudian. Bella pun hendak mengalihkan pandangan nya. Namun tidak sengaja. Tatapan Bella malah terpaku pada tatapan Dimas yang saat ini begitu Intens menatap ke arah nya.
Tatapan keduanya seakan-akan menusuk sampai ke dalam jiwa, dan begitu lekat.
Hingga akhirnya tatapan keduanya pun terlepas saat Pria Remaja itu memanggil Dimas.
"Pak! Jadi makan kagak sih? Ntar aja dah kalau mau mesem-mesem nya! Di kamar aja! Gua udah laper nih!" Kata nya enteng tanpa rasa berdosa sedikit pun.
__ADS_1
"Ekhem!" Dimas pun berdehem untuk menghilang kan kecanggungan.
Dan begitu pun juga dengan Bella yang saat ini sudah salah tingkah. Dan memutuskan untuk keluar dari dalam mobil terlebih dahulu. Baru disusul oleh Dimas.