
Salsa keluar dari Ruangan Rawat Ayah nya. Karena saat ini Ayah nya sedang tertidur.
Salsa berjalan lurus kedepan dengan tatapan yang kosong.
Ia terus berjalan, hingga akhirnya pandangan Salsa pun langsung tertuju pada sebuah Taman Rumah Sakit. Langsung saja Salsa bergegas melangkah kan kaki nya ke sana.
Salsa hendak duduk di bangku taman.
Namun, saat Salsa hendak mendudukan bokong nya. Tiba-tiba saja sudah ada Dave yang lebih dulu duduk di sana.
"Hallo Nona manis." ucap nya dengan tersenyum genit ke arah Salsa.
Salsa pun langsung melotot kan mata nya.
"Why? Kamu bisa ada di sini?"
"Sudah ku bilang kalau aku ini adalah Dokter. Tapi kau tidak percaya. Ck, ck."
Salsa pun langsung duduk di samping Dave.
"Lelah?" tanya Dave.
"Yess"
"Aku ada obat nya."
"Apa?"
"Nikah lah bersama ku." kata Dave dengan mengedipkan sebelah mata nya.
"Kan aku sudah bilang. Yaudah ayok! Kamu nya aja yang gak mau, takut sama Suami aku. Dasar! Jadi Fuckboy kok nanggung-nangung." ketus Salsa.
"Nona Muda!" panggil seseorang.
Spontan saja Dave, dan juga Salsa langsung menoleh kan kepala nya kebelakang.
"Oh! Sini sayang." kata Salsa.
Baby Sister itu pun langsung menyerahkan Baby Shireen kepada Salsa.
"Sudah lah! Aku patah hati." kata Dave.
__ADS_1
"Kenapa sih kamu?" tanya Salsa aneh.
"Kukira kamu bohong! Setelah melihat Baby kamu. Aku jadi yakin sekarang. Mana muka nya mirip banget lagi, sama Bapak nya." ketus Dave.
"Loh! Iya dong Om! Nama nya juga aku anak nya. Ya' Jadi mirip dong! Sama Papa aku. Kalau mirip sama muka Om, kan entar Bahaya." jawab Salsa dengan suara menirukan Anak Bayi.
Dan membuat Shireen jadi tertawa gemas. Begitu pun juga dengan Salsa.
Sementara Dave, Ia hanya bisa tersenyum saat melihat Salsa dan juga Shireen tertawa.
"Oh' Ya Dok! Gak papa kan? Kalok aku bawa Shireen ke Rumah Sakit?" tanya Salsa.
"Gak masalah sih. Oh' Ya! Kalau boleh tau. Emang siapa kamu yang lagi sakit? Apa Dimas yang lagi sakit?"
"Ayah aku!" jawab Salsa.
"Oh! Titip Salam yah. Em! Keadaan Beliau baik-baik aja kan?"
"Aku juga gak tau! Ayah terus aja ngomong kalau dia itu gak akan hidup lama lagi. Dan dia bilang kepingin banget ngeliat cucu nya sebelum akhir hayat nya. Dan makanya aku jadi nyuruh Suster buat ngebawa Shireen ke sini." jelas Salsa.
"Kamu yang sabar yah!" kata Dave menepuk pundak Salsa.
"Emang nya Ayah kamu belum pernah ngeliat anak kamu? Padahal anak kamu udah gede begini."
"Apaan gede! Masih juga 6 bulan. Gede dari mana nya?" protes Salsa.
"Oke! Kamu gak usah jawab pertanyaan aku tadi. Karena aku yakin itu pasti masalah Pribadi. Jadi aku merasa gak enak banget." kata Dave.
"Fine." jawab Salsa.
Dave melihat jam yang melingkar di tangan nya.
"Aku duluan ya Sal! Soal nya ada urusan yang belum kelar." pamit Dave.
Salsa menautkan kedua alis nya.
"Sal?" tanya nya.
"Iya! Sal-sa." balas Dave.
Membuat Salsa pun jadi tersenyum.
"Om pergi dulu ya! Baby nakal. Awas kamu! Gara-gara kamu aku jadi patah hati. Tau gak?" kata Dave sambil terus menciumi Shireen.
__ADS_1
"Gak." ketus Salsa membuang muka nya.
"Titip salam yah! Sama Mama kamu. Tapi, jangan bilang-bilang sama Papa. Nanti Om jadi bonyok." bisik Dave kepada Shireen. Namun masih bisa di dengar oleh Salsa.
Setelah itu Dave langsung berdiri.
"Aku pergi ya Sal!" kata nya lagi.
"Iya bawel banget! Pergi tinggal pergi." balas Salsa melotot kan mata nya, dan hendak memukul Dave dengan Sendal nya. Namun Dave sudah terlanjur pergi, dan lari.
Setelah kepergian Dave. Wajah Salsa langsung saja berubah jadi murung.
Ia kembali mengingat semua perkataan Ayah nya tadi.
"Ayah mau minta maaf sama kamu! Ayah sudah gagal menjadi Ayah yang baik buat kamu. Ayah adalah seorang Ayah terburuk di Dunia ini. Seorang Ayah yang lebih mempercayai perkataan orang lain. Di bandingkan perkataan Putri nya sendiri. Seorang Putri yang sudah menganggap Ayah tersebut sebagai Cinta Pertama nya. Namun Ayah tersebut lah! Yang mematahkan semua nya. Maaf kan Ayah! Karena sudah mematahkan sayap-sayap kamu. Sehingga kamu tidak bisa terbang lagi. Ayah mematahkan Sayap-sayap kamu, hingga membuat kamu jadi terjatuh dan tidak bisa bangkit lagi. Dan bahkan Ayah juga menghancurkan semua nya. Ayah menyesal Nak! Seandai nya waktu bisa di putar kembali. Mungkin Ayah bakalan tarik semua ucapan yang telah Ayah Lontarkan dari mulut Ayah buat kamu. Pada Malam kelam itu."
Mendengar perkataan dari Ayah nya. Salsa hanya bisa menggelengkan kepala nya. Dan Salsa hanya bisa menggenggam tangan Sang Ayah dengan sangat erat. Serta di liputi dengan Air Mata yang berlinang di pipi nya.
"Lalu sekarang di mana Maya?" Tanya Salsa dengan nada suara serak.
"Ayah sudah mengusir, dan juga menceraikan nya 1 tahun yang lalu"
"A-Apa! 1 Tahun yang lalu?" Salsa menutup mulut nya karena tidak percaya, sekaligus terkejut.
"Kau benar Nak! Setelah kepergian mu selama 1 minggu. Fakta yang sebenarnya pun terungkap. Dan itu semua karena Ayah tidak sengaja mendengar percakapan Maya dengan Doni. Ketika mereka berdua membicarakan perihal rencana busuk yang di rencanakan kepada mu. Namun percuma saja. Karena Ayah sudah tidak bisa menemukan mu lagi. Jejak mu tidak dapat di temukan, dan hilang begitu saja."
Ayah Salsa menghembuskan nafas nya sejenak.
"Apa Nona tau? Dan semenjak itulah, Tuan selalu memikirkan Nona. Dan bahkan sampai melupakan kesehatan nya sendiri. Tuan jadi sering telat makan, dan juga jarang meminum obat. Karena sibuk mencari keberadaan Nona. Dan sekarang Penyakit yang di derita oleh Tuan sudah merajalela, dan sangat Mustahil untuk di sembuhkan lagi." sambung Pengacara Hendrik.
"Enggak! Enggak, ini gak mungkin. Kenapa Ayah tega nyakitin diri Ayah sendiri?" ucap Salsa dengan terisak.
"Tidak Nak! Ini mungkin adalah hukuman dari Tuhan. Jadi jangan salahkan diri mu atas semua yang telah menimpa Ayah mu ini. Dan juga, Ayah ingin berterima kasih kepada Menantu Ayah! Dimas Raharga. Karena dia sudah mau menjaga kamu, dan juga membahagiakan kamu. Tapi mungkin Suami kamu sedang ada urusan. Makanya dia tidak bisa datang kemari kan? Jadi Ayah akan maklumi semua nya. Dan bahkan dari Informasi yang Ayah dapat. Kalian berdua sudah memiliki seorang Putri yang sangat Jelita. Kalau boleh Ayah minta. Bisakah Ayah melihat Cucu Ayah sebelum Ayah tiada?"
"Ayah jangan ngomong gitu. Ayah harus kuat oke! Dad can do it. Hold on for me! Please! Don't you want to see your grandson grow up? Also, doesn't Daddy want to take Shireen out to play, and teach her to walk? (Ayah pasti bisa. Bertahan lah demi Aku! Kumohon! Apa Ayah tidak ingin melihat Cucu Ayah tumbuh besar? Dan juga, apa Ayah tidak ingin mengajak Shireen bermain, dan mengajari nya berjalan?) " ucap Salsa dengan air mata yang terus saja mengalir deras.
"Of course I want to! In fact, really want to. But circumstances say otherwise. (Tentu saja Ayah ingin! Bahkan, sangat ingin. Namun keadaan berkata lain.)" Balas Ayah Salsa, dengan tangan yang mengelus rambut panjang Putri nya itu.
):
Salsa menghapus air mata nya, saat Ia tersadar dari lamunan nya itu. Salsa menatap wajah Sang Putri yang saat ini juga sedang menatap nya bingung.
__ADS_1