
"Hahaha Kak Glen geli." Ucap Selena sembari menahan rasa geli karena terus di gelitiki laki-laki yang bernama Glen.
"Siapa suruh kamu menggoda kakak." Ucap Glen menciumi pipi kanan Selena. " Itu karena kakak selalu saja bersikap dingin kalau ada orang lain, memang nya mengapa kakak begitu.?" Tanya Selena bersandar di batang pohon dengan meluruskan kakinya lalu Glen pun mendaratkan kepalanya di pangkuan anak perempuan yang berumur 12 tahun itu.
"Itu karena mereka itu adalah orang-orang yang hanya baik di depan saja." Ucap Glen menyentuh rambut Selena yang bergelombang.
"Mengapa begitu.?" Tanya Selena menatap bola mata Glen yang berwarna biru bak permata. Sungguh Selena sangat jatuh cinta pada sosok laki-laki yang ada di hadapannya ini, laki-laki yang menyelamatkan ia dari hidup sebuah perbudakan.
"Lena, mau kah kau mempelajari ilmu bela diri dan berpedang.?" Tanya Glen dengan serius.
"Tapi Lena takut." Ucap Selena takut kalau pedang itu akan melukainya. Melihat reaksi takut Selena, Glen pun mengangkat kepalanya lalu duduk sambil menatap mata coklat Selena.
"Apa yang kau takut kan Lena? Aku ada di sini, sampai kapan pun aku akan selalu melindungi mu." Ucap Glen mendekatkan wajah nya lalu mengecup lembut bibir mungil Selena membuat Selena memejamkan matanya menetralkan detak jantung nya yang tak karuan menghayati setiap kecupan manis dari bibir Glen. (Akhhhhhhhhhhhhhhhh masih bocil🤧🤧🤧🤧 Author menangis menulis ini😵🤧)
"Bagaimana.?" Tanya Glen menyudahi ciuman nya menatap lekat bola mata gadis yang sangat ia cintai itu. "Hmmm baiklah." Ucap Selena mengangguk kan kepalanya lalu tersenyum.
Beberapa hari kemudian Glen pun melatih Selena menggunakan pedang dan belati dengan benar, rumah mereka yang ada di tengah hutan itu membuat mereka memliki waktu dan ruang hanya berdua saja, tak akan ada yang menggangu.
"Hiyyaaa hiyaaaa." Teriak Selena mengayunkan pedang kayu yang di gunakan hanya untuk latihan. "Ayo yang semangat." Ucap Glen duduk sambil memperhatikan gerak gerik lambat dari Selena.
Glen adalah anak laki-laki yang berumur 15 tahun lebih tua tiga tahun dari Selena. Laki-laki yang berparas tampan namun juga dingin itu sebenarnya aalah anak seorang bangsawan, lebih tepatnya anak seorang Duke Utara.
Glen yang tak mau hidup nya di atur dengan aturan bangsawan pun melarikan diri namun sebelum melarikan diri Glen sudah mengumumkan kalau ia memutus hubungan nya dengan keluarga Duke. Ia tak mau menjadi seorang bangsawan namun tak bebas, harus mengikuti aturan ini dan itu apalagi tentang pernikahan. Glen tak suka kalau ia harus menikah secara politik.
Setelah mengakhiri hubungan keluarga, Glen pun pergi keluar dari wilayah Utara menjadi seorang pengembala hingga ia menemukan sebuah rumah perbudakan yang sedang menjual para anak-anak maupun lansia.
Awalnya Glen tidak tertarik dengan acara jual menjual budak itu, namun ketika mata nya menangkap sesosok gadis kecil yang sedang meringkuk ketakutan itu entah mengapa hati Glen terasa sakit.
Glen pun mendekat melihat lebih jelas para manusia yang di rantai tangan dan juga kaki mereka seperti seekor binatang. Tatapan Glen hanya satu tertuju pada gadis yang tak punya sorot mata untuk hidup.
"Ayo semuanya, mereka ini dari daerah selatan, para budak-budak ini sangatlah handal dalam melayani kebutuhan majikannya. Yang laki-laki, kalian bisa menggunakannya untuk bekerja atau apapun itu, bisa juga untuk memuaskan nafsu kalian." Ucap pedangan itu menatap mesum pada wanita-wanita yang tersenyum dan terlihat dari pakaian mereka kalau mereka adalah bangsawan yang mesum.
"Dan yang perempuan, kalian juga bisa menjadikan mereka pelayan, apalagi mereka ini masih perawan jadi pasti akan sangat menyenangkan." Ucap pedang itu melirik pada sederet anak gadis yang tengah berlutut.
Tampak seorang laki-laki tua mendekati gadis yang sedari tadi di tatap Glen, pria dengan perut buncit itu menatap gadis yang tengah berlutut dengan tatapan memangsa. Hal itu membuat Glen marah tapi tak tahu apa alasan, yang ia rasakan adalah ia tak suka melihat tatapan menjijikan dari pria tua itu pada gadis yang lemah dan tak berdaya.
"Ck, aku beli semua." Ucap Glen melemparkan sekantung koin emas, pedangan itu pun mengambil kantung emas itu lalu melihat dan terkejut karena di dalam kantung itu terdapat emas yang banyak bahkan melebihi harga dari semua budak.
"Tidak bisa, aku sudah menandai satu untuk ku. Jadi ambil saja yang lain kecuali dia." Ucap pak tua itu melempar sekantung emas juga pada pedagang, harga yang membayar satu gadis kecil.
Glen menghela nafas kasar dan melemparkan satu kantung bahkan kali ini kantung nya lebih besar." Aku beli dia." Ucap Glen menunjuk pada gadis yang masih saja menunduk kan kepala.
"Sialan kau.!" Teriak pak tua itu ingin menghajar Glen namun dengan sekali tarik pedang dari sarung nya pak tua itu berhenti melangkah dan memilih untuk mundur.
__ADS_1
Sudah di putuskan semuanya menjadi milik Glen dan tontonan di bubarkan, Glen memerintahkan pada orang-orang yang ia beli itu untuk pergi menjalani hidup yang berguna dan di patuhi oleh mereka. Siapa juga yang tak ingin sebuah kebebasan.
Sedangkan gadis yang Glen beli dengan harga mahal, Glen mendekat dan mengangkat kepala gadis itu agar menatap matanya.
"Siapa namamu.?" Tanya Glen terpesona dengan bola mata coklat terang itu.
"Aku tak punya nama." Ucap gadis itu dengan suara rendah. Yah para budak yang di jual umum nya tak mempunyai nama hingga mereka di beli dan majikan mereka lah yang akan memberikan nama.
"Selena, namamu adalah Selena." Ucap Glen.
"Bunuh aku.!" Ucap Selena membuat Glen terkejut. "Apa maksud mu.?
"Kakak bunuh aku.!" Ucap Selena.
"Mengapa aku harus membunuh mu.?" Tanya Glen
"Karena aku ingin mengakhiri penderitaan ini. Aku sudah tidak sanggup lagi hiks hiks." Ucap Selena menangis pilu.
"Kalau kau ingin mengakhiri penderitaan mu maka jadilah orang yang berguna." Ucap Glen tersenyum lalu menggendong tubuh Selena keluar dari rumah perbudakan.
*****
"Kakak.!" Glen terbangun dari lamunannya tentang masa lalu dan melihat ke arah Selena yang sudah basah karena keringat.
"Aku sudah lelah berlatih tapi kakak malah melamun." Ucap Selena cemberut. "Hehehe Lena aku mencintaimu." Ucap Glen mengecup bibir Selena.
"Apa ini pernyataan cinta.?" Tanya Selena meledek. " Iya lebih tepatnya lamaran." Ucap Glen tersenyum.
"Hmmm Kitakan masih kecil."
"Memangnya mengapa kalau masih kecil, Kitakan sudah bisa membuat anak." Ucap Glen membuat Selena membulatkan matanya dan memukul pipi Glen pelan.
"Mesum." Ucap Selena membuat Glen tertawa renyah. "Tapi s a y a n g" Cup. Ucap Selena mengecup bibir Glen dan langsung di balas ganas oleh yang sedari tadi menahan birahi untuk tidak memakan bibir Selena yang menggoda
(Oi kebayang gak cewek umur 12 thn sama cowok 15 thn. Kok author ngakak geli-geli gimna gitu yah🤣) Ini akibat anak di bawah umur gak ada yang awasi, berduaan di tengah hutan. Kan ada setan🤣.
_
_
_
_
__ADS_1
_
_
_
Tidak layak di tiru bagi anak-anak yang di bawah umur kecuali sudah menikah.
Lah mereka kok bisa.?
Itu gak nyata odading.
Gimana yah rasanya, kok aku penasaran.
Rasanya seperti menjadi Ironman 😌 kagak tahu gue Sukimin, wong gue jombloðŸ¤
Ini mimpi Selena Thor?
Bukan mimpi ataupun bayangan yah, ini cuma sedikit flashback asmara antara Selena dan Glen saja.
Lu kagak niat buat novel nih jadi genre NTR (NIKUNG TANPA REM) kan Thor?
Hahahaha nggak lah, tapi kenapa yah hati aku lebih srek sama Glen🤣 kayak mana nih.
Jangan ngadi-ngadi deh lu Thor, kalau si Glen jadi MC lah babang Leon macam mana.?
Hahahaha enggak lah, aku bercanda. Si babang Leon mah tetap di depan walau babang Glen ada di hati Author 🤣
Ayo readers pilih siapa nih? Babang Leon apa babang Glen???🤣ðŸ¤ðŸ¤
_
_
_
_
_
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
tbc
__ADS_1