
Dimas memarkirkan mobil nya di halaman Mansion. Ia keluar dari mobil, dan meraih Hp dari saku nya.
"Masih jam 5" gumam Dimas, dan Dimas pun langsung masuk ke dalam.
Dimas menaiki anak tangga, menuju ke Kamar Utama. Namun saat Dimas membuka pintu kamar nya. Ternyata sudah ada Salsa yang juga hendak keluar dengan membawa baju kemeja nya.
"Kamu udah pulang Mas?" tanya Salsa pelan.
"Iya" jawab Dimas canggung.
"Tumben kamu subuh-subuh gini udah mandi aja? Mana keramas lagi."
"Aku gerah! Karena semalem lembur seharian. Jadi, biar Fress aja!" jawab Dimas ragu-ragu.
"Yakin kamu?" tanya Salsa menelisik.
"Kamu gak percaya sama aku?"
"Bukan gak percaya!"
"Trus tadi itu apa? Ini masih Subuh lo! Suami baru pulang, harusnya itu di sambut sama senyuman manis. Bukan sama muka jutek kamu yang selalu curiga ke aku." tekan Dimas.
Salsa menggeleng.
"Aku gak curiga Mas! Aku cuman nanyak sama kamu, bukan curiga." ucap Salsa pelan.
"Mana ada orang nanyak kayak gitu." kata Dimas dengan nada yang sudah mulai mengeras, karena terpancing emosi.
"Pelan kan suara kamu Mas!" tekan Salsa.
"Kamu jangan bikin Putri aku nangis! Asal kamu tau Shireen baru aja tidur." sambung nya lagi.
"Ibu macam apa kamu?"
"Diam!" bentak Salsa, dan langsung membuat Dimas tak bisa berkutik.
"Kamu enggak tau apa-apa Mas! Jadi jangan menyalahkan!" tekan Salsa dan langsung menarik tangan Dimas ke luar kamar.
"Mas! Aku mau nanya baik-baik sama kamu. Kamu harus jujur ke aku!" ucap Salsa dengan penuh penekanan.
"Apa? Kamu mau tanya apa? Yaudah, tanya aja!" balas Dimas.
"Kamu selingkuh kan?"
"Jaga mulut kamu! Ini yang kamu bilang kalau kamu enggak curiga sama Suami kamu." bentak Dimas.
"Stop!" bentak Salsa tak kalah keras nya.
Salsa langsung melemparkan kemeja putih yang di pegang nya itu tepat di muka Dimas.
__ADS_1
"Ini apa? Kalau kamu gak selingkuh. Terus ini apa?" bentak Salsa dengan nafas yang memburu.
"Cium!" bentak Salsa.
"Wangi siapa itu?" tanya Salsa pelan.
"Kamu gak bisa jawab kan?" tekan Salsa lagi.
"Karena aku tau itu pasti Wangi Parfum milik wanita lain! Itu bukan Parfum aku Mas! Istri mana yang gak cemburu dan gak curiga waktu ngeliat Suami nya wangi Parfum cewek lain. Dan kamu gak biasa-biasa nya Lembur di Kantor, kamu itu gak pernah Mandi, apalagi pakek acara basahin rambut Mas." bentak Salsa.
"Siapa wanita itu Mas? Pasti gara-gara wanita itu kamu jadi berubah kan sama aku. Kamu jadi sering marah-marah, dan gak bisa ngontrol emosi kamu buat aku."
"Cukup Salsa!" bentak Dimas.
"Kamu tau? Kamu itu kayak orang gak waras tau gak? Kamu udah gak waras kayak nya? Sampek-sampek cuman masalah Parfum gini aja trus kamu masalahin! Trus kamu besar-besarin." kata Dimas dan hendak masuk kedalam kamar.
Namun Salsa langsung menarik baju belakang Dimas.
"Mau kemana kamu?" tanya Salsa.
"Urusan kita belum selesai." tekan nya lagi.
"Urusan yang mana Salsa?" bentak Dimas.
"Kamu Amnesia yah?" tanya Salsa pelan.
"Kamu yang Amnesia!" tunjuk Dimas ke arah muka Salsa.
"Oke! Aku akan buktiin. Tapi kalau nanti misal nya aku enggak terbukti bersalah. Maka apa balasan buat kamu?"
"Apa aja Mas! Kamu bisa lakuin aku sesuka hati kamu. Tapi itu jika kamu bener-bener gak bersalah! Ta..."
"Kamu Istri durhaka!" potong Dimas.
"Stop!" bentak Salsa.
"Aku belum selesai bicara Mas!" tekan Salsa.
"Tapi kalau misal nya kamu bener-bener Selingkuh. Maka malam ini cerai kan aku! Aku gak mau punya Suami pengkhianat. Karena Pengkhianat itu gak pantas hidup di Dunia ini. Mereka itu pantas nya MATI." tekan Salsa.
"Kamu itu bisa gak sih jadi Istri yang nurut sama Suami nya?" kata Dimas.
"Aku udah nurut Mas! Kurang nurut gimana lagi aku buat kamu?" tanya Salsa pelan.
"Kamu nurut dari mana nya? Hah! Mana ada Istri nurut itu yang enggak percaya sama omongan Suami nya." kata Dimas membalikan tubuh dan membelakangi Salsa.
"Sampai kapan pun aku pasti akan selalu salah di mata kamu! I've studied. I've tried my best to be a mature wife, The wife you desire. Meskipun enggak sesempura Bella. Karena Bella adalah wanita yang selalu kamu bangga-banggain di depan aku. Dan selalu kamu banding-bandingin tentang sikap aku dan juga dia. Dan sekarang aku sangat bersyukur karena Bella udah pergi dari sini." ucap Salsa pelan.
Translate:
__ADS_1
"(Aku udah belajar. Aku udah mencoba sebisa mungkin untuk menjadi Istri yang Dewasa, istri yang kamu idam-idamkan.)"
Salsa berjalan kearah Dimas, dan berhadap-hadapan dengan Suaminya.
"Oke!" tekan Salsa lagi.
"Aku mau sekarang kamu kasih bukti nya ke aku!" kata Salsa menodong kan tangan nya ke hadapan Dimas.
Dimas memukul tangan Salsa dengan kuat.
"How come! Are you crazy?
(Mana bisa! Apa kau gila?)" bentak Dimas.
"You're the crazy one.
(Kau yang gila.)" bentak Salsa menunjuk ke arah muka Dimas.
"If you don't cheat you can.
(Kalau kau tidak Selingkuh kau pasti bisa.)"
tekan Salsa.
"Kamu setres Salsa!" kata Dimas menggelengkan kepalanya.
"Jangan mengulur-ngulur waktu Mas!" bentak Salsa.
"Siapa yang ngulur-ngulur waktu? Aku enggak ngulur-ngulur waktu kok!"
"Aku tau kamu pasti gak punya bukti kan? Maka nya kamu ngulur-ngulur waktu aku." kata Salsa.
"Buat apa bukti? Karena aku gak salah!"
"Makanya kalau kamu gak salah. Buktiin!" bentak Salsa. Kesabaran nya sudah mulai menipis saat ini.
Dimas hendak kembali berbicara. Namun langsung di potong oleh Salsa.
"Apa? Kamu mau bilang aku Stres? Kamu mau bilang aku Gilak? Kamu mau bilang aku Istri Durhaka? Cepetan bilang!" bentak Salsa.
"Asal kamu tau! Aku enggak bakalan mau jadi Istri Durhaka, kalau bukan kamu duluan yang jadi Suami Pengkhianat dan Selingkuh di belakang aku."
"Aku enggak selingkuh Salsa!" bentak Dimas.
"Terus ini apa? Kalau kamu enggak selingkuh buktiin!" kata Salsa dengan nada membentak.
"Kamu tega! Demi wanita lain, kamu tega ngehancurin semua harapan aku. Kamu hancurin Rumah Tangga kita berdua hanya demi keegoisan kamu sendiri."
Salsa mengatur nafas nya sejenak.
__ADS_1
"Maafin aku! Karena aku udah mulai berbicara kasar ke kamu. Awal nya aku udah berusaha buat bersikap lembut. Tapi gak bisa! Dan gak mungkin, aku ngebiarin kamu bahagia dengan wanita selingkuhan kamu itu." tekan Salsa.
"Kamu gak tau kan? Kalau Shireen lagi sakit. Kamu enggak tau kan? Gimana kabar anak kamu sekarang. Papa macam apa kamu? Anak sendiri lagi sakit, tapi kamu enggak tau, dan malah nyalahin aku." ucap Salsa tersenyum miris.