
Bus yang di naiki oleh Salsa kini telah sampai di depan Komplek.
Sherly sudah lebih dulu turun dari Bus, karena memang rumah Sherly lebih dekat dari Kampus, dibandingkan rumah Salsa.
Dengan lunglai Salsa pun berjalam memasuki Komplek Perumahan Elit tersebut.
Ia harus menyiapkan mental terlebih dahulu karena harus kembali lagi masuk ke dalam Neraka.
Salsa membuka gerbong pagar.
Lalu masuk kedalam.
Saat Salsa masuk, Ia terkejut saat melihat Nazwa dan juga Maya yang sudah menyambut nya dengan ceria.
"Tara!" Nazwa merentangkan kedua tangan nya, sambil tersenyum girang. Dan langsung saja Nazwa menarik tangan Salsa dan membawanya ke Kamar.
Nazwa pun mendudukan Salsa di depan meja hias.
"Eh,eh! Apaan sih?" protes Salsa
"Udah kamu tenang aja." jawab Nazwa dan langsung mulai memoleskan bedak, dan juga make up di wajah Salsa.
.......................10 Minutes Later.......................
Salsa pun sudah selesai di Make Over oleh Nazwa.
"Selesai." ucap Nazwa, mengibas-ngibaskan tangan nya.
Ia bercak pinggang.
" Gimana Mah bagus kan?" tanya nya kepada Maya.
Maya meng'Oke kan nya dengan jari๐.
dan tersenyum ke arah Nazwa serta menaik-naikan kedua alis nya.
Nazwa pun membalas senyuman Maya.
"Perpect." gumam Nazwa.
Salsa masih terus memandangi wajah nya di kaca cermin besar.
Bahkan berulang-ulang kali, Salsa memutar tubuh nya, karena sangking tidak percaya.
Melihat penampilan nya saat ini yang sangat memukau.
Saat ini Salsa tengah memakai Gaun berwarna MERAH MARON, dengan Model bahu terbuka, serta rambut yang di cepol ke atas. Membuat penampilan Salsa saat ini menjadi sangat Elegan dan juga Modis.
"OH MY GOD! Apa kah ini aku?" tanya Salsa tak percaya.
"Yes" jawab Maya dan juga Nazwa secara kompak.
"Emang nya aku mau di bawa kemana sih?" tanya Salsa heran.
"Oh!" Maya pun langsung mendekat ke arah Salsa, lalu tersenyum.
"Kita akan menemui Ayah mu" jawab nya.
Salsa menyipitkan mata nya. "Lu enggak boong kan?" Tanya Salsa yang sedikit kurang yakin.
"Ck, ck!" Maya memutar bola mata malas.
"Ya enggak lah! Ngapain juga gua boong ama lu. Kalok enggak mau ikut yaudah. Padahal tadi nya gua udah baik ama lu buat ngajakin kamu ketemuan ama bapak lu itu." ketus Maya dan langsung membalikan tubuhnya hendak pergi.
"Eh, eh! Tunggu!" cegah Salsa.
__ADS_1
Maya pun langsung memberhentikan langkah kakinya. Ia tersenyum menyeringai.
Posisi tubuh nya masih dengan posisi yang sama. Yaitu membelakangi Salsa.
"Aku ikut!" seru Salsa.
Maya pun membalikan tubuh nya, lalu tersenyum ke arah Salsa.
"Oke!๐ Yaudah ayok!" ucap Maya dan langsung menggandeng lengan Salsa.
*****
Saat ini Salsa sedang duduk di kursi penumpang sendirian. Sementara Nazwa dan juga Maya berada di kursi depan.
Dan Nazwa lah yang kini tengah menyetir mobil, sedangkan Maya saat ini tengah sedang sibuk memperbaiki riasan di wajahnya.
Salsa memperhatikan jalanan Ibukota lewat kaca jendela mobil.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan. Mobil yang di kendarai oleh Nazwa kini telah sampai di sebuah Klub ternama.
Ketiga nya pun langsung turun.
"Loh kok bisa disini?" tanya Salsa bingung.
"Ngapain sih? Kok malah ketempat L*nte? Mau ngapain?" protes Salsa dan hendak membuka kembali pintu mobil nya.
"Eh,eh!" cegah Maya menarik tangan Salsa.
"Kamu ngapain masuk lagi? Ayok ikut Mama masuk! Kamu ini kampungan banget sih! Kita itu kesini mau ketemu sama Bapak mu lah.
Karena kebetulan Ayah kamu lagi ada janjian sama Klien nya di sini." jelas Maya sambil terus berjalan kedalam dan menarik tangan mungil Salsa.
"Loh kok bisa?"
"Ya bisa lah! Namanya juga bisnis. Kamu apa enggak liat di tv-tv, kalok para Ceo itu, kebanyakan kalok ketemuan sama Klien pasti di Klub." jawab Maya.
Saat keduanya sampai di dalam Klub. Maya pun langsung membawa Salsa duduk di sofa VIP yang sudah Ia pesan lebih dulu.
Seorang Pelayan Klub pun datang menghampiri Maya.
"Apa ada yang bisa di bantu?" tanya nya Sopan.
"Seperti biasa " jawab nya.
Lalu Maya pun beralih menoleh ke arah Salsa. "Apa kau ingin minun?" tanya Maya.
"Ah' A-aku tidak! Aku pesan jus Orange saja!"
"Baik Nona" Pelayan itu menundukan kepalanya sopan, lalu pergi.
Salsa celingak-celinguk menatap keselilingnya.
"Ada apa? Apa kau mencari keberadaan Ayah mu?" tanya Maya yang mengerti arti dari kebingungan Salsa.
"Ya' Mana Ayah? Apa kau berbohong?" ketus Salsa.
Maya tersenyum. "Untuk apa aku berbohong pada mu? Ck. Membuang-buang waktu ku saja."
"Lalu mana Ayah?"
"Sabarlah sebentar! Mereka masih di perjalanan. Minum lah dulu jus mu itu!" kata Maya.
Pelayan datang membawa minuman yang di pesan oleh Maya tadi, beserta jus Orange milik Salsa.
Salsa mengambil jus nya dan langsung Ia minum sampai habis. Karena Salsa memang sudah sangat haus dari tadi.
"Nazwa!" panggil Maya.
__ADS_1
"Hem!" jawab Nazwa tanpa mengalihkan pandangan mata nya dari Hp yang saat ini di main kan oleh nya itu.
"A...,"
"Aku pamit mau ke Toilet bentar!" ucap Salsa memotong perkataan Maya.
Dan langsung pergi meninggalkan keduanya.
-
Salsa terus saja berjalan menyusuri lorong Klub. Saat Salsa hendak berjalan persimpangan lorong.
BRUK..... CETAR .....!
"Hah! I'am sorry Mbak?" ucap Salsa langsung berjongkok membantu pelayan tersebut memunguti pecahan gelas kaca di lantai.
"No! Harus nya saya lah yang minta maaf Miss. Saya terlalu ceroboh. Maafkan saya!" balas Sang Pelayan.
Keduanya pun langsung berdiri. Setelah selesai memunguti serpihan kaca tersebut.
Salsa mengambil beberapa uang lembar dari dompet yang di bawa nya.
"Ini ambilah!" ucap Salsa menyodorkan uang yang di ambil nya tadi kepada Pelayan itu.
"T-tidak Miss" tolak Sang Pelayan.
"Ambilah! Tolong Maaf kan aku sekali lagi! Disini aku lah yang bersalah. Jadi maafkan aku!"
Mau tidak mau Pelayan tersebut pun menerima uang itu, karena merasa tidak enak dengan Salsa.
"Terima kasih banyak Miss!" ucap nya sambil tersenyum ke arah Salsa.
Salsa pun membalas senyuman Pelayan itu. "Sama-sama" balas nya.
Salsa pun kembali melanjutkan kembali langkah kakinya menuju ke Toilet.
Salsa pun langsung membuka pintu Toilet tersebut.
Uwek... Uwek...Uwek... !
Salsa memuntahkan kembali jus yang Ia minum tadi.
Ia membasuh mulut nya dengan air keran.
Kemudian mengambil tisu untuk mengeringkan nya.
Salsa menyandarkan tubuh nya di dinding Toilet tersebut.
"Apa ini? Kenapa perut ku mual sekali?" Salsa bergumam.
DOR...DOR...DOR...! 'Suara pintu di gedor'
Salsa langsung panik. Ia mencoba untuk diam sebentar, dan tidak mengeluarkan suara.
Setelah beberapa menit kemudian suasana kembali senyap.
Salsa membuka pintu Toilet itu. Ia menongolkan kepalanya ke luar, dan melihat keseliling. Setelah di rasa aman. Secara perlahan Salsa pun melangkah kan kaki nya keluar.
Salsa berjalan mengendap-endap.
Namun baru beberapa langkah. Salsa langsung menghentikan langkah kakinya, karena merasa seperti ada seseorang yang sedang mengikutinya dari arah belakang.
Salsa mencoba untuk membalikan tubuh nya.
Dan.
BRUK.....
__ADS_1
Sesuatu benda berat seperti menghantam pundak nya dengan keras. Hingga mengakibat kan Salsa jatuh pingsan.