
Perhatian.
Terdapat adegan kekerasan di part ini, harap bijak dalam membaca dan menyimpulkan.
#Happy Reading
********
Setelah pulang dari rumah sakit, didalam mobil Leon memangku kepala Alea yang sedang berbaring di kursi penumpang. Rasa cemas dan sakit hati yang terus mendesak Leon untuk segera balas dendam.
Sedangkan Alea sebenarnya merasakan perih di sekujur tubuh nya karena luka goresan itu asli, tapi semua rasa perih nya akan di bayar dengan jeritan regangan nyawa dari si pembuat onar.
Sesampainya di mansion, Leon langsung menggendong Alea menuju kamar. Semua orang kaget melihat tubuh Alea yang di penuhi perban dan terkulai lemas di dalam pelukan Leon.
"Leon ada apa ini.?" Tanya Maya dengan raut wajah penuh penasaran. Bukannya membalas Leon malah terus berjalan tanpa menghiraukan Maya, saat ini hati Leon tengah kacau dia tak mau langsung menghakimi ibunya itu karena sudah membuat Alea marah padanya pagi ini. Setidaknya ia memberikan sedikit waktu menimang kalau wanita tua itu adalah wanita yang melahirkan nya.
Leon meletakkan tubuh Alea di atas ranjang dengan gerakan lembut dan langsung menyelimuti Alea yang sedang tertidur.
Hari sudah menjelang malam, semuanya sudah berada di kamar masing-masing. Leon kini menunggu Alea untuk tertidur pulas sebelum melakukan aksi berdarah nya, ia tak akan melepaskan orang yang telah mencelakai istrinya.
"Leon." Ucap Alea yang masih belum juga tidur.
"Ada apa sayang.?" Tanya Leon lembut memeluk tubuh Alea dengan hangat.
"Sakit." Ucap Alea lirih.
Ucapan Alea dalam sekejap membuat Leon menjadi khawatir. " Dimana yang sakit.?" Tanya Leon khawatir.
"Semuanya." Ucap Alea.
"Aku akan panggil kan dokter." Ucap Leon bergegas turun dari atas ranjang namun sebelum turun Alea sudah memegang tangan Leon.
"Ada apa.?"
"Jangan pergi, aku takut." Ucap Alea dengan wajah memelas.
"Aku hanya ingin memanggil dokter sayang." Ucap Leon.
"Tidak usah, kau hanya perlu tidur di sini saja." Ucap Alea.
"Baiklah." Ucap Leon kembali ke posisi semula.
"Leon di mana Sarah.?" Tanya Alea.
"Untuk apa menanyakan tentang wanita itu.?" Tanya Leon tak suka.
"Hmmm kau tidak melukai nya kan.?" Tanya Alea.
"Entahlah."
"Entahlah? Ku harap kau tidak melukainya. Dia hanya lah wanita penggemar mu yang berharap ada di posisi ku." Ucap Alea.
"Ck."
__ADS_1
"Leon berjanjilah untuk tidak menyakiti orang lain." Ucap Alea.
"Baiklah."
Tapi dengan sikap mu seperti ini aku malah semakin akan menyakitinya karena berani menyakiti bidadari berhati malaikat seperti mu. Batin Leon.
Maafkan aku Leon, tapi tak akan ku biarkan kau mengambil jatah ku malam ini hehehehe. Batin Alea tertawa licik.
************
Malam semakin larut, tepatnya sudah menunjukan jam 02.00. Alea tersenyum puas melihat Leon yang sudah tertidur pulas. Alea pun pelan-pelan turun dari atas ranjang menuju pintu kamar.
Ia sekali lagi melihat ke arah Leon yang masih tertidur, dengan pelan Alea membuka pintu kamar lalu menutupnya dengan pelan agar tak menimbulkan suara.
Alea pun mulai menelusuri rumah yang sudah setengah gelap dan sepi itu. Alea berjalan menuju ruangan yang kemarin ia datangi. Ia percaya kalau ruangan itu pasti tempat Leon menyekap Sarah.
Sebelum pergi ke ruangan itu, terlebih dahulu Alea pergi ke dapur untuk mengambil asam dan pisau. Pisau nya yang kemaren sudah hilang entah kemana jadi ia harus membawa pisau baru.
Setelah semuanya lengkap Alea pun mulai berjalan menuju ruangan tempat Sarah. Ia mengendap-endap melihat siapa tahu ada penjaga di depan pintu.
Ternyata tidak ada.
Yah mungkin orang-orang tidak akan masuk karena di depan pintu tertuliskan Gudang Rusak.
Alea pun mengeluarkan senjata rahasia nya yaitu penjepit rambut bersih untuk membobol pintu yang dengan teknologi canggih itu.
"Kak Alea."
Deg
Deg
Deg
Alea pun berbalik dan menetralkan raut wajahnya menjadi tenang.
"Mita."
"Apa yang kakak lakukan di sini.?" Tanya Mita.
"Hmmm tidak ada." Ucap Alea berusaha mencari alasan. Baru kali ini rencananya tidak berjalan mulus.
"Aku ikut." Ucap Mita membuat Alea menjadi bingung, apa maksud nya.?
"Ikut kemana.?" Tanya Alea.
"Ikut kedalam, Mita tahu kak Alea ingin menemui wanita itu kan." Ucap Mita dengan nada santai dan pelan.
"Bagaimana kau...."
"Hmmm Mita ikut kak. Mita akan membantu kakak." Ucap Mita penuh harap.
Glek
__ADS_1
Rasanya memang aneh, keluarga Leon ini sepertinya memang keluarga monster. Tidak yang tua tidak yang muda semua sama saja.
Baiklah." Ucap Alea membuka pintu. Lalu Mita dan Alea masuk ke dalam ruangan gelap dan sepi itu.
"To tolong." Ucap seorang wanita di balik kegelapan dan bisa di tebak kalau itu adalah suara Sarah.
"Halo." Ucap Alea tersenyum manis.
"Keluarkan aku dari sini." Ucap Sarah berlinang air mata.
"Hehehehe baiklah." Ucap Alea membuka jeruji itu lalu menarik tangan Sarah keluar dari jeruji itu. Sedangkan Mita, ia mengambil sebuah kursi dan juga tali. Dengan kasar Mita menarik kuat tangan Sarah lalu mendudukkan Sarah di kursi dan mengikat tangan dan kaki Sarah.
"Apa yang kau lakukan.?" Teriak Sarah.
"Berteriak lah, tak ada yang mendengarkannya. Semua orang akan buta dan tuli di saat malam." Ucap Mita penuh arti.
Alea yang melihat sorot mata Mita menjadi semakin tertarik untuk melihat pertunjukan apa yang akan ia saksikan malam ini.
"Kak Lea, biarkan Mita yang melakukannya. Kak Lea hanya perlu menonton saja." Ucap Mita meminta pisau yang ada di tangan Alea.
"Apa kau yakin.?" Tanya Alea.
"Yah aku yakin, aku sedang tidak mood malam ini. Aku butuh pelampiasan dan juga aku akan membalaskan dendam kak Alea pada wanita yang berani melukai kakak." Ucap Mita dengan wajah polos nya. Menjadi penasaran apa yang membuat gadis cantik nan imut ini menjadi seorang monster.
"Baiklah." Ucap Alea memberikan pisau nya lalu duduk di sebuah kursi.
"Jadi kau mau mati seperti apa.?" Tanya Mita tersenyum aneh.
"Hah hah tolong tolong. " Ucap Sarah histeris.
Dengan kasar Mita menarik rambut Sarah lalu men***apkan pisau ke dalam telinga Sarah membuat Sarah menjerit histeris. Alea yang melihat itu tersenyum puas melihat betapa ganas nya Mita melakukan aksi.
Sungguh menarik, dengan begini aku bisa punya patner yang handal dan hebat. hehehehe
"Akkhhhhh tolong, sa sakit." Teriak Sarah ketika pisau sudah berada di bagian dadanya tepatnya di bagian pa***ara nya.
"Hahahaha hahahahaha Teriak teriak!! lebih keras lagi teriaknya." Ucap Mita tertawa riang.
Belum cukup dengan itu, Mita kembali melakukan aksinya di bagian paha Sarah, ia menancapkan pisaunya lalu menggerakkan pisau membelah dengan gerakan slow motion.
"Ahahahahaha aku sangat senang, sangat senang hahahahaha." Tawa Mita menggelar di penjuru ruangan.
Alea yang melihat sisi berbeda Mita semakin menjadi tertarik, sungguh ini adalah sebuah tontonan yang menakjubkan.
_
_
_
_
_.
__ADS_1
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc