BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Mulai lah!


__ADS_3

Salsa saat ini sedang berdiri di Pemakaman, beserta dengan seluruh Keluarga besar lain nya. Bima yang berdiri di samping Salsa, dan juga Dave yang dari tadi memperhatikan keanehan di antara kedua insan tersebut.


Salsa yang menggunakan pakaian hitam, serta kacamata hitam nya.


Setelah acara Pemakaman selesai.


Semua orang pun langsung bubar, termasuk dengan Salsa.


-


Salsa melajukan mobil nya.


Namun tiba-tiba saja Salsa melihat mobil Bima di belakang nya yang dari tadi membunyikan Klakson. seolah-olah meminta agar Salsa berhenti.


Bukan nya memberhentikan mobil nya.


Salsa malah semangkin melajukan mobil nya. Hingga terjadilah aksi kejar-kejaran diantara keduanya.


Mobil keduanya pun telah tiba di jalanan Hutan yang sunyi.


SRRRTTTT.....


Mobil Bima memotong Mobil Salsa, hingga mau tak mau Salsa pun akhirnya membanting setir ke kanan karena jarak yang menipis.


Salsa mengatur nafas nya terlebih dahulu, baru keluar dari mobil, dan langsung menghampiri mobil Bima.


Salsa melipat kedua tangan nya di dada.


Semantara Bima, Ia menyalakan sepuntung rokok nya terlebih dahulu. Baru keluar.


"Kau mau membunuh ku?" tanya Salsa.


"Tidak ada guna nya. Apa kau sudah puas? Sudah membunuh Mantan Suami mu sendiri, karena dendam."


"Itu bukan dendam! Tapi itu adalah hukuman untuk seorang pengkhianat." jawab Salsa.


"A-Apa! Kau membunuh Dimas?" suara Dave tiba-tiba muncul dari arah jok bagian belakang mobil.


"Semua pertanyaan mu sudah terjawab bukan?" kata Bima kepada Dave.


Tiba-tiba sebuah mobil berwarna putih menepi, dan turun lah seorang wanita dengan menggunakan jas yang berwarna hitam, datang ke arah mereka.


"Kau sudah mengurus semua nya? Kenapa kau tidak meminta bantuan ku?" rengek Sherly.


"Maafkan aku! Aku memang sengaja." balas Salsa.


"Kau yang membantu Salsa menghilang kan semua jejak ini? Kenapa kau mau membantu nya? Ini kan perbuatan yang kotor." kata Sherly kepada Bima.


"Sudah ku bilang kalau aku tidak membunuh nya." sambar Salsa.


"Tapi kau menekan selang infus nya." kata Sherly dan juga Bima secara bersamaan.


"Sudah tau Suami mu itu sudah sekarat. Kau malah menekan Infusnya, jadi nya dia kan Mati." sambung Sherly.


Sherly menatap Salsa dengan intens.

__ADS_1


"Kau tidak sedih?" tanya Sherly.


"Bohong kalau aku tidak sedih! Jujurly aku pasti sangat sedih. Bagai mana pun juga aku dan Dimas pernah bersama. Kenangan yang tertinggal sangat banyak."


"Tapi lebih banyak kenangan buruk nya dari pada kenangan baik nya." balas Sherly lagi.


"Kau benar! Tapi yang aku sedih kan adalah karena aku tidak jadi membunuh nya dengan tangan ku sendiri. Karena saat aku hendak menancapkan pisau itu, Bima malah melemparkan sebuah vas bunga ke arah tangan ku, hingga membuat pisau nya terjatuh. Dan secara bersamaan nyawa Dimas tidak terselamatkan lagi."


Sherly memegang kedua pundak Salsa.


"Kau terlalu suci! Mungkin Tuhan tidak ingin jika harus membuat tangan suci mu ini ternodai hanya karena Pengkhianat itu."


"Hm!" Salsa mengangguk.


Setelah itu Sherly pun membuka kacamata nya.


"Sherly!" seru Dave.


"What!" Sherly terkejut, dan hendak lari dari sana.


Namun Dave sudah lebih dulu mencekal kedua tangan Sherly.


Salsa dan juga Bima hanya bisa memperhatikan ulah kedua nya.


"Kau! Kau bilang kau ingin ke Luar Negri tapi kenapa kau malah masih disini?" kata Dave.


"Kalian saling mengenal?" tanya Salsa.


"Dia adalah Wanita sialan yang sudah membodohi ku." jawab Dave.


"Mana ada ku bodohi kau." protes Sherly.


"Kau sendiri yang bilang padaku, kalau kau ingin pergi Keluar Negri dan menolak lamaran ku secara mentah-mentah."


"Keluar Negri? Uang saja dia tidak punya." kata Salsa.


"Hehe! Mana ku tahu. A-Aku tidak ingin menikah muda. Aku takut jika nanti nya akan sama seperti Salsa. Makanya aku menolak mu waktu itu." rengek Sherly.


"Aku bukan Dimas Sherly! Aku laki-laki setia. Dan mana mungkin aku bisa sama seperti Dimas."


"Bisa saja! Kau bahkan lebih dari Dimas. Kau mengatakan kalau kau cinta kepada ku, tapi sekarang!"


Salsa tidak jadi melanjutkan perkataan nya.


"Apa! Kau bilang kau mencintai nya? Dia sahabatku bodoh." protes Sherly melotot kan mata nya ke arah Dave.


"Tapi Salsa tidak mencintai ku! Lagian Bima akan menikahi nya." jawab Dave tersenyum kecut.


"Maafkan aku Brother! Sudah ada Sherly." kata Bima sambil menepuk bahu Dave.


Salsa hanya bisa memutar bola mata malas, dan hendak pergi dari sana.


Namun Bima sudah lebih dulu menggendong tubuh Salsa dan langsung membawa Salsa masuk ke dalam Mobil.


Salsa hendak keluar. Tapi pintu Mobil nya sudah di kunci oleh Bima.

__ADS_1


"Bima!" pekik Salsa.


Namun Bima malah melajukan mobil nya tanpa memperdulikan Salsa yang sedang menggerutu tidak jelas.


Bima memberhentikan mobil nya di tengah jalan.


Salsa pun menoleh ke arah Bima.


"Maafkan aku!" kata Bima.


Alis Salsa bertaut.


Bima meraih tangan Salsa, lalu Bima mengambil sebuah salep dari saku celana nya. Bima mengoles kan Salep itu ke tangan Salsa dengan perlahan.


"Apakah sakit?" tanya Bima.


"Tidak!" Salsa membuang muka nya.


"Aku tidak ingin jika nanti nya kau akan masuk penjara jika membunuh Dimas. Keluarga mereka bukan Keluarga sembarangan."


"Apa perduli mu?" ketus Salsa masih memalingkan wajah nya.


"Aku akan menikahi mu! Dan bertanggung jawab atas semua yang telah terjadi. Karena aku Rumah Tangga mu jadi hancur."


"Aku tidak mau! Lebih baik aku menjadi Single seumur hidup dari pada menikah dengan mu." ketus Salsa dan langsung menarik kembali tangan nya.


Bima mendekat dan meraih kepala Salsa, lalu meletakan nya di dada bidang nya.


"I' m Sorry!" lirih Bima mengecup kening Salsa.


"Aku paham dengan apa yang kau alami." ucap Bima lagi.


"Kau ingin menikahi ku atas dasar apa? Kalau hanya atas dasar ingin bertanggung jawab untuk mewakili yang telah Bella lakukan terhadap ku. Mending kau urungkan saja niat mu." kata Salsa pelan.


-


Bima pulang ke Kediaman Keluarga Rubio dengan Salsa yang saat ini tengah menggendong Shireen.


Bima menggengam tangan Salsa dengan sangat erat.


Seluruh Keluarga Rubio yang saat ini sedang berkumpul di Ruangan Keluarga hanya bisa menatap sedih ke arah Salsa.


"Aku akan membawa Salsa ke Amerika!" tegas Bima.


"Ya' Kau benar! Biarkan saja Dave yang di sini. Pergilah ke Amerika! Bawa dia ke sana Nak! Agar Salsa bisa melupakan semua nya." jawab Mr Costra.


Mr Costra pun berdiri, dan menghampiri Salsa.


"Pergilah bersama Bima! Anggap saja kejadian ini tidak pernah terjadi. Mulai lah kehidupan yang baru. Dan tinggalkan yang lama." kata Mr Costra.


Sarah pun berjalan ke arah Salsa.


"Pergi lah Sayang! Semoga kalian berdua bahagia."


Sarah pun langsung memeluk Menantu nya itu.

__ADS_1


TAMAT...


__ADS_2