
"Kamu itu bodoh Sa! Harusnya kamu itu mikir sebelum bertindak. Kamu pergi dari Mansion jam 12 malam. Dan kamu sadar gak? Kalau Shireen itu masih kecil. Masih berumur 1/2 bulan. Kamu mempertaruhkan nyawa anak kamu sendiri, hanya demi keegoisan kamu, dan juga kegilaan kamu." bentak Dimas.
"Iya, aku gila! Aku memang udah gila. Dan asal kamu tau aku itu gila gara-gara kamu. Aku gila itu gara-gara ulah kamu yang enggak puas dan enggak cukup dengan satu wanita." jawab Salsa dengan lantang nya.
Ciit... 'Suara rem berdecit.'
Dimas memberhentikan mobil nya secara mendadak.
"Kamu tau? Dan bahkan dengan serakah nya kamu sampai-sampai menginginkan aku untuk mati. Dan supaya kamu bisa hidup berdua sama perempuan jal*ng itu." Bentak Salsa. Dengan di iringi tumpahan air mata yang jatuh secara bersamaan.
Dada Salsa saat ini tengah bergetar hebat. Setelah mengatakan hal tersebut.
"Bukan maksud aku menginginkan kamu mati Salsa. Aku ngomong kayak gitu supaya kamu paham. Dan enggak akan pernah ngulangin hal yang sudah jelas-jelas salah seperti itu, untuk yang kedua kali nya." tekan Dimas.
"Terus memang nya kamu enggak salah? Kamu nikah lagi, dan ngebiarin aku berjuang untuk ngelahirin anak kamu sendirian di rumah sakit. Dan kamu malah senang-senang sama Wanita sial*n itu. Kamu itu memang Anj*ng!"
BRAK.....PRANK.....
Dimas memukul jendela kaca mobil nya dengan sangat kuat hingga membuat kaca Mobil nya jadi pecah. Emosi nya saat ini sudah sampai di puncak. Padahal kaca itu merupakan kaca anti peluru.
Bisa di bayangkan betapa marah nya Dimas saat ini.
Tangan nya mengeluarkan banyak darah akibat terkena serpihan kaca-kaca yang sudah pecah. Dan bahkan wajah Salsa pun sampai terkena serpihan-serpihan kaca nya. Hingga membuat pipi Salsa mengalirkan darah segar akibat tergores pecahan kaca yang terarah ke padanya tadi. Dan untung saja Baby Shireen tidak terkena oleh pecahan kaca itu.
Jantung Salsa seakan-akan berhenti berdetak. Saat menyaksikan Dimas yang saat ini mengepalkan tangan nya. Dan menatap tajam ke arah nya. Dengan mata yang sudah memerah.
Salsa bahkan saat ini tidak sanggup mengeluarkan suara. Serta Bayi nya yang saat ini menangis dengan sangat kencang. Membuat Salsa menjadi ketakutan.
Dengan buru-buru Salsa pun langsung membuka pintu mobil, dan langsung bergegas keluar.
Salsa terus berlari di tengah-tengah jalanan yang sunyi. Dan hanya ada pepohonan besar di sekeliling jalanan itu.
Sementara Dimas masih tetap setia menatap Salsa dari dalam mobil. Sementara Salsa yang saat ini masih terus saja berlari dengan menggendong Baby Shireen. Mulai menjauh dari pandangan Dimas.
__ADS_1
"Akh!" Salsa terjatuh. Di karenakan Sepatu Hels nya terpeleset di tengah-tengah aspal. hingga membuat kaki nya terkilir. Namun hebat nya Salsa masih bisa tetap melindungi Bayi nya agar tidak terjatuh. Dan masih bertahan di gendongan tangan kanan nya.
Sementara tangan kiri dan juga dengkul Salsa tidak sengaja malah terkena bebatuan kerikil yang tajam. Hingga membuat dengkul dan juga tangan kiri Salsa mengeluarkan darah.
Salsa mengusap lembut wajah Putri kecil nya itu. Yang saat ini masih saja terus menangis.
Namun Salsa masih mencoba untuk bangkit. Dan terus berjalan dengan tertatih-tatih menahan rasa sakit. Rasanya saat ini Salsa ingin pergi menjauh dari Dimas. Dan tidak ingin melihat wajah suami nya itu lagi.
Ia tidak perduli dengan kaki nya itu. Semua rasa sakitnya seakan terkalah kan oleh rasa ketakutan nya terhadap Dimas.
Yang membuat Salsa menjadi sangat trauma. Dan Syok.
Tapi saat Salsa terjatuh tadi. Salsa tidak menyadari kalau Dimas saat itu ternyata sudah berada tepat di belakang nya.
Dimas menarik tangan kiri Salsa dengan sangat kuat. Hingga membuat tubuh Salsa berbalik dan menghadap tepat ke arah Dimas.
"Hiks, hiks! Hiks... Lepas!" Salsa mencoba untuk memberontak, meskipun tenaga nya saat ini sudah tidak ada.
Salsa mencoba dengan sekuat tenaga menahan gendongan nya agar Shireen tidak terjatuh.
"Pulang! Kau mau pergi ke mana? Aku sudah katakan! Jika kau tidak boleh pergi ke mana-mana. Dan harus tetap bersama ku!" tekan Dimas masih tetap mengarahkan Pistol nya tepat di kepala Salsa.
"Kumohon!" lirih Salsa dengan terisak.
"Tidak akan! Sudah kubilang tidak. Maka tidak! Apa kau tidak mengerti?" bentak Dimas, dan semangkin menguatkan cengkraman nya.
"Dimas lepaskan!" lirih Salsa.
Badan nya saat ini terasa lemas. Salsa pun langsung memegang pinggang Dimas dengan sangat erat agar tidak terjatuh. Serta menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Suaminya itu.
Pistol yang ada di genggaman tangan Dimas pun seketika langsung terjatuh.
Dan dengan secepat nya Dimas langsung mengambil alih Shireen di tangan kanan nya. Sementara tangan kirinya memeluk tubuh Istri nya dengan erat agar tidak terjatuh.
__ADS_1
"Tuan Muda." panggil Seseorang dari arah belakang.
Dimas tidak menoleh kebelakang. Karena Ia sudah tau kalau orang yang memangil nya itu adalah Dion. Yaitu, Sang Sekertaris.
Karena memang tadi saat Dimas memantau Salsa yang hendak kabur, dari dalam mobil. Dimas langsung menelpon Dion. Untuk datang ke lokasi yang telah di kirim nya melalui WhatsApp.
"Tolong bawakan Putri ku!" perintah Dimas datar. Tanpa menoleh kan kepalanya ke arah Dion.
Dion pun langsung bergegas mengambil alih Shireen ke gendongan nya.
Dan begitupun Dimas. Yang langsung cekatan menggendong tubuh Istri nya itu lalu membawa nya ke dalam mobil.
*****
Di sepenjang perjalanan Dimas masih di liputi dengan rasa bersalah yang menyeruak di dalam pikiran nya, yang saat ini tidak menentu.
"""""""""""""""" ***************** """""""""""""""
...........................................................................
Selama 2 hari ini Dimas tidak bekerja. Dan masih terus setia berada di samping Istri nya yang saat ini masih betah tertidur di ranjang pasien Rumah Sakit.
Ya' Salsa mengalami koma setelah kejadian waktu itu yang menimpa nya.
Hingga membuat Salsa tidak mau terbangun dari tidur panjang nya.
Dokter bilang:
"*Bahwa Salsa kemungkinan sangat sulit untuk terbangun dari koma nya. Karena mungkin saja Salsa akan lebih betah saat dirinya mengalami koma. Karena seperti nya Salsa mengalami tekanan jiwa yang sangat kuat dan juga mendalam. Sehingga membuat Salsa menjadi takut untuk kembali ke Dunia nyata. Dan bisa saja nanti jika memang ada keajaiban yang datang Salsa akan terbangun. Namun bisa sangat memungkin kan akan membuat Salsa menjadi gila.
Maka dari itu ber D'oa saja lah pada Tuhan YME semoga istri Tuan Muda kembali bangun, dengan keadan yang baik-baik saja*."
Pesan Sang Dokter yang menangani Salsa. Kepada Dimas.
__ADS_1