
Sesampainya di kantor, Alea langsung turun dari mobil tanpa menunggu Leon membuka kan pintu mobil seperti biasanya. Ia ingin menciptakan kesan bahwa ia sedang sakit hati dan sedang marah pada Leon. Leon yang melihat sikap cuek Alea merasa semakin linglung, baru saja mereka baikan namun sekarang sudah kembali dingin. Leon memastikan setelah ini ia akan memberikan pelajaran berharga pada orang yang berani mengusik rumah tangga nya.
Alea berjalan di belakang Leon dengan wajah yang datar membuat Leon mau tak mau harus mengalah. "Lea tunggulah di ruangan ku ya." Ucap Leon dengan nada lembut.
"Aku tahu." Ucap Alea dengan galak.
"Vino panggil Sarah kemari.!" Perintah Leon.
"Baik tuan." Ucap Vino langsung pergi memanggil orang yang di maksud Leon.
"Siapa lagi itu Sarah ha?" Tanya Alea.
"Sarah itu sekretaris ku kalau di kantor." Ucap Leon.
"Lalu Vino?" Tanya Alea bingung mengapa banyak sekali sekretaris.
"Vino itu adalah asisten sekaligus sekretaris pribadi." Ucap Leon.
"Apa bedanya.?
"Bedanya Sarah itu perempuan sedangkan Vino laki-laki."
"Kalau itu aku tahu, dari namanya saja aku tahu mana laki-laki mana perempuan." Ucap Alea kesal.
"Hehehe maaf sayang, kalau pekerjaan nya tidak terlalu beda, mereka sama-sama melakukan pekerjaan berhubungan dengan perusahaan. Jadi karena aku jarang pergi ke perusahaan aku butuh 2 orang sekretaris, Kalau nanti Vino sedang berada di dekat ku maka Sarah lah yang akan mengurus di perusahaan." Ucap Leon.
"Dasar pemalas, bisa-bisa nya kau bermalas-malasan dan menyerahkan pekerjaan mu pada orang lain." Gerutu Alea.
"Tapi kan sesuai dengan gaji mereka yang besar sayang hehehe." Ucap Leon cengengesan, kalau masalah kerja ia memang bisa di bilang bos malas karena tak mau pergi ke perusahaan kalau tidak ada yang penting seperti hari ini.
Tok. Tok. Tok
"Masuk." Ucap Leon.
"Tuan memanggil saya." Ucap seorang wanita cantik dengan body seksi dan make up yang mencolok dengan bibir merah merekah.
"Hmmm aku ingin pergi rapat, jadi kau di sini temani istri ku dan beri apapun yang ia minta." Ucap Leon dingin.
"Baik tuan." Ucap Sarah tersenyum genit, Alea melihat sorot mata Sarah yang berbeda ketika menatap Leon pun tersenyum smirk.
"Sayang aku pergi rapat dulu yah." Ucap Leon penuh dengan kasih sayang.
Cup
"Iya sayang." Ucap Alea manja sembari mengecup bibir Leon. Dalam sekejap hati Leon terasa berbunga-bunga karena mendapatkan perlakuan mesra dari Alea tanpa mengetahui maksud Alea yang sebenar nya.
Leon pun pergi meninggalkan ruangan dengan senyuman yang terus mengembang. Sedangkan di dalam ruangan tatapan sengit di luncurkan dari bola mata Sarah ke Alea yang tersenyum mengejek.
"Tolong pesan kan aku makanan.!" Perintah Alea.
__ADS_1
"He, pesan saja sendiri." Ucap Sarah sombong dan berjalan menuju kursi Leon lalu duduk di kursi kebesaran Leon.
"Ck, ck." Alea berdecak lalu mengeluarkan ponsel dari tas nya lalu memotret Sarah yang sedang duduk dengan santai dan kaki naik ke meja.
Cekrek.
"Apa yang kau lakukan.?" Bentak Sarah.
"Memotret perilaku kurang aja mu." Ucap Alea terkekeh.
"Kurang ajar, beraninya kau." Teriak Sarah berjalan menuju Alea dengan amarah yang meluap.
"Yah aku memang berani." Ucap Alea santai.
"Matilah kau." Ucap Sarah mengambil sebuah vas bunga keramik lalu melemparkan nya pada Alea. Alea yang melihat vas bunga itu meluncur padanya dengan santai mengelak membuat vas bunga pecah berceceran.
"Ups, tidak kena hahaha." Tawa mengejek Alea.
"Sialan kau."
"Hmmm berusaha seenaknya pada istri pemilik perusahaan, kau itu sungguh berani nona." Ucap Alea.
"Cuih mau kau istrinya ataupun mantannya aku tak peduli. Lagi pula aku tak yakin Leon menyukai mu dengan body datar itu." Ucap Sarah dengan nada mengejek sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Walau pun datar, tapi setidaknya suami ku puas dengan pelayanan ku. Tidak seperti kau yang punya badan seksi namun hanya laki-laki tua yang menikmatinya." Ucap Alea dengan nada sinis, ia kembali mengingat Rachel yang cantik tapi suka dengan yang tua-tua siapa tahu Sarah pun sama..
"Lalu apa mau mu.?" Tanya Alea.
"He Kita lihat saja nanti, siapa yang akan menang." Ucap Sarah membuat Alea mengerutkan keningnya.
Sarah pun mendekat pada vas bunga yang pecah tadi lalu mengambil serpihan vas itu dan menggoreskan di lengan nya hingga berdarah.
"Kita lihat saja hehehe." Ucap Sarah mengacak-acak rambutnya dan juga pakaian nya, lalu ia pergi menuju pintu dan membuka pintu lalu berteriak.
"Tolong hiks hiks tolong aku.!" Teriak Sarah histeris.
Drama yang bagus. Batin Alea tersenyum.
Karena teriakan Sarah yang kencang, beberapa karyawan yang ada di lantai yang sama pun berkumpul tak terkecuali orang yang sedang rapat.
Sarah tersenyum penuh kemenangan melihat para karyawan yang datang an terkejut melihat tampang Sarah, apalagi di antara mereka ada Leon.
"Tuan tolong saya." Ucap Sarah memohon.
"Apa yang terjadi pada mu.?" Tanya Leon dari jauh.
"Nona Alea menghakimi saya tuan karena melakukan kesalahan kecil. Saya sudah minta maaf hiks hiks tapi nona Alea tetap menghakimi saya." Ucap Sarah terisak-isak.
Karyawan yang melihat itu pun mulai berbisik-bisik dan juga ada beberapa petinggi perusahaan lain yang memandang iba pada Sarah.
__ADS_1
Leon langsung berjalan menuju ruangan nya dan melihat kedalam ruangan dan betapa terkejutnya dia ketika mendapati istrinya terkapar parah dengan luka-luka yang ada di kening tangan dan juga kaki.
"Panggil kan dokter.!" Teriak Leon.
Sarah yang melihat keadaan Alea yang sudah kacau dan parah pun menjadi terkejut, bukan kah tadi Alea baik-baik saja.
"Apa yang kau lakukan paa istri ku ha.?" Teriak Leon memenuhi seisi ruangan.
"Itu itu bukan saya tuan, saya lah korbannya di sini." Ucap Sarah mengelak.
"Tuan Cctv nya sudah di sabotase." Ucap Vino.
"Jelas sekali kalau kau pelakunya, karena Alea tak bisa menggunakan teknologi dan juga tak bisa berbuat kasar seperti kau wanita ja*ang." Bentak Leon.
"Tu tuan itu tidak benar." Ucap Sarah terbata-bata.
"Kau bawa wanita pengacau ini ke mansion." Perintah Leon pada para bodyguard nya.
"Tuan maaf kan saya." Teriak Sarah.
"Tuan Leon sebaiknya anda membawa istri anda pergi kerumah sakit." Ucap seorang pria.
"Aku tahu itu." Ucap Leon memandang tak suka.
Leon pun menggendong tubuh Alea yang penuh luka itu lalu berjalan menuju lift. Di dalam pelukan Alea tersenyum puas karena rencananya berhasil.
Target sudah di tandai.
Bersiaplah untuk mendapatkan kejutan lainnya dari ku hehehehe.
Ini baru awal.
Berani bermain, maka siap untuk kalah an menerima akibatnya.
_
_
_
_
_
_
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc
__ADS_1