
Dimas mendekat ke arah Salsa, dan meraih pergelangan tangan nya.
"Awas! Pergi kamu! Jangan kamu sentuh aku Dimas! Hiks, hiks! Hiks."
"Ternyata, sesosok Malaikat yang selama ini aku anggap sebagai Harapan aku. Ternyata Sesosok itu adalah Iblis, yang berwujud Malaikat. Yang udah, ngehancurin segala nya. Iblis itulah yang membuat Dunia aku hancur Berkeping-keping dan tak tersisa. Ternyata dugaan aku selama ini benar! Kamu selalu pulang malam, dan selalu cuek sama aku, dan ternyata semua alasan di balik perubahan sikap kamu adalah Bella." ucap Salsa pelan, namun penuh dengan penekanan.
"Tunggu..,"
Dimas hendak berbicara. Namun tangan Salsa memberi Isyarat agar Dimas diam.
"Kamu pilih! Aku atau dia?" tekan Salsa.
"Sekali lagi! Aku, atau Bella?" ucap Salsa karena Dimas tak juga kunjung menjawab pertanyaan nya.
Salsa hanya bisa menelan sebuah kekecewaan, karena Dimas tidak menjawab pertanyaa nya.
"Aku kecewa sama kamu Mas! Kamu udah nyakitiin aku, dan disaat aku nyuruh kamu milih antara aku sama Bella tapi kamu malah diam aja. Dan itu sama aja kamu nyakitiin aku berkali-kali lipat."
"Aku ngelakuin ini semua karena aku Cinta sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu. Makanya aku selalu nahan kamu, di saat kamu selalu ingin pergi dari aku. Aku gak mau kamu pergi. Aku cinta sama kamu." lirih Dimas dengan kepala yang menunduk.
"Cinta itu gak berkhinat Mas! Kamu cinta sama aku, tapi kamu berkhianat , dan kamu ngeduain aku. Kamu cinta sama aku, tapi kamu punya simpanan wanita lain di belakang aku. Dan bahkan kamu beliin dia Vila mewah di lokasi Hutan Andaru. Di sebuah Lokasi rahasia." bentak Salsa melemparkan sebuah Tespack ke arah Dimas.
Dan ternyata Tespack itu sudah sejak tadi di genggam oleh tangan nya.
Dimas langsung mengambil Tespack itu dari lantai. Dan terlihat ada 2 garis merah disana. Yang menyatakan kalau Salsa saat ini sedang hamil.
"Ka-Kamu hamil?" lirih Dimas menatap kearah Salsa dengan tatapan penuh rasa kebersalahan.
"Kamu tau? Hati aku sakit! Perasaan aku hancur! Biar apa kamu beliin Vila untuk Bella? Aku tau! Kamu pasti beliin Bella Vila Rahasia itu. Supaya aku, gak bisa tau keberadaan dia kan?" kata Salsa pelan.
Lalu Salsa pun langsung mengusap air mata nya yang menetes, dan langsung bergegas pergi menuju ke ruangan tamu.
Dan begitupun juga dengan Dimas yang langsung mengejar Salsa.
Salsa mengambil sebuah Amplop kertas berwarna putih, yang ternyata berisikan sebuah hasil USG dari Dokter, tentang pasca perkembangan Janin Salsa, yang kini sudah menginjak 2 bulan.
Salsa membuka nya dan menunjukan gambar hasil USG itu tepat di hadapan wajah Dimas.
"Ini! Kamu tau ini apa kan? Ini adalah hasil dari USG bayi yang di dalam perut aku. Dan aku berniat buat ngasih tau kamu, soal kejutan ini setelah kita selesai makan malam nanti." kata Salsa pelan.
Salsa menghapus air mata nya sejenak.
__ADS_1
Dan setelah itu Salsa pun langsung merobek semua kertas di Amplop itu. Dan melemparkan nya di hadapan Dimas.
Tangis nya pun langsung pecah.
"Kamu tega sama aku! Kamu tega udah ngeduain aku, dan menyembunyikan wanita lain di belakang, tanpa sepengetahuan dari aku. Kamu tau gak apa yang udah aku rasaain setelah tau semua ini?"
'Ucapan Salsa terhenti sejenak'
"Hal yang aku rasaain adalah! Aku ingin pergi jauh dari kamu, dan aku gak ingin nganggep kalau kamu itu ada di Dunia ini. Seandai nya Tuhan ngilangin semua ingatan di dalam pikiran aku, aku pasti bakalan sangat bersyukur karena Tuhan udah buat aku ngelupain kamu."
'Salsa menunjuk dada Dimas'
"Ngelupain orang yang udah ngebuat hidup aku jadi kayak gini.
Hancur!
Kamu tau Dim? Kamu adalah orang yang ngebuat aku percaya akan arti Cinta. Tapi setelah kejadian ini aku baru menyadari kalau Cinta itu gak ada! Cinta itu Bulshit. Cinta aku udah mati buat kamu."
Salsa membuang wajah nya dari hadapan Dimas.
"Sekarang aku minta ceraikan aku malam ini juga! Kalau kamu gak bisa milih. Aku minta kamu ceraikan aku." bentak Salsa mencengkram kedua tangan Dimas dengan sangat kuat.
"Kenapa kamu tega Dimas?" lirih Salsa menundukan kepala nya.
Salsa menghapus air mata nya dengan kasar. Lalu Ia pun langsung memyambar kunci mobil yang ada di meja, dan langsung pergi keluar meninggalkan Dimas.
"Salsa!" teriak Dimas dan langsung mengejar Salsa.
Dimas terus mengejar Salsa yang saat ini sedang berlari ke halaman Mansion.
Langsung saja Salsa menghampiri Mobil Dimas dan langsung masuk begitu saja. Lalu mengunci pintu mobil nya.
"Salsa! Buka! Kamu mau kemana? Ini udah malam Sayang. Plis, aku mohon sama kamu dengerin aku! Ini hujan, ini sangat bahaya Salsa." kata Dimas dengan menggedor-gedor kaca jendela mobil nya.
Salsa tidak perduli dengan ucapan Dimas, dan langsung saja Ia melajukan mobil nya di tengah-tengah lebat nya hujan deras.
Ia tidak perduli dengan semua nya.
Di sepanjang perjalanan Salsa terus mengendarai mobil nya, sambil menangis dan membayangkan betapa sakit nya hatinya saat ini.
Di khianati oleh orang yang sangat Ia Cintai. Dan di tambah, dirinya harus di tusuk dari belakang oleh wanita yang selama ini sudah di bantu oleh nya.
__ADS_1
Bisa di bayangkan betapa hancur nya hati Salsa saat ini.
Salsa terus mengemudikan mobil nya di tengah-tengah jalanan hutan. Dan lebat nya hujan.
-
Sementara Dimas. Setelah kepergian Salsa, Ia pun langsung saja mengambil mobil dari Bagasi untuk menyusul Salsa. Karena Dimas yakin, Salsa pasti akan datang ke Vila Andaru.
Dimas saat ini masih fokus menyetir dan memperhatikan jalanan depan dengan sangat berhati-hati.
Karena hujan yang mengguyur lebat. Menyebabkan jalanan menjadi sangat licin, dan sangat sulit untuk di lewati oleh kendaraan.
Mungkin, jika mereka yang tidak pandai menyetir. Bisa saja mobil mereka akan masuk kedalam jurang yang ada di samping kanan kiri jalanan.
Dimas memberhentikan mobil nya, saat melihat mobil milik nya yang di kendarai oleh Salsa kini tengah berhenti di depan nya.
Dimas pun langsung terkejut saat baru menyadari kalau Mobil yang di kendarai oleh Salsa kini telah hancur bagian depan nya karena tertimpa oleh Pohon yang tumbang akibat angin.
"Salsa" lirih Dimas.
Langsung saja Dimas turun, dan langsung menghampiri mobil nya. Berharap agar Salsa baik-baik saja di dalam sana.
Dimas membuka pintu mobil nya, dan langsung menyalakan senter Hp nya. Namun, bukan Salsa yang Ia temukan di dalam sana. Tapi melainkan dar*h yang sudah berceceran dimana-mana.
Dimas mundur secara perlahan kebelakang.
Ia menggelengkan kepalanya berharap agar yang semua yang di lihat oleh nya adalah sebuah mimpi.
Dimas menjambak rambut nya sendiri dengan sangat kuat.
"Salsaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Tamat....
Tapi boong!
wkwkw!
__ADS_1