Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Saling berbohong


__ADS_3

Malam sudah berganti menjadi pagi, Leon membuka matanya memegangi kepalanya yang pusing. Leon melirik sana-sini dan ternyata ia sudah berada di kamar.


Siapa yang memindahkan nya?


Ia melihat ke arah sampingnya di atas ranjang an tak mendapati siapapun di sana dan juga kamar itu kosong. Ini masih terlalu pagi untuk beraktivitas bukan? Kemana Alea pergi?


Ceklek.


Pintu terbuka dan Leon melihat Alea baru saja masuk dengan segelas susu.


Alea tersenyum hangat dan berjalan menuju arah Leon yang masih terduduk dengan wajah bingung sekaligus senang melihat senyuman Alea.


Alea mendekat dan menaruh susu itu di atas meja dan menatap Leon yang juga menatapnya.


"Lea selamat pagi." Ucap Leon tersenyum.


"Selamat pagi Leon " Ucap Leon tersenyum manis.


Deg


Deg


Deg


Jantung Leon berdetak kencang, sudah lama ia tak dapat melihat senyuman tulus itu dan ia begitu merindukan senyuman itu.


Ck, kalau bukan karena aku kasihan padamu, mana mau aku tersenyum seperti in. Huftt nasib nasib. Gerutu Alea dalam hati.


"Sepertinya suasana hati istriku sedang baik." Ucap Leon memegangi pipi Alea.


"Hahaha aku sudah membuatkan mu susu, jadi coba lah." Ucap Alea.


Leon melirik pada segelas cairan putih tersebut, hatinya menghangat karena melihat kejutan pagi ini. Tanpa ragu Leon langsung mengambil susu tersebut dan meneguknya.


Mata Leon membulat terkejut hanya dengan sekali teguk, rasa susunya agak sedikit aneh.


"Sayang darimana kau dapatkan susu ini?" Tanya Leon lembut takut perasaan Alea tersinggung.


"Hmmm aku tak tahu, yang ku tahu aku mengambil cairan warna putih itu persis yang waktu itu aku minum. Memangnya mengapa? Apa rasanya tidak enak?" Tanya Alea.


"Bu bukan begitu sayang, ini enak kok. Hanya saja aku penasaran dari mana kau mendapatkan susu yang enak ini." Ucap Leon berbohong. Sebenarnya ia merasa mual karena minuman itu tentunya bukan susu melainkan santan kelapa.


Mengapa Leon bisa tahu, karena Leon selain seorang pebisnis ia juga seorang koki handal untuk istrinya dulu jadi ia tahu mana rasanya susu dan mana rasanya santan.


Hanya saja ia tak mau menyinggung hati istrinya yang sudah bersusah payah itu.


Leon meneguk habis susu santan tersebut dan mengulas senyuman manis ketika melihat wajah puas Alea.


"Mau olahraga?" Tanya Leon.

__ADS_1


"Emmmm baiklah." Ucap Alea.


Leon pergi membersihkan dirinya dan mengganti pakaian nya dengan pakaian olah raga, begitu juga dengan Alea dengan bimbingan Leon Alea akhirnya bisa memakai pakaian yang cocok untuk olahraga pagi.


Leon dan Alea keluar dari mansion dan menuju halaman depan yang luas dan di penuhi bunga-bunga. Leon tak mengajak Alea untuk berlari keluar dari pekarangan ia hanya mengajak Alea untuk lari sebatas halaman rumah dan belakang rumah yang sangat luas itu.


"Leon ayo kita lomba." Ucap Alea berlari kecil menyeimbangi Leon.


"Baiklah."


"Siapa yang duluan sampai di sana maka dia adalah pemenangnya dan pemenang bisa meminta apapun dari yang kalah." Ucap Alea menunjuk ke arah sebuah pohon besar yang lumayan jauh dari posisi mereka.


"Baiklah." Ucap Leon.


Posisi siap siaga, dan akhirnya mulai Leon dan Alea berlomba lari. Leon yang memiliki kaki yang panjang itu dengan mudah melesat, tapi itu semua tak membuat Alea menyerah dengan tubuh ringan Alea ia juga berusaha untuk menandingi Leon.


Leon kagum melihat kecepatan Alea meski masih belum bisa menandinginya, ingin rasanya ia mengalah dan membuat Alea senang, tapi mengingat hadiahnya boleh meminta apapun dari yang kalah maka Leon menguatkan tekadnya untuk menang.


"Aku menang." Ucap Leon ngos-ngosan.


Alea menarik nafasnya dan mencoba merilekskan tubuh yang lelah. Leon memang begitu cepat, kalau saja ia menggunakan tubuh aslinya pasti ia bisa menang. Sayangnya tubuh Alea ini sangat lemah.


"Baiklah sayang apa boleh aku meminta hadiah ku?" Tanya Leon.


"Hmmm baiklah, tapi jangan aneh-aneh." Ucap Alea.


"Hehehe kalau begitu aku akan mengatakan permintaan ku nanti sampai di mansion, sebelum itu ayo kita pulang." Ucap Leon berjongkok di hadapan Alea.


"Naik lah, kau pasti lelah jadi biar aku yang menggendong mu." Ucap Leon tersenyum.


Alea tertegun sungguh ini sesuatu hal yang membuat detak jantungnya berdetak kencang.


Alea perlahan-lahan naik ke punggung Leon dan Leon pun mulai berdiri. Alea mengalungkan tangannya di leher Leon dan kakinya yang melilit pinggang Leon.


Ini sungguh menyenangkan.


"Leon apa aku tidak berat.?"Tanya Alea.


"Hmmm badan ringan seperti ini kau bilang berat, aku bahkan tak merasakan apapun." Ucap Leon santai sambil berjalan santai.


Ck, menyebalkan. Gerutu Alea.


"Lea terimakasih untuk hari ini." Ucap Leon tersenyum.


"Sama-sama" Meski tak tahu apa maksud Leon berterimakasih tapi Alea menjadi senang dengan suasana seperti ini.


"Leon semalam kau dari mana?" Tanya Alea, ia ingin tahu apa jawaban yang akan di beri Leon padanya.


"Hmmm aku habis kerja sayang, maaf yah tidak mengabari mu karena aku sibuk." Ucap Leon tenang.

__ADS_1


Kau berbohong.


"Hmmm kau pasti sangat lelah." Ucap Alea menyandarkan kepalanya di bahu Leon.


"Hahaha kerja memang melelahkan sayang, kalau tidak lelah namanya bukan kerja." Ucap Leon tertawa.


"Sayang siapa yang mengantarku semalam?" Tanya Leon.


"Eh, kau tidak tahu siapa yang mengantar mu pulang." Ucap Alea pura-pura bingung.


"Hmmm aku terlalu lelah jadi aku tertidur, tapi ketika aku membuka mata aku sudah ada di kamar." Ucap Leon berbohong.


Kau berbohong tuan muda, kau berbohong.


"Hmmm pak Andi." Ucap Alea.


Oh ternyata pak Andi, syukurlah kalau ia yang membawaku dari ruangan itu. Batin Leon.


"Sayang apa pak Andi juga yang mengganti pakaian ku.?" Tanya Leon masih penasaran.


"Aku tidak tahu, yang kulihat kau memakai baju yang sama dengan baju yang tadi pagi." Ucap Alea makin mencari alasan.


Leon menghela nafas lega karena Alea tak melihat rupanya yang kacau karena frustasi. Untung saja pak Andi sudah mengganti pakaian nya.


Sedangkan Alea rasanya ingin tertawa karena di antara mereka tak ada satupun yang berkata jujur.


Kalau saja kau tahu kalau aku sudah melihat tampang kacau mu, entah bagaimana reaksi mu tuan muda.


Kau bahkan menangis dan berhasil mencoreng nama baik seorang pria tangguh.


Hehehehe seharusnya aku merekamnya, tapi aku tak tahu harus pakai apa. Kan lumayan untuk jadi hiburan dikala suntuk.


Oh Selena, kau begitu kejam. Kau yang telah membuat suami orang menangis dan sekarang kau malah tertawa hahahaha.


Sangat menarik.


_


_


_


_


_


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah agar Author makin semangat untuk update setiap hari nya


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar ya.

__ADS_1


tbc


__ADS_2