
Bella saat ini sedang menatap bayangan nya di depan kaca cermin.
"Semoga!" lirih nya.
Bella pun langsung keluar dari kamar.
Karena Bella memang sudah menitipkan Rafa kepada Bik Sum.
Kebetulan Taksi yang di pesan oleh Bella sudah terparkir di halaman Mansion.
Bella pun langsung datang menghampiri Taksi itu.
-
Di sepanjang perjalanan. Bella terus memikirkan! Apakah Bima mau bertanggung jawab, dan menepati janji nya? Semoga saja Bima berubah pikiran, dan mau membangun Rumah Tangga bersama nya.
Bella menatap ke arah luar jendela. Terlihat lah Gedung-Gedung Pencakar Langit, yang tinggi menjulang.
Setelah beberapa saat kemudian.
Akhirnya Bella pun sampai di sebuah tempat tujuan nya.
Bella berdiri menatap Club yang sangat mewah itu.
'CLUB AKSARA.'
Tulisan yang besar, dan terpampang jelas di bagian dinding atas Club.
Bella memakai Topi hitam nya. Dan langsung bergegas masuk ke dalam.
Namun Sayang. Saat ingin masuk ke dalam Club, ternyata tidak semudah yang Ia pikirkan.
"Maaf Nona! Apakah anda membawa Kartu Undangan nya?" ucap salah satu penjaga.
"Aduh mati gue! Lu gimana sih Bella? Ini kan acara Ulang Tahun! Kenapa lu bisa lupa? Mesti harus bawak Kartu. Kalok gini cerita nya gua mana bisa masuk ke dalem." Bella merutuki dirinya di dalam hati.
Tanpa pikir panjang. Bella pun langsung masuk menerobos ke dalam.
Namun. Para Penjaga itu lebih gesit, dan langsung mendorong Bella. Hingga membuat Bella pun hendak terjatuh kebelakang.
Dan untung saja ada seseorang yang menampung tubuh nya dari arah belakang.
Bella langsung melotot kan matanya.
"Bima!" lirih Bella.
__ADS_1
Bima pun tak kalah terkejut nya, saat baru menyadari kalau wanita itu adalah Bella.
"Bella!" ucap Bima.
Bella langsung saja menghambur ke pelukan Bima.
"Bim! Kamu kemana aja? Plis, kumohon!" ucap Bella pelan.
Bima langsung mendorong tubuh Bella.
PLAK.
Seorang wanita tiba-tiba saja menampar pipi Bella.
Dan wanita itu adalah tak lain. Sahabat Bella yang dulunya telah berkhianat.
Semua orang yang ada di sana pun langsung berbondong-bondong untuk menyaksikan keributan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Kanza!" lirih Bella.
"Kamu jangan kurang ajar ya! Dasar Pelakor! Kamu enggak tau kalau Bima itu suami aku." bentak Kanza.
"Suami?" lirih Bella, dan langsung beralih menatap kearah Bima.
"Kamu udah Nikah? Kamu udah Nikah? Jawab!" bentak Bella mengguncang-guncangkan tubuh Bima.
"Tega kamu Bim! Kamu tega sama aku yang udah berusaha untuk menjadi yang terbaik buat kamu. Meskipun kamu udah mempermalukan Keluarga aku. Tapi aku masih berharap, dan mau memaafkan kamu. Agar kamu mau menjadi Ayah yang baik buat Rafa. Tapi sekarang! Ternyata ini balasan kamu. Kamu bajingan." bentak Bella.
"Hiks, hiks! Hiks..." Bella berjongkok memegangi kepalanya.
"Kamu tega!" lirih Bella.
"Oh! Jadi ini Putri nya Wilson Niach?" ucap seseorang.
Bella mendongak kan wajah nya.
Dan terlihat lah seseorang Wanita Parubaya, serta seorang Pria Parubaya yang saat ini berada di samping Bima.
Bella sudah bisa menebak kalau mereka adalah Kedua Orang Tua nya Bima.
"Kasian yah kamu? Sampek ngemis-ngemis sama Anak Tante. Hanya demi ingin mendapat kan Harta Keluarga Rubio. Dan bahkan, pakek ngaku-ngaku punya anak dari Putra saya lagi. Heh! Menjijikan." cemoh Wanita Parubaya itu.
Bella menatap tak percaya.
"Hei! Kalian semua. Lihat ini! Ini adalah Wanita gila yang sudah mengaku-ngaku sebagai Wanita yang memiliki Anak dari Putra saya, dan bahkan ingin meminta pertanggung jawaban kepada Putra saya, Bima. Sundel ini adalah wanita Pelacur yang ingin menjebak Putra saya, agar nantinya Keluarga Rubio jadi hancur, dan membuat Nama baik Keluarga Rubio jadi tercoreng." sambung Wanita Parubaya itu lagi, menunjuk ke arah wajah Bella.
__ADS_1
Bella tak tahan menyaksikan semua kegilaan ini. Ia memandang wajah Bima. Berharap agar Bima mau menolong nya. Namun seperti nya itu semua hanya akan terjadi di Dunia Khayalan nya saja.
"Nih!" kata Wanita Parubaya itu melemparkan sebuah Cek ke arah Bella.
"Ini ambil!" ucap nya lagi memaksa menaruh Cek itu di genggaman tangan Bella.
Sementara Bella. Dia masih terdiam menatap ke arah Wanita Parubaya itu.
"Kenapa? Apa masih kurang?" Tanya Papa nya Bima.
"Oke! Saya akan kasih kamu uang 500M.
Tapi setelah ini kamu harus jauhin Putra saya Bima! Karena saya tidak sudi memiliki Menantu Pelacur seperti kamu. Dan juga jangan sampai saya lihat kamu mengganggu kehidupan Bima! Dia sudah menikah." tegas Papa Bima, dan langsung menyerah kan 1 buah lembar Cek lagi ke tangan Bella.
Bella menggenggam lembaran Cek itu dengan sangat kuat. Rasanya saat ini dia tidak tahan saat menyaksikan semua penghinaan ini.
Bella berjalan ke arah Bima, dan menatap nya dengan tatapan yang tajam.
"Ya' Aku memang Pelacur, Pelacur yang di paksa oleh mu. Ingat! Lakukan lah sesuka hati mu! Hina aku! Semoga kau tidak akan menyesal di kedepan nya!" bisik Bella tepat di telinga Bima.
Bella langsung pergi meninggalkan kerumunan Orang yang saat ini tengah menatap jijik ke arah nya. Dan tak sedikit pula yang mencemoh Bella, dan bahkan terdengar sampai ke telinga nya. Namun Bella tidak menghiraukan nya.
"Bubar!" perintah beberapa orang Penjaga. Dan membuat semua orang yang berkerumun di sana langsung bubar.
*****
"Tante sama Om masuk duluan Ya! Semoga kamu panjang umur Sayang!"
ucap Mama nya Bima kepada seorang Pria yang seumuran dengan Bima.
Dan orang itu adalah sepupu nya Bima yang ber Ulang Tahun malam ini.
'Cup... Cup... Cup'
Setelah mencium keponakan nya itu, Mama Bima pun langsung masuk bersama Suami nya.
"Puas Lo? Hah! Gua gak nyangka ada Cowok sebrengsek Elu. Yang tega mempermalukan Wanita yang paling dia Cintai. Elu yang nyakitin Bella, gua yang Sakit hati tau gak!" ucap sepupu nya Bima.
"Dan Elu!" 'Sepupu Bima menunjuk ke arah Kanza yang saat ini sedang menunduk'
"Makan tu Cinta! Lu rela berkhianat sama Sahabat lu sendiri demi Cinta yang sama sekali gak pernah ada buat Lo. Bima enggak bakalan pernah Cinta sama lo! Dan dengan bodoh nya Lo mau di manfaatin sama Mama dan Papa nya Bima. Tolol!" sambung nya lagi. Dan langsung pergi begitu saja.
Seluruh teman-teman Bima pun juga langsung ikut menyusul masuk ke dalam Club, bersama dengan Kanza.
Sementara Bima. Air mata nya pun terjatuh saat mengingat Wanita yang di Cintai nya harus menanggung semua Penderitaan yang telah di buat oleh nya, sendirian.
"Tunggu aku! Semoga semua nya belum terlambat!" lirih Bima.
__ADS_1
#Bima Alexander Rubio#