Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Kau sudah terjebak.


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore, Alea yang sedari tadi pingsan baru saja membuka matanya. Alea yang baru saja bangun mendapati kalau ia sudah berada di kamar.


Apa yang terjadi?


Alea memegangi kepalanya yang terasa sakit, entah mengapa kalau ia mengingat kembali kejadian tadi kepalanya terasa sangat sakit.


Siapa sebenarnya pria tadi?


Ceklek.


"Sayang kau sudah bangun.?" Tanya Leon yang baru saja masuk dengan semangkuk bubur dan air putih.


"Yah." Jawab Alea.


"Apa masih terasa sakit.?" Tanya Leon.


"Hmmm lumayan." Ucap Alea.


"Kalau begitu ayo makan." Ucap Leon menyodorkan sendok.


********


Hari ini Leon pergi ke perusahaan melanjutkan rapat yang tertunda kemarin karena insiden hilangnya Sierra. Sudah beberapa hari dilakukan pencarian namun Sierra memang tidak meninggalkan jejak sama sekali.


Karena Alea tak mau tinggal di rumah, jadi Leon terpaksa membawa Alea ikut ke perusahaan dengan hari yang berat karena keadaan Alea yang masih belum stabil.


Di dalam mobil.


"Leon siapa itu Bella.?" Tanya Alea yang sangat penasaran, apakah yang di ceritakan ibu mertuanya itu memang benar.


Leon yang tadinya sibuk melihat laptop langsung menoleh karena terkejut dengan pertanyaan Alea.


"Dari mana kau tahu tentang Bella.?" Tanya Leon dengan wajah kaget.


"Aku bertanya padamu tak bisa kah kamu menjawab dengan benar, bukan malah memberikan pertanyaan lagi." Ucap Alea tak suka.


"Maaf sayang." Ucap Leon.


"Jadi apa jawaban mu.?" Tanya Alea.


"Bella itu mantan kekasih ku." Ucap Leon.


"Tepatnya cinta pertama." Sambung Alea yang membuat Leon semakin terkejut.

__ADS_1


"Lea."


"Apa kau masih mencintainya.?" Tanya Alea.


"Tidak, aku tidak mencintai nya lagi dan aku juga sudah melupakan nya." Ucap Leon.


"Hmmm aku dengar kalau kau dulu harus bertahun-tahun untuk melupakannya yah.?" Tanya Alea semakin memancing, rasanya darah nya tiba-tiba memanas saat membahas tentang wanita pertama Leon, tapi Alea tak tahu mengapa ia sampai merasakan panas di tubuhnya.


"Itu"


"Itu tidak penting sayang, karena sekarang aku sudah memiliki mu." Ucap Leon.


"Beberapa hari lagi cinta mu itu akan pulang, aku penasaran apa nanti kau juga akan mengatakan begitu atau malah ada kalimat baru yang akan keluar." Ucap Alea.


"Itu tidak benar Lea, aku sudah melupakannya sedari dulu dan aku akan tetap bersama mu walau dia ada di hadapan ku. Karena aku mencintai mu." Ucap Leon.


"Yah kalau kau mau bersamanya juga tidak apa-apa." Ucap Alea santai.


"Apa yang kau katakan Lea? Aku tidak pernah berniat untuk meninggalkan mu, secuil pun tak ada niatan itu di dalam hati ku." Ucap Leon dengan nada dingin.


Alea merasakan adanya tekanan yang membuat ia merinding melihat mata yang pertama kali ia lihat, sorot mata yang dingin dan tajam seolah menegaskan bahwa perkataan nya itu tidak bisa di bantah.


"Hmmm."


"Dari mama mu." Ucap Alea jujur.


"Sudah ku duga, aku kan sudah pernah bilang jangan terlalu mendengarkan perkataan mama." Ucap Leon.


"Tapi ibu mu itu menjengkelkan, dia memperlihatkan foto kalian yang bermesraan pada ku dengan berharap kalau kau akan bersama kembali dengan wanita mu itu." Ucap Alea menggebu-gebu.


"Sudah ku bilang dia bukan wanitaku.!" Bentak Leon membuat Alea terkejut begitu juga dengan Vino yang sedari tadi diam.


Ini pertama kalinya tuannya itu membentak istrinya. Pasti suasana hati Leon sedang tak baik, apalagi kalau mengingat tentang wanita yang bernama Bella.


"Sudah kuduga. Kau akan marah, aku tahu itu. Ternyata perasaan mu terhadap wanita itu masih berbekas. Buktinya emosi mu meluap saat aku membahas tentang cinta mu itu." Ucap Alea dengan nada datar. Sebenarnya ia sengaja mengatakan itu untuk memancing apalagi yang akan di katakan Leon.


Leon tertegun dan merasa menyesal karena sudah membentak istrinya, ini adalah pertama kalinya ia membentak orang yang ia cintai.


"Sayang maafkan aku." Ucap Leon dengan nada menyesal.


"Untuk apa minta maaf, kau tak bersalah. Aku lah yang terlalu bodoh karena menyangka kalau aku memang wanita yang beruntung karena bisa di cintai oleh pria seperti mu. Tapi semua itu ternyata hanya hayalan semata, aku terlalu bodoh. " Ucap Alea yang bersorak ria di dalam hatinya karena bisa mengatakan kalimat yang sudah ia rancang untuk rencana nya.


"Sayang apa maksud mu?Aku sama sekali tidak mempunyai perasaan dengan wanita itu, aku hanya mencintai mu. Dia hanyalah masa lalu ku saja dan aku sudah melupakannya." Ucap Leon memegang tangan Alea berharap Alea akan mengerti.

__ADS_1


"Aku mau turun di sini.!" Ucap Alea tegas.


"Tidak, tidak boleh. Aku mohon maafkan aku aku mohon. " Ucap Leon bangkit dari kursi dan berjongkok di hadapan Alea.


"Aku tidak peduli aku mau turun." Ucap Alea.


Maksud ku jangan turun kan aku, aku pasti sudah gila meminta turun di tengah jalan. Batin Alea.


"Sayang aku mohon, kita kan akan pergi jalan-jalan setelah aku selsai rapat." Ucap Leon.


"Sepulang nya kita nanti aku akan menegur mama karena ayah berbicara aneh-aneh." Ucap Leon membujuk Alea.


Berhasil, kau sudah terjebak.


Alea hanya diam tanpa merespon, di dalam hatinya ia bersorak gembira karena rencana sudah berhasil.


"Untuk apa? Yang ada kau hanya membuat aku semakin buruk di hadapan orang tua mu." Ucap Alea.


"Itu tidak penting, buruk atau tidaknya kau di hadapan orang tua ku itu sama sekali tidak penting. Mereka itu tidak ada pengaruh nya di dalam rumah tangga kita, bagi ku mereka hanya orang asing." Ucap Leon tegas.


"Hmmm."


"Kali ini tak akan ku biarkan kau merusak kehidupan ku ma. Aku akan membuat mulut mu itu bungkam karena sudah menghasut istri ku. Akan ku buat kau menyesal karena sudah berani bermain-main api di dalam rumah tangga ku." Batin Leon.


"Berhasil, bersiap-siap lah nenek tua. Kau akan mendapatkan sebuah kejutan nanti, sudah berani bermain api dengan ku maka bersiaplah untuk menerima akibatnya."


"Aku terlalu baik karena hanya memanfaatkan putra mu untuk membalas dendam ku pada mu, kalau saja aku mau aku sudah merobek mulut bau mu itu dan membedah otak mu untuk melihat apa sebenarnya isi dari otak busuk mu itu."


"Aku Selena, si pembunuh bayaran yang terkuat di zaman ku, aku tak akan terkelabui dengan siasat murahan seperti itu. Hidup ku penuh dengan darah dan teriakan serta tangisan memohon. Jadi rencana busuk mu itu tidak akan mempan untuk ku."


_


_


_


_


_


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.


tbc

__ADS_1


__ADS_2