
Flasback Of
Salsa saat ini sedang berada di dalam kamar. Ia melamun duduk di sebuah kursi dan menatap keluar jendela.
Dimas yang baru saja masuk ke dalam kamar. Langsung menghampiri Salsa.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Dimas.
"Enggak ada." jawab Salsa.
Dimas pun berjongkok di hadapan Salsa.
Lalu menggengam kedua tangan Istri nya dengan erat. Dan Mencium nya.
"Mas!" lirih Salsa.
"Maafkan aku! Karena belum bisa menjadi Istri yang Mas inginkan. Maafkan aku karena belum bisa bersikap dewasa. Dan bahkan aku selalu menyalahkan Mas. Dan menuduh Mas macem-macem." lirih Salsa. Namun masih bisa di dengar oleh Dimas. Mata nya masih tetap menatap ke arah luar jendela.
Dimas bangun. Lalu menghapus air mata Istrinya yang saat ini tengah mengalir di kedua pipi nya.
Salsa memandang wajah Dimas, dan langsung berdiri memeluk nya.
Mereka berdua berpelukan melepas kerinduan yang sudah lama terpendam.
Mata Salsa terus mengeluarkan air mata. Namun tidak mengeluarkan suara.
"Aku udah tau semua nya Mas! Aku udah tau alasan apa yang membuat Mas terpaksa harus menikahi Bella." ucap Salsa masih terus memeluk Dimas, dengan erat.
Salsa memejamkan mata nya untuk sejenak.
Dimas mengurai pelukan nya.
"Kamu enggak marah?" tanya Dimas menatap dengan Intens mata Salsa.
"Aku enggak marah! Justru aku bangga karena ternyata kamu masih punya hati nurani untuk menolong Bella."
Salsa berjalan ke arah balkon kamar. Dan di ikuti oleh Dimas.
"Maafin aku! Karena waktu itu aku sempet nguping pembicaraan kamu sama Bella.
Aku juga paham! Jika aku berada di posisi Bella. Aku juga enggak tau harus gimana." ucap Salsa masih menatap lurus. Tanpa menoleh ke arah Dimas.
__ADS_1
"Maksud kamu?" tanya Dimas.
Salsa pun langsung menghadap ke arah Dimas.
"Kamu tau? Kalau Rafa adalah satu-satu nya alasan kenapa Bella bisa hidup sampai sekarang. Dia bukan wanita bayaran! Dia di Khianati oleh orang yang di Cintai. Dan di tambah, Bella harus mendapat kecaman dari kedua Orang Tua nya. Kamu bisa bayangkan betapa terpuruk nya dia!"
"Kamu tau dari mana? Kalau Bella di Khianati sama Pacarnya." tanya Dimas.
"Aku tadi sempet ngobrol sama Bella. " jawab Salsa.
*****
Flasback On
Salsa berjalan menuruni anak tangga. Namun saat Salsa melewati kamar Bella. Salsa tidak sengaja melihat pintu kamar nya sedikit terbuka.
Salsa pun masuk ke dalam. Dan terlihat lah Bella yang saat ini sedang menangis, menatap ke arah Bingkai Foto yang Ia pegang.
"Bella!" panggil Salsa.
"Mbak?" Bella pun langsung menyembunyikan Bingkai Foto itu di belakang nya. Dan bergegas untuk menghapus air mata nya.
Salsa pun duduk di samping Bella.
"Mbak ada keperluan apa ke sini?" tanya Bella, mencoba untuk tersenyum.
Salsa pun membalas senyuman Bella.
"Siapa laki-laki itu?" tanya Salsa.
"Hah! E-enggak ada kok Mbak." elak Bella.
"Kamu enggak bisa bohong! Karena Mbak tadi sempat liat wajah nya."
"Dia Ayah nya Rafa." jawab Bella pasrah dengan wajah yang menunduk.
Salsa memegang bahu Bella. Lalu kembali berkata.
"Maafin Mbak ya! Karena Mbak udah berprasangka buruk ke kamu. Mbak waktu itu cuman Syok, dan juga kaget. Dan ternyata di balik kejadian semua ini, ada sebuah alasan yang besar."
Bella menatap tak percaya ke arah Salsa.
__ADS_1
"Aku udah tau semuanya! Aku ngedenger semua pembicaraan kamu, dan juga Dimas waktu di Rumah Sakit." ucap Salsa lagi.
"Aku juga bingung Mbak! Kedua Orang Tua aku sangat membenci Rafa. Padahal waktu itu Rafa belum lahir. Tapi mereka selalu bersikeras untuk menyuruh ku menggugurkan Rafa."
"Apa alasan yang tepat?" tanya Salsa.
"Mereka malu, jika harus punya cucu yang lahir tanpa seorang Ayah. Dan mereka enggak mau jika nantinya Citra mereka akan menjadi buruk karena aku. Dan bahkan mereka tega mengasingkan aku ke Indonesia selama 7 bulan ini."
"Tapi bukti nya Rafa selamat kan sampek sekarang? Dan kedua Orang Tua kamu enggak jadi ngegugurin kandungan kamu." kata Salsa.
"Itu karena aku selalu bersikeras dan berjanji pada mereka. Kalau aku akan nemuin Ayah nya Rafa sebelum aku melahirkan." jawab Bella menangis.
"Memang nya Ayah nya Rafa di mana?" tanya Salsa bingung.
"Ayah Biologis nya Rafa pergi ninggalin aku di acara Pernikahan kami berdua. Dia bahkan mempermalukan Keluarga aku, dengan menyebut kalau aku adalah Pelacur. Dan juga mengatakan kalau aku telah berkhianat dan hamil anak orang lain.
Padahal udah jelas-jelas kalau Rafa itu anak nya dia." jelas Bella terisak.
"Kenapa kamu mau di hamilin sama dia, padahal kamu kan belum nikah?" tanya Salsa syok.
"Aku juga enggak mau! Aku di paksa. Aku enggak tau aku ini bodoh atau apa? Karena aku Cinta banget sama Dia sampai-sampai aku rela ngelakuin apa aja buat dia. Bahkan semua biaya Kuliah dia maupun kebutuhan dia aku yang bayar. Waktu masih di New York.
Aku ngelakuin itu semua agar dia enggak pergi ninggalin aku. Sampai-sampai aku gak sadar kalau ternyata dia cuman mau sama Harta aku aja. Dan sebenernya dia enggak Cinta sama aku."
'Ucapan Bella terhenti sejenak'
Bella pun memandang ke arah Salsa.
"Mungkin Mbak bisa bilang! Kalau aku ini adalah wanita terbodoh di Dunia. Yang rela melakukan apa aja demi orang yang sama sekali enggak nganggep aku ada di Dunia ini.
Hingga akhirnya tiba di mana. Keperawanan aku harus terpaksa aku berikan ke dia. Dan ternyata Bima, dia kerja sama dengan Sahabat aku. Sahabat aku ternyata adalah orang yang di Cintai sama Bima. Mereka berdua ternyata udah lama ngejalin hubungan gelap di belakang ku." kata Bella tersenyum miris membayangkan Kisah hidup nya yang sangat penuh dengan luka.
"Lalu apa alasan kamu sampai bisa-bisa nya ngerelain keperawan kamu demi Pria Brengsek itu." protes Salsa menggeleng kan kepalanya.
"Jangan bilang! Kalau kamu ngelakuin ini semua karena rasa Cinta kamu sama Bima?" tanya Salsa yang merasa tidak puas dengan penjelasan Bella.
"Bukan! Aku gak mungkin ngerelain harga diri aku gitu aja. Semua ini adalah rencana dari Bima. Aku enggak tau! Bima itu Manusia atau bukan. Dia nyuruh Sahabat aku buat ngerekam aku waktu mandi. Demi menjalan kan ambisi nya, untuk mendapat kan Keperawanan aku. Dan dia ngancem aku, dengan rekaman itu. Dia ngancem akan menyebar Rekaman itu di media. Dan otomatis bukan aku aja yang nanggung resiko nya! Orang Tua aku pasti juga akan kena imbas nya.
Dan dengan bodoh nya aku malah rela nurutin kemauan dia buat nyerahin Keperawanan aku. Dengan iming-iming akan menghapus Rekaman Video itu. Dan berjanji akan menikahi aku. Dan bertanggung jawab.
Tapi semua nya Palsu! Dan bahkan yang lebih mengejutkan nya adalah. Aku dapat kabar kalau Bima ternyata adalah Putra dari seorang Pengusaha Sukses, dan juga Kaya Raya di Amerika. Yang tak lain adalah Rival (Musuh Bebuyutan) Keluarga aku sendiri. Dan semua ini adalah rencana Bima untuk ngehancurin Keluarga NIACH."
__ADS_1