
Dimas berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit. Setelah Bella selesai di tangani oleh Dokter Ikhsan. Dan saat ini Bella masih beristirahat sesuai arahan Dokter Ikhsan yang menyuruhnya untuk bersistirahat sebentar.
Dimas pun langsung pergi meninggalkan Bella. Menuju ke Ruangan Salsa.
Dimas membuka pintu ruangan nya.
Dan Dimas langsung terkejut saat melihat Istri nya itu sudah sadar dari koma nya.
Salsa saat ini tengah terduduk di ranjang pasien dan menatap ke arah nya dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.
"Sayang!" panggil Dimas. Dan Dimas pun mulai berjalan ke arah Salsa.
CUP. ' Dimas mengecup kening Salsa'
Lalu Dimas pun duduk di pinggir ranjang. Menghadap ke arah Salsa.
Dimas mengelus lembut pipi Salsa.
"Maafin Mas ya!" ucap nya lembut.
Salsa tidak menjawab.
Salsa pun menyingkirkan tangan Dimas dari pipi nya.
"Pergilah Mas! Kalau ada urusan mu yang lebih penting? Pergilah lah! Aku mau istirahat." kata Salsa datar dan langsung merebahkan tubuh nya membelakangi Dimas.
Dimas menjadi sangat bingung.
Dimas hendak kembali berkata. Namun tidak jadi. Karena melihat Salsa yang seperti nya sudah benar-benar tertidur pulas.
Dengan terpaksa pun Dimas akhirnya hanya bisa menghela nafas berat.
Dimas menyelimuti tubuh Salsa. Dan tak lupa mengecup kening Istri nya lagi. Lalu pergi keluar.
Dimas berjalan menuju ke dalam ruangan rawat tempat Baby Shireen berada.
Saat Dimas masuk Ia melihat seorang Suster yang tengah memberi susu kepada Putri nya itu.
"Bagaimana keadaan Putri saya Sus? Dia baik-baik saja kan?" tanya Dimas.
Suster itu pun langsung kembali meletakan Baby Shireen ke dalam kotak Bayi.
"Sangat baik Tuan Muda. Bahkan semenjak Nona Muda bangun dari koma nya. Dan di saat Nona Muda sudah bangun. Nona Muda langsung memberikan ASI nya untuk Baby Shireen. Dan sekarang Baby Shireen kembali lagi jadi ceria." jawab Sang Suster sopan.
Dimas mengangguk paham.
.....................*******************........................
__ADS_1
Sore hari nya.
"Sayang! Apa kau yakin ingin pulang saat ini juga?" tanya Dimas kurang yakin dengan keputusan Salsa.
Salsa mengangguk.
Setelah selesai menyusuni barang-barang.
Keduanya saat ini pun hendak pulang.
Awal nya Dimas tidak mengizinkan Salsa pulang hari ini juga. Tapi Salsa malah mengancam dirinya. Dan mengatakan.
"Jangan membuat ku berubah pikiran Dimas! Jangan sampai jika nantinya aku tidak akan mau kembali lagi pulang ke Mansion mu untuk selama-lama nya."
Ancaman Salsa pun langsung membuat Dimas jadi mengizinkan Istri nya untuk pulang. Dan bahkan Salsa pun menolak untuk menggunakan kursi roda. Padahal kaki nya masih terluka. Namun Salsa tetap gigih menolak. Membuat Dimas menjadi hampir gila. Namun Ia juga takut kalau Salsa nantinya tidak akan kembali bersamanya. Karena Dia telah menolak ke inginan Sang Istri.
Dimas pun menjadi terjebak. Dan mau tak mau. Dimas pun akhirnya menuruti keinginan Salsa.
Dan saat keduanya hendak berjalan keluar. Tiba-tiba saja Mereka berselisihan dengan Bella yang saat ini duduk di kursi roda, dan tengah di dorong oleh Dokter Ikhsan.
Dimas, Bella, dan juga Ikhsan begitu terkejut.
Namun tidak untuk Salsa. Ia hanya menatap datar ke arah Bella.
"Nona! Nona kenapa tidak memakai kursi roda? Nanti luka nya akan kembali bertambah parah. Dan tidak akan sembuh. Nona nanti bisa kehabisan darah." kata Ikhsan syok.
"Tidak perlu! Aku bukan wanita lemah. Lagian biarkan saja luka ku bertambah parah. Karena tidak ada gunanya aku hidup. Dan ada seseorang yang sangat menginginkan kematian ku." jawab Salsa masih wajah datar nya.
Membuat ketiga nya nya pun langsung tersentak kaget. Dan juga Syok.
Salsa langsung pergi meninggalkan ketiga nya. Dimas yang melihat nya pun langsung saja mengejar Salsa.
*****
Bella dan juga Ikhsan sudah sampai di depan Lobi Rumah Sakit. Sudah ada Dimas, Salsa serta seorang Suster yang saat ini sedang menggendong Baby Shireen.
"Maafkan aku Dimas! Aku tidak tau kalau tenyata Salsa akan pulang hari ini juga. Dan lagi pula, kau tidak memberi tahu ku. Dan kau juga lah yang menyuruh ku untuk mengantarkan Bella di depan Lobi Rumah Sakit. Karena sore ini kau akan mengantarkan Bella pulang." bisik Ikhsan.
"Kau menyalahkan ku?" bentak Dimas, namun dengan suara pelan.
Ikhsan menjadi serba salah.
Padahal tadi nya Dimas lah yang mengatakan akan mengantarkan Bella pulang sore ini. Tapi kenyataan nya Salsa juga pulang hari ini. Dan bahkan dengan bodoh nya Dimas tidak mengabari nya.
"Ayo kita pulang!" ajak Dimas merangkul pinggang Salsa dan hendak membawa Salsa masuk ke dalam mobil.
"Tunggu!" cegah Salsa.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Dimas bingung.
Salsa menoleh kan kepalanya ke arah Bella. Dan spontan Dimas pun juga ikut menoleh ke arah Bella.
"Apa kau ingin tetap di sini saja Bella? Apa kau tidak ingin pulang bersama kami?" tanya Salsa datar.
"Tidak Mbak! Terima kasih! Saya akan naik Taksi saja." jawab Bella mencoba untuk tersenyum ke arah Salsa.
Salsa hanya memandang wajah Bella tanpa ekspresi.
"Masuklah!" perintah Salsa.
"Enggak Sayang! Bella kan bisa di antarkan sama Ikhsan. Jadi buat apa harus satu mobil sama kita?" tolak Dimas.
Salsa pun langsung menatap Dimas, dengan tatapan sengit.
"Kau yang mengajak nya kemari. Jadi kau jugalah yang harus membawa nya pulang bukan Ikhsan. Kau tidak bertanggung jawab.
DIMAS." tekan Salsa.
"Tapi Mbak...!"
"Bukan kah tadi nya kau memang sudah berencana untuk mengantarkan Bella pulang? Lalu kenapa sekarang kau malah berdusta." ucap Salsa memotong perkataan Bella. Dan masih menatap Dimas.
"Dari mana kamu tau?" lirih Dimas.
"Itu tidak penting. Yang terpenting adalah.
Aku ingin pulang sekarang juga." jawab Salsa.
Lalu Salsa pun beralih menatap ke arah Bella.
"Masuklah ke dalam mobil. Apa alasan mu tidak ingin pulang bersama? Apakah karena ada aku? Kau tidak ingin satu mobil dengan Madu mu? Dan bukan kah Pernikahan ini cuman salah paham?" tanya Salsa tersenyum miris ke arah Bella.
"Baiklah kalau Mbak enggak keberatan. Aku ikut pulang." jawab Bella.
Salsa tidak mengatakan apa-apa lagi. Dan langsung ke dalam mobil begitu saja.
.......................****************...........................
Mobil Dimas pun secara perlahan mulai menjauh dari Rumah Sakit.
Suasana di dalam mobil hening dan senyap.
Salsa yang saat ini duduk di bagian kursi depan bersama Dimas.
Sementara Bella. Bella duduk di bagian kursi belakang, bersama dengan seorang Suster. Yang sengaja Dimas bawa untuk mengurus Baby Shireen. Selama Salsa menjalani masa pemulihan. Hingga sembuh total.
__ADS_1