BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Salsa kembali


__ADS_3

TOK...TOK...TOK...


'Suara pintu Apartemen di ketuk'


Salsa memberhentikan aktivitas nya sejenak lalu berjalan ke arah pintu, lalu membukanya.


Tampaklah seorang Pria yang sangat di cintai nya itu, berdiri di ambang pintu. Dan terus menatap kearahnya. Sambil tersenyum.


Salsa memasang wajah datar, dan tidak berniat sama sekali untuk membalas senyuman Dimas.


Salsa hendak kembali menutup pintu nya. Tapi tangan Dimas langsung spontan mencegah nya. Dan menerobos masuk ke dalam.


"Mama menelpon ku, dan mengatakan kalau kau akan pulang hari ini."


Salsa mengabaikan kehadiran Dimas, dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Setelah selesai membereskan semua koper, Salsa hendak menarik koper itu keluar.


Tapi sebelum itu, Dimas sudah lebih dulu mengambil koper nya. Lalu membawa nya keluar.


"Jangan menggangguku!" bentak Salsa.


"Aku hanya ingin membantu mu." jawab Dimas.


"Aku tidak membutuhkan bantuan mu. Lagian aku tidak menyuruh mu untuk datang menjemputku."


"Maafkan aku! Karena ini semua memang keinginan ku. Aku terlalu gembira ketika mendengar kabar bahwa kau akan pulang ke Mansion."


Salsa tidak menjawab, dan langsung melangkahkan kaki nya keluar. Meninggalkan Dimas seorang diri.


*****


Dimas langsung membuka kan pintu mobil untuk Salsa. "Masuklah!" ucap nya dengan senyuman tulus.


Salsa mengabaikan Dimas, dan memilih untuk langsung masuk ke dalam mobil.


Di sepanjang perjalanan. Salsa benar-benar membisu, dan tidak mau berbicara. Maskipun Dimas sudah berusaha untuk mengajak Salsa berbicara. Namun setiap kali Dimas bertanya Salsa sama sekali tidak menjawab.


Salsa lebih fokus melihat jalanan lewat kaca jendela mobil. Rasa nya Dimas ingin menangis saat ini juga. Ketika melihat Istri nya sama sekali tidak mau merespon.


"Sayang!" Dimas mencoba memanggil Salsa.


Namun tidak ada jawaban.


Setelah beberapa menit kemudian. Mobil yang di kendarai oleh Dimas akhirnya sampai di Mansion.


Sudah ada Bik Sum, dan juga Bella yang menyambut kedatangan Salsa di di halaman Mansion.


Salsa langsung saja turun, dan mengambil alih koper dan juga tas yang saat ini dipegang oleh Dimas.


Sementara Dimas, Ia pun tak kuasa untuk melarang nya.


Salsa berjalan menghampiri Bik Sum.


"Bik!" seru Salsa. Dan langsung menghambur ke pelukan, wanita yang sangat di sayangi nya itu.

__ADS_1


Setelah beberapa menit berpelukan


Keduanya pun melepas kan pelukan nya.


"Ya' ampun Non! Akhirnya kamu kembali lagi kesini. Bibi pikir kamu enggak mau pulang, dan udah lupa sama Shireen." ucap Bik Sum terharu.


"Enggak kok Bik! Salsa inget." jawab Salsa.


Mereka berdua pun kembali berpelukan. Namun untuk sesaat mata Salsa melirik ke arah Bella, yang saat ini tengah tersenyum ke arah nya.


Salsa langsung membuang muka.


"Yaudah ayo masuk Non! Bibi udah masak Pancake Cokelat kesukaan kamu."


"Iya Bik."


Bik Sum pun langsung mengambil tas besar Salsa. Dan membawa nya masuk ke dalam.


Sementara Dimas, dan juga Bella hendak mengambil Koper milik Salsa secara bersamaan. Dan tidak sengaja tangan keduanya pun bersentuhan.


Bella langsung menarik tangan nya. Dan merasa sangat canggung.


Hati Salsa terasa nyeri. Saat melihat kejadian nya secara langsung.


Salsa pun langsung mengambil Koper milik nya dari tangan Dimas.


"Makasih! Kalian berdua tidak perlu repot-repot." kata Salsa, dan langsung pergi meninggal kan keduanya.


"Sudah ku bilang! Jangan menampakan dirimu dihadapan Istri ku! Apa kau tuli?" bentak Dimas.


"Dasar tidak berguna! Kau hanya bisa menjadi beban saja." bentak Dimas, dan langsung pergi meninggalkan Bella yang saat ini sedang menangis.


"Kau tidak berubah!" gumam Salsa, yang ternyata melihat kejadian, di saat Dimas membentak Bella, dari balik jendela kaca.


Salsa langsung beranjak menuju ke lantai atas tempat di mana Kamar Utama berada.


Saat Salsa masuk ke dalam ternyata sudah ada Baby Shireen di sana. Yang saat ini masih bermain-main di atas kasur.


Salsa berjalan mendatangi ke arah Baby Shireen. Yang saat ini hanya bisa melambai-lambai kan tangan nya ke arah nya. Salsa pun membaringkan tubuh nya di samping Putri kecil nya itu.


CEKELEK. 'Suara pintu terbuka'


"Non! Ini Bibi bawain makanan." Bik Sum langsung meletakan Nampan nya ke atas meja Sofa yang berada tak jauh dari Kasur.


Setelah meletakan makanan nya ke atas meja. Bik Sum langsung keluar.


Salsa pun bangkit. Lalu duduk di pinggir kasur. Karena tidak ingin mengganggu Putri nya yang saat ini sudah tertidur.


Saat Salsa datang, dan mengajak main Putri kecil nya. Tak lama kemudian Putri kecil nya itu pun tertidur.


Salsa menghembuskan nafas kasar. Dan meraih bingkai Foto pernikahan dirinya dan juga Dimas yang berada di atas nakas.


Tak butuh waktu lama. Salsa kembali meletakan bingkai Foto itu ketempat semula.


Saat Salsa hendak berdiri. Tiba-tiba saja seseorang datang, dan memeluk tubuh nya dari arah belakang.

__ADS_1


"Aku sangat merindukan mu." Dimas semangkin menenggelamkan wajah nya di sela-sela rambut panjang Salsa yang saat ini tergerai.


Menikmati harum dan wangi nya rambut Sang Istri yang sudah sangat lama tidak Ia rasakan.


Salsa mencoba membalikan tubuh nya.


Keduanya pun kini tengah saling bertatap muka.


"Apa kau sudah makan?" tanya Salsa.


Dimas menggeleng. Padahal sebenarnya dia sudah makan bersama Bella, sebelum dirinya menjemput Salsa ke Apartemen.


"Kemarilah! Mari kita makan bersama!" Salsa pun menarik tangan Dimas menuju Sofa.


Untuk menikmati hidangan Makanan yang di bawakan oleh Bik Sum tadi.


Keduanya makan dengan damai, tanpa ada yang bersuara sedikitpun.


Setelah selesai menyatap makanan nya, Dimas langsung menyambar satu helai Tissu untuk mengelap mulut, dan juga tangan nya.


"Mas!" panggil Salsa.


"Hm! Ada apa?" tanya Dimas memandang ke arah Salsa.


"Kau mencintai ku bukan?" tanya Salsa.


"Yess! Tentu saja! Aku sangat mencintai mu." jawab Dimas tersenyum ke arah Salsa.


Sementara Salsa hanya bisa membalas senyuman Dimas dengan senyuman kecut.


"Bisakah kau tinggalkan Bella demi diri ku!"


ucap Salsa dengan nada yang pelan.


Dimas terdiam cukup lama.


"Tidak bisa." kata Salsa


"Bukan! Bukan maksud aku gitu Sayang.


Aku akan tinggalin Bella, tapi bukan sekarang waktu nya." sanggah Dimas.


Salsa hanya bisa tersenyum miris setelah mendengar jawaban dari Dimas.


"Aku sudah menduga nya." lirih Salsa.


Dimas langsung berjongkok di hadapan Salsa .


"Maaf kan aku! Aku memang bersalah karena telah menduakan mu, dan juga telah menikah lagi tanpa seizin dari mu. Tapi percayalah padaku bahwa ini semua bukan dari keinginan ku. Aku dan Bella adalah orang Asing. Kami tidak mengenal satu sama lain."


ucap Dimas yang masih terus berlutut di hadapan Salsa, dan menggengam erat kedua tangan Istri nya itu. Serta air mata yang sudah mengalir deras di pipinya.



Wkwkwk

__ADS_1


__ADS_2