
Malam ini Leon begitu frustasi, ia harus tidur sendirian memandangi langit-langit kamar yang remang-remang. Frustasi, itulah yang ia rasakan.
"Akkhhhhh aku tak bisa tidur." Teriak Leon frustasi, malam ini sangat berat ia lewati. Bahkan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 01.00 tapi matanya tak kunjung tertutup.
"Aku harus melakukan sesuatu." Ucap Leon tersenyum sinis ketika terlintas di benaknya satu ide yang akan menguntungkan nya.
Dengan buru-buru Leon turun dari ranjang, Leon yang memakai kaos lengan pendek dan celana pendek berjalan mengendap-endap keluar dari kamar seperti orang yang akan mencuri.
"Hei aku memang ingin mencuri." Ucap Leon pada Author dengan wajah kesal nya.
Apa yang ingin tuan rumah curi dari rumah nya sendiri, sungguh pikiran Leon sudah di gelap kan dengan kriminalisasi.
Berjalan terus berjalan hingga Samapi pada sebuah kamar yang berpintu kan warna biru muda. Itu adalah kamar Mita tempat pujaan hatinya merantau dari kamarnya.
"Hmmm pintunya terkunci dari dalam." Gerutu Leon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Buuukkk
Suara pukulan tepatnya dari belakang Leon membuat Leon membulatkan matanya merasakan sakit di bagian belakang nya seperti baru saja ia di pukuli dengan kayu.
"Dasar pencuri, mau apa kau ha.?" Ucap seseorang dari belakang , Leon tahu suara siapa itu. Itu suara pak Andi. Leon pasti sudah membuat pak tua itu salah paham.
Bukkk
Bukkk
"Rasakan, rasakan. Enyahlah kau pencuri cabul."
Bukkk
Bukkk
"Auuww" Lirih Leon.
"Pak Andi." Ucap Leon membalikkan badannya dan menatap horor pak Andi yang tampak terkejut.
"Tu-tuan muda." Ucap pak Andi menelan ludah kasar, seharusnya ia melihat terlebih dahulu siapa yang ada di hadapannya bukan main hakim sesuka hati.
"Apa yang pak Andi lakukan pada tubuh ku ha.?" Tanya Leon dingin.
"Ma-maaf tuan muda, saya tak menyangka kalau itu adalah tuan muda. Saya pikir yang tadi itu adalah pencuri. Maklum saya sudah tua." Ucap pak Andi merendah.
"Hah alasan saja sudah tua. Cepat beri aku kunci cadangan." Ucap Leon.
"Un-Untuk apa tuan.?" Tanya pak Andi penasaran.
"Hmmm sudah salah pukul sekarang banyak tanyak. Sepertinya pak Andi harus di beri pelajaran." Ucap Leon merenggang kan otot-otot nya.
"Baik tuan, saya akan mengambilnya sebentar." Ucap pak Andi langsung berlari menghindar dari tuannya itu.
Setelah beberapa menit pak Andi pun akhirnya datang membawa kunci cadangan dan langsung ia berikan pada Leon.
"Tuan apa yang akan tuan lakukan.?" Tanya pak Andi sambil berbisik.
__ADS_1
"Sssstttt diam lah pak Andi." Ucap Leon berusaha membuka pintu kamar.
Ceklek
"Berhasil." Sorak Leon pelan dengan mengangkat tangannya." Diam di sini pak Andi aku akan masuk, jangan mengintip." Ucap Leon yang kemudian masuk kedalam kamar yang sudah remang-remang.
Leon menatap jengkel pada Alea yang tertidur pulas sedangkan ia tak bisa tidur tanpa Alea." Kau sungguh kejam sayang." Ucap Leon lalu perlahan-lahan mengangkat tubuh Alea.
"Berhenti kau penjahat hemmm."
Deg
Leon melirik Mita yang tadi mengejutkan nya. Apa dia ketahuan.?
"Aku bilang berhenti, dasar ********." Gumam Mita yang masih menutup mata dengan rapat.
Ck, anak itu. Di alam mimpi pun dia masih saja memaki. Sepertinya aku harus memberikan les kursus tata krama." Batin Leon.
Leon pun melanjutkan langkah kakinya dan menghiraukan umpatan-umpatan Mita yang semakin merajalela. Untung nya hal itu tak membangun kan bidadari yang ada dalam pelukannya.
Sesampainya di luar Leon menyuruh pak Andi untuk menutup pintu kamar Mita, dengan patuh pak Andi pun menutup pintu kamar tanpa banyak bertanya. Sekarang ia baru sadar kalau ini namanya siklus asmara.
Leon terus berjalan menggendong Alea yang entah mengapa semakin berat saja. Setelah sampai dikamar Leon langsung membaringkan Alea di atas ranjang dengan agak sedikit kasar. Dia memang sengaja melakukan itu agar Alea terbangun, tapi nyatanya Alea tak kunjung bangun juga.
"Ck, dasar monster tidur." Gerutu Leon.
"Sayang bangun.!" Ucap Leon menoel-noel pipi Alea." Sayang!!!!" Teriak Leon di telinga Alea membuat Alea langsung terduduk dan memasang wajah waspada.
"Hehehehe." Leon yang terkekeh membuat Alea menjadi bingung. Bukannya tadi ia tidur di kamar Mita? Lalu mengapa sekarang malah jadi di kamar Leon.?
"Siapa kau.?" Tanya Alea dengan sorot mata tajam. Leon yang mendengar pertanyaan Alea menjadi bingung. Kamar mereka terang jadi tak mungkin Alea tak bisa melihat nya.
"Sayang apa yang terjadi? Apa kau amnesia lagi.?" Tanya Leon panik memegang kepala Alea.
"Aku bilang siapa kau.?" Teriak Alea memekakkan telinga Leon." Aku Leon, suamimu." Ucap Leon pelan.
"Apa hak mu memindahkan aku kemari ha.?" Tanya Alea dengan nada sinis. Leon menghela nafas lega karena ternyata istrinya baik-baik saja.
"Aku merindukanmu, aku tak bisa tidur tanpa mu." Ucap Leon manja dengan bibir yang di kerucutkan.
"Cih, kau memindahkan ku yah pindah kan saja, tapi jangan berteriak di telinga ku dan membangun kan ku." Bentak Alea tak suka karena mimpi indah nya terganggu.
"Sayang maaf." Ucap Leon cemberut.
"Sudah, aku mau tidur. Hoaamm." Ucap Alea menguap lebar membuat Leon terkekeh geli dengan istrinya itu.
"Tutup mulut mu dengan punggung tangan jika kau menguap Lea." Ucap Leon.
"Apa urusan mu.?" Tanya Alea tak suka.
"Nanti bisa masuk lalat loh." Ucap Leon tersenyum jahil.
"Biar." Ucap Alea galak.
__ADS_1
"Kau sangat galak." Ucap Leon mencubit paha Alea.
"Lalu apa mau mu ha.? Tak bisakah kau membiarkan ku tidur dengan tenang sebentar.?" Tanya Alea.
"Tidak bisa, kau sudah tidur dengan nyenyak tadi jadi sekarang kau tak boleh tidur lagi." Ucap Leon mencegah Alea yang ingin berbaring.
"Sebenarnya apa mau mu ha.?"
"Aku mau itu." Cicit Leon.
"Apa.?"
"Itu." Ucap Leon dan Alea paham maksud laki-laki yang ada di hadapannya itu.
"Tidak mau." Ucap Alea.
"Kalau kau tak mau aku akan memperkosa mu." Ucap Leon mengancam.
"Dan akan ku potong pisang mu itu kalau kau berani menyentuh ku." Ancam Alea tak mau kalah.
"Sayang." Rengek Leon.
"Enyahlah, aku ingin tidur." Ucap Alea membungkus dirinya dengan selimut mengabaikan Leon yang masih saja cemberut.
Leon hanya bisa menghela nafas panjang, kecewa an frustasi itulah yang ia rasakan. Hanya kamar mandilah yang paling mengerti akan dia.
Sabun tunggu aku.!
_
_
_
_
_
_
_
Mohon maaf semuanya, dari hari ini Author akan slow update. Karena sudah masuk jadwal kelas online.
Author sehari masuk 4 MK loh.. Kan Badas kali😂😂
Temgok² roster, lah kok sehari bisa 4 MK yah...😂😂😂
**Yang lain kawan Author 2 MK sehari, lah author sok jago ambil 4 MK 😂
Jadi mohon di maklumi😴ðŸ¤**
typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
__ADS_1
tbc