Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Pesta (Part 2)


__ADS_3

"Leon apakah wanita ini memang istri mu?" Tanya Danish masih tak percaya.


"Memangnya aku sudah gila yah harus mengakui wanita lain sebagai istri ku." Ucap Leon santai.


"Kakak ipar coba jelaskan mengapa kau bisa menikah dengan Manusia bengis ini?" Tanya Danish menatap Alea.


"Entahlah mungkin dia mengunakan ilmu sihir untuk memikat ku." Ucap Alea asal-asalan.


"Pffftt hahahaha yang benar saja." Ucap Danish tertawa.


"Sudah-sudah pergi sana! Kau mengganggu ku dengan istri ku saja." Usir Leon.


"Emmmm jahat sekali. Kakak ipar suami mu jahat sekali pada ku." Ucap Danish


"Hei kau. Pergi dari sini sekarang sebelum aku melempar mu, dan jangan pernah panggil istri ku kakak ipar. Dia bukan kakak mu." Ucap Leon.


*****


Acara masih terus berlanjut dengan sambutan yang meriah dan suasana yang bahagia.


"Leon aku ingin ke kamar mandi." Ucap Alea.


"Yasudah ayo aku temani." Ucap Leon berdiri.


"Tidak usah, tunjukan saja pada ku dimana kamar mandi nya." Ucap Alea mencegah Leon.


"Tidak apa-apa sayang aku takut nanti ada yang melukai mu." Ucap Leon.


"Kau pikir aku tak bisa melindungi diri ku sendiri.?" Tanya Alea.


"Bukan begitu sayang."


"Banyak sekali bicara mu, cepat tunjukan dimana kamar mandinya." Ucap Alea tegas.


"Baiklah, lewat sana dan belok kanan." Ucap Leon menunjuk arah.


Alea langsung berdiri dan berjalan menuju arah yang di maksud Leon. Leon langsung mengeluarkan handphone nya dan memerintahkan Vino untuk mengikuti Alea.


Sesampainya di kamar mandi, Alea langsung melakukan yang seharusnya di lakukan di kamar mandi. Setelah selesai Alea berjalan menuju kaca untuk memperbaiki penampilannya.


Brak


Pintu tertutup membuat Alea menoleh dan mendekat untuk melihat siapa yang ada di kamar mandi itu.


Alea berusaha membuka pintu yang tiba-tiba terkunci dari luar. Sebuah senyuman sinis tersungging di bibir Alea.


Tap


Tap


Tap.


Alea langsung berbalik dan mendapatkan 3 orang laki-laki bertubuh kekar dengan sebuah kamera.


"Siapa kalian?" Tanya Alea santai.


"Hahaha ternyata istri dari Leon Fernandez sangat cantik dan seksi." Ucap salah satu pria itu.

__ADS_1


"Emmmm bagaimana kalau kita langsung saja." Ucap pria lainnya.


"Baiklah, wanita cantik menurut lah pada kami." Ucap pria itu menaruh kamera dan merekam aktivitas yang akan di lakukan.


Salah seorang pria mendekat membuka jas nya dengan tak sabar. Alea memandang remeh pada pria-pria mesum itu.


"Ayo sayang kita mulai permainan nya."Ucap pria itu mendekat.


Alea membuka tasnya lalu diam-diam mengambil sebuah pisau lipat yang selalu ada ketika ia akan berpergian.


"Baiklah mari mendekat." Ucap Alea.


"Hahaha ternyata kau ganas juga. Apa yang akan suami mu katakan kalau Sampai ia tahu istrinya ini adalah ja*ang kecil.


Pria itu mendekat dan ingin memegang tangan Alea dengan cekatan Alea menarik tangan pria itu lalu menancapkan pisaunya tepat di mata kanan pria itu.


Akhhhhhhhhhhhhhhhh


Pria itu menjerit kesakitan memegang matanya yang sangat perih.


"Dasar ja*ang sialan." Teriak pria lainnya lalu mendekat pada Alea dan ingin menyerang dengan sebilah pisau.


Alea langsung menghindar dan menendang benda Kramat pria itu, disaat pria itu sedang menahan sakit Alea langsung mengambil pisau yang ada di tangan pria itu dan menancapkan mata pisau itu tepat di atas kepala pria itu. Karena lumayan keras Alea menekan dengan kuat hingga jeritan histeris terdengar keras.


Sedangkan pria yang memegang kamera gemetaran saat melihat senyuman mengerikan Alea yang sedang menatapnya.


"Siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Alea mendekat.


"A aku tidak kenal siapa itu." Ucap pria itu gugup dan mundur.


Alea merampas kamera yang ada di tangan pria itu, Alea sebenarnya tidak tahu apa fungsi benda itu tapi ia memilih untuk memecahkannya hingga tanpa sisa.


"I itu wanita itu yang menyuruh kami." Ucap pria itu, ini memang salah kerena mereka sudah berhadapan dengan seorang monster.


"Wanita mana?" Tanya Alea.


"Aku aku kurang tahu, yang ku tahu ia tak menyukai mu karena kau dekat-dekat dengan tuan Leon." Ucap pria itu.


"Lebih rinci lagi!" Ucap Alea tak puas dengan jawaban pria itu.


"Di dia itu sekretaris tuan Wiliam." Ucap pria itu pasrah.


Hmmm aku tak tahu siapa wanita itu, tapi nanti akan ku tanya pada Leon. Batin Alea.


"Kalau begitu, silahkan pilih. Mau mati seperti apa?" Tanya Alea mengarahkan pisau itu.


"A ampun aku mohon ampuni aku, akan kulakukan apapun untuk bisa mendapat ampunan mu." Ucap pria itu berlutut.


"Hah, karena aku sedang dalam mood yang baik kau akan ku ampuni,." Ucap Alea.


"Terimakasih" Ucap pria itu menunduk. Alea tersenyum licik lalu mengarahkan pisau itu tepat di leher belakang pria itu.


"Tapi bohong." Ucap Alea terus menyayat leher pria itu dan tak memperdulikan teriakan histeris pria itu hingga pria itu pun mati.


Alea menghela nafas panjang akhirnya ia melakukan sesuatu yang sangat ia rindukan. Alea mencuci tangan nya yang berlumuran darah, bajunya juga terkena darah, tapi ia tak peduli.


Di luar sana Leon sudah datang bersama dengan Vino karena vino melaporkan bahwa Alea tidak keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Vino tak mungkin sembarangan membuka kamar mandi apalagi di dalam ada istri bosnya. Bisa-bisa ia akan di fitnah telah mengintip istri bisanya sendiri.


Tok. Tok Tok


"Lea apa kau di dalam?" Tanya Leon terus mengetuk pintunya.


"Tuan Leon apa yang terjadi?" Tanya Wiliam yang baru saja datang bersama Rachel.


Leon mengabaikan pertanyaan Wiliam dan mencoba untuk mendobrak pintu kamar mandi yang kokoh itu.


Rachel tersenyum licik karena ketika pintu itu di buka pastinya akan ada pertunjukan menarik.


Tok tok tok


"Sayang!!" Teriak Leon mengetuk pintu.


Ceklek.


Pintu terbuka dan menampilkan Alea yang dengan baju yang terkena darah segar, Leon membulatkan matanya ketika melihat Alea yang berlumuran darah.


"Sayang apa yang terjadi?" Tanya Leon memegang wajah Alea.


Vino langsung membuka pintu dengan lebar dan tertegun ketika melihat 3 mayat pria yang tergeletak dengan keadaan mengenaskan.


"Nona muda apa yang terjadi?" Tanya Vino berjalan menelusuri kamar mandi.


"Hmmm ada yang mengirim mereka untuk memperkosa dan membunuh ku." Ucap Alea pura-pura takut.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Leon khawatir.


"Aku baik-baik saja karena tadi ada ksatria bertopeng yang menolong ku." Ucap Alea bohong.


"Ksatria bertopeng?" Tanya Leon bingung. Memangnya ada yah di zaman sekarang ksatria bertopeng. Leon tak mengambil pusing dengan ksatria itu.


"Sayang ayo kita pulang, kau pasti sangat ketakutan." Ucap Leon.


"Vino, bereskan semua ini dan cari dalang nya. Aku ingin lihat tampang orang yang ingin bermain-main dengan ku." Perintah Leon menggandeng tangan Alea.


Alea menatap ke arah Rachel yang sedang gugup, Rachel yang di tatap seperti itu semakin gugup. Bagaimana bisa rencananya gagal.


"Selanjutnya adalah giliran mu." Batin Alea.


_


_


_


_


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah


agar author makin semangat untuk update setiap hari nya


Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar yah


Dalam beberapa hari mungkin tidak akan up karena author akan melakukan perjalanan laut. Nanti akan author usahakan up lebih 1 episode yah.

__ADS_1


tbc


__ADS_2