
"Salsa!" suara Dimas tiba-tiba saja muncul dari arah belakang.
Salsa yang saat ini sedang berada di dalam kamar pun begitu terkejut saat mendengar suara Dimas yang memanggil nya.
"A-Aku akan menceraikan mu dengan sesuai oleh apa yang kamu ingin kan. Tapi sebelum itu. Apakah aku boleh bertanya sesuatu pada mu?"
Salsa mengangguk.
Dimas pun berjalan mendekat ke arah Salsa. Dan posisi nya saat ini sudah berhadap-hadapan dengan Salsa.
"Pernahkah sekali aja di dalam seumur hidup kamu? Kalau kamu itu merasa bahagia di saat menjalani Rumah Tangga bersama aku." tanya Dimas pelan.
Namun Salsa tidak menjawab. Dan memilih untuk bungkam.
Dimas memandang wajah Sang Istri. Yang mungkin adalah hari terakhir di mana dia akan melihat wajah Istri nya secara langsung.
"Sebelum aku menceraikan mu secara Hukum, dan Agama. Aku meminta satu permintaan! Izinkan aku mencium kening mu 1 kali saja, untuk yang keterakhir kali nya."
"Dimas! Kamu nyiksa tau gak? Mau kamu sebenarnya apa?" tangis Salsa pun akhir nya pecah.
Dimas memalingkan wajah nya karena tidak tahan jika harus melihat Salsa menangis.
Dimas memberikan sebuah Surat kepada Salsa.
"Tanda tangan lah! Dengan begitu kita akan resmi bercerai secara Hukum." kata Dimas pelan.
"Ciumlah kening ku terlebih dahulu! Setelah itu kau pun bisa menjatuhkan Talak kepada ku."
Dimas memegang kedua bahu Salsa.
Dan bersiap untuk mencium kening nya.
Namun, Dimas tiba-tiba saja langsung mundur kebelakang.
"Aku Menalak mu, dan sekarang kau bukan lah Istri ku lagi."
Setelah mengatakan ucapan itu. Dimas langsung pergi berlari keluar.
Saat Dimas sampai di halaman, untuk sejenak Ia menoleh ke arah Kamar Salsa. Hingga sebelum akhirnya Dimas pun masuk ke dalam mobil.
*****
Salsa terduduk lemas di atas ranjang.
Namun beberapa saat kemudian.
"Non!" panggil Bik Sum.
"Iya Bik! Masuk." sahut Salsa dari dalam.
Salsa pun langsung bergegas menghapus air mata nya.
"Hallo Sayang!"
Ayu pun langsung duduk di samping Salsa.
"Tante?"
"Iya! Ini Tante."
Dave langsung mengambil selembar kertas yang ada di samping Salsa, yang ternyata kertas itu adalah Surat Cerai Salsa dan juga Dimas.
__ADS_1
"Ka-Kalian berdua sudah resmi bercerai?" tanya Dave.
"Ya" jawab Salsa singkat.
"Apakah tidak ada rasa untuk mempertahankan Rumah Tangga kalian lagi?" tanya Ayu.
"Enggak Tan! Aku gak mau." jawab Salsa menggelengkan kepala nya.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya Ayu lembut.
"Aku gak tau." jawab Salsa singkat.
"Maukah kamu menikah dengan Dave? Tante tidak akan memaksakan mu. Kakek Dave sangat berharap agar kamu mau menikah dengan Dave."
"Apa aku punya waktu untuk memikirkan nya Tante?"
"Oh! Tentu saja Sayang. Tidak usah terlalu terburu-buru."
"Oh' Ya dimana Shireen?" tanya Ayu.
"Dia ada di kamar nya Tante." jawab Salsa.
"Kalau begitu Tante pamit mau liat Shireen dulu yah!"
Salsa pun mengangguk.
Setelah kepergian Ayu. Dave pun langsung duduk di samping Salsa.
"Salsa! Kamu kenapa ngambil jalan seperti ini? Harusnya kamu pikirin dulu sebelum ngambil keputusan untuk bercerai sama Dimas."
"Semua nya udah menjadi keputusan aku Dave." jawab Salsa.
Salsa pun langsung bangkit dari kasur. Dan pergi keluar.
):
3 Bulan telah berlalu, dan terlewati begitu saja.
Pagi hari.
Saat ini jam menunjukan pukul 6 pagi.
Salsa berjalan keluar.
Namun saat Salsa membuka pintu Utama.
"Hallo Salsa!"
"Dave! Ini masih pagi loh! Kamu udah kemari aja. Ngapain?"
"Aku bawain sarapan buat kamu! Lagian kamu juga, ini masih pagi lho! Mau ngapain?"
"Aku mau jalan-jalan pagi."
Salsa pun langsung pergi meninggalkan Dave.
"Tungguin!"
Posisi Dave saat ini sudah sejajar dengan Salsa.
"Kamu gak sarapan dulu?"
__ADS_1
"Nanti aja Dave! Aku mau jalan-jalan bentar."
"Aku ikut yah?"
"Gak usah basa-basi! Emang nya kalok aku enggak ngizinin kamu ikut, kamu bakalan mau nurutin perkataan aku? Enggak pasti nya! Karena kamu pasti bakalan terus ngikutin aku meskipun aku larang." ketus Salsa.
"Hehe!" Dave hanya bisa nyengir kuda.
Keduanya pun duduk di bangku panjang yang ada di sebuah Taman Kota yang lokasi nya tidak jauh dari Komplek perumahan Salsa.
"Kamu suka banget kesini." kata Dave.
"Gak papa soalnya emang udara nya enak aja di sini."
30 menit waktu berlalu begitu cepat.
"Oh' Ya Dave! Kamu gak kerja?" tanya Salsa.
"Ini bentar lagi!"
'Dave melihat kearah jam tangan nya'
"20 menit lagi." sambung Dave lagi.
"Kalau gitu aku pulang aja ke Rumah! Soalnya Matahari nya udah mulai panas."
Salsa pun langsung bangkit dari duduk nya, dan di susul dengan Dave.
"Aku anter kamu sampek Rumah ya?" kata Dave.
Salsa pun menggangguk.
Kedua nya terus berjalan. Hingga akhirnya Salsa dan juga Dave sampai di depan Gang Komplek perumahan.
"Kamu gak usah nganterin aku sampai kedalam Dave! Kamu kan mau kerja. Lagian mobil kamu kan ada di sini. Aku masuk ke dalam sendirian aja gak perlu di temenin." kata Salsa.
"Kamu yakin?" tanya Dave.
"Ealah, ada orang pagi-pagi udah Pacaran aja. Ini masih pagi Mbak. Masak gak tau diri sih! Lagian Mas Ganteng nya kok mau banget sih sama Janda, udah gitu buta lagi." kata Ibu-ibu Komplek yang tak sengaja lewat.
"Alah! Namanya juga Janda. Palingan Mas nya mau karena di kasih jatah. Heh! Mana ada sih cowok Zaman sekarang yang mau geratisan. Tanpa ada imbalan. Apalagi Pengusaha. Aduh susah! Gak mungkin. Apalagi cewek nya begitu. Palingan juga si Salsa nya cuman di jadiin simpenan doang. Kita nggak tau kalau siapa tau Mas nya udah punya Istri kan?" sambung Ibu-Ibu satu nya.
"Buk jaga mulut kalian berdua ya!" tekan Dave.
"Gak usah belain Mas! Kan emang kenyataan nya begitu toh."
"Salsa bukan simpanan saya! Saya cinta sama dia."
"Alah! Ngaco. Kalau gak simpanan Nikahin dong Salsa nya. Gak berani kan?"
"Mas, Mas! Dari pada sama dia nih! Mending sama anak gadis saya aja."
Setelah puas mencemoh, dan menghina Salsa. Kedua Ibu-Ibu Komplek itu pun langsung pergi. Namun sebelum itu mereka berdua sempat melirik Salsa dengan tatapan Miris.
"Salsa jangan dengerin mereka! Mereka itu gak tau apa-apa." kata Dimas memegang kedua pundak Salsa.
Salsa mengelap air mata nya. Dan setelah itu pun Salsa menyingkirkan tangan Dave dari pundak nya.
"Salsa! Kapan kamu punya jawaban nya?" teriak Dave, karena Salsa sudah mulai menjauh.
__ADS_1
Namun Salsa tak mau merespon. Dan lebih memilih untuk melanjutkan langkah nya.
Sementara Dave. Ia hanya bisa menelan sebuah kekecewaan karena Salsa belum juga mau memberi keputusan kepada nya.