Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Melarikan diri


__ADS_3

"Huh huh huhfff hah" Deru nafas yang tidak teratur keluar dari mulut wanita yang sedang berlari itu. Dengan bekas-bekas luka yang membuat ia harus bersusah payah untuk berlari dari kandang singa.


"Huffff hahahahaha hahahaha" Tawa wanita itu di ikuti dengan air mata, wanita itu mendudukkan dirinya di tanah untuk mengistirahatkan tubuh nya yang lelah dan sakit.


Yah wanita itu adalah Sierra, ia berhasil keluar dari mansion Leon setelah mengelabuhi para penjaga. Sungguh suatu keberuntungan yang besar karena sudah sekian lama ia terkurung di kandang singa itu dan akhirnya sekarang ia bisa keluar.


Sierra kini tengah berada di hutan, hutan bagian belakang rumah Leon. Ia sudah berlari cukup jauh dan kini tengah bersandar di pohon yang besar.


"Cepat cari dia! Dia pasti belum jauh dari sini." Suara orang membuat Sierra tersadar kalau sekarang belum aman. Sierra pun berdiri dan berlari sekuat tenaga untuk menjauh dari para penjaga Leon.


Sierra bersembunyi di balik sesemak yang lebat dan mengintip posisi para penjaga tersebut.


Tubuh Sierra menegang tak kala melihat para penjaga itu datang dengan alat tembak mereka. Rasanya mereka seperti sedang berburu binatang saja.


"Sebaiknya kita berpencar, wanita itu tak bisa melarikan diri terlalu jauh karena luka di tubuh nya." Ucap penjaga tersebut.


Sierra menghela nafas lega ketika melihat para penjaga itu sudah pergi berpencar. Ini suatu keberuntungan yang telak padanya.


Di saat Sierra tengah menstabilkan tenaganya, tiba-tiba sebuah tangan membungkam mulutnya, Sontak Sierra langsung berbalik dan membulat kan matanya melihat seorang pria yang ia kenal sedang berjongkok dan membungkam mulutnya dengan sapu tangan.


Kesadaran Sierra perlahan menipis, kepalanya terasa pusing dan matanya terasa berat, saat ia ingin menutup mata ia melihat sebuah seringaian licik tersungging di bibir pria tersebut dan akhirnya kesadaran Sierra pun benar-benar hilang.


Pria tersenyum miring dan mengangkat tubuh Sierra pergi dari hutan tersebut.


******


Sierra memegangi kepalanya merasakan sakit di sekujur tubuhnya, ia mencoba membuka matanya melihat langit-langit kamar yang asing baginya.


Sierra baru teringat kalau ia tadi pingsan di hutan karena seorang laki-laki. Sierra pun terbangun dan mendapati tubuhnya sudah telanjang tanpa pakaian, hanya selimut tebal yang membaluti tubuhnya tersebut.


Sepertinya Sierra tadi habis melayani pria bejat itu, Sierra tersenyum sinis. Kini dirinya hanyalah seorang wanita hina dan memang hina.


Ceklek


Sierra melihat seorang wanita dengan seragam pelayan masuk membawa makanan di atas nampan.


"Silahkan nona, jika sudah selesai saya akan membantu anda untuk membersihkan diri." Ucap pelayan itu dengan nada dingin. Nampak raut wajah tak suka dari wanita itu, wanita yang bisa di bilang lebih muda setahun dari Sierra.


Pelayan itu menaruh makanan di atas meja yang ada di samping Sierra dengan kasar. Lalu pergi meninggalkan Sierra yang masih bingung.


"Ck, baru saja kabur dari kandang singa sekarang sudah masuk di kandang harimau." Decak Sierra membawa makanan itu an menyantapnya, sungguh rasanya sangat enak dan kebetulan Sierra sangat lapar karena ia hanya di beri makanan sisa saja ketika di mansion Leon.


Setelah makan Sierra pergi ke kamar mandi dan tak memanggil pelayan tadi untuk membantunya. Ia membuka lemari pakaian dan tak terdapat pakaian wanita di sana kecuali pakaian pria.


Sierra tak memperdulikan itu, ia mengambil sebuah kemeja berwarna putih lalu memakai kemeja yang kebesaran itu.

__ADS_1


Sierra menghirup aroma kemeja itu, aroma yang sangat familiar. Aroma maskulin yang menggoda membuat Sierra tersenyum sinis.


Dirinya memang hina dan tak mungkin untuk membersihkan tubuhnya ini lagi. Jadi ia akan tetap melakukan kegiatan hina juga.


Ceklek


Pintu kamar terbuka menampilkan sesosok pria dengan senyuman manisnya menatap wanita yang tengah tersenyum juga di hadapannya itu.


Sierra tersenyum manis tak kala melihat pria yang ia kenal itu, pria ******** tapi pria itu yang ia sayang.


"Sudah baikan?" Tanya pria itu berjalan mendekat pada Sierra. Ia langsung mencium bibir Sierra tanpa mendengar terlebih dahulu jawaban Sierra.


Sierra pun dengan senang hati membalas dengan ganas membuat keduanya terbuai akan hasrat, tapi Sierra sangat lelah untuk melakukan hubungan yang lebih dan akhirnya ia menyudahi ciuman itu.


"Kau tak berubah Al." Ucap Sierra mengelus bibir pria itu.


"Memangnya apa yang kau harapkan sayang, kau mau aku berubah seperti apa?" Tanya pria itu


"Hehehe tidak ada. Aku sangat senang bisa bertemu dengan mu lagi." Ucap Sierra terkekeh.


"Maaf kalau aku terlambat sayang. Aku terus mencari mu kesana-kemari tapi aku tak menemukan mu, bedebah itu ternyata menyembunyikan mu di mansion nya." Ucap pria itu


"Tidak apa-apa Al, aku mengerti." Ucap Sierra memeluk tubuh pria itu menghirup aroma yang sangat ia rindukan.


Seketika Sierra melepas pelukannya dengan tatapan sendunya.


"Al, apa kau tetap mencintai ku?" Tanya Sierra.


"Apa maksudmu sayang, aku tetap mencintai mu dari dulu hingga sekarang." Ucap pria itu.


"Tapi aku sudah banyak melayani para bodyguard nya Leon." Ucap Sierra dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kau tahu Sierra, aku tak peduli akan hal itu. Sekarang dengan ku kau bisa hidup tenang dan membalaskan dendam." Ucap pria itu memeluk tubuh Sierra.


Di dalam pelukan Sierra tersenyum sinis karena ia mendapatkan pegangan yang kuat untuk membalaskan dendam nya.


"Kau akan merasakan penderitaan yang aku rasakan Leon. Aku akan membuat kau menderita, hahahaha. Tunggu balasan ku." Batin Sierra.


*******


Sedangkan Di mansion semua orang tertunduk takut melihat sorot mata tuannya yang sedang duduk dengan segelas wine.


Yah Leon langsung menuju mansion ketika pak Andi mengatakan kalau Sierra melarikan diri. Darahnya menjadi mendidih tak kala kelalaian dan kebodohan para bodyguard nya.


Bahkan rapat penting itu harus di tunda karena Leon yang sudah sangat emosi dan ingin menghancurkan seluruh isi rumah.

__ADS_1


Sedangkan Alea di bawa kerumah Ayla karena Leon tak ingin istrinya itu melihat sebuah kekerasan yang akan berlangsung di mansion nya itu.


Tuk


Tuk


Tuk


Suara meja yang di ketuk oleh jejari Leon membuat bulu kuduk penghuni mansion merinding.


"Sekarang kalian mau mati dengan cara apa?"


_


_


_


_


_


Author sudah up 2 eps yah.


Kenapa gak 3?


Karena Author masih sibuk dan juga harus nulis novel yang satu nya lagi 2 eps.


Nah walau 2 eps. ini kata-kata per bab nya lebih seribu loh.


author kasih tau sedikit tentang jadwal up nya yah.


Nah untuk jadwal up, itu selang-seling dengan novel author yang satu lagi.


Minsalnya hari update berarti besok tidak up, karena author harus up untuk novel sebelah.


Kecuali author punya waktu senggang biasanya author akan rutin up setiap hari.


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah


Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya.


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar.


tbc

__ADS_1


__ADS_2