Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Kesepakatan


__ADS_3

"Apa?" Leon begitu terkejut dengan permintaan Alea yang aneh itu.


"Yah aku ingin belajar memakai pistol." Ucap Alea.


"Untuk apa?" Tanya Leon kembali melajukan mobilnya.


"Untuk melindungi diri ku sendiri." Ucap Alea.


"Itu tidak perlu karena mulai besok kau akan punya pengawal sendiri." Ucap Leon.


"Aku tidak mau." Bantah Alea.


"Keputusan ku sudah bulat, kalau aku bilang besok kau akan punya pengawal maka kau harus menerimanya. Jangan menolak." Ucap Leon dingin.


Alea yang mendengar itu sangat kesal.


"Akkhhhhh"


Kretak....


Alea memukul kaca mobil dengan kuat hingga kaca mobil yang kokoh itu retak, hal tersebut membuat Leon menghentikan kembali mobilnya dan syok ketika melihat darah mengucur dari tangan kiri Alea.


"Lea apa yang kau lakukan?" Teriak Leon langsung membuka pintu dan pergi kursi belakang untuk mengambil kotak obat.


Leon langsung membuka pintu mobil dan menarik memegang tangan Alea yang berdarah.


Leon begitu khawatir melihat banyak nya darah yang mengalir karena kaca mobil itu sangat kokoh. Butuh hantaman keras agar bisa meretakkan kaca tersebut.


Alea hanya diam dan tak bersuara maupun menangis. Tapi sebenarnya ia merasakan sakit yang menjalar di lengan nya itu.


Tapi bukan Selena si pembunuh bayaran namanya kalau menangis hanya karena luka sepele seperti ini.


"Lea kita harus kerumah sakit, karena sepertinya ada yang patah." Ucap Leon setelah membalut tangan Alea. Tak ada jawaban dari Alea yang masih dalam suasana hati yang buruk itu.


Leon segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit pribadinya yang lumayan dekat dari posisi mereka sekarang. Leon melirik Alea yang sedang memasang wajah murung.


Sesampainya di RS, Leon langsung memanggil dokter untuk memeriksa tangan Alea.


******


Di mansion.


Leon dan Alea sudah sampai di mansion dan tepatnya sedang berada di kamar. Alea merasa aneh karena rumah yang terasa senyap dan tenang.


Di dalam kamar keheningan menerpa antara dua insan itu, tak ada yang membuka pembicaraan satu sama lain. Mereka hanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"Sayang kau tahu, tadi itu sangat bahaya. Mengapa kau memukul kaca mobilnya.?" Tanya Leon lembut.


Karena tidak ada yang bisa aku pukul selain jendela yang ada di samping ku. Ingin rasanya aku memukul mu tapi mengingat kau pernah menangis jadi aku berbaik hati untuk tidak memukul mu. Batin Alea.


"Hmmm"


"Sayang apa kau marah pada ku" Ucap Leon menatap lekat mata Alea dengan posisi Alea yang terbaring telentang dan Leon yang sedikit mengangkat tubuhnya agar bisa menatap mata Alea.


"Iya." Ketus Alea.

__ADS_1


"Mengapa? Apa salah ku?" Tanya Leon dengan nada khawatir.


"Karena kau tak mau mendengarkan ku." Ucap Alea dengan nada tinggi memenuhi ruangan.


"Permintaan apa sayang? Apa maksud mu belajar menggunakan pistol?" Tanya Leon tak suka.


"Hmmm."


"Aku bukan tak ingin mengajari mu Lea, tapi itu sangat berbahaya. Aku tak mau kau terbebani dengan benda-benda seperti itu." Ucap Leon.


"Aku tidak mau tahu, aku hanya ingin belajar memakai itu. Kalau kau tidak mau mengajari ku aku bisa pergi ke tempat Ayla." Ucap Alea.


"Oh jadi sepupu si*lan itu yang sudah mencuci otak mu?" Tanya Leon.


"Setidaknya dia berguna, tidak seperti mu." Ucap Alea.


Cih,dasar Ayla. Berani-beraninya dia mencuci otak istri ku ini. Kau akan mendapatkan hukuman karena sudah membuat istri ku yang lemah lembut jadi seganas ini. Batin Leon.


Hachimmm


"Ck, siapa orang gila yang sedang memuji kehebatan ku ha?" Gerutu Ayla yang sedari tadi tak berhenti bersin.


Kembali ke ranjang.


"Lea coba kau pikirkan lagi tentang itu sayang. Itu sangat berbahaya." Ucap Leon membujuk Alea.


"Sudah aku pikirkan sedari dulu, sudah matang." Jawab Alea tegas.


Leon menghela nafas berat dan kemudian tersenyum manis, seperti ada hal yang ia rencanakan.


"Syarat? Apa itu?" Ucap Alea mengerutkan keningnya.


"Hehehe aku mau minta jatah malam ini, kau kan sudah selesai datang bulannya kan. Dan aku juga mau setiap pagi ada morning kiss." Ucap Leon tersenyum puas. Dengan begini Alea pasti akan mengurungkan niatnya untuk belajar menggunakan pistol.


Dengan mantap Alea pun menjawab.


"Baiklah, aku setuju." Ucap Alea. Lagi pula tak ada pilihan lain, kalau dia tak memenuhi syarat itu, itu berarti ia tak bisa belajar pistol sedangkan ia sangat ingin belajar menggunakan benda itu secara detail.


"Apa kau yakin Lea?" Tanya Leon memastikan.


"Hmmmm yah aku yakin." Ucap Alea.


"Kau bisa mengubah pilihan mu hanya malam ini, kalau besok kau tak boleh berubah pikiran lagi." Ucap Leon.


"Aku tak akan mengubah pilihan ku." Ucap Alea mantap.


"Hahaha baiklah kalau begitu sayang mari kita mulai kerja sama nya." Ucap Leon tersenyum manis.


Ha, aku berharap malam ini terlewatkan dengan cepat.


Kalau nanti aku sudah bisa memegang pistol dengan benar, maka kepala mu yang akan duluan aku lubangi hahahaha. Batin Alea.


Tunggu pembalasan ku.


********

__ADS_1


Malam yang penuh dengan gairah itu pun terlewati dengan berganti menjadi pagi yang sejuk.


Alea berusaha untuk bangun, tapi seluruh tubuhnya sakit. Ia tahu tubuh yang ia gunakan ini memang sudah tidak perawan karena mungkin sudah pernah melakukannya bersama Leon, Tapi yang ada di dalam tubuh ini adalah Selena si jomblo akut dari lahir hingga mati.


Jangan kan berhubungan intim, ciuman saja ia tak pernah. Alea melihat ke samping nya mendapati Leon yang tertidur dengan wajah yang tenang.


Tampan juga hehehe.


"Morning." Ucap Leon membuka matanya dan tersenyum manis karena pagi-pagi ia sudah di suguhkan dengan wajah galak istrinya itu.


"Hmmm" Jawab Alea yang tak mengerti maksud Leon.


"Mana morning Kiss nya." Ucap Leon manja.


"Apa itu.?" Tanya Alea.


"Hehehe maaf sayang aku lupa menjelaskannya, nah setiap pagi kau harus memberi ciuman pada ku yah. Tepatnya di sini." Ucap Leon menunjuk bibir nya.


"Tapi kan belum sikat gigi." Ucap Alea.


"Hehehe"


Cup


Leon langsung duduk dan mengecup lembut bibir Alea yang membuat Alea ingin benar-benar melubangi kepala Leon. Ia ingin melihat terbuat dari apa otak laki-laki itu.


"Begitu sayang, cepat lakukan.!' Ucap Leon.


"Baiklah." Ucap Alea pasrah dan mengecup pelan bibir Leon.


"Terima kasih." Ucap Leon


"Sudah, sekarang cepat mandi lalu kita latihan sesuai janji." Ucap Alea.


"Hehehe baiklah sayang tapi sebelum latihan kita sarapan dulu yah." Ucap Leon.


"Terserah." Ucap Alea jutek.


"Mau mandi bersama?" Tanya Leon.


"Mandi se mansion ini pun boleh, banyak tanya." Ucap Alea kesal.


"Hahaha istri ku memang pemarah rupanya."


_


_


_


_


_


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah

__ADS_1


tbc


__ADS_2