
Malam hari nya.
Dimas Bella dan juga Salsa saat ini sedang makan malam di meja makan.
"Kamu udah siapin semua keperluan kamu untuk keberangkatan kamu besok?" tanya Salsa di sela-sela aktivitas makan nya.
Bella mengangguk. "Udah Mbak!" jawab nya sambil tersenyum.
Untuk sejenak Bella menatap ke arah Dimas. Dan Dimas yang menyadari kalau Bella sedang menatap nya pun langsung kembali mentap Bella.
Karena memang posisi duduk Bella berada di depan Salsa dan juga Dimas.
"Em! Sayang!" panggil Dimas kepada Salsa.
"Hm! Iya!" sahut Salsa menatap ke arah Dimas.
"Aku besok nganterin Bella ke Korea Selatan! Jadi mungkin paling lama selama 1 minggu aku akan kembali lagi kesini." kata Dimas ragu-ragu.
"1 minggu?" tanya Salsa tak yakin.
"Iya! 1 minggu." jawab Dimas menganggukan kepalanya.
"Kamu bercanda deh! Ngapain 1 minggu cuman ke Korea Selatan nganterin Bella?" tanya Salsa dengan nada sedikit tidak senang.
"Aku ada meeting sama klien aku! Yang orang Korea Selatan itu loh! Siapa sih namanya? Aku lupa!" kata Dimas menepuk-nepuk jidat nya sedang mikir.
"Oh! Shi jaeyoung?" sambung Dimas ketika baru mengingat nama Klien nya itu.
"Kamu kenal kan kan sama Shi Jaeyoung?" tanya Dimas.
"Oh! Iya, aku inget. Dia kan yang dapet Istri orang Indonesia itu kan?" tanya Salsa sambil mengunyah Nasi goreng nya.
"Iya! Kan aku juga udah pernah kenalin kamu sama Oppa." jawab Dimas.
"Boleh kan?" tanya Dimas lagi.
"Boleh! Kalok kamu pergi buat kerja aku izinin kok! Tapi kalau untuk hal-hal yang lain. 100% aku pasti enggak bakalan ngizinin kamu."
"Hal-hal lain? Maksud kamu?" tanya Dimas.
" Kalok misal nya kamu pergi ke Korea Selatan itu buat kerja. Aku pasti bakalan ngizinin kamu kok! Tapi kalau tujuan kamu pergi kesana buat selingkuh ya' Aku pasti enggak bakalan ngizinin lah!" jawab Salsa.
Mendengar jawaban dari Salsa membuat wajah Dimas langsung berubah.
"Haha!" Salsa tertawa.
"Muka kamu kok gitu sih?" tanya Salsa.
"Aku cuman bercanda Sayang! Mana mungkin kalau kamu bakalan selingkuh dari aku kan? Lagian aku percaya kok! Sepenuh nya sama kamu." kata Salsa.
Dimas pun hanya bisa tersenyum hambar.
"Oh' Iya! Em! Pakaian kamu mau aku siapin sekarang?" tanya Salsa.
"Iya! Lebih cepet lebih baik." jawab Dimas.
Salsa pun langsung bergegas meninggalkan aktivitas makan nya. Dan Salsa pun naik ke lantai 1 menuju Kamar Utama untuk menyiapkan semua keperluan Dimas.
-
Dimas masuk ke dalam kamar. Dan menutup kembali pintu kamar nya. Lalu Dimas pun menghampiri Salsa yang saat ini sedang menyusun pakaian Dimas kedalam koper.
Dimas melingkarkan kedua tangan nya di perut Salsa.
__ADS_1
Salsa pun langsung mendongakan kepalanya menatap wajah Dimas.
"Apa?" tanya Salsa dengan senyuman yang tak luput dari bibir nya.
CUP.
Dimas pun mengecup bibir Salsa.
"Aku kangen sama kamu! Kamu kangen gak sama aku?" tanya Dimas.
"Kangen gak ya?" goda Salsa.
"Argh!" Dimas berteriak gemas.
Dan langsung menggendong Salsa dan meletakan Salsa di atas ranjang.
Posisi Dimas saat ini sedang berada di atas tubuh Salsa.
"Come on, dear! I really miss your caress.
(Ayo Sayang! Aku sangat merindukan belaian mu)" bisik Dimas.
SKIP.....🙅♀
Karena ini bukan tempat Bok*p.
..............................*****..............................
Dimas saat ini sudah rapi dengan setelan kemeja serta celana jeans nya. Ia sedang berdiri di depan cermin. Dan sedang memasang kancing baju nya satu-persatu.
Sementara Salsa. Saat ini Ia sedang duduk di atas ranjang, dan tengah menyisir rambut nya yang saat ini masih basah. Akibat baru selesai keramas.
"Kamu udah siap?" tanya Dimas.
-
Mereka berdua berjalan di atas anak tangga. Hendak turun ke bawah.
Setelah sampai di lantai bawah. Dimas dan juga Salsa pun langsung berjalan ke arah halaman Mansion.
Dan ternyata! Sudah ada Bella yang menunggu di sana.
"Aku pergi ya Sayang!" pamit Dimas.
CUP.
Dimas mengecup kening Salsa. Dan langsung masuk begitu saja ke dalam mobil.
"Loh! Kok! Bella duduk di samping kamu?
Dan juga, kamu kok enggak bawa Sopir Mas?" tanya Salsa heran.
Bella dan juga Dimas langsung saling pandang.
"Em! Kan barang bawaan banyak Sayang. Jadi kursi di belakang gak ada. Penuh sama barang-barang. Kalok Bella gak duduk di sini! Terus dia duduk dimana Dong? Kalau Mas bawa Sopir! Nanti Mas sama Bella bakalan duduk dimana?" jawab Dimas agak canggung.
"Oh!" Salsa pun mengangguk, dan tersenyum ke arah Dimas.
"Kalau gitu! Hati-hati ya Mas, Bell!" kata Salsa melambaikan tangan nya.
Setelah melihat mobil yang di kendarai oleh Dimas sudah menghilang dari pandangan nya.
Salsa pun langsung masuk ke dalam Mansion.
__ADS_1
*****
Sementara kini di dalam mobil.
"Keramas!" kata Bella pelan.
"Iya! Kamu cemburu?" tanya Dimas.
"Enggak." jawab Bella menatap ke arah Dimas.
"Itu udah Konskwensi nya kalik! Jadi ya' Mau gimana lagi?" kata Bella.
Dimas tertawa kecil saat mendengar ucapan Bella.
"Kamu kan juga entar dapet selama 1 minggu." goda Dimas.
"Apaan sih!" Bella pun langsung mencubit perut Dimas.
*****
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan. Akhirnya Mobil yang di kendarai oleh Dimas pun sampai di sebuah Vila yang letak nya di tengah-tengah perbukitan yang sangat Indah, Sejuk dan juga Asri.
"Ini dimana Mas?" tanya Bella.
"Ini! Kita lagi berada di Vila punya kamu." jawab Dimas.
"What! Kamu apaan sih? Ngaco deh." kata Bella masih belum percaya.
"Ini serius! Kalau kamu enggak percaya. Ayo kita turun!" ucap Dimas bersungguh-sungguh.
Melihat Dimas yang turun dari mobil nya.
Bella pun juga langsung ikut turun dengan menggendong Baby Rafa.
Bella menatap tak percaya dengan apa yang di lihat nya saat ini.
"Kamu seriusan kan Mas?" tanya Bella tak percaya.
"Iya! Anggap aja ini adalah Kado Pernikahan kita. Dari aku buat kamu." jawab Dimas.
"Oh! Sosweet banget kamu. Makasih banyak Ya' Mas! Atas kado nya." ucap Bella terharu.
"Sama-sama"
"Oh' Aku jadi nya gak bisa peyuk kamu! Karena aku lagi gendong Baby Rafa. Nanti kalok aku Peyuk kamu. Nantinya Baby Rafa bakalan penyet." kata Bella manja.
Dimas pun tersenyum melihat ulah Bella yang selalu saja bisa membuat suasana hati nya berbunga-bunga.
CUP.
Dimas mengecup kening Bella.
Lalu mengambil alih Rafa ke gendongan nya.
"Mulai sekarang! Kamu dan Baby Rafa akan tinggal di sini. Ada banyak Pelayan, dan juga Penjaga di sini. Dan soal, Salsa. Kamu jangan kuwatir! Karena Salsa gak bakalan jumpa sama kamu. Karena ini Vila rahasia. Dan juga, Salsa bukan tipe Cewek yang liar kok! Jadi kamu bakalan aman tinggal di sini. Dan, untuk seminggu ini aku akan tinggal sama kamu di sini. Dan setelah itu baru, aku akan membagi waktu antara kamu dan juga Salsa se Adil mungkin." jelas Dimas tersenyum ke arah Bella.
Bella pun membalas senyuman Dimas.
Keduanya pun langsung saja masuk ke dalam Vila mewah itu dengan penuh rasa kebahagiaan.
__ADS_1