
Begadang terus! Sampek Mampus, sampek Tepar. ASEK! 💃
WELCOME TO BACK. MY cerita Pelakor.
Zeyenk Tante! Muach!💋💆♀😘😍❤
......................*******************........................
Salsa menghapus air matanya yang menetes. Lalu pergi meninggalkan Dimas sendirian.
Salsa berjalan menuruni anak tangga. Namun saat Salsa sampai di anak tangga yang terakhir. Salsa malah berselisihan dengan Bella. Yang hendak pergi ke dapur.
"Mbak!" sapa Bella dan tersenyum tulus kepada Salsa.
"Ya" jawab Salsa singkat, dan kembali melanjut kan langkah kaki nya.
-
"Bella! Apa kamu liat di mana Salsa?" seru Dimas dari arah belakang. Bella yang tengah asik mencuci dodot Baby Rafa di Wastafel pun langsung membalikan tubuhnya.
"Mbak tadi tadi jalan keluar Mas." jawab Bella.
"Oh yaudah makasih!"
Dimas pun langsung pergi.
*****
Cukup lama Dimas mencari keberadaan Salsa tapi tidak juga ketemu. Hingga akhirnya telinga Dimas mendengar suara tawa seseorang dari arah belakang taman Mansion. Dan ternyata orang itu adalah Isteri kecilnya yang saat ini sedang bermain dengan Baby Shireen.
"Sayang!" seru Dimas.
Salsa pun menoleh ke arah Dimas. Dan kembali meletakan Baby Shireen di kereta bayi.
"Kamu di sini sayang?"
CUP! 'Suara kecupan'
Setelah mencium kening Salsa Dimas kembali berkata.
"Kok! Baby Shireen bisa di sini? Bu...,"
"Itu karena kamu terlalu sibuk dengan Istri mu itu Mas. Hingga sampai-sampai kau pun tidak menyadari kalau aku lewat dari belakang kalian untuk mengambil Shireen di Kamar Utama. Di saat kau tengah bercengkrama dengan Bella." potong Salsa yang masih fokus dan mengajak Shireen bermain-main. Sambil sesekali tertawa.
"Aku akan mengajak mu makan malam di luar nanti. Aku ingin meluruskan semua kesalah pahaman ini." kata Dimas menjambak kuat rambut nya karena prustasi.
Salsa tidak menjawab dan lebih memilih diam. Karena lebih baik diam meskipun salah. Dibanding bicara tetapi tetap salah. Tapi setidak nya di saat kita diam. Kita tau di mana letak kesalahan nya. Dari pada bicara. Malah akan semangkin salah.
__ADS_1
*****
Malam hari pun tiba. Sesuai apa yang di katakan oleh Dimas tadi. Salsa saat ini tengah bersiap-siap. Padahal awalnya Salsa bersikeras menolak. Tapi Dimas memaksakan Salsa agar mau makan malam bersama nya di luar. Untuk malam ini.
Dimas terus saja memperhatikan Salsa yang saat ini tengah memoles wajah nya di depan Kaca Meja Rias.
Dimas pun bangkit dari kasur.
"Sudah siap?" tanya Dimas.
Sementara Salsa hanya bisa melengos saat mendengar pertanyaan dari suami nya itu.
Padahal sudah terlihat jelas-jelas. Bahwa Salsa sudah selesai. Tapi dengan bodoh nya Dimas malah bertanya.
"Maaf kan Aku Sasa!" katanya sambil tersenyum jahil.
CUP! Dimas mengecup bibir Salsa. Lalu langsung pergi berlari ke luar.
Salsa mengambil tas selempang nya. Dan menyambar Tissu basah. Dan mengelap bibirnya. Tidak perduli meskipun Lipstick nya harus hilang.
Saat Salsa hendak pergi. Ia kembali membalikan tubuh nya. Salsa mengelus-elus pucuk kepala Baby Shireen.
Tak butuh waktu lama Baby Shireen pun akhirnya tertidur pulas.
Salsa mengembangkan senyuman nya.
Untuk sejenak Salsa mengelus-elus pipi tembem Putri nya itu.
"Tentu saja mirip! Karena aku Papa nya."
suara Dimas dari arah belakang tentu saja mengejutkan Salsa.
Salsa langsung spontan memukul lengan Dimas.
"Rese!" maki Salsa dengan wajah masam, dan langsung pergi meninggal kan Dimas.
*****
Dimas mengendarai mobilnya di tengah-tengah jalan yang sangat padat. Apalagi ini adalah Malam Tahun Baru.
Ada banyak Festival Kembang Api di mana-mana. Dan juga banya pengunjung yang hendak berdatangan, ingin menyaksikan Festival Kembang Api yang hanya di adakan 1 tahun sekali. Sehingga membuat Jalanan Ibu Kota mengalami sedikit kendala, dan juga macet.
Setelah bertempur dengan jalanan Macet. Akhirnya mobil Dimas sampai di sebuah Parkiran yang letak nya tidak jauh dari pantai.
"Ayo kita turun!" suara Dimas langsung membuyarkan lamunan Salsa.
Keduanya pun turun dari mobil. Saat keduanya turun dari mobil. Mereka berdua langsung di sambut oleh terpaan, dan juga sejuk nya angin pantai di malam hari. Serta deburan ombak yang menerjang Bebatuan karang.
Dimas menggenggam erat tangan Salsa.
"Tidak perlu! Kita bukan mau menyebrang." tolak Salsa, dan langsung menyingkirkan tangan Dimas dari tangan nya.
__ADS_1
Dimas hanya bisa menghembuskan nafas kasar. Ketika mendapat penolakan dari Salsa.
Salsa pun berjalan mendahului Dimas, menyusuri pingiran pantai.
Dimas pun langaung segera menyamai langkah kaki Sang Istri nya itu.
"Kenapa kau mengajak ku kesini?" tanya Salsa, tapi dengan pandangan yang fokus ke arah Pantai, bukan nya ke arah Dimas.
"Aku ingin mengajak mu makan malam." jawab Dimas.
Salsa pun langsung menoleh ke arah Dimas.
Dimas pun tak menyia-nyia kan kesempatan itu, dan langsung tersenyum ke arah Salsa. Berharap agar Salsa mau membalas senyuman nya.
Namun sayang. Tidak sampai 3 detik. Salsa kembali membuang wajah nya. Sehingga membuat Dimas menjadi tersenyum hambar.
"Makan malam itu di Restoran, bukan di Pantai." kata Salsa datar.
"Apa kau sudah lapar?" tanya Dimas memberhentikan langkah nya.
Tetapi Salsa malah melanjutkan langkah nya, dan tidak menghiraukan Dimas sama sekali.
Dengan susah payah Dimas pun mengejar Salsa kembali.
"Jangan harap kau bisa membujuk ku hanya dengan membawa ku Dinner di pinggir Pantai." kata Salsa masih dengan wajah datarnya.
Sementara Dimas. Ia hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Bukan!" elak Dimas.
"Aku hanya ingin membuat pikiran mu menjadi rilex, dan juga ini adalah Malam Tahun Baru. Jadi aku mengajak mu kesini untuk melihat Kembang Api." sambung Dimas lagi.
Salsa memberhentikan langkah kakinya. Dan begitu pun juga Dimas yang reflex ikut menghentikan langkah kaki nya.
Kedua alis Salsa bertaut.
"Kembang Api?" tanya Salsa pelan.
"Ya." jawab Dimas senang.
Dimas pun menunjuk ke arah ujung bukit. Yang berada di ujung tepi pantai.
"Nanti jam 12 akan ada Festival Kembang Api disini. Dan mereka akan menghidupkan berbagai jenis Kembang Api di atas bukit sana." jelas Dimas tersenyum sumringah ke arah Salsa.
"Bagaimana kau tau jika aku menyukai Festival Kembang Api?" tanya Salsa heran.
"Ya' Tentu saja aku tau. Dulu kau bersama Ayah mu pasti akan selalu menghadiri Festival Kembang Api setiap tahun nya kan?" jawab Dimas masih dengan senyuman.
Salsa menatap sinis ke arah Dimas.
"Kau bukan nya membuat ku rilex. Tetapi malah semangkin membuat ku tertekan." ucap Salsa dan langsung pergi meninggal kan Dimas.
Sementara Dimas hanya bisa menelan ludah nya sendiri. Saat baru menyadari kalau Ia telah menyebutkan Nama Pria yang sudah di lupakan oleh Salsa selama 1 tahun silam. Dan itu sama saja Dimas mengungkit Masa Lalu Istri nya itu. Dan membuat Salsa jadi kembali mengingat kejadian-kejadian yang sudah lewat. (Lampau).
__ADS_1
"Bodoh banget gue!" Dimas menepuk jidat nya, lalu berlari mengejar Salsa yang saat ini sudah sampai di ujung pinggir Pantai.