BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Bukan Mr Costra


__ADS_3

Pagi hari nya.


Di sebuah Gedung Hotel. Di lantai paling atas. Yang memang sudah di sewa oleh Mr Costra untuk bertemu dengan Rekan Bisnis nya.



"Grandpa! Mana sih Klien nya. Udah musang-musing dari tadi juga gak ketemu tu sama orang nya." protes Dave kesal.


"Mr Costra." panggil seseorang dari belakang.


Dave pun langsung saja membalikan tubuh nya kebelakang.


"What! Tunggu sebentar!" kata Dave kepada Dimas.


Lalu Dave pun langsung menempelkan kembali Hp nya ke telinga nya.


"Kenapa Grandpa tidak bilang, kalau Klien ini adalah Dimas?" kata Dave pelan, namun penuh dengan penekanan.


-


Mr Costra hendak menjawab. Namun telepon nya sudah di matikan sepihak oleh Dave.Tidak mau ambil pusing. Mr Costra pun kembali menyeruput kopi nya, lalu mengambil Koran, dan membaca nya dengan tenang.


-


"Selamat pagi!" sapa Dave canggung.


"Oh! Ternyata anda bisa berbahasa Indonesia. Pagi juga kalau begitu Mr Costra." balas Dimas.


Dan Dimas pun langsung mengulurkan tangan nya. Dan Dave juga spontan langsung menerima uluran tangan Dimas


Kedua nya saling bersalaman.


"Tentu aja gua bisa Bahasa Indonesia. Wong gue lahir di Indonesia. Gimana sih Bapak ini?" batin Dave terus menggerutu.


Dave dan juga Dimas pun langsung duduk di sebuah kursi yang berhadap-hadapan.


"Senang bertemu dengan anda Mr Costra." kata Dimas.


"Haha! Iya." balas Dave grogi.


"Saya kira Mr Costra itu orang nya sudah tua, atau berumur. Tapi seperti nya anda seusia saya."


"Lah anjir! Ni orang ngadi-ngadi. Gua bukan Mr Costra. Itu Kakek gwe." batin Dave.


"Nama saya Dave! Bukan Mr Costra. Itu kakek saya, dan saya di suruh untuk menggantikan Beliau, karena Beliau ada urusan."


"Oh! No Porblem." balas Dimas.


CEKLEK. 'Suara pintu terbuka, dan tampaklah seorang wanita, yang tak lain wanita itu adalah Bella.


Dave langsung saja berdiri dari duduk nya.


"Good morning Mr." sapa Bella.


"Lo Bella kan?" tanya Dave.


Bella dan Dimas pun langsung saling pandang.


"Sorry! But I don't know you.


(Maaf! Tapi saya tidak mengenal anda.)"

__ADS_1


"Alah udah deh! Kagak usah pakek bahasa English-englishan. Sekarang jawab pertanyaan gue. Lu Bella kan?"


"Gue, Dave." kata Dave menunjuk diri nya sendiri.


Melihat Bella yang tidak nyaman. Dimas pun langsung berdiri.


"Maaf Mr! Seperti nya Istri saya tidak nyaman."


"Oh! Jadi Bella Istri Tuan ya?" kata Dave menganggukan kepalanya.


Namun beberapa detik kemudian.


"Hah! Istri?" Dave terkejut bukan main, dan secara bergantian memandang kearah Bella dan Dimas.


*****


Setelah selesai membahas soal Bisnis. Dimas dan juga Bella pun langsung berpamitan kepada Dave.


Dan langsung saja Dave mengambil Hp nya dari saku celana nya.


"Ni anak kemana sih! Giliran di cariin kagak ada. Hilang dianya. Tapi giliran kagak di butuhin dia nongol mulu kayak upil. Ayo! Angkat dong Bim! Gua udah nemuin orang nya ni. Akhhh! Ni orang bener-bener."


Dave pun kembali memasukan Hp nya kedalam saku celana nya. Lalu bangkit, dan pergi dari Ruangan itu.


*****


Saat ini Dimas dan Bella, sedang berjalan menikmati Indah nya suasana di Kota London. Dan bulan ini adalah bulan di mana Kota London memasuki Musim Dingin.


Kedua nya terus berjalan menyusuri Jalanan City London, serta juga dengan Rafa yang saat ini sedang berada di dalam Stroler. Dan tengah di dorong oleh Bella.




"Enggak tau Mas! Aku gak kenal. Tapi kok dia bisa kenal sama aku yah? Cuman kalau dari muka nya aku kayak pernah liat. Tapi udah lupa liat dimana." jawab Bella.


"Bell! Kita kita masuk ke Coffee itu yuk!" ajak Dimas menunjuk ke arah Coffee Shop yang ada di depan mereka.


"Come on." balas Bella.


Keduanya pun langsung masuk kedalam Coffee Shop itu.




Bella dan juga Dimas duduk berhadap-hadapan. Sementara Rafa saat ini sedang memangku Rafa.


Dimas berdiri dari duduk nya, lalu memfoto pemandangan Kota London melalui jendela kaca.


Setelah beberapa kali mengambil gambar. Dimas kembali lagi duduk di tempat nya.


"Kamu ngapain sih Mas?" tanya Bella.


"Oh! Ini aku lagi, fotoin buat Salsa." jawab Dimas.


"What! Harus banget yah?" kata Bella tersenyum miris.


"Kamu tau? Kota London adalah Impian Salsa dari kecil. Dari kecil Salsa selalu bermimpi buat kesini, ngelanjutin Study dia. Tapi, semua Impian gak bisa terwujud sama sekali." jelas Dimas.


"Oh!" balas Bella tersenyum kecut.

__ADS_1


"Iya! Abis ini aku juga berniat bakalan ngajakin Salsa Tour ke sini."


"Terus kenapa kamu semalem gak ngajakin dia aja yang ke sini? Kenapa harus aku?"


Dimas langsung memandang wajah Bella, lalu meletakan Hp nya di atas meja.


"Karena kan ini Bisnis, bukan jalan-jalan." jawab Dimas tersenyum ke arah Bella.


Lalu Dimas pun kembali melanjutkan aktivitas bermain Hp nya kembali.


Untuk sejenak, Bella sering kali melirik ke arah Dimas yang dari tadi hanya asyik bermain Hp, dan bahkan sampai-sampai tersenyum sendiri.


[Dimas: "Welcome to London! Aku udah sampek sayang."]


[Salsa: "Oh' Ya! Kok aku yang seneng ya?🤧"]


[Dimas: "Mengirim Foto"]






[Dimas: "Nanti sore aku bakalan pulang. Kamu siapin barang-barang kamu! Kita Otw besok. Dan kamu bakalan bisa liat langsung, tanpa dari Foto."]


[Salsa: "Seriously? Kamu bercanda Sayang! Mana mungkin. Kamu capek nanti.😔Masak baru pulang terus pergi lagi?"]


[Dimas: "Pliss! 🙏 Itu janji aku buat kamu.😁"]


[Salsa: "Yaudah deh! Aku gak enak nolak nya.👀"]


[Dimas: "Tunggu aku! Oh' Ya! Kamu minta oleh-oleh gak?"]


[Salsa: "Kamu pulang dengan selamat aja, itu udah jadi oleh-oleh buat aku. Wkwk!"]


[Dimas: "🗿 Kalau gitu udah dulu ya! Aku ini mau pulang ke Hotel. Mau beres-beres. Bye!❤"]


Dimas pun langsung memasukan Hp nya ke dalam kantong Jacket nya.


"Udah?" tanya Dimas menatap Bella.


Bella pun langsung mengalihkan pandangan nya dari Dimas.


"Em! Udah." jawab Bella canggung.


"Kalau gitu kita kembali ke Hotel. Soal nya nanti sore kita udah balik ke Indonesia. Dan, sebelum itu aku juga mau nyariin Buah Tangan buat Salsa." kata Dimas.


"Pulang? Kita kan baru aja sehari."


"Iya! Soal nya aku ada banyak urusan yang belum kelar." jawab Dimas.


Bella ingin protes. Namun Ia juga sadar, dan akhirnya Bella pun mengurungkan niat nya. Dan lebih memilih untuk menuruti perkataan Dimas.


*****


Dave masuk ke dalam Apartemen Bima dengan terburu-buru. Karena kebetulan Dave tau Pasword nya, Ia langsung saja masuk menerobos kedalam.


Bima yang saat ini baru habis selesai mandi, langsung membuka pintu kamar mandi nya dan hendak keluar.

__ADS_1


Namun tiba-tiba saja.



__ADS_2