BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela

BERBAGI CINTA: Aku Tak Rela
Takdir


__ADS_3

Salsa mengambil kemeja putih nya dari tangan Dimas.


"Sekarang aku tanya sama kamu. Siapa wanita itu Mas? Aku udah ngomong baik-baik loh sama kamu! Tapi kalau kamu gak mau jawab, dan gak mau ngebuktiin semuanya. Berarti kamu memang Selingkuh." bentak Salsa.


"Gak ada Salsa! Aku gak Selingkuh! Kamu ngeyel yah."


"Aku gak ngeyel, tapi aku yakin kalau kamu Selingkuh." bentak Salsa.


Dimas menggeleng kan kepalanya


"Kamu Fitnah tau gak."


Salsa mencium kemeja putih milik Dimas.


"Aku yakin 100% Kalau ini adalah parfum cewek, Mas! Dan bahkan aku kenal sama bau nya." kata Salsa.


"Ya' Tentu aja kamu kenal. Asal kamu tau, kalau ini itu Parfum nya Bella. Puas!" bentak Dimas.


Salsa menggeleng kan kepala nya.


"Gak mungkin! Kamu Selingkuh sama Bella?"


Bukan nya menjawab pertanyaan dari Salsa. Dimas malah tertawa dengan keras.


"Kamu jawab Mas! Kenapa kamu malah ketawa." desak Salsa.


"Oke, oke! Aku akan jawab."


Dimas pun langsung memegang kedua pundak Salsa.


"Dengerin Mas baik-baik! Mas gak selingkuh sama Bella."


"Terus ini apa Mas?"


"Syuuut!" Dimas menaruh jari telunjuk nya tepat di bibir Salsa.


Dimas menggelengkan kepalanya.


"Aku belum selesai bicara." kata Dimas.


"Kenapa kamu bisa sepolos itu Sayang? Kamu lupa ini kemeja Semalam? Semalam aku baru aja pulang dari Korsel loh!"


"Trus apa hubungan nya sama Bella Mas?" bentak Salsa memukul dada Dimas.


Dimas meraih tangan Salsa, dan menyudut kan Salsa di tembok.


"Waktu itu di saat aku mau pulang ke Indonesia. Bella nganterin aku ke Bandara.


Dan bahkan kami sempat makan siang bersama di Restoran Bandara. Jadi ya' wajar dong! Kalau kemeja aku wangi Parfum nya dia." jelas Dimas.


"Tapi kenapa bisa wangi nya lengket banget Mas? Kamu bohong!" kata Salsa dengan keras.


"Hey, hey! Aku gak bohong! Kamu kok bisa polos banget si Yank? Aku sama Bella kan sempat pelukan, sebagai tanda perpisahan. Parfum nya ya jadi lengket dong."


"Kamu ngapain pelukan sama wanita lain?" protes Salsa.


"Kamu kok gini sih? Gak biasa-biasa nya loh kamu gini! Kamu cemburu ya?" goda Dimas.


"Kamu Posesif banget sih! Kamu cemburuan." kata Dimas memicingkan mata nya.

__ADS_1


Salsa terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi.


Salsa menyibak kan rambut panjang nya kebelakang.


"Maafin aku Mas!" lirih Salsa menunduk.


Dimas langsung meraih dagu Salsa.


"Tatap mata aku! Aku udah maafin kamu."


Salsa dan juga Dimas sama-sama saling bertatapan.


"Aku gak tau kenapa aku bisa Posesif banget sama kamu belakangan ini. Dan juga bahkan aku cengeng banget." kata Salsa pelan.


"Lagian kamu sih curiga mulu! Kan juga emang biasa nya kamu begitu. Posesif, dan juga sering ngambek." ucap nya sambil tersenyum ke arah Salsa.


Dan Salsa pun membalas senyuman Dimas.


"Mas! Maafin aku yah! Sumpah, aku enggak seharus nya curiga sama Suami aku sendiri. Aku salah! Tapi jujur, aku itu bawaan nya emosi terus, dan mau marah terus sama kamu. Gak tau kenapa?"


"Oke! Aku paham kok!" kata Dimas tersenyum ke arah Salsa.


"Trus kamu mau ngasih aku hukuman apa Mas?" tanya Salsa.


"Why? No! Aku gak mungkin tega ngehukum kamu Sayang. Oh' Ya! Kalau soal aku mandi keramas itu. Aku beneran mandi cuman karena aku gerah, dan badan aku jadi seger, dan juga gak ngantuk." jelas Dimas.


"Kamu percaya kan sama aku?" tanya Dimas menatap bola mata Salsa dengan Intens.


CUP. 'Dimas mengecup kening Salsa'


"Sumpah! Perasaan aku gak enak banget Mas. Aku kayak nya udah jadi Istri Durhaka. Kenapa aku bisa segila ini? Dan dengan bodoh nya malah nge Fitnah kamu." ucap Salsa prustasi.


"Sayang! Are you oke?" tanya Dimas.


"Kamu demam Sayang, bibir sama muka kamu pucet banget loh!" kata Dimas panik.


Tanpa basa-basi Dimas pun langsung menggendong tubuh Salsa, dan membawanya ke dalam kamar.


Dimas meletakan tubuh Salsa di atas Ranjang secara perlahan.


Dimas langsung mengambil Hp dari saku celana nya. Bertujuan ingin menelpon Dokter.


"Mas!" lirih Salsa.


Dimas langsung meletakan kembali Hp nya di atas nakas.


"Iya' Kenapa? Apa ada yang sakit?" tanya Dimas lembut, sambil mengelus-elus pucuk kepala Salsa.


"Gak usah panggil Dokter! Aku baik-baik aja kok! Palingan ini cuman kecapean, dan cuman butuh Istirahat."


"Kamu yakin?" tanya Dimas ragu.


Salsa mengangguk.


"Kamu percaya kan sama aku? Aku aja percaya sama kamu." kata Salsa.


"Oke!" jawab Dimas, menuruti permintaan Salsa.


*****

__ADS_1


Dimas saat ini sedang menunggui Salsa dan juga Shireen yang sedang tertidur pulas.


Sementara Ia tengah sibuk dengan Hp nya, dan menyandar kan badan nya di kepala ranjang.


[DIMAS:"Kamu tau? Aku tadi hampir mati! Ketahuan sama Salsa."]


[BELLA: "Loh! Kok bisa? ๐Ÿ˜ณ"]


[DIMAS: "Waktu aku baru aja sampek di. Mansion. Salsa langsung marah-marah sama aku. Dan curiga sama wangi Parfum yang nempel di kemeja putih aku. Dan untung nya, otak aku waktu itu lagi encer. Jadi bisa nyari alasan yang masuk akal.๐Ÿ˜ก"]


[BELLA: "๐Ÿ˜‚ Kasian kamu!"]


[DIMAS: "Loh! Kamu kok malah ngetawain sih! Gimana kalau misal nya hubungan gelap kita ketahuan. Kan jadi ribet Bell."]


[BELLA: "TAKDIR Mas!"]


[DIMAS: "Kalau gitu udah dulu ya Sayang! Aku mau Istirahat. Soal nya capek abis begadang tadi malam sama kamu."]


[BELLA: "Haha!๐Ÿคฃ Makanya gak usah ganas-ganas jadi orang. Rasain tuh! Capek kan jadi nya?]


[DIMAS: "Tapi kamu suka kan?๐Ÿ˜‹"]


[BELLA: "Ih! Demi apapun. Berasa sampek sekarang dong encok nya!๐Ÿ˜ญ Mana sampek tepar lagi. Panas juga kalau kelamaan."]


["DIMAS: "I LOVE YOUโค"]


[BELLA: "I LOVE YOU T๐Ÿ‘€๐Ÿ’•"]


Dimas pun langsung mematikan Hp nya, setelah selesai mengobrol dengan Bella melalu Chat. Lalu Dimas meletak kan Hp nya di atas nakas.


Untuk sejenak Dimas memandang wajah Ayu Sang Istri yang saat ini sedang tertidur nyenyak, dan juga damai.


Dimas pun mulai merebahkan tubuh nya di samping Salsa.


Setelah beberapa menit kemudian. Dimas pun juga ikut tertidur dengan posisi memeluk Salsa.


(:<*****>:)


Demi apa pun kalian merasa aneh gak sih! Sama sebutan nya Dimas๐Ÿ˜ญ


Tante aja sampek bingung. (MAS) Kalian tau kan arti Mas itu apa? Buat yang gak tau Mas itu apa. Mas itu sama arti nya kayak Abang. Gitu gak sih? Soal nya gua juga kurang paham. Gua orang Medan, bukan Jawa asli. Emang Kakek gua asli dari Jawa. Cuman kenapa kagak tau bisa melancong sampek ke Medan. Mungkin orang Perantauan kalik yak!


Nah yang paling membingungkan disini adalah. Mas antara panggilan buat suami dalam bahasa jawa. Atau Mas nama terakhirnya Dimas. Soalnya kan nama terakhir nya Dimas, kan Mas jugak.


sangat Membagongkan๐Ÿ—ฟ. Gua mau ganti nama nya Dimas. Tapi kagak mungkin. Soalnya gua baru sadar waktu gua udah nulis di Bab ke 5. Kan gak mungkin di hapus lagi ๐Ÿ˜ญ


Sedih aku๐Ÿคง. Jadi agak aneh kan? Kalok di bilang "Mas Dimas" wkwk. Kok aku jadi bengek Bund? Tolong!๐Ÿ˜ญ




๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ Happy New Year buat kalian semua yang lagi baca ini.


Ia, kamu ๐Ÿ‘€ yang lagi baca ini. Semoga panjang umur, sehat selalu dan di beri rejeki yang lancar. Semoga Tahun ini, adalah awal yang baru buat kita semua.


Semoga Impian kalian semua yang belum terwujud tahun kemarin. Akan terwujud di Tahun ini. Jangan putus asa! Tetep semangat.๐Ÿ’ช๐Ÿคฒ


Love You.

__ADS_1


Terutama buat kalian yang masih setia ngebaca Novel ini. Thanks ya! Dan terima kasih banyak atas semua dukungan nya.๐Ÿ˜ƒ


Semoga Tuhan membalas semua kebaikan kalian.๐Ÿ™‡โ€โ™€ Aminnnn๐Ÿคง๐Ÿคฒ


__ADS_2